Anda di halaman 1dari 24

ALUMINIUM

Aluminium (Al) adalah sebuah unsur kimia.


Aluminium bukan merupakan jenis logam berat, namun merupakan elemen yang
berjumlah sekitar 8% dari permukaan bumi dan paling berlimpah ketiga.
Aluminium dapat kita lihat pada alat yang kita gunakan sehari-hari yaitu
aluminium foil, peralatan masak, kaleng DLL.
Pada abad ke-19 sebenarnya mereka sudah menemukan
aluminium, hanya saja mereka belom mengetahui proses
elektrolisis sehingga aluminium dianggap sebagai logam
langka pada jaman dahulu
Sampai pada tahun 1886, Charles Martin Hall dari
Amerika Serikat dan Paul L.T. Héroult dari Perancis,
menemukan proses elektrolisis yang sampai sekarang
membuat produksi aluminium ekonomis.
KELEBIHAN ALUMINIUM

• Penghantar listrik dan panas yang baik walaupun tidak sebaik tembaga.
• Mempunyai warna yang stabil seolah-olah tidak berkarat.
• Serbuk aluminium yang sangat halus tampak mengkilat seperti logam aslinya sehingga sering
dicampur pada minyak cat (vernis) menghasilkan cat metalik yang harganya relatif lebih
mahal dibanding cat biasa.
• Tidak bereaksi dengan asam atau bahan kimia lain yang terdapat dalam bahan makanan.
• Paduan 95% aluminium dengan 5% unsur lain seperti Cu, Mg, dan Mn dapat digunakan
menggantikan fungsi besi walaupun tidak sekuat besi.
MENGENAL ALUMINIUM
• Aluminium (atau aluminum,
alumunium, danalmunium) dalam
sistem periodik ialah unsur kimia
yang terletak pada golongan 13
periode 3. Lambang aluminium
ialah Al, dan nomor atomnya 13.
KARAKTERISTIK ALUMINIUM

• 1)Ringan : memiliki bobot sekitar 1/3 dari bobot besi dan baja, atau tembaga.
Berat jenisnya ringan (hanya 2,7 gr/cm³,sedangkan besi ± 8,1 gr/ cm³)
• 2) Kuat : terutama bila dipadu dengan logam lain, Paduan Al dengan logam
lainnya menghasilkan logam yang kuat seperti Duralium (campuran Al, Cu, mg).
• 3) Reflektif : dalam bentuk aluminium foil digunakan sebagai pembungkus
makanan, obat, dan rokok.
• 4) Konduktor panas : sifat ini sangat baik untuk penggunaan pada mesin-mesin
/ alat-alat pemindah panas sehingga dapat memberikan penghematan energi.
• 5) Konduktor listrik : setiap satu kilogram aluminium dapat menghantarkan arus
listrik dua kali lebih besar jika dibandingkan dengan tembaga. Karena
aluminium relatif tidak mahal dan ringan, maka aluminium sangat baik untuk
kabelkabel listrik overhead maupun bawah tanah.
• 6) Tahan korosi : sifatnya durabel sehingga baik dipakai untuk lingkungan yang
dipengarui oleh unsur-unsur seperti air, udara, suhu dan unsur-unsur kimia
lainnya, baik diruang angkasa atau bahkan sampai ke dasar laut.
• 7) Tak beracun : dan karenanya sangat baik untuk penggunaan pada
industry makanan, minuman, dan obat-obatan yaitu untuk peti kemas dan
pembungkus
• 8) Mudah di-fabrikasi/ dibentuk dengan semua proses pengerjaan logam.
Mudah dirakit karena dapat disambung dengan logam / material lainnya
melalui pengelasan, brazing, solder, adhesive bonding, sambungan mekanis,
PEMURNIAN ALUMINIUM

Pemurnian aluminium dapat dibagi menjadi 2 yaitu :


• Dengan Metode Bayer
• Dengan Metode Hall Heroult
METODE BAYER
PROSES PEMURNIAN ALUMINIUM

Pengolahan aluminium menjadi aluminium murni dapat dilakukan melalui proses


pemurnian dengan Metode Bayer yang merupakan sarana industri utama
pemurnian bauksit untuk menghasilkan alumina. Bauksit, bijih paling penting
dari aluminium, berisi alumina hanya 30-54%, Al2O3, sisanya menjadi
campuran dari silika (SiO2), oksida besi (Fe2O3), dan titanium dioksida (TiO2).
Caranya adalah dengan melarutkan bauksit dalam larutan natrium hidroksida
(NaOH)
SIKLUS BAYER

Proses Bayer adalah satu siklus yang sering disebut sebagai


Siklus Bayer. Ini melibatkan empat langkah:
1. Digestion (pencernaan)
2. Clarification (klarifikasi)
3. Precipitation (Pengendapan)
4. Calcination (kalsinasi)
1. DIGESTION (PENCERNAAN)

Pada langkah pertama, bauksit adalah tanah, bercampur dengan larutan natrium hidroksida
lalu dipompa ke tank bertekanan besar yang disebut digester, dikontrol dengan panas uap
175°C dan tekanan tertentu. Natrium Hidroksida bereaksi dengan mineral alumina bauksit
untuk membentuk solusi jenuh natrium aluminat, disebut juga pengotor tak larut atau lumpur
merah (RM)
Persamaan reaksi:
Al2O3 + 2OH- + 3H2O 2[Al(OH)4]-
Atau
Al2O3 + 2NaOH + 3H2O 2NaAl(OH)4
2. CLARIFICATION (KLARIFIKASI)

Pengotor tak larut atau lumpur merah (RM) tetap dalam suspensi dan
dipisahkan dengan menyaring dari kotoran padat, selanjutnya didinginkan di
exchangers panas, untuk meningkatkan derajat jenuh dari alumina terlarut, dan
dipompa menuju tempat yang lebih tinggi yaitu presipitator silolike untuk proses
precipitation (pengendapan)
3. PRECIPITATION (PENGENDAPAN)

Selanjutnya aluminium diendapkan dari filtratnya dengan cara mengalurkan gas CO2
dan pengenceran

2NaAl(OH)3 + CO2 2Al(OH)3 + Na2CO3 + H2O

Campuran dari kotoran padat disebut lumpur merah dan mengakibatkan masalah
pembuangan. Selanjutnya larutan hidroksida didinginkan, dan aluminium hidroksida
dilarutkan presipitat
4. CALCINATION (KALSINASI)

Kemudian dipanaskan sampai 1050°C (dikalsinasi), aluminium hidroksida


terurai menjadi alumina, memancarkan uap air dalam proses:
2Al(OH)3 Al2O3 + 3H2O
Dan dihasilkan aluminium oksida murni (Al2O3) yang selanjutnya menuju proses
peleburan dengan proses Hall-Heroult untuk menghasilkan material aluminium
METODE HALL HEROULT
Proses ekstraksi logam dari oksida pada umumnya
disebut sebagai peleburan. Proses Hall-Heroult
digunakan industri untuk produksi Aluminium.
Aluminium tidak dapat diproduksi oleh proses
elektrolisis air karena Hidrogen elektrokimia jauh
lebih mulia daripada Aluminium. Aluminium cair yang
dihasilkan oleh reduksi elektrolitik dari Alumina
(Al2O3) dilarutkan dalam elektrolit terutama
mengandung Cryolite (Na3AlF6).
PROSES HALL-HEROULT

Aluminium diperoleh dengan menggunakan proses


Hall-Heroult, sesuai dengan nama penemunya
Charles M. Hall (AS) dan Paul Heroult (Perancis)
pada tahun 1886. Pengolahan ini meliputi dua
tahap yakni tahap pemurnian dan tahap
elektrolisis.
TAHAP PEMURNIAN

Pada tahap ini, aluminium yang diproduksi dari bauksit yang me-ngandung besi oksida (Fe2O3)
dan silika dimurnikan dengan melarutkan bauksit tersebut ke dalam NaOH(aq). Besi oksida
(Fe2O3) yang bersifat basa tidak larut dalam larutan NaOH.
Reaksi: Al2O3 (s) + 2 NaOH(aq) →2 NaAlO2(aq) + H2O (l)
Larutan di atas kemudian diasamkan untuk mengendapkan Al(OH)3 (s). Al2O3 murni dapat
dihasilkan dengan cara pemanasan Al(OH)3, kemudian disaring akan diperoleh Al2O3.
Reaksi: NaAlO2 (aq) + HCl (aq) + H2O (l) → Al(OH)3 (s) + NaCl (aq)
2 Al(OH)3 (s) → Al2O3 (s) + 3 H2O (g)
TAHAP ELEKTROLISIS

Al2O3 (dengan titik leleh 2.030 °C) dicampurkan dengan kriolit (Na3AlF6) (untuk
menurunkan titik leleh menjadi 1.000 °C). Larutan Al2O3 dalam kriolit
dielektrolisis menggunakan karbon sebagai katode dan anode.
Reaksi: Anode : batang karbon
3 O2– (l) → O2 (g) + 6 e–
Katode : bejana besi yang dilapisi karbon
2 Al3+ (l) + 6 e–→2 Al (l)
Al2O3 yang dihasilkan dapat dimanfaatkan sebagai berikut.
1. Untuk meruntuhkan bangunan yang terbuat dari besi atau baja. Hal ini disebabkan
pembentukan Al2O3 yang sangat eksoterm (menghasilkan suhu 3.000 °C), sehingga
mampu mengikat oksigen dari oksida logam lain.
2. Jika Al2O3 bercampur dengan logam transisi akan terbentuk permata berwarna-
warni, seperti:
Rubi, permata berwarna merah terbentuk dari Al2O3 dan Cr3+.
Safir, permata berwarna biru terbentuk dari Al2O3, Fe2+ dan Ti4+.
Topaz, permata berwarna kuning terbentuk dari Al2O3 dan Fe2+.
Ametis, permata berwarna cokelat-keunguan terbentuk dari Al2O3 dan Mn3+.
TERIMA KASIH