Anda di halaman 1dari 33

GIZI KERJA

OLEH : Ir. ENNY HERAWATI, MM


GK: SNI 2004

 DEFINISI
DAN RUANG LINGKUP
 KECUKUPAN GIZI KERJA

 TAKSIRAN KEBUTUHAN BAHAN


MAKANAN Dg BAHAN PENUKAR
 PENGARUH LINGKUNGAN KERJA

 PROGRAM PENYELENGGARAAN GIZI


KERJA
 PENCEGAHAN KERACUNAN MAKANAN
Definisi dan Ruang Lingkup

 GIZI KERJA
adalah : nutrisi / gizi yang diperlukan oleh tenaga
kerja untuk memenuhi kebutuhan sesuai dg jenis
pekerjaan dan beban kerja
 TUJUAN:

Tingkat Kesehatan
Produktivitas
Definisi
Definisi dandan
RuangRuang
Lingkup Lingkup
MASALAH GIZI KERJA

White colour workers (staf) :


-Over Nutrisi
-Penyakit Degeneratif

Blue colour workers (manual):


-Kurang Gizi
-Penyakit Infeksi
Definisi
MASALAH dan Ruang Lingkup
GIZI KERJA
Masalah Gizi Kerja

• RENDAHNYA KEBIASAAN MAKAN PAGI

• (-) PERHATIAN PENGUSAHA

• KURANGNYA PENGETAHUAN TK

• UANG MAKAN (-) PENYULUHAN GIZI KERJA

• BAGAIMANA, BERAPA, APA dan KAPAN MAKANAN


DIBERIKAN
Y Grafik Produktivitas kerja menurut jam, dg atau
tanpa makan
40

A
32 32 32 32 32 32
30 30
30

22 22 22 22

20 18

10 10
B
10

8 9 10 11 12 13 14 15 16
X
A.PEMBERIAN MAKANAN
B.PEMBERIAN UANG
•Peraturan Perundangan Yang Terkait

. U.U. No. 1 Tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja


. PMP No. 7 tahun 1964 tentang Syarat kesehatan, Kebersihan, serta
Penerangan Dalam Tempat Kerja
•Permennakertrans No. Per. 03/Men/1982 tentang Pelayanan Kesehatan
Kerja
•Kepmendagri No. 130-67 tahun 2002 tentang Pengakuan Kewenangan
Kabupaten dan Kota
•Instruksi Mennaker No. Ins. 03/M/BW/1999 tentang Pengawasan
Terhadap Pengelolaan Makanan di Tempat Kerja
•SE. Mennakertrans No. SE. 01/Men/1979 tentang Pengadaan Kantin
dan Ruang Makan
•SE. Dirjen Binawas No. SE. 86/BW/1989 tentang Perusahaan Catering
Yang Mengelola Makanan bagi Tenaga Kerja.

Harus terlibih dahulu mendapatkan pelatihan/penyuluhan/


hagiene,sanitasi dan gizi (SNI 19-7056-2004) kemudian
rekomendasi dari Kandepnaker setempat.

Kandepnaker /Pusat Balai Hiperkes melaksanakan pembinaan dan


monitoring
- Kantin Perusahaan / Katering /Pengelola Makanan Bagi
Tenaga Kerja.
- Pemeriksaan Kesehatan Tenaga Kerja dan Lingkungan Kerja
(Pemeriksaan Kantin Perusahaan, Katering Pengelola
Makanan Bagi Tenaga Kerja)
.Kepmenakertrans No. Kep 608/Men/1989 tentang penyimpangan
waktu kerja

.Kepmennakertrans No. Kep. 102/Men/VI/2004 tentang Waktu Kerja


Lembur dan Upah Kerja Lembur

. Kepmannakertrans No. Kep. 224/Men/2003 tentang Kewajiban


Pengusaha Yang Mempekerjakan Pekerja/Buruh Perempuan
Antara Pukul 23.00 s/d 07.00
PRODUKTIVITAS P= M X K+k >1
M+m K

= 500 x 1000 + 265


500 + 1 1000

= 1.26 > 1
KECUKUPAN GIZI KERJA

STATUS GIZI KURANG/ LEBIH ( x )

TDK BEKERJA DENGAN MAKSIMAL

PERTAHANAN TBH THD PENYAKIT -

KEMAMPUAN FISIK –

BERAT BADAN - +

BEREAKSI LAMBAN, APATIS

TIDAK TELITI

EFISIENSI DAN PRODUKTIVITAS ( ? )


KECUKUPAN GIZI KERJA

KEBUTUHAN GIZI MINIMAL SEHARI /MINIMAL DAILY


RUQUIREMENT (MDR):

KECUKUPAN GIZI SEHARI/RECOMMENDED DAILY


ALLOWANCE (RDA):
MDR + NIL TAMB /BTS KEAMANAN (BK)

BERBEDA TIAP BANGSA


KECUKUPAN GIZI KERJA

FAKTORS MENENTUKAN KEBUTUHAN GIZI

1. UKURAN TUBUH (BB & TB) – KEBUT DASAR


2. USIA
3. JENIS KELAMIN
4. KEGIATAN SEHARI-HARI:
BANYAKNYA OTOT BEKERJA &
LAMANYA
5. KONDISI TUBUH TERTENTU:
HML, MENYUSUI, SEMBUH SAKIT,
SAKIT GK
6. LINGKUNGAN KERJA:
KECUKUPAN GIZI KERJA
KECUKUPAN GIZI KERJA

1. ENERGI dg SATUAN kkal (Kal)


KH/HA, LEMAK, PROTEIN

KH/HA : ENERGI HA = 60 –70% TOTAL ENERGI SEHARI

PROTEIN : ENERGI P = 10-15 % TOTAL ENERGI SEHARI

LEMAK : ENERGI L= 20 – 25 %, MIN 15 %, MAKS 30 %

2. VIT & MINERAL: VIT B1 , A, Fe, as. Folat Kerja otot- Prod Kerja

3. AIR ,
KECUKUPAN GIZI KERJA
PERHITUNGAN KEBUT ENERGI UNTUK
MELAKSANAKAN PEKERJAAN :
1. METABOLISMA BASAL (BM):

2. ENERGI UNTUK MELAKUKAN KERJA LUAR

3. SDA

4. PHYSIOLOGY TERTENTU

5. LK
KECUKUPAN GIZI KERJA
cotoh: 1. perhari ( 24 jam)

Pekerja L umur 25, BB 62 ling kerja nyaman


- BM = 15.3 x 62 + 679 = 1627.6 Kal
- Aktifitas Ringan= 1.56 x 1627.6 Kal = 2539.1 Kal
- Intake = 2539.1 Kal + 10 % SDA + kond. Tertentu

2. per jam kerja dg INDEX KEG. KERJA TUBUH

3. Angka Kecukupan Gizi


STATUS GIZI KERJA
Dihitung berdasarkan Berat Badan Sehat dengan

1. Index Massa Tubuh ( IMT ) / Body Mass Index ( BMI )

2 2
IMT = BB / TB dlm satuan Kg / m

BB Kurus : IMT 18,5 atau kurang


BB Normal : IMT 18,5 – 24,9
Ideal : (W = 19-24 ; P = 20-25)
BB Gemuk : IMT 25,0 – 27,0
Obesitas : > 27.0

2. Rumus Brocca : BB = TB – 100 - ( 10 % x (TB – 100) )


Index Kegiatan Kerja Tubuh, Sumakmur 1986
dari Sherman H.C.
Jenis Kegiatan Kebutuhan Kalori
(Per Kg BB/Jam)
Tidur 0,98
Duduk istirahat 1,10
Membaca keras 1,50
Berdiri 1,50
Berdiri dengan perhatian 1,63
Menyulam 1,66
Menyanyi 1,74
Ahit dengan mesin 1,94
Mengetik cepat 2,00
Menyeterika 2,05
Cuci piring 2,06
Menyapu 2,41
Menjilit buku 2,43
Latihan ringan 2,43
Membuat sepatu 2,57
Menggergaji kayu 6,86
Jalan cepat 9,25
Jalan naik tangga 15,80
PENYESUAIAN MENERUT USIA :

Usia (Tahun) Presentasi

20-30 100
30-40 97
40-50 94
50-60 86.5
60-70 79
> 70 69
KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN
PERORANG PERHARI DG TINGKAT AKTIVITAS
(Sumber : Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi tahun 1998)

 Usia 20 - 59 tahun
 BB Laki-laki 62 Kg dan Wanita 54 kg

Laki-laki Wanita
Tingkat Aktivitas Energi Protein Energi Protein
(Kal) (gram) (Kal) (gram)

Kerja ringan 2.800 55 2.050 48


Kerja sedang 3.000 55 2.250 48
Kerja Berat 3.600 55 2.600 48
KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN
PERORANG PERHARI DG TINGKAT AKTIVITAS
Sumber : Standar Gizi Kerja – Depnakertrans 1994/1995)

 Usia 25 tahun
 BB Laki-laki 55 Kg dan Wanita 47 kg
 Suhu lingkungan kerja 250 C

Tingkat Aktivitas Laki-laki (55 kg) Wanita (47 kg)


(Kalori 24 Jam) (Kalori 24 Jam)

Kerja ringan 2.400 1.900


Kerja sedang 3.800 2.200
Kerja Berat 3.900 3.100
KECUKUPAN ENERGI DAN PROTEIN
PERORANG PERHARI DG TINGKAT AKTIVITAS
(Sumber : Widyakarya Nasional Pangan dan Gizi tahun 2004)

 Lingkungan kerja nyaman


 Kerja ringan

BB BB Laki-laki Wanita
Umur L W Energi Protein Energi Protein
(th) (Kal) (gram) (Kal) (gram)

19-29 56 52 2.550 60 1900 50


30-49 62 55 2350 60 1800 50
50-64 62 55 2250 60 1750 50
ANJURAN PEMENUHAN KEBUTUHAN ENERGI/hari:

I. Makan pagi 25% dari total kebutuhan kalori


Makanan selingan ( 2 kali ) @ 10%
Makan siang : 30%
Makan malam : 25%

II. Makan pagi 25 %


Makan Selingan pagi 10 %
Makan siang : 35 %
Makan Malam: 30 %

III. Makan pagi = 2/5


Makan siang = 2/5
Makan malam = 1/5
PENYAKIT GIZI SALAH

Penyebab Nama Penyakit Gejala/Pencegahan

>Gizi Obesitas,Jantung k Kegemukan/ Diet


>Protein Peny. Degeneratif, Zat pembangun berlebih/
Arterosklerosis Kurangi protein
>NaCl Hipertensi Kurangi garam
<Kalori Marasmus Kurus,lemah/gizi cukup
<Protein Kwasiorkor Pertumbuhan terhambat
Kecerdasan kurang/
asupan protein cukup
<Lemak Kulit tdk elastis,daya serap
vit kurang
PENYAKIT GIZI SALAH

Penyebab Nama Penyakit Gejala/Pencegahan

< VIT C Kelainan gusi Sariawan,mudah


berdarah,
bibir pecah
< VIT A Rabun senja Gangguan Penglihatan
< VIT D Gangguan Tumbuh Tulang Penyerapan kalsium &
Pospor rendah
< VIT E Anemia hemolitika Umur sel drh singkat
< VIT K Pembekuan drh pd luka
lamban
TAKSIRAN KEBUTUHAN BAHAN MAKANAN dg
DAFTAR BAHAN PENUKAR

- Taksiran kebutuhan makanan dalam bentuk energi


Hasil Perhitungan Energi untuk Aktifitas
misal = (a) + SDA (10 % dari a) + kond tertentu

- Dg Daftar Bahan Penukar diterjemahkan ke dalam bahan makanan


bersih

- Dibagi Bdd = Bahan makanan kotor yang dijual di pasar

- Dikalikan harga pasar = Anggaran biaya untuk bahan makanan TK


TAKSIRAN KEBUTUHAN BAHAN MAKANAN dg
DAFTAR BAHAN PENUKAR

Nasi 100 g = bubur brs 400 = kentang 200= biskuit 50 = kreker 50=
singkong 100 =mi kering/bihun 50
mengandung 175 Kalori, 4 g protein, 40 g HA

d.sapi 50 g = d.ayam 50 = telur 1btr =ikan sgr 50 = asin 25


mengandung 95 Kalori,10 g protein, 6 g lemak

Kacang 25 g = oncom 50= tahu 100 =tempe 50


mengandung 80 Kal,6 g protein, 6 g lemak, 8 g HA

Sayuran campuran dimasak ditiriskan 100 g


mengandung 50 Kal, 3 g Prot, 10 g HA
dll
PENGARUH LINGKUNGAN KERJA

FAKTOR LINGKUNGAN KERJA:

- FISIK
- KIMIA
- BIOLOGI
- FISIOLOGI
- PSIKOLOGI
- SOSIAL
PROGRAM PENYELENGGARAAN GIZI KERJA
 KOMITMEN MANAJEMEN

 PENYULUHAN & CERAMAH GIZI KERJA

 PENYEDIAAN KANTIN DAN RUANG MAKAN

 PENGADAAN UANG MAKAN YANG MEMADAI

 PEMBERIAN MAKANAN DI TEMPAT KERJA


- Frekuensi makan
- Perilaku makan sehat

 PEMBINAAN DAN KOORDINASI PENJAJA MAKANAN

 PENYEDIAAN PREPARAT GIZI

 KESEGARAN JASMANI, POLA HIDUP SEHAT

 PENGUJIAN, TOLOK UKUR


PENGUJIAN/PENGAWASAN PENYEDIAAN MAKANAN
BAGI TENAGA KERJA

1. TENAGA KERJA
2. TEMPAT DAN PERALATAN
3. BAHAN MAKANAN
4. MAKANAN SIAP DIKONSUMSI TK

PENILAIAN GIZI DENGAN ALAT DAFTAR BAHAN PENUKAR

MENTAH BERSIH KECUALI MEMANG SDH MATANG


HUBUNGAN GIZI KERJA DAN PRODUKTIVITAS

HAGGARD & GREENBERG:


SEHABIS MAKAN GULA DARAH +, 3-4 JAM SETELAH SARAPAN PAGI –
SETIAP 2 JAM + PMT , GULA DARAH + EFISIENSI TETAP TINGGI

KRAUNT DAN MULLER:


PENAMBANG BATU BARA:
2800 Kalori menghailkan 7 ton,
3200 Kalori menghasilkan 9.6 ton, BB turun 1.2 Kg
3800 Kalori menghasilkan 10 ton, BB normal

DARWIN KARYADI:
tdk mkn pagi --- kons. Kalori, prot, lemak, vit, mineral rendah -- Daya Kerja –
mkn 2 x lebih banyak yg anemi

FAO: Energi --- mempeharuhi prod Kerja, Prot, Vit, Min Efisiensi Kerja

SEMENOV: Grafik Hub pemberian mkn dg kemampuan kerja


Transisi dari kurang gizi menjadi kelebihan gizi, atau sebaliknya --- tdk produktiv
GARDNER: Tk anemi prod kerja -
SEKIAN DAN TERIMAKASIH