Anda di halaman 1dari 22

Teknik Menagkap Ide Perspektif

dan Menulis Kreatif Pendidikan


Berbagai Jenis Teks Bacaan Karakter

KAMAJAYA ALKATUUK
Jadi
Pengantar: Ide=identitas
Penulis? Teknik Menagkap Ide
dan Menulis Kreatif
Krisis Penulis Berbagai Jenis Teks Wacana

Juga memahami zaman

Ragangan
1 Filosofis Menulis: Mengapa Kita Menulis
2 Menangkap ide
3 Menulis Kreatif Teks Bacaan
4 Khalayak sasaran Tulisan (Komunitas/usia)
5 Masa depan menulis/tulisan

1.Anekdot
2. Biografi,
3. Naskah, Menangkap diri sendiri=)
4. Cerita sejarah menjadi diri sendiri!!!
Filosofi
Menulis
Mendahului ide
MENGAPA HARUS MENULIS (1)
Menaikan Indeks Membaca?
Melalui Peningkatan Daya Tulis
*Kontekstual: tempat, usia, kelas!
*Sesuai:VAK Sasaran
*Sinergis
Mengapa Harus Menulis (2)

Menulis
untuk
I Parisipatif =) Peran Sosial

Melalui menulis
II Individual: terapetic /membangun diri
ide Ide=identitas

Kaidah
Ide menyediakan bahan bakar bagi individu dan
organisasin, masyarakat atau negara untuk
menciptakan nilai dan keberhasilan. Daya ide
potensial
Kekuatan ide dapat melebihi kekuatan material: Berhasil?
uang, benteng.

Satu ide sederhana dapat menjadi katalis untuk


Besar Dampak
memindahkan gunung, pasar, meraih
kemerdekaan;
menginspirasi masyarakat serta rekan kerja dan
karyawan, dan menangkap hati dan imajinasi Unik “Beda”
pemirsa.
IDE: berlimpah juga “gratis”
Utile et dulce

Setiap orang (PENULIS) dinilai dari idenya

Sumber: Masa lalu atau Masa kini

Atau kreasi dari keduanya


SUMBER IDE

I KESEJARAHAN

II KEPRIBADIAN

III PERCAKAPAN

IV TEMPAT

V KEJADIAN
MENULIS TEKS WACANA KRATIF
Ruang Lingkup Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
SMP/SMA/MA
Acuan teknis/formal Teks Bacaan
meliputi 15 jenis teks, yaitu: (1) teks anekdot, (2)
teks eksposisi, (3) teks laporan hasil observasi, (4)
teks prosedur komplek, (5) teks negosiasi, (6) teks
cerita pendek, (7) teks pantun, (8) teks cerita
ulang, (9) teks eksplanasi kompleks, (10) teks
film/drama, (11) teks cerita sejarah, (12) teks
berita, (13) teks iklan, (14) teks editorial/opini, dan
(15) teks novel.
Ruang Lingkup Mata Pelajaran Bahasa Indonesia
SMP/SMA/MA
meliputi 15 jenis teks, yaitu: (1) teks anekdot, (2)
teks eksposisi, (3) teks laporan hasil observasi, (4)
teks prosedur komplek, (5) teks negosiasi, (6) teks
cerita pendek, (7) teks pantun, (8) teks cerita
ulang, (9) teks eksplanasi kompleks, (10) teks
DASAR ORIENTASI: managemen karakter !!!
film/drama, (11) teks cerita sejarah, (12) teks
berita, (13) teks iklan, (14) teks editorial/opini, dan
(15) teks novel.

BEBERAPA TEKS PILIHAN


I. Teks Anekdot
Cerita singkat lucu dan menghibur. Teks Anekdot dapat berupa peristiwa menarik,
konyol dan jadi musuh bersama; melainkan juga berisi tentang ungkapan suatu
kebenaran umum.
Abstraksi : Pembukaan/gambaran
umum
Orientasi : Latar belakang peristiwa
Krisis : Masalah
Reaksi : Penyelesaian masalah
Koda : Kesimpulan
Pengemis & Manager
Manager : Pak, cape ya abis ngemis? Laper ya pak..?
Pengemis : Biasa aja tuh, hari ini saya udah makan 3x koq
Manager : Loh..? uangnya cuman buat makan bapak doank? Anak dan istri di rumah makan apa?
Pengemis : Kayak org susah aja..! Tadi pagi saya sekeluarga abis ngerayain ultah anak saya yg
kelima di Mc. Donald bareng guru-guru dan teman-teman sekolahnya. Siang ini istri dan anak saya
barusan BBM saya, mrk lg makan di Pizza HUT tau!
Manager sampai kebingungan dan berkata : “Emank bapak ngemis 1 hari dapet brp..?”
Pengemis : Nih ya.. Saya kasi tau..!! Saya ngemis dari jam 07.00-17.00. Lampu merah atau hijau
waktunya 60 detik. Setiap 60 detik paling nggak saya bisa dapet Rp 2.000. 1 jam = 60 kali lampu
merah Hijau, berarti 60 x 2.000 = 120.000 /jam 1 hari saya kerja 10 jam, 1 jam buat istirahat jadi 9 jam.
9 jam x 120.000 = 1.080.000/hari. 1 bulan saya kerja 26 hari.26 hari x 1.080.000 = 28.080.000/bulan
Manager sampai kaget dan bengong mendengar cerita pengemis itu
Pengemis berkata : Emang mas jadi manager, gaji per bulannya brp..?Dorongan untuk bertukar anekdot adalah
sangat tertanam dalam diri manusia
Manager : 6.000.000 sepanjang peradaban. Sejak masih hidup di
Pengemis : Ijasah..? gua sampai dengan saat ini: baik di bulan
Manager : S-2 atau di bunker. Manusia adl makhluk
anekdotalis.
(Anekdot dari sumber Anonim; sabariman152.wordpress.com)
Anekdot: humor, kritik, dan pendapat yang terkesan tegas, nyata,
namun tetap menggelitik dan menghibur.

SEMBOYAN KARTINI DAN PERJUANGAN KORUPSI

Tepat pada tanggal 21 April yang ditandai dengan hari kartini, sekumpulan ibu-ibu membicarakan tentang
Bu Mince: “Bu Dewi, sekarang kan wanita memiliki kesetaraan hak. Jadi saya rasa semboyan itu cocok s
Bu Dora : “Jangan salah pikir bu, semboyan Kartini masih digunakan hingga zaman modern saat ini lho”.
Bu Deisy: “Lho apa contohnya bu?”.
Bu Dora: “Begini ibu-ibu. Mari kita bandingkan korupsi pada masa orde baru, dimana korupsi yang dilaku
Bu Mince: “Oh jadi, jika masa lalu Kartini berjuang untuk wanita. Masa sekarang perjuangan untuk terang
Jenis Beberapa Jenis Anekdot dan bentuk

❖ Anekdot identitas
1. Hukum,
❖ 1. Jenis kelamin
2. Pendidikan (moral),
3. Ekonomi, ❖ 2. Etnis
4. Politik ❖ 3. Bangsa
5. Identitas
❖ 4. Kleas sosial

Bentuk Lisan dan tulisan

Abstraksi : Pembukaan/gambaran umum


Orientasi : Latar belakang peristiwa
Krisis : Masalah Komposisi
Reaksi : Penyelesaian masalah
Koda : Kesimpulan
Mari Kita Mencoba,
mengumpulkan tulisan kita.
II.Teks Cerita Ulang: Oto -
Biografi
Fungsi Memahami diri sejati (Oto)

Estafet Menegaskan Komitmen Diri


/kreasi nilai

Klarifikasi Diri ?

Mengidentifikasi diri (Bio)

Memahami Peran Tokoh


Antar
generasi/p
ribadi Meneladani Tokoh Anutan
Cara Menulis Teks Biografi Lanjutan
KH Dewantara

I. Menjawab Panggilan (Ide)


a. Tahap
Persiapan II. Riset: 1. Wawancara,
2. Observasi

b. Tahap III. Membuat Ragangan


Inkubasi
IV. Menulis
c. Tahap
Iluminasi
V. Melengkapi : 1. Konfirmasi;
d. Tahap 2. Verifikasi
Verifikasi
VI. Draft VII. Final
III. Menulis Naskah/Skenario

Fungsi Penulis menunaikan


Si tou timou tumou tou
Manusia hidup untuk
menghidupkan/memanusiakan orang lain

Mengejawantahkan Ide Menghadirkan


“relasi” kehidupan (kembali) /baru

Penulis niscaya memahami Kepribadian

Penulis niscaya memahami masyarakat

Sadar waktu, ruang, dan sarana


Sari Menulis Skenario ala
Raditya Dika
1. Tema
sumber: 1. Buku, 2. Peristiwa, atau pemikiran
(dari Ide)
2.
Logline/epi karakter, tujuan, halangan,
sode
Alur cerita: Dijejer berdasar Babak (Act)
3. Plot
Isi: perkenalan, halangan, kesimpulan
Perkenalan Kesimpulan
d Act I: 3” Act II: 6”
e Act III: 3”
Halangan
t
i Cerita kecil 8 seq
L Beat: detak cerita
Menggunakan: Amazon story builder
Aplikasi lain:
IV. Teks Cerita Sejarah
Teks cerita sejarah: teks yang menjelaskan dan
menceritakan tentang fakta dan kejadian masa lalu yang
menjadi latar belakang terjadinya sesuatu yang
mempunyai nilai sejarah.
Jenis – Jenis Teks Sejarah

Sejarah Fiksi: Roman, Novel, cerpen, legenda.

Sejarah Non-Fiksi: Cerita Perjalanan, Catatan Sejarah.

Literasi sejarah, melalui literasi sastra (cerita)


Sumber
Tokoh
daerah ?
IV. Rujukan Menulis:
Multi Sumber

Menulis untuk film, bukan semata dari


tulisan melainkan dari “film” juga.

Mendekatkan Subjek tentang (Film)


dengan Subjek (film) itu sendiri

Teks naskah berposisi sebagai media

Pengorganisasian jadi lintas tempat:


daerah, negara dgn fasilitas teknologi internet
Perspektif Teknologi

V. Masa Depan Menulis Teks

Literasi
Multiliterasi, multimodal, hiperteks
baru

Masih (serta bergerak) gambar semakin menonjol sebagai pembawa makna.


Penggunaan dan bentuk tulisan telah mengalami perubahan besar selama beberapa
dekade terakhir, yang menyerukan penjelasan sosial, pedagogis, dan semiotik. Dua tren
menandai sejarah itu. Media digital, alih-alih buku (teks), lebih banyak muncul dan situs
Belajar- tempat munculnya dan distribusi sumber belajar, dan menulis sedang dipindahkan oleh
mengajar gambar sebagai mode sentral untuk representasi.
menulis
Rekomendasi:
“Pengajar, pembelajar harus menggabungkan literasi teknologi,
literasi informasi, media kreativitas, dan kompetensi sosial dan
tanggung jawab ke dalam pendekatan belajar dan ke dalam
kehidupan sehari-hari kita.
(Jeff Bezemer dan Gunther Kress Institute of Education, Centre for Multimodal Research)
Sekian
Plus