Anda di halaman 1dari 23

TEORI KEPRIBADIAN

ALFRED ADLER

LAELA MAHMUDAH (1617101020)


MISTRIANINGSIH (1617101025)
MUFTI WAHYU KHABIBAH (1617101026)

BIMBINGAN KONSELING ISLAM


INSTITUT AGAMA ISLAM NEGERI PURWOKERTO
 Alfred Adler’s Biography
 Lahir di Wina, Austria, 7 Februari 1870. Ayahnya
bernama Leopold seorang pedagang gandum yang
sukses. Kuliah di Universitas Wina pada tahun 1895
dibidang oftalmologi. Kemudian dia pindah ke bidang
psikiatri.
 Dan menjadi profesor psikologi kedokteran di Long
Island College of medicine di New York pada tahun
1932. Kemudian Adler menikah dengan perempuan
kaya dari Rusia yang bernama Raissa Epstein dan dari
pernikahannya itu mereka dikaruniai 4 orang anak.
Salah satu anak Adler meneruskan kerja ayahnya di
bidang psikologi individu. Adler wafat pada 28 Mei
1937 karena serangan jantung.
 Di tahun 1907,
 Adler menerbitkan essainya yang
sekarang terkenal “Study of Organ
Inferiority and Its Physical
Compensation”. Di esai ini Adler
mengajukan ide kalau manusia
sangat rentan dari serangan penyakit
di organ-organ tubuhnya yang
kurang begitu berkembang, atau
‘inferior” ketimbang organ-organ
lainnya.
Di tahun 1910, Adler mengubah penekanannya
dari inferioritas organ menjadi inferioritas subjektif
yang disebutnya perasaan-perasaan inferioritas.
Adler memperhatikan kalau semua manusia
memulai hidupnya dengan perasaan-perasaan
inferioritas tertentu karena kita sepenuhnya
bergantung pada orang dewasa untuk bisa
bertahan hidup. Setiap orang memiliki perasaan
lemah (feminita) dan sebuah dorongan untuk
menjadi kuat (maskulinitas).
 Filsafat “seandainya” Vaihinger
 Di tahun 1911, Hans Vaihinger 1852-1933
menerbitkan The Philosophy of ‘As If’ : A system of
the Theoretical, Practical, and Religious Fictions of
Mankind. Hans Vaihinger membuat premis utama
dalam bentuk fiksi. Vaihinger menklaim kalau
sebagian besar komunikasi antar manusia mustahil
dilakukan tanpa menggunakan fiksi-fiksi ini ;
“kebanyakan frasa-frasa tentang keintiman sosial
adalah fiksi, namun (mereka adalah) fiksi-fiksi yang
dibutuhkan, tanpanya tipe-tipe keintiman sosial akan
mustahil di raih” (hlm.83). Bagi Vaihinger, istilah fiksi
bukanlah sebuah pelecehan selain merujuk pada
penemuan yang menguntungkan.
Tujuan-tujuan fiksi dan gaya hidup

 Adler adalah pengikut Vaihinger secara antusias


dan menjadikannya salah satu bagian penting
teorinya. Akan tetapi, Adler mengaplikasikan ide
tentang fiksi bagi kehidupan individual kita. Setelah
dipasangkan dengan perasaan-perasaan
inverioritas, pandangan dunia anak akan
menentukan tujuan finalnya disebut Adler Finalisme
fiksi dan juga menentukan gaya hidup mereka.
Minat sosial

 Minat sosial menurut Adler adalah sebuah kebutuhan


bawaan semua manusia untuk hidup dalam kondisi yang
harmonis dan penuh persahabatan dengan orang lain,
dan yang teraspirasikan menuju pengembangan suatu
masyarakat yang sempurna. Pencapaian suatu
masyarakat yang sempurna adalah pengganti
kesempurnaan individu sebagai motif utama didalam teori
Adler. Sebuah minat sosial yang berkembang dengan baik
berkaitan hampir dengan semua aspek hidup semua
individu manusia.
Gaya hidup yang keliru

 Adler mengelompokkan 4 tipe kepribadian berdasarkan minat sosial


diantaranya

 Tipe Dominan Pengatur

 Tipe bergantung peminat

 Tipe penghindar

 Tipe yang bermanfaat secara sosial


Diri yang kreatif

 Lewat konsepnya tentang diri yang kreatif ini, Adler


menyatakan bahwa manusia bukan resipien pasif
pengaruh-pengaruh lingkungan atau genetiknya.
Sebaliknya, setiap orang bebas untuk bertindak menyikapi
pengaruh-pengaruh ini dan memadukan sejauh yang dia
inginkan. Jadi tidak ada 2 orang yang sama persis bahkan
meski racikan kepribadian mereka sama persis.
Bagi Adler, kepribadian pada esensinya diciptakan
oleh diri. Manusia menentukan makna hidup mereka
berdasarkan persepsi-persepsi mereka tentang dunia,
diri mereka sendiri dan orang lain. Dari perspektif
yang seperti ini pada esensinya segaris dengan kaum
eksistensialis.
Strategi pengamanan diri

 semua individu neurotic umunya “berpusat ke diri sendiri”,


didorong oleh kekhawatiran terhadap pemaknaan mereka sendiri
akan rasa aman dan superioritas. Adler yakin, mereka akan
menggunakan suatu cara untuk bisa melindungi sekecil apapun
penghargaan diri dan ilusi superioritas mereka yang dihasilkan
gaya hidup keliru mereka itu, disebut strategi pengaman. Adler
menjelaskan ada 3 kategori strategi pengaman yaitu:
 Berdalih
Strategi pengaman ini terdiri atas dalih-dalih “ya, tetapi….” Dan
“jika saja...” yang melindungi lemahnya rasa keberhargaan diri dan
menipu individu neurotic lebih jauh, juga orang-orang di sekitarnya,
untuk meyakini kalau mereka lebih bernilai daripada yang terlihat.
 Agresi
Menurut Adler, individu neurotik dapat juga menggunakan agresi
untuk melindungi rasa superioritas dan penghargaan-diri mereka yang
berlebihan. Agresi neurotik dapat mengambil satu dari tiga bentuk
berikut: depresiasi, penuduhan, dan p[enuduhan diri.
 Menjauhkan
Menurut Adler, kaum neurotik sering kali lari dari persoalan hidup
dengan menjauhkan diri. Adler mendiskusikan beberapa cara di mana
penderita neurotic melakukan hal berikut: mundur ke belakang,
berdiam diri, ragu-ragu, membuatb penghalang baru, mengalami
kecemasan, dan cenderung mengisolasi diri.
Pandangan Adler tentang bawah sadar

 Pengalaman yang sesuai dengan kepribadian dapat


dipertimbangkan secara sadar; sedangkan pengalaman yang tidak
sesuai tidak dapat dimengerti. Kalau begitu, bagi Adler persesuaian
dengan kepribadian menentukan perbedaan antara pengalaman
sadar dan tidak. Jika kepribdian seseorang berubah, seperti yang
diharapkan bakal terjadi di dalam terapi, banyak pengalaman
yang sebelumnya tidak terpahami jadi bisa dimengerti.
Tujuan psikoterapi

 Pribadi sehat memiliki minat sosial yang berkembang baik, pribadi

yang tidak seht tidak memilikinya. Pasien, lewat bantuan terapis,

mencari gaya hidup baru yang mengandung minat sosial dan

karenanya menjadikan dirinya lebih fungsional.


Terapis Adlerian yakin bahwa setiap pemahaman apa pun

yang diperoleh mestinya bisa dijelaskan sejernih dan

segamblang mungkin agar bisa dimengerti dan diterima pasien

entah secara intlektual maupun emosi.


Urutan Kelahiran

 Menurut Alfred Adler, Anak Sulung menjadi focus perhatian


dan sayang orang tua sampai kemudian anak kedua lahir,
membuatnya seolah dilengserkan dari tahta. Rasa kehilangan
pada anak sulung sering kali menciptakan kepahitan hati yang
memuncu;kan banyak persoalan di fase hidupnya yang
kemudian. Adler menilai urutan kelahiran ini yang paling
bermasalah atau yang paling buruk dibandingkan yang
lainnya.
 Anak Kedua, menjadi ekstrim ambisinya karena dia terus tertantang
untuk berusaha menyamai bahkan melampaui kakaknya. Adler
menilai anak di urutan kelahiran ini yang paling baik.

 Anak Bungsu, berada berposisi kedua terburuk setelah anak sulung.


Anak ini sering kali manja dan karenanya kehilangan nyali untuk
bisa meraih sukses lewat upayanya sendiri.

 Anak Tunggal seperti anak sulung, namun ia tidak pernah


dilengserkan dari kasih sayang dan perhatian orang tyuanya oleh
hadirnya saudara. Anak Tunggal juga berpotensi mengembangkan
minat sosial yang minim, seringkali menampilkan sikap parasitic,
berharap orang lain terus menawarkan pemanjaaan dan
perlindungan untuknya.
Memori-memori awal

 Di kasus apapun, memori-memori mencerminkan interpretasi


individu terhadap pengalaman-pengalaman awalnya, dan
penginterpretasian pengalaman inilah yang membentuk
pandangan dunia, tujuan hidup dan gaya hidupnya sebagai
anak. Jadi, interpretasi.
Analisis mimpi

 Bagi Adler, mimpi selalu merupakan ekspresi atas gaya hidup


seseorang dan selalu konsisten dengannya. Namun
demikian, kemunculan mimpi menurut Adler hamper selalu
memperlihatkan kalau pemimpi tengah menjalani gaya
hidup yang keliru. Mimpi adal;ah kebalikan akal sehat.
Ringkasnya, Adler yakin jika mimpi pada umumnya
menyediakan sebuah penipuan-diri yang dibutuhkan untuk
mempertahankan gaya hidup yang keliru, karena itulah
kepribadian sehat jarang bermimpi atau tidak pernah. Karena
individu yang sehat tidak membutuhkan penipuan dri dan
karenanya tidak memerlukan dukungan irrasional dan
emosional yang di sediakan mimpi.
ADLER FREUD

Jiwa dilihat sebagai keseluruhan yang Jiwa dilihat terdiri atas bagian-bagian
terintegrasi tanpa penilaian ketat yang saling bertentangan antara satu
apalagi saling bertentangan dengan yang lain

Menitikberatkan pikiran sadar Menitikberatkan bawah sadar manusia


manusia

Tujuan-tujuan masa depan menjadi Tujuan-tujuan individu bagi masa


sumber terpenting motivasi individu depannya tidak begitu penting

Motif-motif sosial merupakan Motif-motif biologis merupakan


pendorong utama perilaku pendorong utama perilaku

Optimis terkait eksistensi manusia Pesimis terkait eksistensi manusia


ADLER FREUD

Mimpi dianalisis untuk dipelajari Mimpi dianalisi untuk mendeteksi


gaya hidup yang dijalani klien kandungan bawah sadar klien

Manusia bebas menentukan Kepribadian sepenuhnya ditentukan


kepribadian mereka sendiri oleh hereditas dan faktor lingkungan

Pentingnya aspek seksual manusia Maksimalkan pentingnya aspek


tidak signifikan seksual manusia

Tujuan terapi tidak untuk menguatkan Tujuan terapi untuk menemukan


gaya hidup yang sanggup pikiran-pikiran awal klien yang
mangakomodasi minat sosial klien direpresi
TERIMA KASIH