Anda di halaman 1dari 21

BAB 6

OPPORTUNITY
MINDSET
PENDAHULUAN

 Continuous Improvement Mindset (bab 5)


 Improvement :
 incremental improvement
 radical improvement
 Radical Improvement dirancang dalam perencanaan
strategik (strategic planning). Dari perencanaan Ini,
dihasilkan rencana strategik (strategic plan) yang berisi
sasaransasaran strategik (strategic objectives) yang
hendak dicapai pcrusahaan di masa depan, dan berbagai
strategic initiatives yang dipilih untuk mewujudkan
sasaransasaran strategik tersebut.
PENDAHULUAN

 Rencana strategik disusun oleh suatu tim ad hoc:


 manajemen puncak dan
 Staf

 Kualitas rencana strategik ditentukan oleh dua


faktor :
 (1) kesesuaian (fitness) kondisi yang berhasil diwujudkan
melalui kegiatan yang dicantumkan dalam rencana strategik,
dengan kondisi yang dituntut oleh lingkungan bisnis masa
depan, dan
 (2) sense of commitment yang tumbuh dalam diri manajemen
puncak dan seluruh personel perusahaan dalam mewujudkan
rencana strategik.
 Kemampuan tim penyusun rencana strategik dalam
melakukan trendwatching menjadi faktor kunci
dalam menghasilkan rencana strategik yang efektif.
Kemampuan trendwatching ditentukan oleh mindset
yang dimiliki oleh tim penyusun rencana strategik.
 Bab ini menguraikan dua mindset yang menentukan
efektivitas perencanaan strategik:
 problem solving mindset dan
 opportunity mindset.
PROBLEM SOLVING MINDSET

 Problem adalah kesenjangan antara kondisi yang


dihadapi dengan kondisi yang diharapkan,
 Problem solving adalah pencarian alternatif
tindakan untuk menghilangkan kesenjangan antara
kondisi yang ada dengan kondisi yang diharapkan.
 Problem solving mindset adalah sikap mental mapan
yang senantiasa memandang bahwa kesenjangan
antara kondisi yang dihadapi sekarang dengan
kondisi yang diharapkan adalah suatu problem, dan
mencari serangkaian tindakan untuk memecahkan
kesenjangan tersebut.
PROBLEM SOLVING MINDSET
OPPORTUNITY MINDSET

 Peluang (opportunity) adalah kondisi yang terbuka


di masa depan yang belum pernah dialami seseorang
atau organisasi
 Peluang hanya dapat diwujudkan melalui aktivitas
eksploitasi peluang (opportunity exploitation).
Eksploitasi peluang adalah pencarian alternatif
tindakan untuk menghilangkan kesenjangan antara
kondisi yang ada sekarang berdasarkan platform
baru, dengan kondisi yang diharapkan di masa
depan berdasarkan platform baru tersebut.
OPPORTUNITY MINDSET

 Opportunity mindset adalah sikap mental mapan


yang senantiasa menggunakan kondisi masa depan,
atau kondisi yang belum diketahui sebelumnya
sebagai suatu kondisi yang diharapkan untuk
mengevaluasi kondisi yang dihadapi kini.
BEDA MENCOLOK KARAKTERISTIK ORANG YANG MEMILIKI PROBLEM
SOLVING MINDSET DENGAN KARAKTERISTIK ORANG YANG MEMILIKI
OPPORTUNITY MINDSET
BAGAIMANA DAMPAK KEDUA MINDSET TERSEBUT
TERHADAP RENCANA STRATEGIK YANG DIHASILKAN?

 problem solving mindset.


 Rencana strategik akan berisi proyeksi ke depan
berbagai cara yang dipandang normal di masa lalu.
 Rencana strategik akan berisi berbagai peluang
bisnis masa lalu, bukan berbagai peluang bisnis yang
terbuka di masa depan.
 Berbagai alternatif rangkaian tindakan yang dipilih
dalam proses penyusunan rencana strategik adalah
alternatif tindakan yang berisiko kecil
 opportunity mindset,
 Rencana strategik berisi perkiraan prospek bisnis yang
akan terjadi di masa depan, yang sejalan dengan
perubahan lingkungan bisnis yang diperkirakan akan
terjadi di masa depan
 Rencana strategik berisi berbagai rangkaian tindakan
yang digunakan untuk menyongsong peluang bisnis
masa depan.
 Rencana strategik berisi rangkaian tindakan berisiko
yang diperhitungkan dengan baik (well-calculated risks),
sehingga atas keberanian menanggung risiko tersebut,
perusahaan akan memperoleh pengembalian yang
memadai.
BAGAIMANA MEMBANGUN OPPORTUNITY MINDSET
DALAM DIRI TIM PENYUSUN RENCANA STRATEGIK?

 Memahami building blocks untuk membangun


opportunity mindset.
 Mengubah mindset anggota tim ke opportunity
mindset.
 Menanamkan courage dan risk taking melalui
pelatihan,
 Melatih kernampuan tim untuk Trendwatching.
 Melatih kernampuan anggota tim untuk envisioning.
Blok Bangunan Opportunity Mindset

 Untuk membangun opportunity mindset diperlukan


suatu kerangka konseptual yang berisi blok-blok
yang membentuk bangunan mindset tersebut.
 Bangunan opportunity mindset terdiri atas tiga
bagian: paradigma, keyakinan dasar, dan nilai dasar.
Keyakinan Dasar

 Hasil dan sumber daya berada di luar bisnis,


 Hasil diperoleh dengan mengeksploitasi peluang,
bukan dengan memecahkan masalah,
 Untuk memproduksi hasil, sumber daya harus
dialokasikan ke peluang, bukan ke masalah,
 Hasil ekonomis hanya diperoleh melalui
kepemimpinan,
 Setiap posisi kepemimpinan bersifat sementara, dan
 Apa yang ada menjadi tua
Nilai Dasar

 Nilai dasar yang melandasi opportunity mindset adalah: (1)


keberanian, (2) keterbukaan, dan (3) ketidakpuasan kreatif.
 Keberanian adalah keteguhan hati seseorang dalam
mempertahankan pendirian, keyakinan, prinsip, visinya;
keteguhan hati dalam mengambil posisi,
 Keterbukaan terhadap sesuatu yang baru merupakan nilai
yang perlu dijunjung tinggi oleh tim penyusun rencana
strategik, untuk menjadikan diri mereka senantiasa mampu
membaca setiap perubahan yang terjadi dalam lingkungan
yang mereka hadapi.
 Ketidakpuasan kreatif. Untuk mempertahankan semangat
improvement berkelanjutan, kepuasan merupakan perasaan
yang perlu dijauhi oleh tim penyusun rencana strategik.
Membangun Opportunity Mindset Tim Penyusun
Rencana Strategik

 Recruitment personel yang memiliki keyakinan dasar


dan nilai dasar yang diperlukan untuk membentuk
komponen opportunity mindset.
 Memasukkan keyakinan dan nilai dasar yang menjadi
komponen opportunity mindset ke dalam kriteria
pemilihan personel yang akan diberi tanggung jawab
pada posisi manajerial.
 Mengomunikasikan keyakinan dasar dan nilai dasar
opportunity mindset ke seluruh personel organisasi
melalui personal behavior manajemen puncak, dan
melalui operational behavior-perancangan dan
implementasi sistem untuk mewujudkan keyakinan dan
nilai dasar tersebut.
Menanamkan Courage and Risk Taking Melalui
Pelatihan

 Banyak perusahaan yang menyelenggarakan


pelatihan petualangan di alam bebas (outdoors
adventures atau outbound) untuk melatih
keberanian dan kemampuan personel dalam
mengambil risiko.
 Keyakinan dan nilai dasar yang membentuk
opportunity mindset perlu dibangun secara sengaja
dan bersistem, tidak dibiarkan terbentuk dengan
sendirinya.
Melatih Kemampuan Tim Untuk Trendwatching

 Trendwatching adalah kemampuan orang untuk


membaca tren perubahan di masa yang akan datang
melalui pengamatan terhadap peristiwa-peristiwa
yang telah terjadi, atau yang sedang berlangsung
sekarang, atau melalui perubahanperubahan yang
diciptakan sekarang untuk mengantisipasi
perubahan kondisi lingkungan bisnis masa depan.
Melatih Kemampuan Anggota Tim Untuk
Envisioning

 Envisioning adalah perumusan visi perubahan masa


depan yang akan diwujudkan melalui tindakan-
tindakan sekarang. Berdasarkan hasil
trendwatching, kemudian dibuat gambaran
perubahan yang akan terwujud di masa depan.