Anda di halaman 1dari 50

DEMAM TIFOID

OLEH :
FERIHARTINDA ADILLA

PRESEPTOR :
dr. RINANG MARIKO Sp.A (K)

PUSKESMAS BUNGUS
FAKULTAS KEDOKTERAN UNIVERSITAS ANDALAS
PADANG
2017
LATAR BELAKANG

• Demam tifoid masih merupakan masalah kesehatan


yang penting di negara berkembang.
• Demam tifoid merupakan suatu penyakit infeksi
sistemik yang disebabkan oleh Salmonella typhi yang
masih dijumpai secara luas di berbagai negara
berkembang yang terutama terletak di daerah tropis
dan subtropis.
• Penyakit ini juga merupakan masalah kesehatan masyarakat
yang penting karena penyebarannya berkaitan erat dengan
urbanisasi, kepadatan penduduk, kesehatan lingkungan,
sumber air dan sanitasi yang buruk serta standar higiene
industri pengolahan makanan yang masih rendah
Indonesia merupakan salah satu negara endemis tifoid.

Diperkiranakan terdapat 800 penderita per 100.000 penduduk setiap tahun


yang ditemukan sepanjang tahun.

Di Indonesia penyakit ini tersebar di seluruh secara merata di seluruh


propinsi dengan insidensi di daerah pedesaan 358/100.000
penduduk/tahun dan di daerah perkotaan 760/100.000 penduduk/tahun
atau sekitar 600.000 dan 1.5 juta kasus per tahun. Umur penderita yang
terkena di Indonesia dilaporkan antara 3-19 tahun pada 91% kasus.
Demam Tifoid
penyakit infeksi yang disebabkan oleh bakteri gram
negatif Salmonella typhii.
Berdasarkan serotipenya kuman Salmonella
typhi dibedakan menjadi 4:
• Salmonella paratyphi A
• Salmonella paratyphi B
• Serotipe group D
Etiologi
• Salmonella sp, salah satu strain dari
bakteri gram negative
• bentuk bacil atau batang, tidak
berspora, tidak berkapsul, bergerak
dengan flagella peritrik.
• ukuran 2-4 µm x 0,5 -0,8 µm. tumbuh
dalam suasana aerob dan anaerob
• mati dalam suhu 56oC dan pada
keadaan kering.
• Di dalam air dapat bertahan selama 4
minggu dan hidup subur dalam media
yang mengandung garam empedu.
Patogenesis (serotipe invasif)
Epitel usus
fagositosis
Lamina propria respons inflamasi
endotoxin (lokal,
sistemik, komplemen)
multiplikasi Plaque Payeri

Duktus torasikus
bakteriemi primer sirkulasi

Organ target RES (hati,limpa,ss.tl)


bakteriemi sekunder

Organ lain ( fenomena metastasis)


Gejala Klinis

Demam lebih dari 7 hari, biasanya mulai dengan subfebris yang makin
hari makin meninggi

Gejala gastrointestinal : obstipasi, diare, mual, muntah, perut kembung, lidah


kotor, sampai hepato-splenomegali

Gangguan Sistem Saraf terjadi bila ada toksin yang menembus Blood Brain
Barier
Perjalanan Penyakit
Demam Tifoid

Masa inkubasi Fase invasif Fase tifoid Penyembuhan


Asimtomatik Demam intermiten Demam menetap Karier
Nyeri kepala Bradikardi Relaps
Lesu,lelah Hepatomegali
Tidak enak di perut Splenomegali
Konstipasii Konstipasi
Diare Diare
Rose spot
Komplikasi
400C
370C

Hari -15 Hari 0 Hari 7 Hari 21

Mulai demam
Diagnosis
Anamnesis Pemerisaan Fisik Pemeriksaan Penunjang

• Demam, onset, tipe • Keadaan Umum • Darah Lengkap: leukosit


demam sejak kapan • tanda- tanda dehidrasi cenderung normal atau
mulai demam tinggi terus • evaluasi lidah apakah bahkan sampai
tanpa suhu turun, disertai didapatkan Tifoid Tongue leukopeni,a, Limfositosis
kejang atau tidak relatif, anemia dengan
• Pemeriksaan Thorax
• Gejala gastrointestinal tipe Hipokromik
• Pemeriksaan Abdome: Mikrositik.
• Gejala SSP
• Riwayat Penyakit dahulu • Uji Widal
Meteorismus
• Riwayat Terapi Bising usus • Pemeriksaan Serologi
hepato- (IgM dan IgG anti
• Riwayat kehidupan sosial Salmonella): TUBEXR tes
• Riwayat makanan splenomegali
penderita • Pada extremitas, thorax,
• Riwayat Imunisasi abdomen, atau punggung
biasanya didapatkan rose
spot atau Roseola,
Diagnosis Banding

Pada stadium dini :


influenza/common cold,
Pada demam tifoid berat:
gastroenteritis akut, bronchitis
sepsis, leukemia, limfoma
atau bronkopneumonia bila
dan penyakit Hodgkin
didapatkan tanda- tanda
sesak, batuk dan demam.
Tatalaksana
• Suportif
• cairan, diet
• elektrolit
• asam basa

• Pengobatan kausal
• medikamentosa (antibiotik, kortikosteroid)
• bedah (pengobatan komplikasi)
Pengobatan suportif
• Cairan
• larutan D5 ¼ normal saline (3bln-3 th), D5 ½
saline (>3 th)
• Diet
• makan lunak
• kurangi serat, zat yang merangsang
• tidak terlalu ketat
• Koreksi asam basa
• Koreksi elektrolit
Pengobatan Kausal (1)
• Kloramfenikol
• 50-100mg/kgBB/hari oral,iv dibagi 4 dosis 10-
14 hari
• Kotrimoksazol
• 6mg/kgBB/hari,oral 10 hari
• Amoksisilin
• 100 mg/kgBB/hari,oral,iv 10 hari
Pengobatan Kausal (2)
• Seftriakson (sefalosporin generasi III)
• 80 mg/kgBB/hari
• intravena, intramuskular, per-infus
• lama pengobatan 5 hari i
• Sefiksim (sefalosporin generasi III)
• 10 mg/kgBB/hari
• per-oral,
• lama pengobatan 10 hari
Komplikasi
• Di dalam saluran cerna
• peritonitis,
• perdarahan,
• perforasi
• Di luar saluran cerna
• ensefalitis
• pneumonia
• meningitis
• osteomielitis
• hepatitis
Pengobatan Komplikasi
• Ensefalopati
• dexametason 1-3 mg/ BB/hari,3-5 hari
• Peritonitis, perdarahan saluran cerna
• puasa, nutrisi parenteral, transfusi darah (atas
indikasi)
• Perforasi
• laparatomi
• Suportif
• Cairan, koreksi dehidrasi, asidosis,
hipoelekrolitemia
Pencegahan

• Higiene perorangan
• Higiene lingkungan
• Membasmi karier
• Higiene dalam pengasuhan anak
• Penularan di rumah sakit (nosokomial)
• Vaksinasi
STATUS PASIEN

Nama :A
Umur : 8 tahun
Jenis Kelamin : Laki - Laki
Agama : Islam
Alamat : Bungus
Latar Belakang sosial-ekonomi-
demografi-lingkungan keluarga
• Status Perkawinan : Belum Menikah
• Jumlah Saudara : 2 orang
• Status Ekonomi Keluarga: Cukup, penghasilan ayah
pasien Rp.2.000.000/bulan, sebagai seorang wiraswasta
• KB : Tidak ada
Kondisi Rumah
• Rumah permanen, pekarangan cukup
luas, kamar 3 buah
• Lantai rumah dari keramik, ventilasi udara
dan sirkulasi udara baik, pencahayaan
cukup, kamar pasien dan adik pasien
cukup lapang
• Listrik ada
• Sumber air : air PDAM
• Jamban ada 1 buah, di dalam rumah
• Sampah dibuang ke kali
• Jumlah penghuni 5 orang: pasien, orang
tua pasien, kakak pasien, adik pasien
Kondisi Lingkungan
Keluarga
• Pasien tinggal di lingkungan kampung
yang cukup padat penduduk
• Lingkungan sekitar bersih
Aspek Psikologis di keluarga

• Pasien disayangi oleh orangtua, kakak


dan adiknya
• Hubungan dengan keluarga baik
Keluhan Utama
Keluhan utama : Demam sejak 10 hari yang lalu
Riwayat Penyakit Sekarang
• Demam sejak 10 hari yang lalu, demam naik turun, dirasakan
terutama pada sore hari, tidak mengigil, tidak berkeringat.
• Mual ada, muntah tidak ada.
• Dirasakan juga rasa tidak enak pada perut dirasakan kurang
lebih satu minggu ini.
• Nafsu makan anak menurun sejak sakit.
• bercak kemerahan pada kulit, perdarahan pada mulut, gusi,
hidung, dan saluran cerna tidak ada
• Batuk tidak ada, pilek tidak ada.
• Buang air kecil warna dan jumlah biasa.
• Buang air besar warna dan konsistensi biasa.
• Pasien sudah pernah berobat seminggu yang lalu, diberikan
obat penurun panas namun pasien pasien masih demam
setalah obat habis
Riwayat Penyakit dahulu
• Anak tidak pernah menderita penyakit
seperti ini
Penyakit Keluarga
• Tidak ada anggota keluarga yang
menderita penyakit seperti ini
Riwayat
Kehamilan/kelahiran/imunisasi:

• Selama hamil ibu tidak pernah


menderita penyakit berat, ibu tidak pernah
mengkonsumsi obat-obatan, tidak pernah
mendapat penyinaran selama hamil, tidak
ada kebiasaan merokok dan minum
alkohol, kontrol ke Puskesmas tidak
teratur. Suntikan imunisasi TT 2X, hamil
cukup bulan.
Riwayat Kelahiran:
• Lahir spontan ditolong oleh dokter, cukup
bulan, saat lahir langsung menangis kuat,
berat badan lahir 2500 gram, panjang
badan 59 cm, langsung menangis
Riwayat Imunisasi
• BCG : 1x, usia 2 bulan,
scar ada
DPT : 3x, usia 2,3,4
bulan
• Polio : 3x, usia 2,3,4
bulan
• Hepatitis B : 3x, usia 1,2,6
bulan
• Campak : 9 bulan
Kesan : imunisasi dasar lengkap menurut
umur di posyandu.
Riwayat Tumbuh Kembang

• Perkembangan fisik
• Tengkurap : 4 bulan
• Duduk : 6 bulan
• Berdiri : 8 bulan
• Berjalan : 12 bulan
• Perkembangan Mental
• Isap jempol tidak ada, gigit kuku tidak ada,
mengompol tidak ada,
• Kesan : Perkembangan fisik dan mental
normal.
Pemeriksaan Fisik
Status Generalis
• Keadaan umum : Tampak sakit ringan
• Kesadaran : sadar
• Tekanan darah : 110/80 mmHg
• Frekuensi nadi : 90 x/mnt
• Frekuensi nafas : 18x / menit
• Suhu : 37,8 °C
• Status Gizi
• Tinggi badan : 120 cm
• Berat badan : 22kg
• BB/U : 22/25 x 100% = 88%
• TB/U : 120/128 x 100% = 93,75%
• BB/TB : 22/23x 100% = 95,6%
• Kesan : Gizi baik
• Pemeriksaan status generalis :
• Kulit : teraba keringat, rumple leed negatif
• Kepala : bulat, simetris, tidak tampak kelainan
• Mata : konjungtiva anemis (-), sklera ikterik (-), pupil
isokhor, ukuran 2mm/2mm, refleks cahaya +/+
• Mulut &
tenggorokan : faring hiperemis, tonsil T3-T3, lidah tampak
kotor,
• Thorax : bentuk normal.
Paru
• Inspeksi : dalam keadaan statis dan
dinamis simetris
• Palpasi : fremitus paru kanan sama
dengan paru kiri
• Perkusi : sonor di kedua lapang paru
• Auskultasi : suara nafas vesikuler, ronkhi
(-), wheezing (-)
Dada :
Paru
• I : normochest, simetris kiri kanan, retraksi dinding dada
tidak ada
• Pa : fremitus kiri=kanan
• Pe : sonor
• A : napas vesikuler, Rh -/-, Wh -/-
Jantung
I : Iktus tidak terlihat
• Pa : Iktus teraba 1 jari medial LMCS RIC V
• Pe : batas jantung dalam batas normal
• A : Bunyi jantung murni, irama teratur, bising tidak ada
• Jantung
• Inspeksi : iktus kordis tidak tampak
• Palpasi : iktus kordis teraba 1 jari medial LMCS
RIC V
• Perkusi : batas jantung dalam batas normal
• Auskultasi : irama teratur, regular, bising (-)
Abdomen
• Inspeksi : distensi tidak ada, tidak terlihat membuncit
• Palpasi : nyeri tekan epigastrium (-), hepar dan lien
tidak teraba, turgor baik
• Perkusi : timpani
• Auskultasi : bising usus (+) normal
Ekstremitas : akral hangat, perfusi baik
• Laboratorium Anjuran : Darah rutin
Tes Tubex
• Uji widal

• Diagnosis kerja : suspek Demam tifoid


Manajemen

Preventif :
• Istirahat yang cukup minimal 8 jam sehari.
• Makan makanan yang bergizi untuk meningkatkan daya
tahan tubuh
Promotif :

Lingkungan

• Menjelaskan kepada pasien dan keluarga bahwa tifoid


adalah penyakit anak yang dapat menular melalui makanan
atau minuman sehingga harus menjaga kebersihan
makanan dan minuman.
Kuratif :
• Paracetamol 500 mg 3x1/2 tab
• Vitamin A 200.000 IU 1x1 cap untuk hari I
dan hari II
• Vitamin C 3x1 tab
Rehabilitatif :
• Segera bawa anak ke puskesmas apabila
gejala bertambah parah yaitu kejang,
sesak nafas, dan telinga berair.
Dinas Kesehatan Kodya Padang
Puskesmas Bungus
_____________________________________________________
Dokter : Ferihartinda Adilla
Tanggal : 24 Maret 2017

R/ Paracetamol tab 500 mg No XX


∫ 3 dd tab 1/2
_________________________________________________________£
R/ Amoxsisilin tab 500 mg No L
∫ 1 dd I
_________________________________________________________£
R/ Vit C tab 50 mg No XV
∫ 3 dd tab I
______________________________________£

Pro : F
Umur : 5 tahun
Alamat: Bungus, Padang