Anda di halaman 1dari 11

QBL 1 – FORENSIK

ODONTOLOGI

Rivandy Holil
1506730281 / Forensik C
FORENSIK ODONTOLOGI

Cabang ilmu kedokteran gigi yang didalamnya termasuk kepada

pengumpulan data, evaluasi, pembelajaran, serta interpretasi bukti –

bukti yang didapat dari gigi korban / bukti dari sekitar rongga mulutnya

guna untuk mengidentifikasi dan mengenali identitas subjek / korban


SEJARAH FORENSIK ODONTOLOGI

• 1453  Kasus identifikasi dental pertama dengan korban Earl Shrewburry

• 1775  Dr. Paul Revere, forensic odontologist pertama, mengidentifikasi jenazah


berdasarkan protesa yang dibuatnya

• 1849  Temuan pertama indentifikasi: dibuktikan dengan adanya mahkota gigi dari
sisa-sisa korban yang hangus terbakar

• 1850  Dr. John Webster dihukum karena pembunuhan berdasarkan bukti dental
dari dirinya

• 1884  Pembacaan artikel oleh R. Reid tentang identifikasi kejahatan dengan


menggunakan bukti dental kepada BDA (British Dental Association)
SEJARAH FORENSIK ODONTOLOGI

• 1887  Seorang yang bernama Gordon di Paris menyarankan untuk menggunakan


catatan gigi yang disimpan oleh dokter gigi untuk identifikasi orang hilang

• 1898  Dr. Amoedo (Father of Forensic Odontology) mempublikasikan tesisnya


mengenai betapa pentingnya ilmu kedokteran gigi khususnya bidang forensic
odontology guna keperluan medikolegal

• 1932  Penggunaan sidik bibir untuk tujuan identifikasi seseorang disarankan oleh
Edmond Locard

• 1937  Terdapatnya bukti “bite mark” pada korban yang akhirnya digunakan
sebagai bukti bersalah pada kasus percobaan pembunuhan
SEJARAH FORENSIK ODONTOLOGI

• 1946  Disortirnya 500 rekam medik kedokteran gigi oleh Welty dan Glasgow
dengan menggunakan program komputer

• 1963  Adanya temuan berupa mata, tangan, telinga, kulit kepala serta gigi – gigi
yang dilepas dari korban yang ditemukan oleh J. Taylor

• 1967  Linda Peacock memiliki bukti gigitan dan bukti2 lain yang menunjukkan
bukti kasus pembunuhan seorang pemuda

• 1972  INFORM (International reference organization in forensic medicine and


science) menerbitkan ringkasan mengenai 1016 referensi mengenai identifikasi
dental dan odontology forensic yang dirangkum oleh Dr.William
SEJARAH FORENSIK ODONTOLOGI

• 1973  Perkembangan cabang ilmu forensik odontologi dalam aspek teknik


laboratorium dan hasil kualitas foto yang dapat digunakan sebagai bukti yang
semakin memperkuat identifikasi, evaluasi, serta interpretasi oleh tenaga ahli di
bidang forensik odontologi.
SEJARAH FORENSIK ODONTOLOGI
RUANG LINGKUP FORENSIK ODONTOLOGI

1. Non pengadilan:
 Identifikasi bagian tubuh yang ditemukan dari potongan sisa / fragmennya
(biasanya bagian gigi, rahang, atau sekitar jaringan keras rongga mulut)
 Identifikasi korban pada bencana / kecelakaan untuk kepentingan identitas
keluarga / klaim asuransi
 Identifikasi orang yang masih hidup namun hilang ingatan

2. Pengadilan:
 Identifikasi dengan menggunakan bukti berupa gigi geligi dalam menentukan
korban / pelaku tindak pidana pada orang yang hidup / mati
 Identifikasi “bite marked” pada tersangka atau korban
RUANG LINGKUP FORENSIK ODONTOLOGI

3. Penelitian:
 Menentukan golongan darah korban
 Estimasi usia korban
 Menentukan ras korban
 Perkiraan jenis kelamin
 Perkiraan kejadian insiden kematian
RUANG LINGKUP FORENSIK ODONTOLOGI

Berdasarkan Kaur:
• Rekam medik dental sebagai dokumen legal
• Identifikasi dental / gigi geligi
• Identifikasi bencana massal
• Susunan / profil DNA
• Cheiloscopy dan palatoscopy
• Perkiraan umur dan jenis kelamin
• Rekonstruksi perkiraan gambaran wajah dan superimposisi
• Bukti gigitan / bite marked
SUMBER REFERENSI

• Luntz LL. History of Forensic Dentistry. The Dental Clinics of North America 1997
• Standish SM, Stimson PG. The scope of Forensic Dentistry. The Dental Clinics of North
Amerika 1997
• https://www.republika.co.id/berita/koran/news-update/15/01/28/nivi0a14-ristek-
gigi-jadi-faktor-penting-identifikasi-korban-pesawat-air-asia