Anda di halaman 1dari 39

Terapi Nasal High-Flow sebagai Terapi

Pernapasan Suportif Primer pada Bayi


Preterm
Pembimbing :
dr. Azizah Retno K, Sp. A

Disusun oleh :
Ana Shofiana
ABSTRAK
Latar belakang

Tetapi efikasi terapi high-


Pengobatan dengan terapi
flow sebagai terapi
nasal high-flow memiliki
pernapasan suportif pada
efikasi yang serupa dengan
bayi preterm dengan
CPAP bila digunakan sebagai
gangguan pernapasan belum
terapi suportif pasca
terbukti
ekstubasi pada neonatus
ABSTRAK
Metode

Melibatkan bayi preterm yang


Merupakan penelitian acak
mengalami distres
dengan skala internasional,
pernapasan
multisenter, dan bersifat
non-inferioritas
Hasil diamati setelah 72 jam,
(membuktikan terapi high
non-inferioritas ditentukan
flow tidak lebih buruk dari
dengan menghitung
CPAP)
perbedaan risiko mutlak
ABSTRAK
Hasil

Penelitian dihentikan atas rekomendasi panitia karena


adanya perbedaan yang signifikan pada hasil primer
antar kelompok perlakuan.
Kegagalan pengobatan terjadi pada 71 dari 278 bayi
(25,5%) pada kelompok high-flow dan 38 dari 286 bayi
(13,3%) pada kelompok CPAP (perbedaan risiko, 12,3
poin persentase; interval kepercayaan 95% [CI] 5,8 sampai
18,7; P <0,001)
ABSTRAK
Kesimpulan

Bila digunakan sebagai terapi suportif utama pada bayi


prematur dengan gangguan pernapasan, terapi nasal high-
flow menghasilkan tingkat kegagalan pengobatan yang
jauh lebih tinggi daripada CPAP
PENDAHULUAN

• Bayi preterm memiliki risiko tinggi terjadinya sindrom distres


pernapasan
• Penggunaan ventilasi endotrakeal telah meningkatkan angka
kelangsungan hidup bayi preterm namun meningkatkan risiko
komplikasi lain seperti displasia bronkopulmoner
• Peneliti ingin mencari pernapasan suportif yang noninvasif untuk
meminimalkan risiko komplikasi  CPAP dan nasal high flow
PENDAHULUAN

• Penelitian sebelumnya melaporkan terapi nasal high flow memiliki


beberapa keunggulan dibandingkan CPAP yaitu mengurangi angka
trauma hidung dan mengurangi skor nyeri
• Tetapi untuk terapi pernapasan suportif setelah ekstubasi, kedua
intervensi tersebut tidak menunjukkan perbedaan yang signifikan
METODE
Desain Studi dan Gambaran Studi

Dilakukan di unit Komite etika Penelitian ini

Etika Penelitian
Tempat penelitian

Kerjasama Penelitian
perawatan penelitian pada tidak memiliki
intensif di masing-masing dukungan
Australia dan peserta di setiap komersial, dan
Norwegia senter tersebut produsen alat
menyetujui bantu
penelitian pernapasan tidak
tersebut dilibatkan dalam
desain penelitian
METODE
Pasien

Usia gestasi 28 minggu Membutuhkan intubasi

Kriteria
Kriteria
Inklusi

Ekslusi
0 hari sampai 36 dan ventilasi yang
minggu 6 hari, usia mendesak, memenuhi
bayi 24 jam, tidak kriteria kegagalan
pernah mendapat pengobatan, memiliki
ventilasi endotrakeal kelainan kongenital
atau surfaktan, sesuai mayor atau
keputusan dokter pneumotoraks, telah
terkait kondisi pasien dilakukan CPAP > 4 jam
METODE
Rekruitmen dan Persetujuan

Informed consent diperoleh dari orang tua bayi baik sebelum


melahirkan ataupun setelah melahirkan

Setelah memperoleh informed consent, subyek dianalisis untuk


dimasukkan ke dalam kriteria inklusi atau ekslusi
METODE
Randomisasi

Dibagi menjadi usia Pengacakan

Randomisasi
Bayi dibagi menurut
usia gestasi

gestasi <32 minggu dan menggunakan amplop


≥32 minggu berurutan, tertutup,
buram berisi kelompok
pengobatan dibuka
segera setelah kriteria
kelayakan dan
persetujuan telah
dipenuhi
METODE
Intervensi Studi

• Bayi yang memenuhi syarat secara acak dikelompokan dengan terapi


high-flow atau CPAP
• Bayi yang mendapat terapi high-flow menerima aliran gas awal 6 sampai
8 liter per menit menggunakan Junior Optiflow (Fisher and Paykel
Healthcare) atau Precision Flow (Vapotherm)  jika memenuhi kriteria
kegagalan pengobatan dapat menerima CPAP sebagai terapi
penyelamatan
• Pada bayi yang mendapat terapi CPAP, tekanan awal yang diberikan
adalah 6 sampai 8 cm air
• Bayi yang tidak mengalami perbaikan dapat dipertimbangkan
pemasangan intubasi
CPAP

High flow therapy


METODE
Hasil Studi

• Hasil Primer
Kegagalan pengobatan dalam 72 jam setelah randomisasi.
Dianggap gagal jika:
• fraksi oksigen inspirasi sebesar 0,4 atau lebih
• pH 7,2 atau kurang
• tekanan parsial karbon dioksida lebih besar dari 60 mmHg (8,0 kPa)
• adanya dua atau lebih episode apnea yang membutuhkan tekanan ventilasi
positif dalam waktu 24 jam
METODE
Hasil Studi

• Hasil Sekunder
• analisis penyebab kegagalan pengobatan, penggunaan ventilasi mekanis
dalam waktu 72 jam
• trauma hidung dan komplikasi lainnya
• biaya perawatan
METODE
Analisis Statistik

• Kami menetapkan batas non inferioritas jika terapi high flow memiliki
perbedaan dalam risiko kegagalan pengobatan tidak lebih dari 10% pada
95% interval kepercayaan
• Analisis subyek dilakukan analisis prespesifik dan analisis per protokol
untuk mengurangi bias penelitian
• Penelitian ini menggunakan uji chi-square untuk membandingkan
dikotomis hasil dan uji parametrik yang sesuai (uji t Student) atau uji
nonparametrik (perbedaan pada median diperkirakan dengan regresi
quantile)
• Semua analisis dilakukan dengan menggunakan perangkat lunak Stata/IC
software, version 13.1
HASIL
Durasi dan Penghentian Rekruitmen

• Bayi direkrut dari tanggal 27 Mei 2013 sampai 16 Juni 2015 


penelitian dihentikan atas rekomendasi panitia independen karena
terdapat perbedaan yang sangat signifikan (P <0,001) pada tingkat
hasil primer antar kelompok perlakuan
• Hal ini menunjukkan bahwa terapi high flow memiliki perbedaan
yang signifikan dan lebih inferior dalam pengobatan pernapasan
suportif dibanding CPAP
HASIL
Pasien Studi

• Secara keseluruhan, 583 bayi dimasukkan ke dalam kelompok


perlakuan (289 pada kelompok terapi high flow dan 294 pada
kelompok CPAP)
• Sembilan belas bayi diekslusi karena tidak memenuhi syarat
Karakteristik sampel pada
kedua kelompok

Hasil penilaian karakteristik


tidak dibandingkan
berdasarkan statistik, namun
dari tabel diketahui selisih
perbedaan antar kelompok
tidak terlampau jauh
HASIL
Hasil Primer

• Kegagalan pengobatan dalam waktu 72 jam setelah randomisasi


terjadi pada 71 bayi dari 278 bayi (25,5%) pada kelompok terapi
high flow dan 38 bayi dari 286 bayi (13,3%) pada kelompok CPAP
(perbedaan risiko, 12,3 poin persentase; Interval kepercayaan 95%
5,8 sampai 18,7; P <0,001).
Terdapat perbedaan yang signifikan mengenai terapi high flow vs CPAP yang
Tidak ada perbedaan mengenai penggunaan intubasi lanjutan pada kedua kelompok
menunjukkan terapi CPAP lebih unggul
HASIL
Hasil Sekunder dan Kejadian yang Tidak Diingikan

• Alasan paling sering untuk kegagalan pengobatan adalah fraksi


oksigen inspirasi sebesar 0,4 atau lebih (Tabel 3). Kegagalan
pengobatan menjadi kebutuhan intubasi mendesak lebih sering
terjadi pada kelompok CPAP daripada kelompok terapi high flow
(18,4% vs 5,6%, P = 0,03). Durasi rata – rata pernapasan suportif 1
hari lebih lama pada kelompok terapi high flow daripada di
kelompok CPAP (4 vs 3 hari, P = 0,005), dan bayi pada kelompok
terapi high flow secara signifikan lebih mungkin menerima
oksigen supplmental selama terapi (78,1% vs. 69,6%, P = 0,02).
Tidak terdapat perbedaan antara kedua kelompok pada alasan kegagalan terapi,
Terdapat perbedaan
Terdapat jumlahdurasi
perbedaan pemberian suplemen
pemberian oksigen
terapi
durasi kegagalan terapi, lama tinggal di RS
Trauma nasal secara signifikan lebih banyak terjadi pada CPAP
PEMBAHASAN

• Terapi high flow menghasilkan tingkat kegagalan pengobatan yang


jauh lebih tinggi dibandingkan dengan CPAP kontras dengan
penelitian lain yang menjelaskan efikasi pengobatan dengan high
flow sama dengan CPAP (pada penelitian lain bayi sebelumnya
menerima surfaktan)
• Bayi dengan cukup surfaktan memiliki prognosis yang lebih baik 
penelitian ini tidak memberikan surfaktan
PEMBAHASAN

• Dalam penelitian kami, tingkat intubasi tidak berbeda secara


signifikan antar kelompok  penggunaan CPAP sebagai terapi
penyelamatan dilakukan setelah kegagalan pengobatan pada
kelompok terapi high flow untuk intubasi berikutnya sebesar 39%
bayi tersebut sehingga membiaskan hasil
• Bayi dalam kelompok terapi high flow cenderung menerima
oksigen tambahan lebih banyak, dan median durasi pernapasan
suportif 1 hari lebih lama  alasan klinis temuan ini masih belum
jelas
About Journal

Neonatal Services and


Newborn Research
Title : Centre, Royal
Author : Women’s Hospital
Nasal High-Flow
Calum T. Roberts,
Therapy for Primary
M.B., Ch.B., Louise S.
Respiratory Support in The New England
Owen, M.D et all
Preterm Infants Journal of Medicine
nejm.org September
22, 2016
Critical Apraisal
• Terdiri atas 10 kata
• Menjelaskan isi jurnal
Title

• Informatif, terdiri dari satu paragraf, tidak terdapat singkatan yang tidak
dijelaskan kepanjangan singkatan, jumlah kata >250 kata (273 kata), dilengkapi
Abstract dengan kata kunci, dan dilengkapi latar belakang, metode, hasil, dan kesimpulan

• Berisi kajian tentang perbedaan pemberian terapi pernapasan suportif pada bayi
preterm menggunakan terapi nasah high flow dibandingkan dengan CPAP
Contents
• Bayi preterm dengan usia gestasi <36 minggu 6 hari
P

• Pemberian terapi nasal high flow vs CPAP


I

• Membandingkan efek terapi nasal high flow vs CPAP meliputi kegagalan pengobatan, durasi
pemberian terapi, penggunaan intubasi, dan biaya perawatan
C

• Terapi high flow menghasilkan tingkat kegagalan pengobatan yang jauh lebih tinggi
dibandingkan dengan CPAP
O
ABSTRAK

No Kriteria Ya (+), Tidak (-)


1 Abstrak 1 paragraf +
2 Secara keseluruhan informatif +
3 Tanpa singkatan selain yang baku +
4 Kurang dari 250 kata +
(273 kata)
Latar Belakang

No Kriteria Ya (+), Tidak (-)


1 Terdiri dari 2 bagian atau 2 paragraf -
(5 paragraf)
2 Paragraf pertama mengemukakan alasan dilakukan penelitian +

3 Paragraf ke 2 menyatakan hipotesis atau tujuan penelitian +

4 Didukung oleh pustaka yang relevan +


5 Kurang dari 1 halaman +
Bahan dan
Metode
No Kriteria Ya(+), Tidak (-)
1 Jenis dan rancangan penelitian +
2 Waktu dan tempat penelitian Waktu +/tempat +
3 Populasi Sumber +
4 Teknik sampling +
5 Kriteria inklusi +
6 Kriteria eksklusi +
7 Uji Statistik +
8 Program komputer +
HASIL
No Kriteria Ya (+) Tidak (+)
1 Jumlah Subjek +
2 Tabel Karakteristik +
3 Tabel Hasil Penelitian +
4 Komentar dan Pendapat Penulis ttg hasil -
BAHASAN KESIMPULAN DAN
DAFTAR PUSTAKA
No Kriteria Ya (+) Tidak (-)

1 Pembahasan dan kesimpulan terpisah +


2 Pembahasan dan kesimpulan di paparkan dengan jelas +

3 Pembahasan mengacu dari penelitian sebelumnya +


4 Keterbatasan Penelitian +
5 Simpulan berdasarkan penelitian +
6 Saran Penelitian +
7 Penulisan Daftar Pustaka sesuai aturan +
Apakah penelitian ini relevan? Yes No Unknown

Apakah penelitian ini menambahkan hal yang baru? Yes No Unknown

Apakah terdapat rumusan masalah yang diungkapkan dalam Yes No Unknown


penelitian tersebut?
Apakah desain penelitian sesuai untuk menjawab rumusan Yes No Unknown
masalah?
Apakah penelitian tersebut menurut dengan standar Yes No Unknown
penelitian yang ada?
Apakah penelitian tersebut menyatakan hipotesis? Yes No Unknown
Apakah analisa statistik dilakukan dengan benar? Yes No Unknown

Apakah data tersebut memiliki kesimpulan? Yes No Unknown

Adakah konflik kepentingan pada penelitian ini? Yes No Unknown


Terima Kasih