Anda di halaman 1dari 35

STUDI KASUS PTERIGIUM

KELOMPOK III
Anita Berlin
Ayu Dewi Suwanti
Eka Septiani Rinai
Evilda Angella Meijisa
Henika Sari
Katharina Menge
Nurul Hidayati
Risfi Ariyanti
Ronaldi Hizkia Manda
Sikit Njau
Susiyanti Uwen
Anatomi Fisiologi Mata
Nervus II
Optikus
Nervus III
Okulomotorik :
Saraf yang
menggerakkan
otot bola mata
Kornea Merupakan bagian terluar dari bola mata yang menerima cahaya
dari sumber cahaya.
Sklera Merupakan bagian dinding mata yang berwarna putih. Tebalnya
rata- rata 1 milimeter tetapi pada irensi otot, menebal menjadi 3
milimeter.
Pupil dan iris Dari kornea, cahaya akan diteruskan ke pupil. Pupil menentukan
kuantitas cahaya yang masuk ke bagian mata yang lebih dalam.
Pupil mata akan melebar jika kondisi ruangan yang gelap, dan akan
menyempit jika kondisi ruangan terang. Lebar pupil dipengaruhi
oleh iris di sekelilingnya.Iris berfungsi sebagai diafragma. Iris inilah
terlihat sebagai bagian yang berwarna pada mata.
Lensa mata Lensa mata menerima cahaya dari pupil dan meneruskannya pada
retina. Fungsi lensa mata adalah mengatur fokus cahaya, sehingga
cahaya jatuh tepat pada bintik kuning retina. Untuk melihat objek
yang jauh (cahaya datang dari jauh), lensa mata akan menipis.
Sedangkan untuk melihat objek yang dekat (cahaya datang dari
dekat), lensa mata akan menebal.
Retina atau Selaput Jala Retina adalah bagian mata yang paling
peka terhadap cahaya, khususnya bagian
retina yang disebut bintik kuning. Setelah
retina, cahaya diteruskan ke saraf optik.
Saraf optik Saraf yang memasuki sel tali dan kerucut
dalam retina, untuk menuju ke otak.
Saraf yang bertangung jawab terhadap
mata manusia adalah saraf optikus
(Nervus II). Bagian mata yang
mengandung saraf optikus adalah retina.
Saraf optikus adalah kumpulan jutaan
serat saraf yang membawa pesan visual
dari retina ke otak.
Prevalensi Pterigium di Indonesia
Kedua Mata 3,2%
12%
10%
8%
Axis Title

6%
4%
2%
0%
DI Kalimant
Sumatra Sulawesi Kalimant
NTB Jogyakart an
Barat tengah an timur
a selatan
Kedua Mata 10% 9% 6% 5% 5% 2%
Satu Mata 1,9%
5%
4%
4%
3%
Axis Title

3%
2%
2%
1%
1%
0%
Sulawesi Sulawesi Sumatra DI Jwa Kalimanta
tengah utara barat Jogjakarta tengah n timur
Satu Mata 4% 4% 3% 3% 3% 1%
Pengertian
• Suatu pertumbuhan
fibrovaskuler
konjungtiva yang
bersifat degenaratif dan
invasif
PTERIGIUM LEBIH SERING
DITEMUKAN PADA
MASYARAKAT DIDAERAH
PEDESAAN TERUTAMA
PADA NELAYAN DAN
PETANI YANG SERING
TERPAPAR SINAR
MATAHARI
Pertumbuhan
konjungtiva ke
kornea,
Mutasi gen P53 vaskularisasi,
Iklim panas dan Peningkatan TGF B Difesiensi limbal
pada limbal basal inflamasi kronis,
paparan sinar UV kolagenase basal cell
cell kerusakan
membrane
bassement dan
jaringan fibrotik
Derajat Pterigium (Menurut Youngson)
Derajad I : terbatas pada limbus Derajad II : melewati limbus kornea
kornea ˂ 2 mm tapi tidak melewati kornea
Derajad III : lebih 2 mm tetapi tidak melebihi
Derajad IV : melewati pupil dan
pinggiran pupil mata normal (3-4 mm) mengganggu penglihatan
Penatalaksanaan
Primer Sekunder

Gunakan Kacamata Derajad 1-2 : airmata artifisial


salep untuk pelumas topikal 1%

Gunakan topi pelindun

Derajad 3-4 : eksisi beta sklera,


eksisi transplantasi konjungtiva,
eksisi dengan antimiotik terapi
Hindari paparan ocular surface transplantas
langsung matahari
Lanjutan….

Tersier

• Pemberian
kombinasi antibiotik
dan kortikosteroid
sebanyak 3 x/hari
selama 21 hari pasca
operasi
KASUS
PTERYGIUM
Data Pasien
NAMA
•Tn.AH
USIA
•61 tahun
PEKERJAA
N
•Swasta
AGAMA •Katolik
PENANGG
UNGJAWA
•Ny.YP
B
Pengkajian Keperawatan
Pengkajian Data
Keluhan Utama : Kabur pada mata sebelah kiri
Auto anamneses, tanggal : 12/03/2018
jam 09.17

Riwayat penyakit sekarang : ± 5 tahun mata sebelah kiri kabur dan


tidak bisa fokus
Riwayat penyakit dahulu : tidak ada

Riwayat penyakit keluarga : jantung dan stroke

Pernafasan : spontan, RR : 20x/mnt

Sirkulasi : TD 110/60, nadi 92 x/mnt, sh 37 oC


Nutrisi dan metabolik : pantangan makan garam, frek.makan
3x/hari, tidak ada penurunan BB,
abdomen supel, nafsu makan baik

Neuro-sensori: GCS 15, kesadaran composmentis, pupil


isokor
Penglihatan : sklera tidak ikterik, konjungtiva tidak
anemis, kornea terdapat selaput
Reproduksi : Tidak ada masalah keperawatan

Integumen : warna kemerahan, turgor baik, integritas


utuh, kepala bersih, kuku pendek

Pendengaran : tidak menggunakan alat bantu


pendengaran

Otot dan tulang : tidak ada masalah keperawatan


Eliminasi : Tidak ada masalah keperawatan

Istirahat dan tidur : Tidak ada masalah keperawatan

Aktivitas Latihan & Pola Merawat Diri : Tidak ada maslah keperawatan

Psikososial : komunikasi baik, kemampuan bicara


normal, bahasa yang digunakan sehari-
hari adalah bahasa indonesia, tinggal
bersama keluarga
Spiritualitas : selalu beribadah

Lingkungan : tidak ada masalah keperawatan


Status lokal
Pemeriksaan Mata kanan Mata Kiri
Visus SC 6/20 SC 6/20
CC 6/15 CC 6/15
Gerakan bola mata Baik kesegala arah Baik kesegala arah

Konjungtiva Palpebra Hiperemi (-) Hiperemi (-)

Konjungtiva Bulbi Pterigium (+) Pterigium (+)

Pupil Pterigium (+) Pterigium (+)

Lensa Jernih Jernih


TIO Kesan normal Kesan normal
Skala Morse
Tanggal Skor Interpretasi

12/03/2018 0 Skor risiko rendah

13/03/2018 6 Skor risiko rendah


Diagnosa Keperawatan Pre Operasi
Diagnosa Keperawatan NOC NIC

Gangguan persepsi sensori Fungsi sensori Visual oMonitor fungsi sensori


penglihatan Definisi : kemampuan dan persepsi : penglihatan,
Definisi : perubahan pada untuk mengidentifikasi oMonitor tanda dan gejala
jumlah atau pola stimulus dengan tepat gambaran penurunan neurologis klien
yang diterima, yang (secara) visual. Kaji fungsi penglihatan
disertai respons terhadap Setelah dilakukan tindakan klien
stimulus tersebut yang keperawatan diharapakan oJaga kebersihan mata
dihilangkan, dilebihkan, gangguan persepsi sensori oMonitor penglihatan
disimpangkan atau teratasi dengan mata
dirusakkan Outcomes : oMonitor tanda dan gejala
kelainan
Menunjukkan status
neuroogis: fungsi motorik
sensorik/kranial, fungsi
penglihatan tidak
terganggu.
Diagnosa Keperawatan Pre Operasi
Diagnosa Keperawatan NOC NIC

Ansietas Kontrol Kecemasan Diri Kontrol kecemasan diri


Definisi : Perasaan tidak Definisi : Definisi : Meminimalkan
nyaman atau kekhawatiran Tindakan personal untuk kekhawatiran, ketakutan,
yang samar disertai respon mengurangi perasaan takut, firasat, atau kesulitan yang
autonom (sumber sering kali tegang atau gelisah dari berhubungan dengan suatu
tidak spesifik atau tidak sumber sumber yang tidak hal yang tidak terdefinisikan
diketahui oleh individu); dapat diidentifikasi dalam mengantisipasi suatu
perasaan takut yang hal yang membahayakan.
disebabkan oleh antisipasi Outcome : Aktivitas :
terhadap bahaya. Hail ini Mengurangi penyebab oMenjadi pendengar
merupakan isyarat kecemasan yangnbaik dengan penuh
kewaspadaan yang Mengurangi rangsang perhatian.
memperingatkan individu akan lingkungan ketika cemas oMembangun kepercayaan.
adanya bahaya yang Menggunakan strategi koping oMembantu pasien
memampukan individu untuk yang efektif mengidentifikasi situasi yang
bertindak menghadapi Setelah dilakukan tindakan dapat menyebabkan ansietas.
ancaman. keperawatan keluarga mampu
mengatasi ansietasnya dari
skala 1 sampai skala 4.
Lanjutan
Faktor yang berhubungan : Rating scala Instruksi klien untuk
krisis situasional 1= Tidak pernah mengunakan teknik relaksasi
hospitalisasi 2 = jarang dilakukan kaji pola verbal dan non-
Hubungan interpersonal 3= Kadang-kadang dilakukan verbal.
4 = Sering dilakukan Identifikasi ketika level
5= Dilakukan secara konsisten ansietas berubah.
Kontrol stimulus yang dapat
menyebabkan ansietas sesuai
kebutuhan klien.
Kaji tingkat perspektif klien,
pada situasi yang membuat
stress.
Berikan informasi yang benar
berhubungan dengan
diagnosis, pengobatan dan
perawatan prognosis
SOAP DPJP (12.03.2018)
S
• Mata kiri kabur

O
• Berselaput

A
• Pterigium grade IV OS

• Eksisi stirpasi
• Graft konjugtiva
• Mefinal 500 mg 2x/hari
• Polydemyein ED 5 x 1 tetes
P • Baquinor 3 x 1 tablet
• Xytrol salep mata 2 x 1
Laporan Operasi (12.03.2018)
• Jam operasi : 12.20 – 12.50
• Diagnosis Pre Op : Pterigium
grade IV OS
• Diagnosis Post Op : Post
Graft Konjungtiva OS
• Nama/Macam Operasi :
Eksisi OS dan graft
konjungtiva OS
• Jenis Anastesi : Lokal
• PA : Tidak ada pemeriksaan
• Laporan :
1. Angkat pterygium gr.IV
2. Grafting konjungtiva
Pengkajian Perioperatif
Data preop Data Postoperasi
• Indikasi operasi : pterygium • Pasien dipindahkan dari OK
grade IV
ke ruang perawatan
• Suhu : 36 oC, N 80x/mnt, RR
20 x/mnt, 120/80 mmHg • Kesadaran composmentis
• Status emosional : • TTV : suhu 36 oC, Nadi 89
1. pasien kooperatif,
x/menit, TD 120/80 mmHg
2. tingkat cemas = 1
(mengungkapkan • Skala nyeri 4-5 ( nyeri yang
kerisauan) menganggu)
3. Pengetahuan tentang
penyakit : pasien
memahami tentang
penyakit yang diderita
Diagnosa Keperawatan Pre Operasi

Nyeri akut Kontrol Nyeri Manajemen Nyeri


Definisi : pengalaman Definisi : Tindakan pribadi oMonitor kepuasan pasien
sensori dan emosional untuk mengontrol nyeri terhadap manajemen nyeri
tidak menyenangkan yang oMengajarkan pasien
muncul akibat kerusakan Setelah dilakukan tindakan mengidentifikasi nyeri
jaringan actual atau keperawatan oTingkatkan istirahat dan
potensial atau yang nyeri kronis pasien tidur yang adekuat
digambarkan sebagai berkurang dengan oKelola anti analgetik
kerusakan, awitan yang Outcomes: oJelaskan pada pasien
tiba-tiba atau lambat dari Mengenali kapan nyeri penyebab nyeri
intensitas ringan hingga terjadi oLakukan tehnik
berat dengan akhir yang nonfarmakologis
dapat diantisipasi atau
diprediksi.
Batasan Karakteristik : oMengungkapkan faktor (relaksasi, masase
Dilatasi pupil penyebab punggung)
Ekspresi wajah nyeri oMenggunakan tindakan
(misalnya mata kurang pengurangan nyeri (tanpa
bercahaya, meringis) analgetik)
Faktor yang berhubungan oTidak ada ekspresi
Agen cedera menahan nyeri dan
biologis(neoplasma) ungkapan secara verbal
Tidak ada
tanda-tanda infeksi
selama perawatan
• Pasien memahami
tentang penyakit dan
cara pengobatan
• Pemberian edukasi saat
pasien pulang