Anda di halaman 1dari 11

BBDM 18

 1. Apa penyebab dan akibat dari membran sel eritrosit pecah?


 2. Apa hubungan dari obat antimalaria primakuin dengan Anemia
Hemolitik?
 3. Apakah semua obat antimalaria memicu pecahnya eritrosit? Jika
tidak, lalu apa yang memicu antimalaria primakuin dapat memecah
eritrosit?
 4. Mengapa kejadian yang sama bisa terjadi pada adik laki-laki pak
supar?
 5. Bagaimana mekanisme pecahnya eritrosit?
 6. Apa hubungan sel darah merah yang mudah lisis dengan kondisi
pasien yang lemas?
 7. Bagaimana komposisi darah yang normal?
 Anemia Homeolisis  Akibatnya :
 Kulit pucat
 Instrinsik
 Penyebab :  Kelelahan Demam
 Anemia sel sabit  Kepala berat berkunang kunang
 Talasemia  Pusing
 Deefisiensi enzime glukosa 6 fosfat  Letih dan tidak dapat melakukan aktivitas
fisik berat
 Deefisiensi enzime pirufat kinase  Urin jadi gelap
 Ekstrinsik  Kulit dan putih mata menguning
 Penyebab :  Jantung berdesus
 Pembesaran impa  Denyut jantung meningkat
 Infeksi virus dan bakteri  Pembesaran Limpa dan Hati
 Leukimia
 Tumor
Lupus
 Kontra indikasi obat terhadap riwayat pasien
 Pasien menderita defisiensi G6PG
 Normalnya
 SDM tidak memiliki Nulekus untuk memperbaiki membrannya
 SDM sering dilewati oksigen, terkadang radikal bebas
 SDM memiliki enzim dan mekanisme mempertahankan diri dari oksidasi (G6PG)
 Primakuin tidak menjadi masalah besar

 Dalam Kasus Ini


 Pasien memiliki deefisiensi G6PG yang menyebabkan tidak ada lagi mekanisme
antioksidan
 Primakuin obat yang bersifat mengoksidasi berinterasi dengan kondisi kesehatan pasien
membuatnya kambuh Anemia Hemolitik.
• Tidak semua obat antimalaria memicu anemia hemolitik
• Obat antimalaria primakuin merupakan bahan oksidatif dan dapat
menyebabkan hemolisis pada pasien yang sensitif terutama pasien
dengan defisiensi G6PD akan berkembang menjadi anemia hemolitik
pada pemberian dosis biasa.
Adanya defisiensi G6PD
 Jika sel darah merah mengalami lisis
atau pecah sebelum waktunya karena
beberapa sebab tertentu maka
transport oksigen yang dilakukan
oleh sel darah merah (oksigen di ikat
oleh hemogblobin) akan terganggu
sehingga tubuh akan merasa lemas,
pucat dan pusing karena kurangnya
pasokan darah yang di terima dari
paru oleh jaringan tubuh
 Eritrosit :
 Pada Bayi : 4,8-7,2 juta/mm3
 Pada anak-anak : 3,8-5,5 juta/mm3
 Pada wanita : 4,2-5 juta/mm3
 Pada pria : 4,6-6 juta/mm3

 Hemoglobin :
 Usia 5-11 tahun : <11,5 g/dL
 Usia 12-14 tahun : <12,0 g/dL
 Usia >15 tahun putri : >12,0 g/dL
 Usia >15 tahun putra : > 13,0 g/dL

 Leukosit : 4000-10000/mm3
 Trombosit : 100-250ribu/mm3