Anda di halaman 1dari 4

Teks Eksposisi

Kelompok : 5
Anggota : Andriani safutri
Bijak hidayatulloh
Yuda pratama putra
Diskriminalisasi Terhadap Wanita
Tesis:
Wanita sangatlah rentan menjadi sasaran objek kejahatan.
Berdasarkan data yang dirilis, Indonesia termasuk negara yang
paling tidak aman terhadap kaum wanita. Rata-rata tiap hari
hampir sering adanya laporan kejahatan terhadap wanita di
Indonesia. Malahan ada beberapa kasus yang cukup langka,
yaitu diantaranya pelakunya berasal dari keluarga korban sendiri.
Kasus-kasus tersebut mengundang masukan dan pendapat dari
pakar sosial terkait kesalahan struktur masyarakat Indonesia.
Isi:
Walaupun Negara kita secara tegas menerapkan
undang-undang yang menjerat para pelaku tindakan
kriminal, akan tetapi penerapan hukuman tersebut dinilai
belum membuat para pelaku kapok atau jera. Beberapa
pendapat dari pakar sosial memberikan kesimpulan
bahwa adanya stereotype yang terjadi di masyarakat
yang menimbulkan meningkatnya tindakan kriminal pada
wanita. Negara kita Indonesia, pada konstruksi sosialnya
menganut patriaki dimana kedudukan lelaki dinilai lebih
tinggi dibandingkan wanita.
Pemerintah sebenarnya sudah menerapkan beberapa upaya dan
pencegahan tindakan kriminal seperti sosialisasi pemberdayaan
wanita, menyediakan gerbong kereta khusus wanita, mengutamakan
kebutuhan wanita di tempat umum dan lainnya. Akan tetapi masih
saja ada beberapa oknum yang melanggar peraturan tersebut.
Kesimpulan:
Lantaran sistem sosial patriaki sudah turun temurun dan berlangsung
lama di Indonesia, mau tidak mau wanita diharuskan mentaati seluruh
aturan sosial yang mana condong terjadinya diskriminasi gender.
Selain itu sistem tersebut juga mengarahkan wanita supaya selalu
patuh dan takut kepada pria. Dengan begitu apabila ada wanita yang
melawan, tetap saja masyarakat menganggap perlawanan tersebut
tidak seharusnya dilakukan oleh wanita yang sudah dinilai memiliki
watak lemah lembut dan taat.