Anda di halaman 1dari 17

BAB 13

MENGELOLA KINERJA DAN MUTU

Oleh :

Kelompok 6
RULI INDRIANI (1511031033)
WURI ASTUTI HANAFI (1511031035)
ARDITA (1511031037)
PENGERTIAN KONTROL

Kontrol organisasi (organizational control)


adalah proses sistematis yang digunakan
manajer untuk mengatur aktivitas organisasi
agar tetap konsisten dengan pengharapan
yang telah dibangun dalam rencana, target,
dan standar kinerja.

Memilih Standar Kartu Skor


Dan Ukuran Berimbang
Kartu skor berimbang memiliki empat perspektif
utama, yaitu:

Kinerja keuangan Layanan pelanggan

Potensi untuk belajar


Proses bisnis internal
dan tumbuh
MODEL KONTROL UMPAN BALIK

Langkah-langkah Kontrol Umpan Balik

3. Membandingkan
1. Membangun 2. Mengukur
kinerja dengan
standar kinerja kinerja yang ada
standar

jika cukup jika tidak cukup


Membangun
4. Sudahi atau 4. Lakukan
tujuan strategis
umpan balik berikan penguatan tindakan koreksi
Aplikasi untuk
Anggaran

Untuk dasar analisis untuk sistem kontrol anggaran


disebut dengan pusat pertanggungjawaban
(responsibility center).
Anggaran yang biasa digunakan manajer:

Anggaran Biaya Anggaran Kas

Anggaran Pendapatan Anggaran Modal


KONTROL KEUANGAN

neraca keuangan
menunjukan posisi keuangan
perusahaan yang berhubungan
dengan asset dan kewajiban
Laporan Keuangan pada waktu tertentu

laporan laba rugi


meringkas kinerja keuangan
perusahaan untuk interval
tertentu, biasanya 1 tahun.
Analisis Keuangan : Menafsirkan Angka
seorang manajer harus mampu mengevaluasi sebuah
laporan keuangan yang membandingkan kinerja
perusahaan dengan data terdahulu atau norma-norma
industri.
Rasio Likuiditas
adalah perbandingan keuangan yang menunjukan
kemampuan organisasi untuk memenuhi kewajiban
utangnya.
Rasio Aktivitas
adalah rasio keuangan yang mengukur kinerja
internal organisasi yang berhubungan dengan
aktivitas penting yang ditentukan oleh
manajemen.
Rasio Keuntungan
adalah rasio keuangan yang menggambarkan
keuntungan milik perusahaan yang berkenaan
dengan sumber daya keuntungan.

Rasio Leverage
adalah aktivitas pendanaan dengan uang
pinjaman.
FILOSOFI KONTROL YANG BERUBAH-UBAH

Pendekatan Hierarki Versus


Pendekatan Desentralisasi

kontrol hierarki
penggunaan aturan, kebijakan, hierarki kewennangan,
dan alat formal lainnya untuk memengaruhi perilaku
pegawai dan menilai kinerja.

kontrol didesentralisasi
penggunaan budaya perusahaan, norma kelompok, dan
fokus terhadap tujuan, daripada aturan dan prosedur,
untuk mencapai tujuan-tujuan organisasi.
Manajemen Buka Buku
adalah berbagi informasi keuangan dan hasil-hasilnya
dengan semua pegawai di organisasi.
MANAJEMEN KUALITAS TOTAL

Adalah komitmen seluruh anggota


perusahaan untuk menanamkan kualitas ke
dalam setiap aktivitas dengan cara
melakukan perbaikan terus-menerus.
MANAJEMEN KUALITAS
TOTAL(TQM)

Komitmen seluruh anggoota perusahaan untuk


menanamkan kualitas ke dalam setiap aktivitas
dengan cara melakukan perbaikan terus-
menerus.
Teknik-teknik TQM

1. Siklus Kualitas
Sebuah kelompok yang 2. Tolok Ukur
terdiri atas 6 hingga 12 Proses terus menrus
orang pegawai yang dalam mengukur produksi,
bertemu secara rutin layanan, dan praktik
untuk membahas dan dengan dibandingkan
menyelesaikan masalah pada pesaing-pesaing
yang memengaruhi besar atau perusahaan-
pekerjaan mereka. perusahaan yang unguul
di industrinya.
(lanjutan)

3. Six Sigma 5. Perbaikan Terus


Memperhitungkan 4. Pengurangan Menerus
segala hal dan Siklus Waktu Pelaksanaan
menekankan Langkah-langkah sejumlah besar
pengejaran yang yang diambil oleh perbaikan
disiplin dan gigih perusahaan untuk tambahan kecil di
untuk mencapai menyelesaikan semua area
kualitas yang lebih suatu proses. organisasi secara
tinggi serta biaya terus-menerus.
yang lebih rendah.
Faktor-faktor Kesuksesan TQM

Faktor-Faktor Positif
a. Tugas-tugas yang ada menuntut pegawai yang
berketerampilan tinggi.
b. TQM berguna untuk memperkaya pekerjaan dan memotivasi
pegawai

Faktor-faktor Negatif
a. Ekspektasi manjemen biasanya tinggi
b. Manjer tingkat menengah merasa tidak puas jika kehilangan
wewenang.
TREN DALAM KENDALI MUTU DAN
KEUANGAN

Standar Kualitas Internasional


Standar yang merupakan hasil konsensus internasional
tentang syarat manajemen kualitas yang baik.

Sistem Kontrol Keuangan Baru


1. Pertambahan Nilai Ekonomis (EVA)
Mengukur kinerja yang berkenaan dengan keuntungan
setelah pajak dikurangi biaya modal yang diinvestasikan pada
aset nyata.
2. Pertambahan Nilai Pasar (MVA)
Mengukur perkiraan pasar saham terhadap nilai perusahaan
terdahulu dan proyek investasi modal yang diharapkan.
(Lanjutan)

3. Pembiayaan Berbasis Aktivitas (ABC)


Sistem kontrol yang mengidentifikasi beragam aktivitas
yang dibutuhkan untuk menyediakan produk dan
mengalokasikan baiya sesuai aktivitas tersebut.

4. Tata Kelola Perusahaan


Sistem tata kelola organisasi sehingga kepentingan
pemilik perusahaan dapat dilindungi.