Anda di halaman 1dari 14

ARKL PADA UDARA AMBIEN

Kelompok 6
• Dwita Indah Sari (P
• M. Zufar Ibrahim (P
• Restia Dwi K (P23133115037)
Risiko kesehatan akibat aktivitas manusia terjadi karena pada dasarnya
setiap kegiatan selalu mempunyai dampak lingkungan dan kesehatan.
Risiko kesehatan adalah dampak negatif yang hanya bisa dikelola tetapi
tidak dapat dihilangkan sama sekali. Masalah kesehatan lingkungan yang
muncul menimbulkan pertanyaan antara lain tentang besarnya risiko
kesehatan akibat pajanan bahaya lingkungan, pengendalian risiko tanpa
menghentikan kegiatan sumber risiko, serta keefektifan perangkat
hukum dan teknologi yang tersedia dalam melindungi kesehatan orang
yang terpajan dari efek yang merugikan kesehatan. Untuk itu diperlukan
suatu pendekatan yang disebut Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan
(ARKL) (Dirjen PP, 2011).
Polusi udara di luar ruangan bertambah akibat konsekuensi peningkatan
pembakaran bahan-bahan fosil untuk transportasi, pembangkit listrik dan
aktivitas manusia. Merupakan masalah serius di seluruh bagian dunia,
terutama di kota besar negara berkembang dan diperkiraan seperempat
populasi dunia terpapar polutan udara yang tidak sehat. Keberadaan
bahan pencemar udara dihasilkan oleh proses alam maupun aktivitas
manusia, di mana kontribusi akibat aktivitas manusia bisa berasal dari
sumber pencemar tidak bergerak seperti industri maupun bergerak seperti
kendaraan bermotor (BBTKL dan PPM, 2009).
Baku mutu udara ambien menurut Surat Keputusan Menteri Negara
Kependudukan dan Lingkungan Hidup No. KEP-03/MENKLH//II/1991 tanggal
1 Februari 1991
Contoh soal ARKL pada udara Ambien

Data pengukuran konsentrasi Pb di 150 lokasi SD di lokasi jalan raya di


Jakarta rata-rata hasil pengukuran adalah 9,855 µg/m³ (0,0765 µg/m³ s/d
251,311 µg/m³), rata-rata berat badan anak SD tersebut adalah 20 Kg, dan
lama waktu belajar maksimal adalah 8 jam selama 5 hari/minggu dengan
asusmsi waktu efektif belajar 10 bulan/tahun. Hitung intake Pb dan
bagaimanakah tingkat risiko pada anak kelas 1 SD hingga mereka tamat?
Jawaban
Tingginya konsentrasi Pb pada udara ambien di jalan raya di DKI Jakarta berpotensi
dapat menimbulkan berbagai gangguan kesehatan, gangguan tumbuh - kembang,
termasuk gangguan konsentrasi belajar hingga penurunan derajat atau tingkat IQ.
Mengingat anak SD adalah generasi penerus bangsa, maka perlu dilakukan analisis
risiko kesehatan lingkungan (ARKL) untuk mengetahui asupan atau intake Pb yang
masuk ke dalam tubuh anak SD dan menetapkan apakah kondisi tersebut aman bagi
populasi anak SD.

Untuk melakukan perhitungan perlu dicermati nilai dari variabel yang diketahui dari soal. Nilai masing-
masing variabel yang diketahui adalah :
o Cmin : 0,0765 µg/m3
o Crata-rata : 9,855 µg/m3
o Cmaks : 251,311 µg/m3
o Wb : 20 Kg
o tE : 8 jam / hari
o fE : 200 hari / tahun (5 hari/minggu x 4 minggu x 10 bulan)

Nilai dari beberapa variabel tidak diketahui dari soal sehingga perlu diasumsikan. Asumsi nilai dari masing –
masing variabel yang tidak diketahui dari soal adalah :
• R anak : 0,5 m3/jam (diturunkan dari 12 m3/hari -> 12 m3 / 24 jam = 0,5 m3/jam)
• Dt : 6 tahun (lamanya anak SD belajar mulai kelas1 hingga kelas 6)
Langkah 1 : Identifikasi Bahaya
Berdasarkan soal di atas bahaya yang akan dianalisis adalah Pb di udara ambien yang
diukur sebagai Pb total. Pada soal tidak disebutkan adanya bahaya dari agen risiko
yang lain sehingga hanya Pb total di udara ambien yang akan dianalisis. Untuk
melengkapi identifikasi bahaya dapat dimasukkan dalam tabel seperti di bawah ini :
Langkah 2 : Analisis Dosis - Respon (dose response assessment)
Berdasarkan berbagai literatur diketahui Pb dapat masuk ke dalam tubuh
manusia baik melalui jalur inhalasi ataupun ingesti. Akan tetapi dari soal di atas,
Pb di udara ambien masuk ke dalam tubuh manusia melalui jalur inhalasi
(sistem pernafasan). Diketahui bahwa Pb tidak memiliki implikasi terhadap
kasus kanker sehingga efek yang akan digunakan dalam analisis adalah efek
sistemik atau efek non karsinogenik. Analisis dosis - respon diketahui dari tabel
di bawah ini :
Langkah 3 : Analisis Pajanan
Analisis pajanan dilakukan dengan memasukkan nilai dari masing – masing variabel
ke dalam rumus 1. Pada soal di atas diketahui konsentrasi minimal, rata - rata, dan
maksimal dari agen risiko Pb. Untuk itu, analisis pajanan dilakukan berdasarkan
konsentrasi minimal, rata - rata, dan maksimal Pb.
Langkah 4 : Karakterisasi Risiko
Untuk karakterisasi risiko nilai intake dibandingkan dengan RfC Pb menggunakan
rumus 5.
Interpretasi Tingkat Risiko
Tingkat risiko pajanan Pb di udara ambien pada anak SD dengan konsentrasi
rata-rata sebesar 9,855 µg/m3 dan konsentrasi maksimal sebesar 251,311
µg/m3, Tidak Aman bagi anak SD dengan berat badan 20 Kg, waktu belajar 6
jam/hari, dan frekuensi pajanan 200 hari/tahun, selama 6 tahun muai dari
kelas 1 hingga tamat SD.
Untuk agen risiko yang ‘tidak aman’ perlu dilakukan pengelolaan risiko.
Pengelolaan risiko yang harus dilakukan dirumuskan sebagai berikut :

Pengelolaan Risiko
1. Strategi Pengelolaan Risiko
Strategi pengelolaan risiko dilakukan mulai dengan menetapkan batas aman.
Batas aman yang mungkin diterapkan adalah konsentrasi aman, atau waktu
pajanan aman, atau frekuensi pajanan aman. Dalam perhitungan batas aman
pada lebih dari 1 nilai pada suatu variabel, maka nilai yang digunakan dalam
perhitungan adalah nilai variabel yang lebih kecil. Mengingat pada soal ini
terdapat 2 konsentrasi Pb yang tidak aman yaitu konsentrasi rata – rata dan
konsentrasi maksimal, maka perhitungan batas aman menggunakan
konsentrasi rata – rata Pb yaitu sebesar 9,855 µg/m3. Nilai aman untuk
variabel tersebut adalah sebagai berikut :
2. Cara Pengelolaan Risiko
Pengelolaan risiko dilakukan melalui 3 pendekatan yaitu pendekatan teknologi,
pendekatan sosio ekonomis, dan pendekatan institusional. Pengelolaan risiko dapat
dilakukan sebagai berikut :
Daftar Pustaka
Buku Pedoman Analisis Risiko Kesehatan Lingkungan (ARKL)