Anda di halaman 1dari 18

GENESA BAHAN GALIAN

BENTONIT
Bentonit adalah istilah pada lempung yang mengandung
monmorillonit (Na. Ca)0,33 (Al.Mg)12 Si4O10 (OH)2
nH2O, bersifat Lunak (kekerasan 1 skala Mohs),berat
jenis antara 1,7-2,7, mudah pecah, terasa
berlemak,mempunyai sifat mengembang apabila terkena
air.
Bentonite dikenal di Indonesia dengan nama
cadas(batuan lempung), yang terdapat di permukaan
bumi dan di bawah tanah (di bawah tanah antara 0.5 M
s/d 2.5 M) dan biasanya di daerah perbukitan dan
pegunungan.
A. GENESA BENTONIT
Mula terjadinya Bentonit secara umum dapat
dikelompokkan menjadi empat jenis endapan
yaitu hasil endapan dari proses pelapukan,
hydrothermal, devitrifikasi dan endapan sedimen.
 Pelapukan : Pembentukan endapan bentonite hasil
pelapukan terbentuk akibat proses pelapukan dari
mineral-mineral penyusun batuan yang dipengaruhi
oleh iklim, jenis batuan, relief muka bumi, tumbuh-
tumbuhan yang berada diatas batuan tersebut.

Faktor utama yang menyebabkan terbentuknya


jenis mineral lempung dalam proses ini adalah
komposisi mineral batuan, komposisi kimia dan daya
larut air dan pembentukannya bentonite hasil dari
pelapukan akibat reaksi kimia ion-ion Hidrogen (H+)
dalam air tanah yang berasal dari asam karbon akibat
pembusukkan zat zat organik dalam tanah.
 Larutan Hydrotermal : Proses ini berlangsung
karena larutan hidrotermal yang bersifat asam
merembes melalui celah-celah rekahan pada
batuan yang dilaluinya, sehingga mengakibatkan
terjadinya reaksi antar larutan tersebut dengan
batuan itu.
Unsur-unsur alkali akan dibawa kearah luar,
sehingga selama proses itu berlangsung akan
terjadi daerah atau zona yang berkembang dari
asam ke-basa dan pada umumnya berbentuk
melingkar sepanjang rekahan dimana larutan itu
menginjeksinya.
 Endapan Trasnformasi : Proses ini bentonit dapat
terbentuk dari hasil mekanisme pengendapan debu
volkanik yang kaya akan gelas mengalami devitrifikasi
(perubahan gelas volkanik menjadi mineral lempung).
Endapan bentonite hasil transformasi/devitrifikasi
debu gunung api terjadi dengan sempurna, apabila
debu diendapkan di dalam cekungan seperti danau
atau laut, mineral gunung api lambat laun akan akan
mengalami devitrifikasi.
Sedimentasi : mineral-mineral yang
terbentuk secara sedimentasi dan tidak
berasosiasi dengan tufa adalaha
attapulgit,sepeolit, dan monmorilonit,
terbentuk dalam cekungan sedimen yang
bersifat basa dimana karbonatt,silika
pipih,fosfat laut.
SEBARAN DI INDONESIA

Endapan bentonit Indonesia tersebar di P. Jawa,


P. Sumatera, sebagian P. Kalimantan dan P.
Sulawesi, dengan cadangan diperkirakan lebih
dari 380 juta ton, serta pada umumnya terdiri
dari jenis kalsium (Ca-bentonit) .
Beberapa lokasi yang sudah dan sedang
dieksploitasi, yaitu di Tasik-malaya, Leuwiliang,
Nanggulan, dan lain-lain. Indikasi endapan Na-
bentonit terdapat di Pangkalan Brandan; Soro-
langun-Bangko; Boyolali.
Pekerjaan yang dilakukan dalam eksplorasi
pendahuluan atau detail antara lain pemetaan
dan pembuatan sumur uji atau pemboran.

Pemetaan : Dilakukan untuk membuat peta


topografi dan situasi daerah dalam menunjang
kegiatan eksplorasi, evaluasi endapan, dan
perencanaan penambangan. Pengukuran
dilakukan dengan alat ukur theodolith pada
area yang diinginkan dengan titik ikat ukur
yaitu titik triangulasi. Dilakukan juga penen-
tuan dan pengukuran lokasi titik bor atau
sumur uji
 Pembuatan sumur uji atau pemboran
(dengan bor tangan atau bor mesin) adalah untuk
mengetahui sebaran endapan secara lateral dan
vertikal, tebal endapan, tebal lapisan tanah
penutup, struktur batuan, dan data lain melalui
pengambilan contoh, pengukuran stratigrafi
endapan, serta hasil analisis contoh tersebut di
laboratorium.
Dari hasil pemeriksaan uji conto di laboratorium
dapat diketahui kualitas dan kuantitas endapan
bentonit, penyebaran serta ketebalan tanah
penutupnya. Lalu, data tersebut dievaluasi,
sehingga dapat ditentukan nilai keekonomiannya.
SISTEM PENAMBANGAN

Berdasarkan kondisi geologi pada daerah


potensial mengandung endapan bentonit yang
umumnya terdapat dekat dengan permukaan
tanah atau ada yang sudah tersingkap akibat
proses pelapukan dan berada pada daerah
perbukitan sedang dengan variasi daerah
daratan rendah maka Metode Penambangan
yang dapat diterapkan adalah Tambang terbuka.
Tahap Pembabatan (Clearing)

Pada tahap ini pekerjaan yang dilakukan


adalah pembersihan lahan misalnya
pembuatan jalan masuk tambang,
pembuatan parit air untuk menyalurkan air
yang akan keluar dari tambang, menuju
daerah yang relatif rendah, penebangan
pohon-pohon besar dan kecil,dsb.
Tahap Perintisan (Pioneering)

Pada tahap ini pekerjaan ini hal yang penting


adalah pembuatan dan perencanaan jalan
masuk dan jalan keluar tambang. Tujuannya
adalah untuk memperlancar kegiatan
penambangan terutama kelancaran alat
mekanis yang akan bekerja secara optimal.
Tahap Pengupasan Tanah Penutup
(Stripping)

Pada tahap ini perkerjaan yang dilakukan


adalah pengupasan lapisan tanah penutup
dan langsung memindahkan pada tempat
yang telah disediakan.
Hasil pengupasan tanah penutup ini jika
diperlukan dapat dibuang pada daerah bekas
penambangan sebagai upaya menjaga lahan
agar tetap seimbang demi kelestarian
lingkungan.
Tahap pembongkaran (Loosening)
Pada tahap ini dapat juga dikatakan sebagai
tahap kegiatan penambangan dimana
endapan bahan galian bentonit yang telah
muncul ke permukaan bumi digali oleh alat
mekanis maupun alat tradisional.

Tahap Pemuatan (Loading)


Bentonit yang telah digali dan dimuat
selanjutnya diangkut dengan Dump Truck
menuju ke tempat penampungan sementara
(Stock Pile) maupun langsung menuju
gudang yang telah disediakan. P
Tahap Pengangkutan
Pada tahap ini pekerjaan yang dilakukan
adalah mengangkut bahan galian ke tempat
yang telah disediakan baik stock pile
maupun gudang. Peralatan mekanis yang
lazim dipakai adalah Dump Truck dengan
berbagai variasi daya angkutnya.
CARA PENGOLAHAN
Hasil penggalian endapan bentonit dari
tambang berupa bongkah-bongkah, (raw
material) diangkut dengan truk ke pabrik
untuk diolah melalui beberapa tahapan
proses, yaitu penghancuran, pemanasan,
penggilingan dan pengayakan.
Adapun proses meningkatkan Mutu yaitu
proses Pengaktifan dan Proses Penurunan
ion.
KEGUNAAN DAN PEMANFAATAN
BENTONIT
Bidang Industri
Digunakan sebagai Lumpur Bor
Pengecoran Logam
Bahan pencuci atau pemutih
 Perdagangan Katalis dan Pemurnian Minyak

Bidang Konstruksi :
 Untuk menunjang kekuatan dinding diafragma dan
tembok/fondasi yang masuk ke dalam tanah
Penahan atau pengisi lubang, celah dan pori-pori batuan atau
formasi di sekitar dinding atau tembok/fondasi.