Anda di halaman 1dari 48

Disampaikan pada seminar “Pencegahan

Reynaldi.T
Kekerarasan Seksual Pada Anak dan Remaja”
STIK Immanuel, 21 Mei 2016

Perencanaan Keuangan
Pribadi / Keluarga
“Untuk Mencegah Terjadinya Konflik
Dalam Keluarga”
Sumber:
Modul FPSB Indonesia ©Institute of Applied Financial Planning Indonesia
KB Antara, Setyo Hidayati (Ketua Lembaga Perlindungan Anak,
Kalteng):
“memprihatinkan kekerasan seksual dillakukan orang orang
terdekat, baik dalam keluarga maupun lingkungan setempat”
“kasus yang kami tangani dan temui di lapangan, pelecehan
seksual dan KDRT, dikarenakan masalah ekonomi”

Kasandra Putranto (Mei,2014): FAKTOR PENYEBAB MARAKNYA


KEKERASAN SEKSUAL PADA ANAK DI INDONESIA:
...”Gaya Hidup dan Kesulitan ekonomi, yang menuntut kedua
orang tua bekerja,sehingga pengawasan terhadap anak
berkurang”
• Jakarta – Kompas.com (Erlinda Sekretaris
KPAI):
“faktor ekonomi memang menjadi salah satu
hal timbulnya kekerasan seksual terhadap
anak-anak. Namun itu bukanlah hal yang
utama”.
“faktor ekonomi juga dapat menjadikan
seseorang sebagai korban atau pelaku,"
• Syaiful Bahri & Fajriani, “Suatu Kajian awal Terhadap Tingkat Pelecehan
Seksual Di Aceh”, Jurnal Pencerahan Volume 9 ISSN 1693-1775, Majelis
Pendidikan Aceh, Maret 2015
Preliminary study: profil korban, bentuk, lingkungan, faktor penyebab, di 8
Kabupaten/kota, tahun 2012 – 2014.

‘para pelaku umumnya mempunyai hubungan dekat, faktor penyebabnya


kurang pengawasan, perlindungan, orang tua yang kurang perduli dan
kondisi ekonomi.”
• TribunNews.com (08/03/2016). Rustamsyah - Wakil Bupati
Bangka:
“kekerasan dalam rumah tangga bukan sekedar
perselisihan biasa antara suami dan istri, namun
mencakup hal yang lebih luas dalam hubungan
keluarga. Yang paling menonjol sebagai pemicu
terjadinya tindak kekerasan adalah aspek ekonomi”
“Faktor Ekonomi Penyebab Dominan Terjadinya KDRT (8 Maret 2016) (http://bangka.tribunnews.com/2016/03/08/faktor-ekonomi-penyebab-

dominan-terjadinya-kdrt) (29 maret 2016 )


(UNICEF, 2012 ) Pedoman Pendekatan berbasis sistem dalam
perlindungan terhadap anak

Salah satu komponennya adalah Sistem Kesejahteraan Sosial bagi


anak-anak dan keluarga. Sistem ini bertujuan mencegah terjadi
dan terulangnya perlakuan salah, kekerasan, penelantaran dan
eksploitasi terhadap anak melalui peningkatan kapasitas keluarga
yang bertanggung jawab agar tercapainya kesejahteraan dan
perlindungan anak.
Faktor Lingkungan
Yang mempengaruhi

•Tingkat Pendapatan
•Tingkat Pengeluaran
•Harta
•Hutang Ekomomi
•Jumlah anggota keluarga Mikro

•Tingkat harga kebutuhan pokok


(makanan / pakaian)
•Harga dan ketersediaan rumah
•Harga bahan bakar
- Konflik •Inflasi
- Kekerasan Ekomomi Makro
•Tingkat upah
- Kekerasan Seksual •Ketersediaan lapangan kerja
•Jaminan kesehatan
Konflik Dalam Keluarga
(sumber aspek finansial)
• Penghasilan tidak mencukupi biaya sehari hari
• Permasalah / terlibat hutang
• Anggota keluarga sakit berkepanjangan
• Sumber penghasilan meninggal
• Terjadi PHK (hilang pekerjaan)
• Usaha mengalami kebankrutan,
• Usaha mengalami musibah (kebakaran / bencana alam / pencurian)
• Tidak mampu membiayai sekolah anak
• Istri dengan penghasilan lebih tinggi
Dampak Konflik Dalam Keluarga
(sumber aspek finansial)

• Konflik (ringan)
• Konflik (sedang): sering terjadi dan menjurus
pada hal yang lebih buruk
• Konflik (berat): Berkepanjangan, menjurus
pada perpecahan, kekerasan
Menangani Konflik Dalam Keluarga
(sumber aspek finansial)
PERENCANAAN KEUANGAN DALAM KELUARGA
 Perencanaan keuangan diperlukan untuk menjaga pemenuhan kebutuhan
keuangan keluarga, dan mengantisipasi resiko yang berdampak secara
finansial, ataupun non finansial
 Terjaganya keharmonisan keluarga dan tujuan tujuan keluarga tercapai
Mari Berlibur....
Tujuan / Aktivitas / Waktu

Transportasi / tiket

Agenda

Hotel / Penginapan

Biaya / Keuangan

1 minggu ??
Bisakah dilakukan tanpa rencana......??
-Untuk yang jangka tidak terlalu lama
-Untuk yang sudah pernah dilakukan
Perlu dipertimbangkan..
• Traveling saja direncanakan..
• Bagaimana dengan hidup anda??
PERENCANAAN
KEUANGAN KELUARGA
1. Anggaran dan cash flow management
2. Pengelolaan harta dan hutang
3. Tujuan dalam keluarga
4. Perlindungan finansial
5. Menabung / Investasi
Aspek Aspek
Keuangan Keluarga
Penerimaan dan Pengeluaran
Anggaran
Keuangan Keluarga

Harta / Asset Hutang / Liabilities


1. Anggaran Keuangan
• Apakah anda mempunyai anggaran keuangan?
(rencana pendapatan dan pemasukan)?
• Biasanya yang dipunyai adalah catatan
pengeluaran dan catatan pendapatan
• Anggaran adalah langkah pertama membuat
perencanaan keuangan
Anggaran Rumah Tangga
• Dibuat minimal u/ 1 tahun dengan rincian setiap
bulan
• Terdiri dari pendapatan, pengeluaran, saldo
Kenapa anggaran diperlukan:

Jan Feb Mar Des

penerimaan

pengeluaran

Saldo + - + -
Anggaran Rumah Tangga
• Alat mencapai tujuan
• Antisipasi atas setiap kondisi yang
mungkin terjadi.
• Mengambil langkah korektif

• Dibuat disepakati bersama anggota


keluarga.
• Dilaksanakan, dipantau / dievaluasi
bersama
• Dikoreksi bersama

 Potensi konflik dikemudian hari dapat


dihindari
Anggaran Rumah Tangga
Pendapatan Rp JAN FEB DES
Gaji / Upah
Pendapatan Sewa
Pendapatan Bunga
Pengembalian Pinjaman
Jual aset
TOTAL .............. .............. .............. ..............
Pengeluaran Rp JAN FEB DES
Listrik / air / iuran
Bayar kuliah
Keperluan dapur
Bayar kartu kredit
Bayar hutang RS
TOTAL .............. .............. .............. ..............
Saldo (+/-)
Anggaran Rumah Tangga
• Anggaran Pengeluaran menunjukkan pola
konsumsi.  potensi konflik
 Biaya makan, minum, Listrik, Air, kebutuhan RT, Sekolah anak,
 Bayar kartu kredit, kredit motor, KPR, hutang warung
 Menabung, investasi
 Sosial / keagamaan
 Sosial, keagamaan
 Bayar kartu kredit, kredit motor, KPR, hutang warung
 Menabung, investasi
 Biaya makan, minum, Listrik, Air, kebutuhan RT, Sekolah anak,
Anggaran Rumah Tangga
Cash out RASIO UNTUK
PENGELUARAN
Pajak 10% norm

Hutang 35% max


RASIO UNTUK Asuransi 10% min
PENGELUARAN
RASIO UNTUK Hutang 30% max Investasi 20% min
PENGELUARAN
Asuransi 20% min Konsumsi 25%
Sosial 10% norm
Investasi 20% min
Hutang 20% max
Konsumsi 30%
Tabungan 30% min

Konsumsi 40%
2. Pengeloaan Harta dan Hutang
2. Pengelolaan Harta dan Hutang

Harta / Asset Hutang / Liabilities


Mengapa harta
dan hutang perlu dikelola
• Kasus konflik keluarga akibat hutang cukup banyak
• Konflik karena berhutang tanpa memperhitungkan
harta
• Konflik karena perebutan harta
• Konflik karena merasa berharta, sebenarnya berbiaya.
Harta dan Hutang (Neraca)
Posisi asset dan hutang,
pada suatu saat tertentu (misalkan per 31 Desember 2015)

Asset / Kekayaan Hutang


Tabungan / Kas Rp 2.000.000 Hutang Kartu Kredit Rp 500.000
Deposito Rp 5.000.000 Hutang Kendaraan Rp 25.000.000
Rumah Tinggal Rp250.000.000 Hutang KPR Rp125.000.000
Kendaraan Rp 50.000.000
Peralatan RT Rp15.000.0000 TOTAL HUTANG Rp130,500,000
TOTAL ASSET BERSIH Rp191,500,000
TOTAL ASSET : 322,000,000 TOTAL AS.Ber dan Hutang Rp322,000,000

Laporan ini dapat dievaluasi misalkan per 3 bulan, per enam bulan atau paling lama per 12
bulan
Melakukan analisis aset dan hutang
ASET / HARTA
Hutang
1. Tabungan / Kas Asset Pendapatan
1. Jangka Pendek
2. Asset Produktif Bersih Pengeluaran
2. Jangka Panjang
3. Aset Konsumtif

Berapa jumlah Kas yang sebaiknya dimiliki??


Disebut juga dana cadangan (basic liquid).

3 sd 6 bulan pengeluaran bulanan,


(untuk penghasilan tidak tetap rasio ini sebaiknya bertambah besar)
 15% dari total asset bersih – cukup baik
Pertimbangan kas untuk menjaga kondisi darurat, namun kas terlalu banyak meningkatkan
resiko dan menurunkan peluang
Melakukan analisis aset dan hutang
ASET / HARTA
Hutang
1. Tabungan / Kas Asset Pendapatan
1. Jangka Pendek
2. Asset Produktif Bersih Pengeluaran
2. Jangka Panjang
3. Aset Konsumtif

Berapa jumlah Asset produktif.....??

 50% atau lebih sangat baik


Asset produktif 50% atau lebih, mengisyaratkan:
asset konsumtif 35%
Defnisi asset yang dahulu sekedar harta, sesuatu yang dimiliki, berkembang menjadi sesuatu
yang dapat meningkatkan harta / kemakmuran finansial
Mengukur kekayaan tidak lagi melihat harta tetapi melihat asset produktif (investasi)
Melakukan analisis aset dan hutang
ASET / HARTA
Hutang
1. Tabungan / Kas Asset Pendapatan
1. Jangka Pendek
2. Asset Produktif Bersih Pengeluaran
2. Jangka Panjang
3. Aset Konsumtif

Berapa jumlah hutang ??


Berapa jumlah hutang ??
Maksimal 50% dari total asset
20 sd 35 % dari pengeluaran

Adalah mungkin mampu membayar tagihan bulanan, namun tidak mempunyai cukup
aset untuk menutupi semua hutang (menuju bankrut)
3. TUJUAN KELUARGA
3. Mengapa Tujuan Penting
• Anggaran / rencana keuangan hanya alat
mencapai tujuan
• Tujuan menjadikan arah bersama bagi
keluarga
• Tujuan mengingatkan komitmen
• Tujuan dapat meredam dampak konflik
Bagaimana keluarga menyatakan
tujuan keluarga..??
- Tujuan keluarga tidak dinyatakan.
- Tujuan keluarga dinyatakan namun sulit dicapai.
(tujuan terlalu tinggi,,
atau.. tujuan sulit diukur )
Tujuan yang jelas terumuskan
• Ingin masa pensiun • Pensiun pada usia 55 tahun, dengan standar
bahagia hidup seperti sekarang, tanpa hutang dan
menikmati hasil investasi untuk berlibur

• Anak masuk di PT level internasional, di


• Ingin pendidikan Indonesia
anak setinggi
tingginya
• Terbebas dari hutang,
• Membentuk • Mempunyai rumah tipe... Lokasi, dll
keluarga yang
bahagia, tentram,
penuh cinta kasih
Tujuan Keluarga
• Tujuan membuat arah bersama yang hendak
dicapai
• Dengan tujuan ada harapan ada sesuatu yang
ingin dicapai
• Bila tujuan terumuskan secara jelas, tujuan
dapat direncanakan, dievaluasi dan direvisi
bersama.
4. RESIKO DALAM KELUARGA
Resiko dalam Keluarga
• Dalam menjalani proses berkeluarga,
dihadapkan pada berbagai macam resiko yang
mungkin terjadi,, dan membawa dampak
secara finansial
• Resiko yang mungkin terjadi.. Perlu
dibicarakan, dikelola bersama agar dampak
dari resiko yang mungkin terjadi tidak
menyebabkan permasalahan (secara finansial)
dalam keluarga.
Mengelola Resiko
1. Menghindari resiko (risk avoidance)
2. Memisahkan resiko (Segregation/Div)
3. Pencegahan (loss prevention)
4. Pengurangan kerugian (loss reduction)
Resiko dalam Ekonomi Keluarga
• Sumber penghasilan (suami / istri) meninggal dunia
• Sumber penghasilan mengalami sakit (keras
berkepanjangan)/ Tidak lagi produktif
• Sumber pendapatan (aset usaha): Rusak, lenyap,
hilang, mendapat bencana
• Pengeluaran besar yang tidak terencana (anggota
keluarga sakit / sakit keras)
• Kesalahan pengelolaan hutang / hilangnya asset
(produktif)
Pengalihan Dampak Finansial Akibat Resiko
yang mungkin terjadi
• Sakit = BPJS / as.tempat kerja / Asuransi
kesehatan tambahan.
• Meninggal = Jaminan Kematian / asuransi jiwa
• Sakit keras = critical illnes care
• Kecelakaan = asuransi kecelakaan
• Resiko thd asset (terutama asset produktif) =
rusak, terbakar dll
5. Menabung / Investasi
Perlunya Menabung / Investasi
• Tidak seluruhnya tujuan keluarga dapat
dicapai secara instant, dan perlu dipersiapkan
• Adanya kemungkinan terjadinya resiko yang
dampaknya perlu dipersiapkan secara
finansial,
• Aset harta (produktif) perlu ditingkatkan terus
Menabung / Investasi
• Tabungan
• Deposito
• Emas / perhiasan
• Rumah / properti
• Saham
• Obligasi
• Pasar uang
• Reksa dana
Pilihan Investasi Mana Yang Paling Baik

• Tidak ada yang paling baik dan paling buruk


• Sesuaikan dengan tujuan
• Sesuaikan dengan profil kita sendiri (mana yang
paling cocok)
• Jangan tempatkan dana investasi dalam satu alokasi
saja (telur dalam keranjang)
• Modal utama dalam berinvestai adalah bukan besar
modal investasi tetapi waktu.
Terima Kasih
Tambahan......
Perencanaan Keuangan dalam Siklus
Kehidupan
Perencanaan keuangan
dalam Siklus Kehidupan Manusia
55
Rp Masa Awal Pensiun Masa pensiun
Kebutuhan Finansial
Membeli / mencicil mobil
atau rumah
Pendidikan anak Masa Tua awal
Menabung hari tua
Investasi Ketidak Pastian
Masa orang tua
dengan anak Meninggal
25 Sakit Serius
22 Masa awal pernikahan Cacat
Hidup terlalu lama
Masa Lajang

Masa Anak-anak

Kelahiran Usia Kematian


Perencanaan keuangan
dalam Siklus Kehidupan Manusia

Rp •Tahap awal mandiri finansial Masa pensiun


Masa Awal •Pendapatan relatif masih
Pensiun rendah
•Awal paling baik dalam perencanaan keuangan
•Pengeluaran cukup besar, (cicilan rumah,
•Kebutuhan jangka pendek (menikah, mencicil
mobil, gaya hidup, adanya anak )
•Keputusan penting•Siklus
(siapa kehidupan
yang akan awal
rumah, membantu anggota keluarga)
•Ketergantungan
bekerja)\ terhadap orang tua•suami istri bekerja untuk menutup
•Keuangan dipersiapkan Masa Tua awal
kebutuhan
•Kebutuhan utama anak dan persiapan orang tua
•Proteksi sangat penting
pendidikan anak – tantangan yang berat)
Masa•Persiapan
orang tuamasa tua (sejak dini, disarankan)
dengan anak
Masa awal pernikahan

Masa Lajang

Masa Anak-anak

Kelahiran Usia Kematian


Perencanaan keuangan
dalam Siklus Kehidupan Manusia

Rp Masa Awal Pensiun Masa pensiun

•Memasuki masa non produktif finansial


•Dimanfaatkannya hasil investasi dan
tabungan Masa Tua awal
•Harapan asset sudah melebihi tingkat
inflasi Masa orang tua
dengan anak
•Umumnya ek.keluarga mapan (anak sdh selesai
•Anak telah bekerja dan mandiri
pendidikan, cicilansecara
lunas)finansial
Masa awal pernikahan investasi untuk masa pensiun
•Maksimalkan
•Namun kebutuhan dana kesehatan dan pensiun
•Proteksi penyakit kritistinggi
masih dan kematian
Masa Lajang •Kebutuhandimaksimalkan
/ niat investasi masih tinggi
(tabungan tersedia dan ingin dimaksimalkan u/
Masa Anak-anak pensiun, atau untuk bekal pernikahan anak)

Kelahiran Usia Kematian


Perencanaan Keuangan Menyeluruh
P. Distribusi
P.Asuransi P. Investasi P. Pajak P. Hari Tua Kekayaan

NILAI ANALISIS
AKUMULASI STRATEGI HITUNGAN
EKONOMI KEBUTUHAN
KEKAYAAN PAJAK KEKAYAAN
HIDUP DANA

MAKS MIN.
PENG ALOKASI PEND.
DEDUKSI PAJAK
GANTIAN ASSET HARI TUA
PAJAK WARIS

As. Jiwa, Saham Pjk. Penghasilan Aset yg dimiliki Alokasi


As.Kesehatan, Komoditi Pjk. Properti Pendidikan Surat waris
As. Cacat Reksadana Pjk. lainnya Tabungan
As. aset Properti Deposito
Jiwa , Kas