Anda di halaman 1dari 23

PENDAHULUAN

Dari seluruh kunjungan emergensi, 1% diantaranya


adalah kasus kejang. Kejang merupakan tanda
awal penyakit yang serius dan dapat berkembang
menjadi status epileptikus.

Hampir 10-12% status epileptikus merupakan


kejang yang pertama kali dialami bayi dan anak
(sering pada usia ≤ 3 tahun).
KEJANG
KEJANG adalah lepasnya muatan listrik
berlebihan di sel neuron otak yang terganggu
fungsinya akibat kelainan anatomi, fisiologi,
biokimia atau gabungannya.
PERBEDAAN ANTARA KEJANG DAN
SERANGAN YANG MENYERUPAI KEJANG

• Tidak dapat diprovokasi


• Timbul kapan saja dan dimana saja
KEJANG • Dengan tahanan, kejang tidak berhenti
• Pada kejang umum, anak tidak sadar
• Sering disertai dengan sianosis

• Dapat diprovokasi
MENYERUPAI • Timbul pada kondisi tertentu
• Dengan tahanan, kejang berhenti
KEJANG • Anak tetap sadar
KLASIFIKASI KEJANG

• Kejang fokal sederhana


• Kejang parsial kompleks
• Kejang parsial yang menjadi umum
PARSIAL

• Absence
• Mioklonik
• Klonik
• Tonik

UMUM • Tonik-Klonik
• Atonik
PATOFISIOLOGI
PENDEKATAN DIAGNOSIS
KEJANG PADA ANAK

KEJANG
DISERTAI
TANPA DEMAM
DEMAM
EPILEPSI +
INFEKSI KELAINAN
INFEKSI SSP EPILEPSI TUMOR
EKSTRA METABOLIK
KRANIAL
PEMERIKSAAN RANGSANG
MENINGEAL

Kaku Kuduk
Kernig Sign
Burdzinski Sign
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Darah perifer lengkap, dan kultur darah

Glukosa, kalsium, natrium, kalium, dan


magnesium serum

Kimia darah, skrining zat toksik

Pungsi lumbal

CT SCAN, MRI, EEG

Analisa gas darah


DIAGNOSIS BANDING INFEKSI SSP
ENSEFALITIS MENINGITIS MENINGITIS
MENINGITIS
KLINIS/LAB HERPES BAKTERIAL/ SEROSA ABSES OTAK
SEROSA VIRUS
SIMPLEKS PURULENTA TUBERKULOSA
Awitan Akut Akut Kronis Akut Akut
Demam < 7 hari < 7 hari > 7 hari < 7 hari > 7 hari
Fokal / Umum Umum Umum Umum Fokal / Umum
Tipe kejang
Singkat / Lama Singkat Singkat Singkat Singkat
Apatis – Apatis – Somnolen –
Kesadaran Sadar – Apatis Sadar
Somnolen Somnolen Sopor
Pemulihan Lama Cepat Lama Cepat Cepat
Tanda rangsang
- ++ / - ++ / - +/- -
meningeal
Tekanan Sangat Sangat
Meningkat Normal Meningkat
intracranial meningkat meningkat
Paresis +++ / - +/- +++ - -
Jernih Keruh / opalesen Jernih / Xanto
Jernih
Pungsi lumbal Normal / Segmenter / Limfositer / Kontraindikasi
Normal
Limfositer Limfositer Segmen
Etiologi Virus HS Bakteri M. Tuberkulosis Virus Bakterial
Terapi Antivirus Antibiotik Anti TBC Simtomatik Antibiotik
KEJANG
< 5 menit
• Sebagian besar berhenti sendiri
>5 menit
• Kemungkinan menjadi status epileptikus
• Kejang berulang akan memicu kejang selanjutnya
15 menit
• Kejang lama

30 menit
• Status epileptikus
60 menit
• Status epileptikus refrakter
• Perlu perawatan ICU
10
STATUS EPILEPTIKUS

STATUS EPILEPTIKUS adalah bangkitan kejang yang

terjadi terus menerus ≥30 menit berupa bangkitan

fokal/umum, konvulsi/nonkonvulsi, ATAU dalam 30

menit terjadi beberapa kali bangkitan tanpa ada

pemulihan kesadaran diantara bangkitan.


KLASFIKASI STATUS EPILEPTIKUS

FOKAL / PARTIAL
UMUM / GENERAL

• KONVULSIF • Sederhana
• Tonik klonik • Kompleks
• Tonik
• Klonik
• Mioklonik
• NON -
KONVULSIF
• Absence
KEADAAN YANG MENDASARI
STATUS EPILEPTIKUS
KEADAAN KEADAAN
AKUT KRONIK
Ensefalopati (gangguan
Malformasi otak
elektrolit)

Ensefalitis Sindrom neurokutan

Meningitis Pasca trauma kepala

Perdarahan intrakranial Epilepsi


PENATALAKSANAAN
KEJANG & STATUS EPILEPTIKUS PADA
ANAK

PREHOSPITAL Diazepam rektal (0,5 mg/kgbb)


<5 kg : 2,5 mg
5-10 kg : 5 mg
>10 kg : 10 mg
Pemberian diazepam rektal
dapat diulang 2x dengan
interval 5 menit.
HOSPITAL
Tanda vital, ABC
Jalur intravena dengan NaCl 0,9%
LINI I Diazepam 0,3-0,5 mg/kgBB i.v*
Jika telah didiagnosis status
Ambil darah untuk pemeriksaan sesuai indikasi
epileptikus, pemberian diazepam i.v
hanya 1 kali, dilanjutkan LINI II
Diazepam 0,3-0,5 mg/kgBB i.v kec. 1 mg/menit

Fenitoin 20 mg/kgBB dalam NaCl 0,9% bolus i.v lambat kecepatan


LINI II 1 mg/kgBB/menit, atau 50 mg/menit. Kejang (+) dapat diulang 10
mg/kgBB

12 jam kemudian diberikan


Fenitoin rumatan 4-8 mg/kgBB/hari
dibagi 2 dosis

Fenobarbital 20 mg/kgBB kecepatan <50 mg/menit

12 jam kemudian diberikan


Fenobarbital rumatan 4-8 mg/kgBB/hari
Pemberian midazolam
dibagi 2 dosis dilakukan di ruang
intensif, atau di ruang rawat inap dengan
Midazolam 0,15 mg/kgBB bolus i.v dilanjutkan dengan infus 1-2 mikrogram/kgBB/menit,
pemantauan TTV.
titrasi setiap 15 menit hingga kejang teratasi*** Dihentikan setelah 24 jam bebas kejang.
OBAT YANG SERING DIGUNAKAN DALAM
PENGHENTAN KEJANG
DIAZEPAM FENITOIN PHENOBARBITAL MIDAZOLAM
Dosis inisial 0,3 – 0,5 mg/kgBB 20 mg/kgBB 20 mg/kgBB 0,2 mg/kgBB bolus
0,02 – 0,1 mg/kgBB
drip
Maksimum 10 mg 1000 mg 1000 mg -
dosis awal
Dosis ulangan 5 menit, dapat Bila kejang berhenti, Bila kejang berhenti, 10 – 15 menit
diulang 1 kali kejang kembali 10 kejang kembali 10
mg/kgBB mg/kgBB

Lama kerja 15 menit – 4 jam Sampai 24 jam Sampai 24 jam 1 – 6 jam

Pemberian IV, rektal IV perlahan IV atau IM IV perlahan


kecepatan kecepatan 0,2
50mg/menit, mcg/menit dan titrasi
diencerkan dengan infus 0,4 –
0,6 mcg/kg/menit
Catatan Dilanjutkan dengan Hindarkan Monitor tanda vital
fenitoin atau AED pengulangan
sebelum 48 jam
Efek samping Somnolen, ataxia, Bingung, depresi Hipertensi, depresi Hipotensi, depresi
depresi napas napas napas, aritmia napas
STATUS
Kejang yang tidak
EPILEPTIKUS respons dengan
REFRAKTER diazepam, fenitoin dan
fenobarbital atau kejang
yang berlangsung selama
60 menit meskipun
sudah mendapat terapi
adekuat.
PROTOKOL PENGGUNAAN MIDAZOLAM
PADA SE REFRAKTER
• Rawat di PICU, intubasi dan berikan ventilasi
• Midazolam bolus 0,2 mg/kg (perlahan),
kemudian drip 0,02-0,4 mg/kgbb/ jam
• Rumatan fenitoin dan fenobarbital tetap
diberikan
• Dosis midazolam diturunkan bila terdapat
gangguan kardiovaskuler
• Infus di tapering bila 12 jam tidak terlihat
kejang
PROGNOSIS

Prognosis tergantung pada penyakit yang mendasarinya, lama


dan pengobatan yang diberikan.

• Angka kematian 3,6% - 11%


• Kerusakan otak yang permanen 4 – 30%
• Epilepsi 4 – 40%
• Gangguan kognitif 0-83% (Raspall,2006)
T E R I M A
K A S I H
OBAT ANTI EPILEPSI
OBAT SEDIAAN DOSIS PENGOBATAN EFEK SAMPING
KARBAMAZEPIN Tablet 100mg ; 200 10 – 25 Pilihan pertama Ruam kulit, sindrom
mg ; 400 mg mg/kgBB/hari untuk epilepsy steven Johnson,
Sirup 100 mg/5ml Dibagi 3 dosis parsial dan umum diskrasia darah,
tonik-klonik. Dapat pengelihatan ganda,
memperburuk nausea, sakit kepala.
bangkitan mioklonik
dan absens.
ASAM VALPROAT Tablet 100 mg ; 200 20 – 60 Pilihan pertama Ruam kulit,
mg mg/kgBB/hari untuk epilepsy gangguan fungsi
Sirup 250mg/5 ml Dibagi 2 – 3 dosis umum tonik-klonik, hati akut,
parsial, dan absens. pankreatitis akut,
diskrasia darah, BB
dan nafsu makan ↑,
sebaiknya tidak
digunakan untuk
usia <2 tahun
ETOSUKSIMID Kapsul 250 mg 15 – 35 mg/kgBB/hari Efektif untuk Nausea, sakit
Dibagi 2 dosis epilepsy absens kepala,dan
mengantuk
KLOBAZAM Tablet 10 mg 0,25 mg/kgBB/hari Pilihan kedua Sedasi, iritabel, dan
Dibagi 2 dosis epilepsy umum depresi
tonik-klonik dan
parsial
OBAT ANTI EPILEPSI
OBAT SEDIAAN DOSIS PENGOBATAN EFEK SAMPING

KLONAZEPAM Tablet 0,5 mg ; 2 mg <1 tahun: 0,1 – 0,3 Pilihan kedua Sedasi, hipereksresi
mg/kgBB/hari epilepsy umum saluran respiratori,
>1 tahun: 0,3 – 1 tonik-klonik, parsial, lesu
mg/kgBB/hari mioklonik, sindrom
Dibagi 2 – 3 dosis Lennox-Gastaut,
sindrom West.

TOPIRAMAT Tablet 25 mg ; 50 mg 6 – 9 mg/kgBB/hari Direkomendasikan BB ↓, sakit kepala,


; 100 mg Dibagi 2 dosis untuk epilepsy mengantuk, resiko
Sprinkle capsule 15 parsial, umum, dan batu ginjal ↑,
mg ; 25 mg ; 50 mg mioklonik berat. flushing

FENOBARBITAL Tablet 15 mg ; 30 mg 4-8 mg/kgBB/hari Efektif untuk Ruam kulit,


; 60 mg Dibagi 2 dosis epilepsy umum mengantuk, sedasi,
tonik-klonik, parsial, hiperaktif, gangguan
kejang pada fungsi kognitif yang
neonatus, dan status menetap (IQ ↓)
epileptikus
PERUBAHAN FISIOLOGI PADA KEJANG

<30 MENIT ≥30 MENIT ≥60 MENIT

TEKANAN Meningkat Menurun Hipotensi


DARAH

PaO2 Menurun Menurun Hipoksia

PaCO2 Meningkat Meningkat Hiperkapneu

CAIRAN Meningkat Meningkat Edema Paru


DALAM PARU

TEMPERATUR Meningkat 1⁰ Meningkat 2⁰ Hiperpireksia