Anda di halaman 1dari 54

Infeksi Parasit

Tutor : dr. Juwita Sahputri, MKT

KELOMPOK 3
MODUL 4
Infeksi Parasit

Skenario 4 : KENAPA JADI PUCAT

Mahasiswa FK unimal sedang melaksanakan kepaniteraan klinik senior di Puskesmas. Saat berada di poli KIA,
seorang anak dibawa dengan keluhan pucat dan pemeriksaan fisik tampak gizi buruk, konjungtiva anemis, papil
atropi, Hb 6 gr/dl. Pemeriksaan tinja dijumpai telur cacing tambang dan Ascaris lumbricoides. Setelah melakukan
penyuluhan dan terapi, anak tersebut dirujuk ke rumah sakit untuk penanganan selanjutnya.
Sementara itu beberapa mahasiswa lainnya melakukan penelitian malaria pada ibu hamil. Delapan dari 27 ibu
hamil yang telah diperiksa ditemukan Plasmodium falciparum pada apusan dari darah tepi, dengan parasite count
berkisar 880-2800 parasit/ul darah. Dua diantaranya mixed infection, dan hanya satu orang yang memperlihatkan
gejala demam. Muncul pertanyaan bagi mereka, mengapa ibu hamil yang lain tidak sakit? Sehingga mereka
memutuskan untuk turun lagi untuk mewawancarai para ibu hamil tersebut dan melakukan periksaan Hb.
Ternyata Hb mereka berkisar antara 9,2-10-8 gram/ dl. Para mahasiswa tersebut berencana memberikan
penyuluhan tentang pencegahan malaria untuk memutus rantai penularan.
Bagaimana anda menjelaskan proses terjadinya penyakit infeksi tersebut dan pencegahannya?
10/10/2018 2
JUMP 1
• Infeksi : penyakit yang disebabkan oleh mikroba patogen

• Parasit : organisme yang hidup menumpang untuk sementara atau


terus menerus pada permukaan atau di dalam organisme dengan
tujuan untuk memperoleh perlindungan, mengambil makanan
sebagian atau seluruhnya guna kelangsungan hidupnya

• Kepaniteraan klinik : proses pembelajaran klinik pendidikan profesi


dokter berbasis kompetensi yang dilaksanakan di RS, Puskesmas,
dan instansi terkait
• Papil atropi : degenerasi nervus optik yang tampak sebagai
papil berwarna pucat akibat hilangnya pembuluh darah kapiler
serta akson dan selubung myelin N.Opticus digantikan oleh jar.
glia
• Ascaris lumbricoides (cacing gelang) : nematoda usus yang
ditularkan melalui tanah (soil transmitted helminth) yang dapat
menyebabkan ascariasis
• Malaria : penyakit yang disebabkan oleh gigitan nyamuk
anopheles yang sudah terinfeksi parasit
• Plasmodium falciparum : protozoa parasit, salah 1 spesies
plasmodium yang menyebabkan penyakit malaria pada manusia
• Parasite count : perhitungan jumlah parasit dalam sebuah
lapang pandang
• Mixed infection : infeksi yang disebabkan oleh beberapa
mikroorganisme
JUMP 2
1. Berapa kadar Hb normal dan pada ibu hamil?
UMUR PEREMPUAN LAKI-LAKI PEREMPUAN HAMIL

6-12 Bln 11,3-14,1 11,3-14,1


TRIMESTER I 11,6-13,9

1-5 Thn 10,9-15,0 10,9-15,0


TRIMESTER II 9,7-14,8
5-11 Thn 11,9-15,0 11,9-15,0

TRIMESTER III 9,5-15,0


11-18 Thn 11,9-15,0 12,7-17,7

Perempuan dewasa : 12,5-15,5 Laki-laki dewasa : 13,5-17,5


2. Bagaimana morfologi cacing gelang dan cacing tambang serta telurnya?
Caing Gelang (Ascaris Lumbricoides)
Cacing • Bentuk silindris
Dewasa • Kepala & ekor lancip
• Kutikula bergaris-garis melintang
• Mulut mempunyai 3 buah bibir, 1 dorsal 2 papil peraba, 2 ventro lateral 1 papil peraba.
• Panjang jantan : 15-31 cm, diameter : 2-4 mm, ekor melingkar, memiliki 2 spikula
• Panjang betina : 22-35 cm, diameter : 3-6 mm, ekor lurus. Pada 1/3 bagian anterior memiliki cincin kopulasi. Uterus
2/3 posterior
Telur • Berbentuk ovoid (bulat), dengan kulit yang tebal dan transparan, yang terdiri dari membran lipoid vitelin yang relatif
nonpermeabel berguna untuk melindungi embrio.
• Lapisan tengah tebal transparan dibentuk dari glikogen dan lapisan luar terdapat tonjolan kasar yaitu lapisan albumin
berwarna coklat.

Cacing tambang
Cacing • Berukuran kecil, silindris, berbentuk gelendong dan berwarna putih kelabu. Bila menghisap darah berwarna
Dewasa kemerahan.
• Betina : (9-13) x (0,35-60) mm, lebih besar dari yang jantan berukuran : (5-10) x (0,3-0,45) mm.
• Necator americanus lebih kecil dari Ancylostoma duodenale

Telur • Selapis kulit hialin yang tipis & transparan.


• Ukuran telur Ancylostoma duodenale : (56-60) x (36-40) µ.
• Ukuran telur Necator americanus : (64-76) x (36-40) µ
3. Terapi apa yang dapat dilakukan pada anak diskenario?
 Mebendazole ( anak > 1 thn) : untuk mengatasi infeksi sal. Pencernaan
 Albendazole : untuk mengatasi infeksi larva cacing (cacing gelang dan cacing tambang)
 Pemberian Fe : oral, IM, IV.
4. Apa saja jenis-jenis plasmodium?
1. Plasmodium falciparum : menyebabkan malaria tropika.
2. Plasmodium vivax : menyebabkan malaria vivax/malaria tertiana
3. Plasmodium malariae : menyebabkan malaria quartana
4. Plasmodium ovale : jarang dijumpai di Indonesia, umumnya banyak di Afrika.
5. Bagaimana interpretasi pada pemeriksaan parasit count?

NORMAL Bila tidak ditemukan parasit/100 lapang pandang


+1 Ditemukan 1-10 parasit/100 lapang pandang
+2 Ditemukan 11-100 parasit/lapang pandang
+3 Ditemukan 1-10 parasit/1 lapang pandang
+4 Ditemukan 11-100 parasit/1 lapang pandang
6. Bagaimana bisa terjadi mixed infection?
Mixed infection dapat disebabkan oleh parasit plasmodium yang ditularkan melalui
nyamuk anopheles betina . Seseorang dapat terinfeksi lebih dari satu jenis
plasmodium. Pada umumnya lebih banyak dijumpai dua jenis plasmodium, yaitu
campuran antara plasmodium falciparum dan plasmodium vivax atau
plasmodium malariae.

7. Mengapa diantara 27 ibu hamil yang mengalami mixed infection, hanya 1 yang demam
sedangkan yang lain tidak?
Ibu demam : kemungkinan primigravida, tidak memiliki kekebalan terhadap malaria,
endemisitas rendah.
Ibu tidak demam : kemungkinan multigravida, berasal dari daerah endemisitas
tinggi.

8. Mengapa pada skenario dilakukan pemeriksaan Hb?


Pemeriksaan dilakukan untuk melihat fase malaria dan melihat berapa eritrosit yang
lisis. Karena jika terdapat plasmodium pada eritorsit, maka eritrosit tersebut akan
lisis. Kemudian mengakibatkan penurunan jumlah Hb sehingga terjadi anemia
seperti pada skenario.
9. Bagaimana cara pencegahan malaria?
 Memakai lotion anti serangga & obat nyamuk
 Memakai kelambu
 Memakai selimut atau pakaian yang bisa menutupi tubuh
 Menutup ventilasi rumah dengan kawat nyamuk
 Menutup genangan air
 Menguras bak mandi secara rutin
 Minum obat anti malaria 2 kali selama kehamilan trimester I dan II.

10. Bagaimana respon imun saat tubuh terinfeksi?


Imunitas bawaan terhadap parasit : fagositosis, tapi banyak parasit yang
resisten terhadap bakterisidal makrofag.

Imunitas dapatan terhadap parasit : aktivasi sel Th2 yang menyebabkan Ig E


& aktivasi eosinofil Ig E yang berikatan dengan permukaan cacing, diikat
eosinofil kemudian eosinofil aktif dan mensekresikan granul enzim yang
menghancurkan parasit.
11. Apa saja obat-obat yang digunakan untuk infeksi parasit?
1. Antelmintik : untuk mengurangi jumlah cacing dilumen usus atau jaringan tubuh.
Ex, mebendazole, piperazin.
2. Jika disertai dengan anemia dilakukan dengan terapi patogenik, dengan memberi
preparat besi (Fe).
3. Pada malaria falciparum : diberikan kombinasi obat artesunate, amodiakuin dan
primakuin.
4. Pada malaria vivax dan ovale : dieberikan kombinasi obat klorokuin dan
primakuin.
5. Pada malaria yang disebabkan plasmodium malariae : diberikan klorokuin 1x
sehari selama 3 hari diikuti pemeriksaan kembali setelah 3 hari.

12. Bagaimana dampak malaria terhadap ibu hamil dan janin?


Pada ibu hamil : anemia, udem, kerusakan pada plasenta
Pada janin : kematian janin, BBLR, malaria serebral (kebutaan, tuli, lumpuh, sulit
bicara), lahir prematur.
JUMP 4
Respon Imun Infeksi Parasit Patogenesis & Patofisiologi

Fisiologi Morfologi Struktur & SIfat

Manifestasi Klinis

Pemeriksaan Penunjang

Tata Laksana

Farmakologi Nonfarmakologi
JUMP 5
1. Morfologi, struktur, sifat dan pertumbuhan parasit
2. Respon imun terhadap infeksi parasit
3. Manifestasi klinis dari infeksi parasit
4. Pemeriksaan penunjang terhadap infeksi parasit
5. Tata laksana penyakit infeksi parasit
- Farmakologi
- Nonfarmakologi
1. MORFOLOGI, STRUKTUR, SIFAT DAN
PERTUMBUHAN PARASIT

10/10/2018 14
PROTOZOA
• hidup sendiri/ dalam bentuk koloni
• satu kesatuan yang lengkap yang sanggup melakukan semua fungsi
kehidupan

KELOMPOK PROTOZOA
• RHIZOPODA: Entamoeba hystolitica
• CILIATA: Balantidium coli
• MASTIGOPHORA/ FLAGELLATA: Giardia lamblia
• SPOROZOA: COCCIDIA: Isospora, cyclospora, cryptosporidium
Amoeba

Amoeba komensal
• Entamoeba diaspar - usus besar
• Entamoeba coli - usus besar
• Entamoeba hartmanni - usus besar
• Entamoeba gingivalis - rongga mulut
• Endolimax nana - usus besar
• Iodamoeba butschlii - usus besar
• Dientamoeba fragilis - usus besar

Morfologi mirip amoeba patogen, sering ditemukan


dalam pemeriksaan tinja.
Entamoeba histolytica
(amuba patogen)

◦ Terdiri dari dua stadium:


 Stadium trofozoit(vegetatif):
 Bentuk histolitika (patogen) – di dalam jaringan mukosa usus besar, jaringan
lain: hati, paru, otak
 Bentuk minuta - dalam lumen usus besar

 Stadium kista
- di dalam lumen usus besar, stadium infektif
- mempunyai inti 1, 2 dan 4.
PATOLOGI & KLINIS
• Cara infeksi : tertelan kista infektif (inti 4)
• Bentuk histolitika  mukosa usus besar  ulkus spt. botol
• Penyebaran :
- melalui aliran darah ke hati, paru-paru,
dinding abdomen, otak
Balantidium coli
 Hospes : Babi, kera dan Manusia
 Kista dan tropozoit
 Menyebabkan disentri balantidium
(balantidiosis)- zoonosis.
 Insidens semua umur, peternak babi,
pemelihara kera.
 Cara infeksi : tertelan kista infektif.
 Gejala klinik : sindroma disentri.
Giardia lamblia

Penyakit: giardiasis Mempunyai 2 stadium: Trofozoit dan Kista


Habitat :
◦ Rongga usus kecil (duodenum, jeyenum proksimal)
◦ Kadang-kadang saluran dan kandung empedu.
Cara infeksi : tertelan kista infektif (10- 100 kista)
Morfologi G. Lamblia
HELMINT

1. Nemathelminthes (cacing gilik) (nema=benang/bulat)


-Nematoda
2. Platyhelminthes (cacing pipih)
- Trematoda (cacing daun)
- Cestoda(cacing pita)
Nematoda
• Morfologi
- Besar dan panjang beragam (beberapa
ml – 1 meter
- Mempunyai kepala, ekor, rongga badan
dan alat-alat agak lengkap
Ascaris lumbricoides
• Hospes: manusia
• Penyakit: askariasis
• Distribusi geografik: Survei 70%
• Morfologi dan siklus hidup
Cacing jantan: 10-30 cm
Betina 22-35 cm 100.000-200.00 (dibuahi dan tidak dibuahi)
Dlm lingkungan yang sesuai telur dibuahi menjadi bentuk
infektif 3 minggu
• Epidemiologi
-Tertinggi pada anak-anak 60-90%
-Kurang pemakain jamban
-Tanah liat, kelembaban tinggi, suhu 25-
35C faktor penting untuk berkembang
biak telur
Enterobius vermicularis
(Cacing Kremi)

• Hospes : Manusia
• Nama penyakit: enterobiosis, oksiuriasis
• Distribusi geografik
Kospololit tetapi lebih banyak ditemukan di daerah
dingin dengan daerah panas
 Morfologi dan Daur Hidup
-Cacing betina 8-13 mm; jantan 2-5 mm
-Habitan daerah sekum
-Telur 11.000-15.000 butir matang setelah 6 jam
dikeluarkan
Epidemiologi
- Penyebaran lebih luas
- Penularannya dapat dipengaruhi oleh:
1.Penularan dari tangan ke mulut sesudah menggaruk daerah
perianal
2.Debu Yang mengandung telur cacing
3.Retroinfeksi melalui anus: larva dari anus yg menetas kembali
ke masuk ke usus
Toxocara canis dan Toxocara cati
• Hospes T. canis anjing
• Hospes T. cati kucing
• Morfologi
T.canis: jantan 3,6-8, cm: betina 5,7-10 cm
T.cati Jantan 2,5-7,8; betina: 2,5-14,0 cm Bentuknya menyerupai A.
lubricoides muda
Cacing Tambang
Necator americanus dan Ancylostoma duodenale
 Hospes dan Nama penyakit
 Hospes: manusia
 Penyebab nekatoriasis/ankilostomiosis

 Distribusi Geografik
 Di daerah khatulistiwa: pertambangan dan perkebunan
 Prevalensi di Indonesia (pedesaan) sekitar 40%
Morfologi dan Daur Hidup
• Cacing dewas di rongga usus mulut melekat pada mukosa dinding
usus
• N. americanus 9000 telur/hari
• A. duodenale 10000 telur/hari

• Cacing betina 1 cm, jantan 0,8 cm

• N. americanus seperti huruf S


• A. duodenale seperti huruf C
• Telur dikeluarkan melalui tinja, menetas 1-1,5 hari larva rabditiform,
tiga hari larva filariform tembus kulit (hidup 7-8 minggu)
Trichuris trichura (cacing cambuk)
• Hospes; manusia trikuriasis
• Distribusi geografik: kospmopolit
• Morfologi
Betina kira-kira 5 cm, jantan 4 cm
Bagian anterior spt cambuk 3/5 dr panjang seluruhnya;
posterior lebih gemuk
Cacing dewasa hidup di kolon
Betina3000-10000 butir/hari
• Daur hidup
TinjaTelurmenjadi infektif 3 minggu tertelanmukosa
usus
• Cacing ini memasukkan kepalanya ke dalam usus timbul
iritasi
• Epidemiologi/Penyebaran
Penyebaran penyakit karena tanah terkontaminasi dengan tinja.
• Frekuensi di pedesaan antara 30-90%
Life Cycle Trichuris trichura
2. RESPON IMUN TERHADAP INFEKSI
PARASIT

10/10/2018 35
IMUNITAS TERHADAP PARASIT
Golongan parasit berupa protozoa (malaria, tripanosoma, toksopla
sma,lesmania, dan amoeba), cacing, ektoparasit (kutu, tungau) jug
a menunjukkan peningkatan angka morbiditas dan mortalitasnya
secara bermakna terutama di Negara berkembang. Kebanyakan
infeksi parasit bersifat kronis yang di sebabkan oleh
imunitas nonspesifik yang lemah dan kemampuan parasit untuk
bertahan imunitasspesifik. Disamping itu banyak antibiotic dan anti
parasit tidak efektif lagi untuk membunuh parasit
Respon imun terhadap parasit Yang menimbulkan penyakit
3. MANIFESTASI KLINIS DARI INFEKSI
PARASIT

10/10/2018 38
Manifestasi klinis askariasis
Manifestasi klinis dapat disebabkan oleh larva maupun cacing
dewasa
Larva yang bermigrasi menyebabkan :
• batuk,
• demam,
• eosinofilia,
• gambaran infiltrat pada foto toraks yang menghilang dalam 3
minggu, disebut sindrom Loeffler.
Manifestasi klinis malaria
• Didahului gejala 2-3 hari: malaise, mialgia, sakit
kepala,anoreksia, panas sedikit meningkat.
• Diikuti panas ireguler selama 5 – 7 hari
• Berlanjut dengan paroxysm
– Pada plasmodium vivax dan ovale setiap 48 jam (tertian periodicity)
– Pada plasmodium malariae setiap 72 jam (quartan periodicity)
Manifestasi klinis ankilostomiasis
Stadium larva
• Infeksi larva filariform pd kulit:
– Rasa gatal di kaki
– Dermatitis
– Ruam makulopapular sampai vesikel
• Larva di paru – paru  batuk berdarah disebabkan pecah
kapiler di alveoli.
Manifestasi klinis ankilostomiasis
Stadium dewasa
• Anemia defisiensi Fe
Pucat, lemah, lesu, sukar konsentrasi, pusing, berdebar – debar.
• Malnutrisi
• Saluran cerna  rasa tak enak pd perut, kembung, sering
keluar gas (flattus)  gejala iritasi usus halus.
4. PEMERIKSAAN PENUNJANG TERHADAP
INFEKSI PARASIT

10/10/2018 43
Pemeriksaan tinja

• Cara makroskopis
– Warna tinja
– Bau tinja
– Adanya lendir, darah,potongan jaringan,sisa makanan yang belum
dicerna,bahan sisa pengobatan dll
– Konsistensi tinja :padat,lembek atau cair
• Cara mikroskopis
– Pemeriksaan tinja cara langsung
• Pemeriksaan tinja cara langsung dengan kaca tutup
• Pemeriksaan tinja cara langsung tampa kaca tutup (sediaan apus)
Nematoda usus
• Ascaris lumbricoides :
– Pemeriksaan tinja secara langsung
– Keluar sendiri :mulut,hidung,tinja
• Cacing tambang :
– Sediaan langsung
• Trichuris trichiura :
– Pemeriksaan tinja secara langsung
• Strongiloides stercoralis :
– Larva rhabditiform :tinja segar,biakan,aspirasi duodenum
– Larva filariform dan dws: biakan 2x24 jam
• Oxyuris vermicularis
– Anal swab
Trematoda
• F.hepatica :
– Telur dalam tinja, cairan duodenum,empedu
• P.westermani :
– Telur dalm sputum/cairan pleura
– Reaksi serologis
Cestoda
D/ sistiserkosis :
• T.saginata=T.solium • Histopatologi
• Proglotid keluar aktif dengan tinja/keluar • CT scan.MRI
spontan
• Telur dalam tinja atau anal swab
5. TATA LAKSANA PENYAKIT INFEKSI
PARASIT

10/10/2018 50
Non Farmakologi
Tujuan Terapi

Mengeliminasi plasmodium penyebab infeksi

Memutus rantai penularan

Tidak mengalami gangguan fungsi organ vital

Mencegah kematian

Tujuan utama penderita malaria yang sedang hamil adalah menyelamatkan ibu

Tujuan sekunder -> mencegah kekambuhan dan efek yang tidak diinginkan
Terapi Non - Farmakologi

Mencegah dari gigitan nyamuk


Kontrol perkembangan nyamuk
Membunuh nyamuk dewasa
• Tidur menggunakan kelambu
• Menyemprot ruangan dengan
•Memeliharan binatang (ikan)
•Menutup jendela ketika tidur insektisida sebelum tidur
membunuh larva nyamuk
• mengoleskan losion pencegah • Fogging
• Menaburkan insektisida
gigitan nyamuk
Farmakologi :

- Schistosomoasis
Pengobatan : Untuk pengobatan, 2 sampai 3 dosis praziquantel digunakan melalui mulut
lebih selama 1 hari.
- Amebiasis
Pengobatan : dapat diobati dengan anti amuba (amebisid)
- Ascariasis
Pengobatan :
Mebendazol, albendazole dan pirantel pamoat,obat-obat ini bekerja untuk membunuh
cacing dewasa.cukup efektif untuk mengobati ascaris.
- Schistosomoasis
Pengobatan : untuk pengobatan, 2 sampai 3 dosis praziquantel digunakan melalui mulut
lebih selama 1 hari.

10/10/2018 54