Anda di halaman 1dari 129

MATERI PERSIAPAN OLIMPIADE GEOGRAFI

Asthina Novita Syanur


Teknik Geodesi dan Geomatika ITB
OCEANOGRAPHY
Oceanography is the study of the ocean, with emphasis on its character
as an environment. There are four branches of oceanography study :
1. Biological oceanography
2. Chemical oceanography
3. Geological oceanography
4. Physical oceanography

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


THE FIRST OCEAN

OUTGASSING THEORY

COMETARY THEORY

HYBRID THEORY

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


SIKLUS WILSON
Siklus Wilson mendekripsikan pembentukan, evolusi, dan
proses rusak/menghilangnya lautan. Terdapat 5 tahap :
1. Embryonic Stage
2. Juvenile Stage
3. Mature Stage
4. Declining Stage
5. Terminal Stage

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
DISTRIBUSI LAUTAN

Daratan Lautan
BBU 39,3 % 60,7 %
BBS 19,1 % 80,9 %

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ORGANISME DI LAUT
BENTOS, hidup di dasar laut. Bentos sesil (melekat di dasar) seperti
tiran atau koral dan bentos vagil (bergerak di dasar) seperti cacing dan
siput laut
PELAGOS, hidupnya tak tergantung pada dasar laut.
• Plankton, bergerak melayang-layang mengikuti arus (pasif).
Fitoplankton (tumbuhan) dan zooplankton (hewan)
• Nekton, bergerak bebas (aktif berenang) seperti ikan
NEUSTON, mengapung atau berenang di permukaan air atau
bertempang di permukaan air, contohnya serangga air
PERIFITON, hewan atau tumbuhan yang melekat/bergantung pada yang
tumbuhan atau benda lain, contohnya keong

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


SEDIMEN DI LAUT
Berdasarkan asal usul, ada 5 macam:
1. Sedimen LITOGENIK (terrigenous) – pelapukan batuan
sebelumnya di Benua.
2. Sedimen VOLKANOGENIK (volcanogenic) – erupsi letusan.
3. Sedimen BIOGENIK (biogenic) – aktifitas organisme atau
organisme itu sendiri.
4. Sedimen HIDROGENIK (hydrogenic) – reaksi kimia inorganik
unsur terlarut di dalam air.
5. Sedimen KOSMOGENIK (cosmogenic) – luar angkasa (meteorit,
debu angkasa).

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ZONA LAUT

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


K
e
d
a
l
a
m
a
n

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


SEBERAPA DALAM LAUT ITU?

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


PRINSIP PERUM GEMA (ECHOSOUNDING)

D = ½ (ΔT . VR)
D

D : Kedalaman laut
ΔT : Waktu tempuh signal
VR : Kecepatan rata-rata
rambat singal

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Intensitas
Cahaya

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Sunlight  Twilight  Midnight
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ZONA LAUT INDONESIA
1. Batas Laut Teritorial (BLT)
2. Batas Zona Ekonomi Eksklusif (ZEE)
3. Batas Landas Kontinen (BLK)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


BERDASARKAN LETAKNYA
1) Laut Pedalaman, yaitu laut yang letak atau posisinya di
tengah-tengah benua atau dikelilingi daratan. Contoh:
Laut Hitam, Laut Baltik, Laut Kaspia, dan Laut Mati.
2) Laut Tepi, yaitu laut-laut yang letaknya di tepian benua
yang memisahkan benua tersebut dengan Samudra.
Contoh: Laut Jepang, Laut Korea, Laut Arab, Teluk
Benggala, dan laut-laut tepi di sekitar pantai Benua
Amerika.
3) Laut Tengah, yaitu laut yang memisahkan dua benua
atau dengan kata lain yang terletak di antara dua benua.
Contoh: Laut Mediteran, Selat Gibraltar, laut-laut di
perairan Indonesia, dan laut-laut di kawasan Karibia.
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
SIFAT
AIR LAUT

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


SIFAT AIR LAUT
SIFAT FISIK SIFAT KIMIA
1. Suhu 1. Kapasitas Panas
2. Densitas 2. Ph
3. Tekanan 3. Tegangan Permukaan
4. Salinitas 4. Ikatan Hidrogen
5. Konduktifitas 5. Transmisi Cahaya
6. Oksigen Terlarut
7. Kandungan Nutrien

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


SALINITAS
Salinitas adalah jumlah (gram) zat-zat yang terlarut dalam 1 kg air
laut, dimana dianggap :
- Semua karbonat telah diubah menjadi oksida
- Brom dan iod diganti oleh khlor, dan
- Semua bahan- bahan organik telah dioksidasi secara sempurna
Pada suhu 480°C

Dinyatakan dalam satuan

PPT atau PSU atau ‰


Parts per thousand Practical Salinity Unit Per mil

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


DEAD SEA
300 – 400 gram of salt/kg water

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Salinitas laut terdiri dari
 99% komponen utama (major element)
 1% komponen minor dan trace

Relative proportions of dissolved salts in seawater.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
Dengan bertambahnya
garam garam di laut, apakah
laut akan bertambah asin

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


STEADY STATE OF THE OCEAN
Vionmasuk = Vionkeluar
Masukan Garam Keluaran Garam
1. Pelapukan batuan 1. Evaporasi (tersupersaturasinya
2. Gas gas pemekaran dasar butiran garam membentuk
samudera mineral)
2. Angin
3. Absorpsi ion ke dalam tanah
4. Formasi kerangka oleh organisme

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


PROCESSES AFFECTING
SALINITY
Processes that decrease salinity :
1. Precipitation
2. Sea ice melting
3. Icebergs melting
4. Runoff from land

Processes that increase salinity :


1. Evaporation
2. Formation of sea ice

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


VARIASI SALINITAS
Variasi salinitas terhadap lintang sangat ditentukan oleh proses
penguapan dan presipitasi

S = S (E,P)
dimana E = evaporasi dan P = presipitasi

Hubungan empiris antara salinitas permukaan dengan


penguapan dan presipitasi diberikan oleh :

S (%) = 34,6 + 0,0175 (E-P)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
SUHU

Temperatur merupakan tingkat panas suatu zat.

Rentan temperatur
normal air laut
sekitar 0 – 33 °C

Pola suhu perairan


laut pada umumnya :
a. Makin ke kutub
makin dingin
b. Makin ke bawah
makin dingin

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
DENSITAS
Density is defined as mass per unit volume. It can be thought of as a
measure of how heavy something is for its size

𝑚𝑎𝑠𝑠
𝜌=
𝑣𝑜𝑙𝑢𝑚𝑒
Seawater density is
influenced by two main
factors: salinity and
temperature.

Range of seawater density is 1020 – 1050 kg/m3

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
KONDUKTIFITAS

Kemampuan air laut untuk mentransfer atau mentransmisikan panas,


listrik, atau suara

S/m (Siemens per meter) SI unit


SATUAN mmho/cm (mikromhos per cm) US Customary unit

Normal
Range
2- 5 S/m

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


TEKANAN

Tekanan adalah
gaya per satuan
luas.

SATUAN Paskal, N/m2, dyne/cm2

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


KAPASITAS PANAS

Q = m . c . ∆T C=m.c

Q = C . ∆T

𝐐
C=
∆T

Heat required to raise or decrease temperature of a water by 1°C.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


KAPASITAS PANAS

Heat required to raise one gram of a water by 1°C.

• highest of all
substances (except
liquid ammonia)
• thermal buffering and
heat transport by
ocean currents

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


TEGANGAN PERMUKAAN

Seberapa sulit suatu


permukaan air untuk
dipecah

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


TRANSMISI CAHAYA

Kenapa air laut berwarna


biru

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
WARNA AIR LAUT
1. Biru :Transmisi cahaya
2. Kuning : Lumpur Kuning
3. Hijau : Pantulan Lumpur, plankton
4. Putih : Es
5. Ungu : Fosfor, Organisme
6. Hitam : Lumpur/Sedimen Hitam
7. Merah : Binatang Merah

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Fenomena Red Tide

Red Tide adalah fenomena ledakan alga yang berbahaya (umumnya dinoflagelata) karena
mengeluarkan racun (HAB : Harmful Algae Bloom)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Contohnya Red Tide di Florida dan Texas. Dampak :
1. Kematian biota laut
2. Gangguan pernafasan pada manusia
3. Iritasi mata

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


OKSIGEN TERLARUT

DO Dissolved Oxygen

BOD Biological Oxygen Demand

COD Chemical Oxygen Demand

The term for low oxygen is HYPOXIA.


 Hypoxia≤ 2 mg/l dissolved oxygen (DO)
 Little or no oxygen is present, Little or no marine life can
survive

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
OMZ
Oxygen
Minimum Zone
500 – 1000 meter

1. Percampuran dengan
permukaan lebih sedikit
2. Produksi O2 sedikit
3. Hanya terjadi respirasi

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


PH

pH is the measure of the hydrogen ion (H+) concentration

pH = - log [H+]

Most aquatic organisms exist


within a pH range of

5.5 to 9.5
CO2 ketika berinteraksi dengan air laut
OCEAN dapat membentuk asam karbonat sehingga
ACIDIFICATION semakin banyak CO2 maka air laut akan
semakin asam (pH nya semakin rendah)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


OCEAN ACIDIFICATION

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


IKATAN HIDROGEN

The electromagnetic attractive interaction of a polar


hydrogen atom in a water molecule

Oceans and lakes don't freeze because of hydrogen bonding,


water is less dense as a solid than it is as a liquid.
“DENSITY ANOMALY”

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Maximum
Density

At 3-40C

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


NUTRIENT

Concentration of nutrient molecule in the


water Nitrates (NO3-), Ammonia (NH3),
Phosphate (PO4) and Sulphur (SO4)

Excess nitrogen and phosphorus


lead to significant water quality
problems including harmful algal
blooms, hypoxia and declines in
wildlife and wildlife habitat is
called EUTROPHICATION

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


NUTRIENT
EUTROPHICATION PROCESS
Excess nitrogen and phosphorus

Algae bloom

Covered surface of the water

Prevent sunlight entering the water

Plant can not photosynthesis

Hypoxia

Danau Chao, Tiongkok


Ecosystem die

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


GELOMBANG

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


A wave is a rhythmic movement that carries
energy through matter or space.

WHY STUDY WAVES

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Coastal and Offshore SHIPPING
CONSTRUCTION

Beach EROSION and sediment


RECREATION TRANSPORT
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
Anatomi Gelombang

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Wave crest and trough
The highest and lowest points of a wave are called the crest and
trough respectively.
Wave height (H)
It is the vertical distance from the bottom of a trough to the top of a
crest of a wave.
Wave amplitude (A)
It is one-half of the wave height.
Wave period (T)
It is merely the time interval between two successive wave crests or
troughs as they pass a fixed point.
Wavelength (𝝀 atau L)
It is the horizontal distancebetween two successive crests.
Wave speed (C)
It is the rate at which the wave moves through the water, and is
measured in knots.
Wave frequency (f)
It is the number of waves passing a given point during a one second
time interval.
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
Gerakan Partikel Air
> Di atas atau permukaan laut, gerakan
partikel air berbentuk lingkaran.
> Makin ke dalam, gerakan berubah menjadi
ellips yang makin pipih.
> Ketika menyentuh dasar laut, partikel air
bergerak maju mundur.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


DEEP

WAVE INTERMEDIET

TYPES
SHALLOW

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


A. DEEP WAVES

𝑳
DEPTH >
𝟐

𝒈𝑳 Speed is a function of Wavelength Only


C=
𝟐𝝅 L >> maka C >>

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


B. INTERMEDIET WAVES

𝑳 𝑳
< DEPTH <
𝟐𝟎 𝟐

Speed is a function of Wavelength and


𝒈𝑳 𝟐𝝅𝒅
C= 𝟐𝝅
𝒕𝒂𝒏𝒉( )
𝑳
Depth

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


C. SHALLOW WAVES

𝑳
DEPTH <
𝟐𝟎

Speed is a function of Depth


C = 𝒈𝑫

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


KESTABILAN GELOMBANG
Bila gelombang mendekati pantai, setelah menyentuh dasar perairan,
gelombang akan mengalami pertambahan tinggi dan kecuraman
(STEEPNESS)
Gelombang pecah setelah batas kecuraman maksimum terlewati.

H 1
>
L 7

Gelombang yang tidak stabil, akan pecah membentuk GELOMBANG PECAH (BREAKING WAVE)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Spilling

Plunging TIPE
GELOMBANG
PECAH
Collapsing

Surging

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
Increasing beach slope, wavelength, and period

Decreasing wave steepness

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


PERGERAKAN GELOMBANG KETIKA
MENDEKATI PANTAI

Refraksi

Difraksi

Refleksi

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


A. REFRAKSI GELOMBANG

Pembelokan gelombang akibat adanya perbedaan kedalaman


sehingga menyebabkan perubahan kecepatan

KONVERGEN DIVERGEN
Di Tanjung (Headland) Di Teluk (Bay)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


A. REFRAKSI GELOMBANG

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


B. DIFRAKSI GELOMBANG

Penghamburan gelombang akibat terkena suatu penghalang

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


C. REFLEKSI GELOMBANG

Pemantulan gelombang kembali ke lautan setelah mengenai daratan

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ENERGI GELOMBANG
Energi gelombang merupakan akumulasi energi potensial dan energi kinetik

𝟏 𝟐
E= (𝝆𝐠𝑯 )
𝟖

E = energi gelombang (Joule/m2)


ρ = densitas air laut (kg/m3)
g = percepatan gravitasi (9,8 m/s2)
H = tinggi gelombang (m)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Macam-macam gelombang
1. Gelombang karena tiupan angin (dominan).
2. Gelombang internal.
3. Gelombang berdiri/ Seiche (Standing wave).
4. Gelombang karena badai.
5. Tsunami.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
A. GELOMBANG KARENA TIUPAN ANGIN
Gelombang yang terjadi karena tiupan angin merambat ke
arah yang sesuai dengan arah tiupan angin.

Faktor yang menentukan:


1. Kecepatan tiupan angin
2. Lama tiupan angin – durasi
3. Fetch – panjang lintasan angin

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
B. GELOMBANG KARENA BADAI
Pada angin siklon, angin tidak bertiup ke satu arah tertentu, tetapi
bertiup ke segala arah dengan berbagai kekuatan, dengan demikian
gelombang yang terbentuk merambat ke segala arah secara radial.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Pantai curam

Pantai Landai

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


C. STANDING WAVE/SEICHE
• Gelombang perairan
dangkal yang terpantul
kembali ke dirinya sendiri.
• Dapat terjadi karena
guncangan gempa, atau
tiupan angin yang tiba-
tiba menekan permukaan
air.
• Dapat terjadi di danau,
teluk atau estuari.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
D. GELOMBANG INTERNAL

Terjadi di dalam kolom air laut di antara dua massa air laut yang
berbeda densitasnya

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


GELOMBANG INTERNAL DILIHAT DARI SATELIT

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


E. GELOMBANG TSUNAMI

Gelombang yang sangat panjang yang terbentuk secara tiba-tiba


oleh gerakan kerak bumi yang tiba-tiba (patahan atau longsor).
Permukaan bumi yang turun atau naik secara tiba-tiba
menyebabkan permukaan laut naik atau turun secara tiba-tiba.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Dampak yang ditimbulkan akibat tsunami di Aceh, Indonesia 2004

Sebelum Tsunami Setelah Tsunami

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


BEBERAPA KEJADIAN TSUNAMI DI DUNIA

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Karakter Gelombang Tsunami
1. Sangat panjang: 100 – 200 km
2. Periode panjang: 10 – 20 menit
3. Karena kedalaman laut rata-rata 4000 meter, maka gelombang
tsunami berkelakuan sebagai gelombang perairan dangkal.
4. Di tempat tercetusnya, tinggi gelombang hanya 1 – 2 meter.
5. Penambahan kecepatan dan ketinggian terjadi ketika menemui
pantai.
6. Ujung gelombang tsunami dapat puncak atau palung, bila palung
yang lebih dulu sampai ke pantai, maka permukaan laut akan
surut.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


MEKANISME TSUNAMI

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ARUS

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


MAGNITUDO ARUS
Magnitudo arus laut dapat diukur dalam satuan Sverdrups
(Sv)

1 Sv = 1.000.000 m3/s.

Rentan magnitudonya dari beberapa Sv hingga > 100 Sv.


Sebagai contohnya, Sungai Amazon (Sungai terbesar di
dunia) mengalir sekitar 0,2 Sv

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
GYRE
Huge circular-moving
current systems that
dominate the
surfaces of the
oceans.

BBU
Searah
jarum jam

BBS
Berlawanan
arah jarum
jam

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ARUS DENGAN SEBAB KHUSUS
Longshore
RIP Current
current

Turbidity Upwelling &


current Downwelling

Tide current

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


1. LONGSHORE CURRENT

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


2. RIP CURRENT

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


3. TURBIDITY CURRENT

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


4. UPWELLING DAN DOWNWELLING

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


MEKANISME SPIRAL EKMAN
Winds move the water, and the Coriolis
force deflects the water to the right
(Northern Hemisphere).

Below the surface each successive layer


of water moves more slowly and is
deflected to the right of the layer above.
The average transport of surface water
in the Ekman layer is at right angles to
the prevailing winds.
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
5. TIDAL CURRENT

Ebb Flood

The time between the high tide and low tide, The time between the low tide and
when the water level is falling high tide, when the tide is rising

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


SIRKULASI

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


EL NINO & LA NINA

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Dipole Mode
Positif & Negatif
DIPOLE MODE (Positif) :

Memanasnya suhu permukaan laut


(SPL) dari kondisi normal di wilayah
barat Samudera India, diiringi oleh
menurunnya suhu permukaan laut
di wilayah timur Samudera India
(Yamagata, 2001).

(Sumber: UN Atlas of the Ocean)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ARLINDO (ARUS LINTAS INDONESIA)
atau ITF (INDONESIAN THROUGHFLOW)

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


PASANG
SURUT

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
DESAIN PELABUHAN YANG TIDAK
MEMPERHATIKAN PASUT

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Types of Tides

Based on Frequency Based on Sun, Moon, and Earth Position

Diurnal Mixed Spring Tide Neap Tides


Semidiurnal

Dominan Dominan
Harian Harian
Ganda Tunggal

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Pasang Perbani Pasang Purnama
(Neap Tide) (Spring Tide)

Matahari, Bulan, Bumi saling tegak lurus Matahari, Bulan, Bumi membentuk garis sejajar

Pasang Surut Pasang Surut


MINIMUM MAKSIMUM

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
PULAU PASANG
The Benedictine abbey of Mont-Saint-
Michel was built on a small, rocky,
tidal island off the coast of Normandy,
France.

The Mount is connected to the mainland


by a thin, natural land bridge that, until
recently, was covered at high tide and
exposed at low tide. Tides in the area
vary greatly, sometimes reaching a
difference of 14 meters (46 feet)
between high and low water.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


Pasang Surut di Teluk
Fundy bagian Timur, di
Samudera Atlantik,
Kanada.

Tidal range is near 15 meters


(50 feet). At the peak of the
flood, water rises 1 meter (3.3
feet) in 23 minutes.

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


SEA LEVEL

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


What is sea level? Watch this !

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


SEA LEVEL RISE

Estimated rate of Mean Sea Level (MSL) rise:


5  2-9 mm/yr i.e. 2 – 5 times the rate experienced over the past century

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)


ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)
SEA LEVEL RISE
1. Isostatic – Vertical movement of land
EX : Epirogenetic movement
2. Eustatic – changes of total sea water mass
Ex : Glacial melting
3. Steric – changes of water volume
Ex : Thermal Expansion

ASTHINA NOVITA SYANUR (2018)