Anda di halaman 1dari 20

JOURNAL READING

Comparative
Effectiveness of
Empiric Antibiotics
for Community-
Acquired
Pneumonia
Dokter pembimbing :
dr. Hj. Pujiati Abbas, Sp.A

Oleh :
Achmad Rizki Fadilah
LATAR BELAKANG

Pneumonia Komunitas adalah


penyebab umum dan serius dari
rumah sakit pada anak-anak
Ada bukti ilmiah untuk mendukung
bahwa rekomendasi berbasis
Streptooccus pneumoniae konsensus ini sama efektifnya
bakteri penyebab yang paling dengan menggunakan antibiotik
sering dari Pneumonia spektrum luas
Komunitas

Pedoman PID dan IDSA


dalam hal klinis hal ini jarang merekomendasikan penggunaan
terjadi untuk mengidentifikasi narrow spektrum sebagai lini
patogen tertentu pertama

Ketidaktentuan tentang bakteri penyebab dan pola kerentanan antimikroba


yang memberikan kontribusi untuk penggunaan empiris antibiotik broad
spectrum seperti sefalosporin generasi ketiga
TUJUAN:
membandingkan efektivitas antibiotik
empiris dengan antibiotik narrow
spectrum versus antibiotik broad
spectrum untuk anak-anak yang
dirawat di rumah sakit dengan
‘uncomplicated’ Pneumonia
Komunitas
e P e ne l it ia n
M et od

 Studi kohort retrospektif


 Populasi 785 jiwa dari bulan 1 Januari 2010 sampai
31Desember 2010 di 4 rumah sakit Amerika
Serikat
 Sample : 492 jiwa yang memenuhi kriteria inklusi
dari bulan 1 Januari 2010 sampai 31Desember
2010 di 4 rumah sakit Amerika Serikat
KRITERIA INKLUSI KRITERIA EKSKLUSI

 Pneumonia dengan kondisi kronis,


berat, berulang atau membutuhkan
intensif perawatan dalam waktu 2
hari
 Anak-anak dengan usia 2 bulan
 Yang termasuk dalam gejala
sampai usia 18 tahun
‘complicated’ pneumonia
 yang termasuk dalam gejala  Penyebab pneumonia karena
‘uncomplicated ‘ pneumonia staphylococcal
 Pasien menerima pengobatan
 menerima antibiotik sebelum
monoterapi macrolide
datang ke rumah sakit dan
antibiotik diberikan dalam 2 hari  Menerima antibiotik carbapenem,
pertama rawat inap nitrofurantoin, dan gentamisin
 tidak menerima terapi antibiotik
dalam 2 hari pertama rumah sakit
atau yang hanya menerima 1 hari
terapi antibiotik
ALUR PENELITIAN

Anak-anak dengan usia 2 bulan sampai usia 18 tahun dengan diagnosis


pneumonia di 4 rumah sakit antara
1 Januari 2010 sampai 31Desember 2010

Dipilih secara acak dari catatan medis

kemudian diperiksa kembali untuk memperoleh data tentang tanda-tanda dan


gejala, hasil laboratorium dan pemeriksaan radiologis:
1.diagnosis pneumonia dalam 48 jam pertama rawat inap
2.demam dalam waktu 48 jam pertama masuk atau hasil leukosit yang abnormal
3.bukti penyakit pernapasan (misalnya, batuk atau peningkatan kerja pernapasan
4.rontgen dada menunjukkan pneumonia (misalnya, infiltrat atau konsolidasi).
U KU R A N
PENG

 Lama rawat inap di rumah sakit, diukur dalam jam


 Kontrol kembali dalam waktu 7 hari
 Durasi demam diukur dalam jam dari waktu datang ke IGD
sampai saat terakhir diukur demamnya
 Durasi suplemen oksigen diukur dalam jam dari waktu datang ke
IGD sampai oksigen dihentikan secara permanen
 Biaya farmasi standar harian dan keseluruhan biaya,
mencontohkan hasil biaya rata-rata lamanya rawat inap karena
biaya kamar adalah penggerak utama dari biaya
COVA R I AT
Karakteristik demografis pasien diperoleh dari database PHIS
Diagnosis dengan asma ditentukan dari International
Klasifikasi Penyakit, Revisi Kesembilan
Diagnosis dengan bronchiolitis atau infeksi virus ditentukan
dari diagnosis untuk bronchiolitis atau Infeksi virus
pernapasan bawah atau tes uji positif virus pernapasan
Uji kultur darah ditentukan dari Database PHIS
Dikatakan demam bila temperatur 38 ° C dalam 48 jam
pertama masuk
Dikatakan takipnea bila respiration rate > 90 persentil untuk
semua umur.
Hasil nilai leukosit normal bila < 5000 atau >15000 sel per mL
Analisis

SAS versi 9.2 (SAS


Institute, Cary, NC),
dan nilai P < 0,05
dianggap statistik
signifikan
HASIL
DISKUSI

• Dalam studi ini peneliti menemukan bahwa terapi


narrow spektrum itu tidak kalah dengan antibiotik
spektrum luas di semua hasil pengukuran termasuk
lamanya rawat inap, durasi oksigen, durasi demam,
standar biaya harian farmasi dan biaya keseluruhan,
atau kontrol kembali dalam waktu 7 hari

• Hasil ini mendukung penelitian baru-baru ini yang


diterbitkan oleh PIDS / IDSA, yang
merekomendasikan penggunaan empiris dari
aminopenicillins pada pasien anak dengan
Pneumonia Komunitas yang dirawat di rumah sakit
DISKUSI
• Ambroggio et al membandingkan b-laktam
monoterapi dengan b-laktam ditambah
macrolide dengan 12% dari total kohort
menerima aminopenicillin dengan sisanya
menerima sefalosporin generasi kedua atau
ketiga. Kontrol kembali tidak berbeda secara
statistik antara 2 kelompok

• Newman et AL juga menunjukkan hasil yang


sama antara pasien yang diobati dengan
aminopenicillin dan ceftriaxone. Kegagalan
pengobatan yang jarang terjadi dan secara
statistik tidak berbeda antara 2 kelompok
DISKUSI
• Alasan studi menggunakan penisilin sebagai
terapi antibiotik lini pertama untuk Pneumonia
Komunitas.
1. Penisilin menyediakan cakupan yang tepat
untuk patogen yang paling menonjol,
Streptococcus pneumoniae.
2. pengobatan pasien dengan sistem saraf non
pusat infeksi pneumokokus resisten
penisilin dengan penisilin tidak ada kaitan
nya dengan kegagalan pengobatan
Keterbatasan jurnal
 terapi antibiotik empiris dipengaruhi oleh
banyak faktor.
 paparan antibiotik sebelumnya dapat
mempengaruhi untuk antibiotik empiris
 penelitian ini difokuskan pada rejimen antibiotik
empiris yang paling umum untuk Pneumonia
Komunitas, tidak mengevaluasi antibiotik selain
yang termasuk dalam studi kami (misalnya,
ditargetkan terapi stafilokokus)
kesimpulan

terapi broad spektrum luas tidak


diperlukan dalam ‘uncomplicated’
Pneumonia dan pasien dapat
dengan aman diobati dengan
antibiotik narrow spectrum
Critical Apraisal
• Judul : Comparative Effectiveness of Empiric
Antibiotics for Community-Acquired Pneumonia
• Judul : terdiri atas 9 kata
• AnalisisPICO :
– Population : 785 anak-anak dengan diagnosis Pneumonia Komunitas diambil
dari 4 rumah sakit
– Intervention : dibagi 2 kelompok pengobatan yaitu diberi antibiotik narrow
spektrum atau antibiotik broad spectrum
– Comparison : antibiotik narrow spectrum atau antibiotik broad spectrum
dibandingkan dengan lamanya rawat inap, durasi demam, durasi pemberian
oksigen, kontrol kembali, biaya standar haria farmasi, keseluruhan biaya
– Outcome : lamanya rawat inap secara signifikan lebih pendek untuk
kelompok narrow spektrum 43 jam dibandingkan dengan kelompok broad
spektrum 49 jam