Anda di halaman 1dari 20

Ns. Agus Purnama, S.

Kep
• Tujuan :
• 1. Menguji perbedaan proporsi (comparativ)
• 2. Menguji ada tidaknya hubungan (assosiative)
Contoh:
• 1. Apakah ada perbedaan tinggi antara mahasiswa dan
mahasiswi.
• 2. Apakah ada hubungan merokok dengan kecerdasan
Dasar dari uji Kai kuadrat adalah untuk membandingkan
frekuensi yang diamati dengan frekuensi yang diharapkan.

Contoh :
ada sebuah dadu yang dilempar sebanyak 100 kali,
setelah dilempar permukaan B muncul selama 60 kali,
padahal seimbangnya adalah permukaan B muncul 50
kali, maka disini ada perbedaan dimana frekuensi yang
diamati (Observed = O) adalah 60 kali dan yang
diharapkan (Expected = E) adalah 50 kali, jadi ada
perbedaan antara (O – E). Dan kemudian adalah apakah
perbedaan ini bermakna atau hanya sebagai variasi
sampel ?
1. Uji Godness of Fit: Tes yang digunakan untuk
melihat kesesuain pengamatan dengan distribusi
tertentu. Contoh apakah keadaan sekarang masih
cocok dengan masa lalu
2. Uji Independensi: Suatu tes yang bertujuan untuk
membuktikan ada atau tidaknya asosiasi antara
dua variabel. apakah ada hubungan antara
pendidikan dan pengetahuan terhadap HIV / AIDs
3. Uji Homogenitas : Tes untuk membuktikan bahwa
dalam populasi yang berbeda terdapat beberapa
kesamaan proporsi karateristik. apakah ada
perbedaan proporsi dari beberapa sampel mis
perokok pada mhs FKM, mhs Teknik, mhs FK
• Tidak ada cell dengan nilai frekuensi kenyataan
atau disebut juga Actual Count (F0) sebesar 0
(Nol).
• Apabila bentuk tabel kontingensi 2 X 2, maka
tidak boleh ada 1 cell saja yang memiliki frekuensi
harapan atau disebut juga expected count (“Fh”)
kurang dari 5.
• Apabila bentuk tabel lebih dari 2 x 2, misak 2 x 3,
maka jumlah cell dengan frekuensi harapan yang
kurang dari 5 tidak boleh lebih dari 20%
• Rumus:
X2 = Σ ( O – E )2
E
O : nilai Observasi (pengamatan)
E : nilai Expected (harapan)

df = (b-1) (k-1) df=degree of freedom/ derajat kebebasan


b : jumlah baris
k : jumlah kolom
Hipertensi
Paparan Total
+ -
Peminum a+b
alkohol a b

Bukan c d c+d
Peminum
alkohol
Total a+c b+d a+b+c+d
Ea = (a+b) (a+c)
n
Eb = (a+b) (b+d)
n
Ec = (a+c) (c+d)
n
Ed = (b+d) (c+d)
n
Hipertensi
Paparan Total
+ -
Peminum
alkohol 20 9 29

Bukan
Peminum 7 14 21
alkohol
Total 27 23 50
1. Tetapkan hipotesis
Ha : Ada hubungan minum alcohol dengan hipertensi
H0 : Tidak ada hubungan antara minum alcohol dengan
hipertensi

2. Tentukan nilai x2 tabel pada df dan α tertentu


df = (b-1)(k-1)  b=baris ; k=kolom
df = (2-1)(2-1) = 1; α =0,05  x2 = 3.84146
tabel_chi2.pdf
3. Kriteria pngambilan keputusan
Jika nilai χ2 hitung ≥χ2 tabel  Ho ditolak Ha diterima.
Jika χ2 hitung < χ2 tabel  Ho diterima Ha ditolak.
• Ea = (20+9) (20+7) = 29 x 27 = 783 = 15,7
• 50 50 50
• Eb = (9+20) (9+14) = 29 x 23 = 667 = 13,3
• 50 50 50
• Ec = (20+7) (7+14) = 27 x 21 = 567 = 11,3
• 50 50 50
• Ed = (9+14) (7+14) = 23 x 21 = 483 = 9,7
• 50 50 50
X2 = Σ ( O – E )2
E
= (Oa – Ea)2 + (Ob-Eb)2 + (Oc-Ec)2 + (Od-Ed)2
Ea Eb Ec Ed
= (20 – 15,7)2 + (9-13,3)2 + (7-11,3)2 + (14-9,7)2
15,7 13,3 11,3 9,7
= 1,2 + 1,4 + 1,6 + 1,9

= 6,1
• Berdasarkan Tabel kai kuadrat pada df=1 dan
α=0.05 didapatkan χ2 tabel= 3.841. Karena χ2
hitung(6.1) > χ2 tabel (3.841), maka Ho ditolak Ha
diterima

• Kesimpulan : Ada hubungan antara minum alcohol


dengan hipertensi
• Hasil pengumpulan data untuk melihat hubungan
antara pengetahuan ibu dengan status imunisasi dasar
bayi diperoleh bahwa ada sebanyak 17 dari 41 ibu yang
punya tingkat pengetahun rendah status imunisasi
dasar bayinya tidak lengkap. Sedangkan diantara ibu
yang pengetahuan tinggi, hanya ada 10 dari 48 ibu
yang status imunisasi dasar bayinya lengkap.
1. tetapkan hipotesisnya !
2. tentukan nilai x table nya
3. tentukan nilai E nya
4. hitung rumus kai kuadratnya
5. dan apa kesimpulannya ?
1. Tetapkan hipotesis
• H0 : Tidak ada hubungan pengetahuan ibu dengan
status
• imunisasi dasar bayi
• Ha : Ada hubungan antara pengetahuan ibu
• dengan status imunisasi dasar bayi
2. Tentukan nilai x2 tabel pada df dan α tertentu
• df = (b-1)(k-1)  b=baris ; k=kolom
• df = (2-1)(2-1) = 1; α =0,05  x2 = 3.84146
•Kriteria pngambilan keputusan
• Jika nilai χ2 hitung ≥χ2 tabel  Ho ditolak Ha diterima.
• Jika χ2 hitung < χ2 tabel  Ho diterima Ha ditolak.
•Hitung nilai X2
• Ea = (24+17) (24+10) = 41 x 34 = 1394 = 15,7
• 89 89 89
• Eb = (17+24) (17+38) = 41 x 55 = 2255 = 25,3
• 89 89 89
• Ec = (10+38) (10+24) = 48 x 34 = 1632 = 18,3
• 89 89 89
• Ed = (38+10) (38+17) = 48 x 55 = 2640 = 29,7
• 89 89 89
X2 = Σ ( O – E )2
E
= (Oa – Ea)2 + (Ob-Eb)2 + (Oc-Ec)2 + (Od-Ed)2
Ea Eb Ec Ed
= (24 – 15,7)2 + (17-25,3)2 + (10-18,3)2 + (38-
29,7)2
15,7 25,3 18,3 29,7
= 4,4 + 2,7 + 3,8 + 2,3
= 13,2
Simpulkan hasil uji statistik
Berdasarkan Tabel H (Tabel Uji Chi Square)
pada df=1 dan α=0.05 didapatkan χ2 tabel= 3,841.
Karena χ2 hitung(13,2) > χ2 tabel (3,841), maka Ho
ditolak dan Ha diterima
Kesimpulan
•Ada hubungan antara pengetahuan ibu dengan
status imunisasi dasar bayi