Anda di halaman 1dari 10

EPINEFRIN

• Merupakan salah satu produk aktif dari kelenjar adrenal


yang menimbulkan mekanisme rangsangan pada
persarafan simpatis dengan menstimulasi reseptor alfa
dan beta pada usus halus, otot bronkial, otot pembuluh
darah, metabolisme gula dan meningkatkan kontraktilitas
otot jantung.
First-line therapy
• Henti jantung
• Anafilaksis Berat dengan dosis
• Asma eksaserbasi akut
• Bradikardia dengan keadaan pasien yang tidak stabil jika
tidak respon terhadap atropin sulfat atau dengan pacu
jantung
• Hipertensi okular dan glaukoma sudut terbuka
Efek Terapi
• Menstimulasi reseptor alfa adrenergik dan menimbulkan efek
• Meningkatkan cardiac output dan denyut nadi sehingga meningkatkan
tekanan darah
• Menurunkan perfusi ginjal
• Memiliki efek terhadap tekanan darah yang bervariasi akibat
vasokonstriksi sistemik dan peningkatan permeabilitas vaskuler
• Menstimulasi reseptor beta-1 dan menimbulkan efek yang kuat serta efek
moderat pada stimulasi reseptor beta-2 dan menimbulkan relaksasi otot
polos bronkus
• Efek relaksasi sekunder terhadap otot polos lambung, usus halus uterus
dan vesika urinaria
• Sering juga ditambahkan pada anestesi lokal untuk memperpanjang
durasi anestesi lokal dan mengurangi efek toksisitas dari sediaan anestesi
Farmakologi
• Pada penggunaan dosis tinggi akan menimbulkan aksi
pada reseptor alfa adrenergik sedangkan pada dosis
yang lebih kecil akan menstimulasi reseptor beta 1 dan
beta 2. Aksi terhadap reseptor alfa adrenergik dan
menimbulkan vasokonstriksi pada pembuluh darah
sehingga menjadi pilihan utama pada anafilaksis berat
yang menimbulkan keadaan syok. Aksi terhadap reseptor
beta akan menimbulkan relaksasi otot polos pada
bronkus sehingga dapat mengatasi wheezing dan sesak
pada keadaan anafilaksis dan asma berat. Selain pada
bronkus, relaksasi juga terjadi pada otot saluran cerna,
uterus dan vesika urinaria.
Dosis
• Anak-anak
 Henti jantung: 0.01 mg/kg (1/10000) IO/IV atau 0.1mg/kg via pipa
endotrakea

 Anafilaksis berat : 10mcg/kg. dengan autoinjektor pada berat


badan 15-30 kg : 150mcg; >30kg: dosis 300mcg, Penggunaan
intramuskular pada anak menggunakan dosis 10mcg/kg
• Infant
 Henti jantung: dosis 0.01 ml/kg (10 mcg/kg) larutan 1:1000 (dosis
maksimal 500mcg) dapat juga IV/IM/SC

 Anafilaksis berat :0.01 mg/kg IM/SC setiap 5 menit

 Bradikardia dengan keadaan tidak stabil 0.01mg/kg IO/IV setiap 3-


5 menit (tidak lebih dari 1 mg) atau 0.1mg/kg 1:1000 lewat
endotrakea
Onset dan durasi
• Pada penggunaan subkutan memiliki onset 5-10 menit;
penggunaan inhalasi memiliki onset 1-5 menit; onset
intraokular dan parenteral sangat cepat

• Pada pengunaan subkutan memiliki durasi 4-6 jam;


pengunaan intramuscular memiliki durasi 1-4 jam;
pengunaan inhalasi memiliki durasi 1-3 jam
Efek Samping
Pada penggunaan intravena, intramuskular dan subkutan efek
samping yang timbul berupa gejala simpatis pada
• Susunan saraf pusat dapat menimbulkan keluhan nyeri kepala,
nervousness, tremor dan ansietas
• Pada jantung dan pembuluh darah dapat menimbulkan
keluhan aritmia jantung, palpitasi, ekstremitas dingin dan
pucat, stress kardiomiopati, vasokonstriksi
• Pada saluran nafas berupa sesak

• Gangguan saluran cerna berupa nyeri perut, hipersalivasi,


mual dan muntah
NOREPINEPHRINE
Norepinephrine merupakan katekolamin yang disekresikan
oleh kelenjar medulla adrenal. Norepinephrine berperan
sebagai neurotransmiter utama pada sebagian besar
serabut simpatis post ganglion.

Norepinephrine merupakan agonis adrenergik yang


memiliki efek langsung terhadap reseptor α1 dan α2. Obat
ini juga mengaktivasi β adrenergik terutama β1.
Norepinephrine merupakan prekursor epinephrine.[