Anda di halaman 1dari 38

RUBELLA dan MORBILI

disusun oleh:
TEGUH ALMAN F 1310070100102
RETNO PUSPITA S 1310070100056
AFIQ AGUNG A 1310070100080
ADITYA PERMANA 1310070100064
HABIBI AL AFGHANI 1310070100053

Preceptor:
dr. Liza Fitria, Sp.A, M.Biomed

KEPANITERAAN KLINIK ILMU KESEHATAN ANAK RSUD DR. AHMAD MOCHTAR


BUKITTINGGI PERIODE 2 JULI 2018 - 8 SEPTEMBER 2018 FAKULTAS KEDOKTERAN
UNIVERSITAS BAITURRAHMAH
RUBELLA

Rubella merupakan suatu penyakit virus


yang umum pada anak dan dewasa muda,
yang ditandai oleh suatu masa prodromal
Definisi yang pendek, pembesaran kelenjar getah
bening servikal, suboksipital dan
postaurikular, disertai erupsi yang
berlangsung 2-3 hari
Epidemiologi
Di Indonesia, rubella merupakan salah satu masalah kesehatan
masyarakat yang memerlukan upaya pencegahan efektif. Data
surveilans selama lima tahun terakhir selama lima tahun terakhir
menunjukkan 70% kasus rubella terjadi pada kelompok usia < 15
tahun
Etiologi

Rubella disebabkan oleh suatu RNA virus, genus Rubivirus,


famili Togaviridae. Secara fisiko-kimiawi virus ini sama dengan
anggota virus lain dari famili tersebut, tetapi virus rubela secara
serologik berbeda
Patogenesis
Penularan terjadi melalui oral droplet, dari nasofaring atau
rute pernafasan. Selanjutnya virus rubella memsuaki aliran
darah. Namun terjadinya erupsi di kulit belum diketahui
patogenesisnya. Viremia mencapai puncaknya tepat sebelum
timbul erupsi kulit.
• Di nasofaring, virus tetap ada sampai 6 hari setelah
timbulnya erupsi dan kadang lebih lama. Selain dari darah
dan nasofaring, virus rubella telah diisolasi dari kelenjar
getah bening, urin, cairan serebrospinal, ASI, cairan
sinovial dan paru..
• Penularan dapat terjadi sejak 7 hari sebelumnya atau
hingga 5 hari sesudah timbulnya erupsi. Daya tular
tertinggi terjadi pada akhir masa inkubasi, kemudian
menurun dengan cepat, dan berlangsung hingga
menghilangnya erupsi
Manifestasi Klinis
• Demam ringan selama 1 atau 2 hari (37.2 - 37.8 derajat
celcius)
• Kelenjar getah bening yang membengkak dan perih,
biasanya di bagian belakang leher atau di belakang
telinga.
• Hari kedua atau ketiga, bintik-bintik (ruam) muncul di
wajah dan menjalar ke arah bawah. Di saat bintik ini
menjalar ke bawah, wajah kembali bersih dari bintik-
bintik
Masa inkubasi
Masa inkubasi adalah 14-21 hari. Dalam beberapa laporan
lain waktu inkubasi minimum 12 hari dan maksimum 17
sampai 21 hari. Tanda yang paling khas adalah adenopati
retroaurikuler, servikal posterior, dan di belakang oksipital
Masa prodromal
Pada anak biasanya erupsi timbul tanpa keluhan
sebelumnya; jarang disertai gejala dan tanda masa
prodromal. Namun pada remaja dan dewasa muda masa
prodromal berlangsung 1-5 hari dan terdiri dari demam
ringan, sakit kepala, nyeri tenggorok, kemerahan pada
konjungtiva, rinitis, batuk dan limfadenopati. Gejala ini
segera menghilang pada waktu erupsi timbul
Masa eksantema

Mula-mula berupa makula yang berbatas tegas dan kadang-


kadang dengan cepat meluas dan menyatu, memberikan
bentuk morbiliform. Pada hari kedua eksantem di muka
menghilang, diikuti hari ke-3 di tubuh dan hari ke-4 di
anggota gerak
Diagnosis
Ditegakkan dengan pemeriksaan serologik yaitu adanya
peningkatan titer antibodi 4 kali pada hemaglutination
inhibition test (HAIR) atau ditemukannya antibodi Ig M
yang spesifik untuk rubela
Diagnosis banding
• Penyakit virus : campak, roseola infantum, eritema
mononukleosis infeksiosa dan Pityriasis rosea
• Penyakit bakteri : scarlet fever (Skarlatina).
• Erupsi obat : ampisilin, penisilin, asam salisilat,
barbiturat, INH, fenotiazin dan diuretik tizid.
Penatalaksanaan
Tidak ada pengobatan yang spesifik untuk rubella. Gejala
biasanya akan membaik dan hilang tanpa pengobatan dalam
waktu 7-10 hari.1,7 Jika tidak terjadi komplikasi bakteri,
pengobatan adalah simtomatis.
Pencegahan
Program vaksinasi atau imunisasi merupakan salah satu
upaya pencegahan terhadap rubella
Campak

suatu penyakit akut yang


Definisi
sangat menular yang
disebabkan oleh virus
Epidemiologi
Campak merupakan penyakit endemik di banyak negara
terutama di negara berkembang. Angka kesakitan di seluruh
dunia mencapai 5-10 kasus per 10.000 dengan jumlah
kematian 1-3 kasus per 1000 orang
Etiologi
Penyebab campak adalah measles virus (MV), genus virus
morbili, famili paramyxoviridae. Virus ini menjadi tidak
aktif bila terkena panas, sinar, pH asam, ether, dan trypsin
dan hanya bertahan kurang dari 2 jam di udara terbuka.
Virus campak ditularkan lewat droplet, menempel dan
berbiak pada epitel nasofaring
Virus ini masuk melalui saluran pernafasan terutama bagian
atas, juga kemungkinan melalui kelenjar air mata. Dua
sampai tiga hari setelah invasi, replikasi dan kolonisasi
berlanjut pada kelenjar limfe regional dan terjadi viremia
yang pertama. Virus menyebar pada semua sistem
retikuloendotelial dan menyusul viremia kedua setelah 5-7
hari dari infeksi awal
Patofisiologi
Pada stadium prodromal terdapat hiperplasia jaringan limfe.
Distribusi yang luas dari giant cell multinuklear (sel
retikuloendotel Warthin-Finkeldey) akibat fusi-fusi sel dan
inklusi intranuklear terlihat dalam jaringan limfoid di
seluruh tubuh (limfoid, tonsil, terutama appendix). Keadaan
tersebut terjadi selama masa inkubasi, biasanya 9-11 hari
Sebagai reaksi terhadap virus, terjadi proses peradangan
epitel saluran pernafasan, konjungtiva dan kulit yang mana
terbentuk eksudat yang serous dan proliferasi sel
mononukleus dan beberapa sel polimorfonukleus di sekitar
kapiler
Respon imun ini diikuti dengan manifestasi klinis berupa
demam tinggi, anak tampak sakit berat dan ruam yang
menyebar ke seluruh tubuh, tampak suatu ulsera kecil pada
mukosa pipi yang disebut bercak Koplik, merupakan tanda
pasti untuk menegakkan diagnosis.
Ruam pada kulit terjadi sebagai akibat respon delayed
hypersensitivity terhadap antigen virus, sebagai hasil
interaksi sel T imun dan sel yang terinfeksi virus dalam
pembuluh darah kecil dan berlangsung sekitar 1 minggu.
Kejadian ini tidak tampak pada kasus yang mengalami
defisit sel T 4. Pada kulit, reaksi terutama terjadi di sekitar
kelenjar sebacea dan folikel-folikel rambut.
Pencegahan
Pencegahan dapat dilakukan dengan melalui tindakan
Health Promotion, baik pada hospes maupun lingkungan
dan perlindungan khusus terhadap penularan.
Pencegahan Penularan

• Health Promotion terhadap host.


• Pencegahan virus campak menular melalui percikan air
ludah penderita campak
• Mengisolasi setelah muncul rash pada 4 hari kontak agar
mencegah penularan.
Pencegahan Penyakit

• Bila terjadi kontak dengan penderita campak dibawah 3


hari Langsung memberikan imunisasi campak dapat
memberikan kekebalan apabila belum timbul gejala
penyakit
• Bila terjadi kontak dengan penderita campak setelah 3-6
hari Memberikan imuno globulin 0,25ml/kgBB.Pada
individu immuno compromized yang diberikan adalah
imuno globulin 0,5ml/kgBB dengan dosis maksimal 15
ml atau IGIV 400mg/kgBB.
Imunisasi

Vaksin campak yang mengandung virus yang dilemahkan


adalah vaksin pilihan digunakan bagi semua orang yang
tidak kebal terhadap campak, kecuali ada kontraindikasi
Vaksin MMR harus diberikan sekalipun ada riwayat infeksi
campak, gondongan atau imunisasi campak.9 Tidak ada
efek imunisasi yang terjadi pada anak yang sebelumnya
telah mendapat imunitas terhadap salah satu atau lebih dari
ketiga penyakit ini. Pada populasi dengan insidens yang
tinggi pada infeksi campak dini, imunisasi MMR dapat
diberikan pada usia 9 bulan.
Indikasi lain pada pemberian vaksin MMR adalah anak
dengan penyakit kronik seperti kistik fibrosis, kelainan
jantung bawaan, kelainan ginjal bawaan, gagal tumbuh,
sindrom Down, anak berusia 1 tahun ke atas yang berada di
lembaga pengasuh anak atau sekolah bermain, anak yang
tinggal di lembaga cacat mental
Jadwal imunisasi
Cakupan imunisasi campak
Salah satu tujuan imunisasi adalah menurunkan angka
kematian dan kesakitan yang ditimbulkan oleh penyakit.
Tujuan tersebut dapat dicapai dengan pelaksanaan program
imunisasi rutin dan kegiatan tambahan imunisasi
Kesimpulan
Rubella merupakan suatu penyakit virus yang umum pada
anak dan dewasa muda, yang ditandai oleh suatu masa
prodromal yang pendek, pembesaran kelenjar getah bening
servikal, suboksipital dan postaurikular, disertai erupsi yang
berlangsung 2-3 hari
Tanda-tanda dan gejala Infeksi rubella dimulai dengan
adanya demam ringan selama 1 atau 2 hari, dan kelenjar
getah bening yang membengkak dan perih, biasanya di
bagian belakang leher atau di belakang telinga. Pada hari
kedua atau ketiga, bintik-bintik (ruam) muncul di wajah
dan menjalar ke arah bawah
Di saat bintik ini menjalar ke bawah, wajah kembali bersih
dari bintik-bintik. Bintik-bintik ini biasanya menjadi tanda
pertama yang dikenali oleh para orang tua. Diagnosis pasti
ditegakkan dengan pemeriksaan serologik yaitu adanya
peningkatan titer antibodi 4 kali pada hemaglutination
inhibition test (HAIR) atau ditemukannya antibodi Ig M
yang spesifik untuk rubela
Campak adalah suatu penyakit akut yang sangat menular
yang disebabkan oleh virus. Di Indonesia, campak masih
menempati urutan ke-5 dari 10 penyakit utama pada bayi
dan anak balita (1-4 tahun). Pencegahan dapat dilakukan
dengan melalui tindakan Health Promotion, baik pada
hospes maupun lingkungan dan perlindungan khusus
terhadap penularan.
Vaksin Campak diberikan pada bayi berusia 9 bulan secara
subkutan maupun intramuskular di otot deltoid lengan atas
dan dilanjutkan pemberian vaksin kembali pada saat anak
masuk SD (program BIAS). Apabila anak telah mendapat
imunisasi MMR pada usia 15-18 bulan dan ulangan
imunisasi pada umur 6 tahun maka ulangan campak pada
saat masuk SD tidak diperlukan.