Anda di halaman 1dari 40

NURSING ADVOCACY

VENY ELITA, MN (MH)


Physicians

Healthcare Dieticians
Personnel

Patient
Advocates

Family Social
Members workers

Nurses
PENDAHULUAN
Advokasi salah satu peran perawat
profesional
 Pasien yang dalam kondisi lemah,kritis dan mengalami
gangguan membutuhkan seorang advokat yang
dapat melindungi kesejahteraannya.
 Perawat adalah satu-satunya profesi yang selalu
berada di samping pasien shg mempunyai kesempatan
besar untuk melakukan advokasi kepada pasien
DEFENISI
 Advocacy menurut ANA (American Nursing Association)
 melindungi pasien atau masyarakat terhadap
pelayanan kesehatan dan keselamatan praktik tidak sah
yang tidak kompeten dan melanggar etika yang
dilakukan oleh siapa pun
 Advokasi sebagai dukungan aktif terhadap setiap hal
yang memiliki penyebab atau dampak penting
 Advokasi adalah proses pembelaan yang dilakukan
untuk mendukung atau memberikan argumentasi bagi
kebutuhan orang lain/ bertindak sebagai pembela
pasien dalam praktik keperawatan
Contoh Fenomena
 Seorang pasien di salah satu rumah sakit di Jawa
Tengah yang dilakukan kuretase dan mengalami
perdarahan hebat, tubuh menggigil, lemas dan mata
berkunang-kunang. Perawat tidak melakukan
tindakan apapun untuk mengatasi kondisi pasien.
 seorang pasien di RS Negeri di Kabupaten
Semarangyang memilih tidakmelanjutkan perawatan
karena ketidaktahuan tentang pemanfaatan fasilitas
jaminan kesehatan.
 Fenomena tersebut menunjukkan bahwa peran
perawat sebagai advokat sangat dibutuhkan oleh
pasien.
 Perawat seharusnya dapat memberikan

informasi terkait kondisi pasien saat ini.


 Perawat juga dapat mengarahkan pasien untuk
menggunakan fasilitas jaminan
 kesehatan yang ada di rumah sakit sehingga pasien
dapat terbantu dalam biaya pengobatannya
NURSE AS PATIENT ADVOCATE

 Advocacy is at the heart of nursing professional


 Sebagai penghubung antara pasien-tim kesehatan

lain dalam rangka pemenuhan kebutuhan pasien


 Membela dan melindungi kepentingan pasien
serta membantu pasien memahami semua
informasi & upaya kesehatan yang diberikan tim
kesehatan dengan pendekatan tradisional maupun
professional
NURSE AS PATIENT ADVOCATE
 Advokasi  dasar aktifitas keperawatan dan merupakan
inti praktik keperawatan.
 Pada yankes konsep advokasi sangat diperlukan
kebutuhan akan pelayanan berkualitas, lebih responsif
dan mudah memperoleh pelayanan
 Adanya kebutuhan yg dipengaruhi oleh harapan thd
yankes kebutuhan konsumen dan tanggung gugat
pelayanan masyarakat.
NURSE AS PATIENT ADVOCATE
 Peran perawat  bagian dari kode etik pasien.
 Advokasi bagian integral dan fundamental dalam
keperawatan
 Patient advocacy merupakan tanggung jawab etik dan
mendasar.
 Perawat  menggunakan skill sebagai educator,
counselor, leader  melindungi dan mendukung hak
pasien.
NURSE AS PATIENT ADVOCATE

 Advokasi adalah tindakan membela Hak-hak pasien


dan bertindak atas nama pasien.
 Perawat mempunyai kewajiban untuk menjamin
diterimanya hak-hak pasien. Perawat harus membela
pasien apabila haknya terabaikan (Vaartio,2005;
Blais, 2007).
 Advokasi juga mempunyai arti tindakan melindungi,
berbicara atau bertindak untuk kepentingan klien dan
perlindungan kesejahteraan (Vaartio,2005)
Konsep advocacy 3 pengertian
1. Model perlindungan terhadap hak
Perawat melindungai hak pasien agar terhindar dari
tindakan yang merugikan pasien
2. Model pengambilan keputusan berdasarkan nilai-
nilai yang dianut pasien
3. Model penghargaan terhadap orang lain
Perawat menghargai pasien sebagai manusia unik
 kebutuhan berbeda2
Tujuan
Advocacy
 Menjamin pasien, kelurga, tenaga kesehatan
adalah patner dalam perawatan pasien
 Perawat melindungi klien agar diperlakukan dg
baik  terpenuhi kebutuhan fisik, emosi dan
budaya
 Membantu dalam pengambilan keputusan
(terutama klien dlm keadaan tidak sadar)
 Memiliki saran untuk alternatif pilihan
 Menerima keputusan pasien
 Membantu pasien dalam melakukan apa
yang dibutuhkan
 Melindungi nilai-nilai dan kepentingan
pasien
 Membantu pasien beradaptasi dengan
sistem yankes
 Memberikan pelayanan berkualitas
 Mendukung pasien dalam perawatan
 Meningkatkan rasa nyaman bagi pasien
terminal
 Menghargai pasien
 Mencegah pelanggaran terhadap hak-hak
pasien
 Memberi kekuatan pada pasien
Prinsip Advokasi

• Advokasi ditujukan pada kebutuhan klien, hak


klien dan perhatiannya terhadap masalah.
• Advokasi merupakan nilai2 yg didasarkan
pada etika
• Advokasi bertujuan mempertahankan prinsip
keadilan
Kesamaan Hak dalam
mendapatkan Pelayanan
Kesehatan
• Sesuai dengan kode etik, semua perawat
harus menunjukkan empati, menghargai
martabat, nilai dan keunikan pasien, tidak
dibatasi oleh status sosial ekonomi, atribut
pribadi atau penyakit pasien.
• Setiap individu harus memiliki akses yang
sama terhadap pelayana keseatan dan
semua perawat harus mematuhi prinsip
kemanusiaan
Mengurangi Penderitaan
• Sebagai advokat pasien, perawat memiliki
tanggung jawab untuk mengatasi penderitaan
mereka.
• Perawat perlu mengamati setiap pasien dan
menilai tingkat ketidaknyamanan mereka
karena penderitaan itu relatif.
• Ada dua kategori penderitaan: yaitu penyakit
seperti cedera, diagnosa perawatan dan
masalah yang disebabkan oleh sistem
perawatan kesehatan, seperti kesalahan
medis.
Mengurangi Penderitaan

• Beberapa bidang di mana perawat dapat


melakukan advokasi untuk pasien antara
lain: manajemen nyeri dan mengurangi
penderitaan fisik.
• Perawat juga dapat mengatasi
penderitaan mental, psikologis atau
emosional.
Meningkatkan Martabat Manusia

• Memperhatikan dan melestarikan


martabat manusia termasuk
mempertahankan otonomi, respek dan
privasi pasien.
• Perawat harus mematuhi keinginan
pasien mengenai pilihan perawatan
kesehatan, dan perawat juga harus
mengingatkan pasien bahwa mereka
memiliki kendali atas tubuh dan perawatan
mereka.
Meningkatkan Martabat Manusia

• Perawat dapat menghormati pasien


dengan tidak berbicara kepada mereka
dengan merendahkan, secara harfiah atau
kiasan.
• Ketika menyangkut privasi, perawat dapat
mendiskusikan masalah pribadi secara
rahasia.
• Menghormati kesopanan merupakan cara
lain perawat dalam meningkatkan
martabat pasien
Peran Advokasi
 Coach  Memberikan bimbingan dan dorongan
 Advisor  sumber utama yang memberikan
saran bagaimana mencapai yang terbaik, bgm
mengantisipasi masalah
 Referral Sources  Menggunakan sumber2 yg
tersedia dlm membantu menganalisa masalah
dan menanganinya.
 Mentor  sebagai model perilaku yg mendorong
klien, mempertahankan rasa percaya diri,
menunjukkan kemampuan dalam menangani
masalah.
Tanggungjawab Perawat Dalam
Peran Advocacy
1. Sebagai pelindung, perawat membantu pasien
dalam proses pembuatan keputusan  peran
perawat ditekankan untuk menyerahkan segala
keputusan tentang perawatan yang akan
dijalankan kepada pasien itu sendiri.
– Tindakan perawat yang termasuk di dalamnya yaitu
perawat memberikan alternatif pilihan kepada pasien
saat akan mengambil keputusan tentang terapi yang
akan diambil, menyediakan format persetujuan tindakan
penjelasan atas pemulangan dini pasien dari perawatan,
serta pasien memutuskan dokter yang akan
merawatnya;
Tanggungjawab Perawat Dalam
Peran Advocacy
• Sebagai mediator  menjembatani
komunikasi antara pasien dan tim
kesehatan lain. Tindakan perawat
misalnya: menemani pasien saat
pemeriksaan dokter, menentukan menu
diet bersama ahli gizi, menjelaskan
tentang pengobatan yang diterima pasien
Tanggungjawab Perawat Dalam
Peran Advocacy

3. Sebagai orang yang bertindak atas


nama pasien  memberikan asuhan
keperawatan yang sesuai dengan
kondisi pasien, melindungi pasien dari
tindakan yang merugikan, memenuhi
kebutuhan selama perawatan
Nilai yang harus dimiliki perawat

• Memahami pasien sebagai makhluk holistik


dan otonom  pilihan dan keputusan
• Pasien berhak mempunyai hubungan
perawat-pasien atas saling percaya,
menghargai dan bekerjasama dalam
menyelesaikan masalah
• Bertanggung jawab untuk memastikan
pasien telah mengetahui cara memelihara
kesehatannya
• Asertif: mampu memandang masalah
pasien dari sudut pandang yang positif 
komunikasi yang jelas
• Mengakui bahwa hak dan kepentingan
pasien dan keluarga  utama
• Sadar bahwa konflik dapat terjadi 
membutuhkan konsultasi, konfrontasi,
atau negosiasi antara perawat-adm-dokter
• Bekerjasama dengan tenaga kesehatan
lain
• Membutuhkan tindakan politis
Collaboration
& Referral

Role Ongoing
Modeling support
Kegiatan
Advocacy

Anticipatory Educational
guidance information
1. Anticipatory guidance

 Primary prevention
 Membantu klien yang kemungkinan
mengalami kesulitan
 Mengantisipasi keluarga dlm menangani
masalah-masalah keterbatasan dan
penyakit kronik
 Contoh: lansia dengan penyakit
menahun
2. Role Modeling
Perawat menjadi role model dg berperilaku yang
benar  berbicara, senyum, penanganan pasien
secara profesional,

3. Educational information
- Pembelajaran dan pemberian informasi
- Membantu memilih dan menentukan pilihan thd
informasi yg diberikan
- Membantu klien mengumpulkan info & belajar
thd perilaku promosi kesehatan
4. Ongoing support

- Memberikan bantuan pada klien


dalam membuat keputusan yang
beralasan
- Perawat sebagai patner dalam
menyelesaikan masalah kebutuhan
pelayanan kesehatan
5. Collaboration and Referral

 Masalah kesehatan  bersifat


multidimensi melibatkan multidisiplin
 Perawat memberikan penjelasan terhad ap
masalah yg melibatkan tenaga kes lain
terlibat
 Pendekatan interdisiplin pada semua
anggota tim kes.
Road Blocks to Advocacy
 Lack of time
 Lack of focus
 Lack of knowledge with the
issue(s)
 Lack of comfort with
advocacy process
Menjadi advokat yang baik bagi
klien

1. Percaya thd diri sendiri  yakin bahwa banyak yang


dapat dilakukan
2. Mengatur
3. Identifikasi kebutuhan pasien yg tdk terpenuhi atau
hak-hak pasien Apa masalahnya, dengarkan dg
seksama masalahnya bantu.
4. Pahami aturan2 yg ada dan dampaknya thd pasien
Menjadi advokat yang baik bagi klien

5. Pendekatan secara sistematis :


 Kenali masalahnya
 Identifikasi semua faktor yg berhubungan.
 Perjelas masalahnya
 Buat rencana
 Laksanakan
 Dokumentasikan
 Dengarkan pasien secara hati-hati
 Hasil yg akan dicapai (apa yg dicapai dan tdk dicapai)
 Identifikasi kebutuhan pengembangan dan masalah yg dihadapi.
Menjadi advokat yang baik bagi klien

6. Ketahui sumber-sumber yg tersedia, kaji faktor


penghambat dan bagaimana meminimalkan
7. Terbuka dan berkomunikasi dg baik.
8. Lakukan feedback
9. Respek thd pasien  budaya yg berbeda,
keyakinan-keyakinan dan ide-ide. Apabila tdk
mampu menyelesaikan sendiri libatkan yg lain.
Proses Advokasi

1. Seleksi pasien: yakin bahwa pasien memerlukan


2. Tentukan mengapa perlu dibantu dan bgm penangan
3. Dampingi pasien saat menerima pelayanan.
4. Yakinkan bahwa apa yg dilakukan  pengobatan,
tindakan prosedur
5. Cek apakah pasien sudah mengetahui atau paham thd
prosedur yg dilakukan
Tahapan Proses Advokasi
1. Pengkajian :
 Apa yang diyakini pasien sebagai masalah
 Aspek mana yg terbaik perawat memulai
intervensi
 Sistem pendukung lain yg ada dan dimanfaatkan
2. Perencanaan:
 Kapan masalah diidentifikasi
 Gunakan semua sumber
 Libatkan anggota keluarga
Tahapan Proses Advokasi

3. Implementasi
 Independen pasien semaksimal mungkin,
dan minimalkan dependen
 Lakukan pemberdayaan (empowerment)
 Perlindungan kasus malpraktik dan
kelalaian.
HASIL YANG DIHARAPKAN DALAM
ADVOCACY
 Mengerti hak-haknya sebagai pasien
 Mendapatkan informasi tentang diagnosa,
pengobatan, prognosis dan pilihan lainnya
 Bertanggung jawab atas keputusan yang diambil

 Memiliki otonomi, kekuatan, dan kemampuan


memutuskan sendiri
 Perasaan cemas, frustasi dan marah akan
berkurang
HASIL YANG DIHARAPKAN DALAM
ADVOCACY

 Mendapat pengobatan yang optimal


 Memiliki kesempatan yang sama dengan
pasien lain
 Mendapat perawatan yang

berkesinambungan
 Mendapatkan perawatan yang efektif

dan efisien