Anda di halaman 1dari 12

PERGESERAN

UKURAN KINERJA KE
COST EFFECTIVENESS
Fella yunita
Sri indrawati
PENDAHULUAN
• Untuk mewujudkan tujuan organisasi sebagai institusi pencipta kekayaan
diperlukan tiga kegiatan utama yang harus ditempuh : (1) mendesain produk
dan jasa yang menghasilkan value terbaik bagi customers (2) memproduksi produk
dan jasa secara cost effective (3) memasarkan produk dan jasa secara efektif
kepada customer.
• untuk membelokkan perhatian manajemen ke layanan kepada customers perlu
dilakukan pergeseran ukuran kinerja, dari efisiensi dan produktifitas ke cost
effectiveness- sumber daya organisasi hanya dikonsumsi untuk aktifitas yang
menambah nilai (value – added activeness) bagi customers.
UKURAN KINERJA EFISIENSI DAN
PRODUKTIVITAS
Produktivitas

Masukan Proses Keluaran

Efisiensi
• Efisiensi dan produktifitas merupakan suatu ukuran seberapa efisien suatu proses
mengkonsumsi masukan dan dan seberapa produktif suatu proses menghasilkan keluaran .
• Efisieansi merupakan rasio antara keluaran dengan masukan suatu proses , fokus pada
masukan
• Produktifitas merupakan ratio antara masukan dan keluaran ,dengan fokus pada keluaran .
• Efisiensi dan produktivitas hanya memfokuskan hubungan antara masukan dengan
keluaran, sama sekali tidak mempertimbangkan proses dalam perhitunagn ratio masukan
dengan keluaran. Jika terjadi penyimpangan dalam efisiensi dan produktifitas tidak ada usaha
untuk mencari penyebabnya dalam proses. Karena secara sederhana tidak ada informasi
untuk hal tersebut.
UKURAN KINERJA COST
EFFECTIVENESS
• Konsep cost effectiveness dilandasi oleh customer value mindset yang menfokuskan usaha manajemen untuk
menghasilkan keluaran yang mampu memuasi kebutuhan customer. Konsep ini memasukan customer
dalam hubungan antara masukan, proses dan keluaran. Dan konsep ini dilandasi oleh continuous
improvement mindset.
• pada konsep cost effectiveness kotak proses tidak lagi berupa black box melainkan telah dikupas isinya,
dalam konsep ini fokus perhatian manajemen ditujukan untuk mengarahkan konsumsi masukan ke
aktivitas penambah nilai dengan cara mengurangi aktivitas bukan penambah nilai. Suatu proses
disebut cost effective jika dalam menghasilkan keluaran masukan hanya dikonsumsi untuk
menjalankan aktivitas penembah nilai. Jadi komponen kegiatan bisnis terdiri dari empat unsur :
masukan, proses, keluaran dan customer.
Cost effectiveness
Cost effectiveness

Aktivtas Penambah
Nilai
masukan ------------------------ keluaran customer
Aktivtas bukan
Penambah Nilai

proses

Cost effectiveness Cost effectiveness


BAGAIMANA MENGUKUR COST
EFFECTIVENESS SUATU PROSES
Value Added
Activities

Throughput time = Processing + Inspection + Moving + Waiting/Storage


time time time time

Non Value Added


activities
RUMUS CYCLE
EFFECTIVENESS
CE = processing time /throughtput time
DAPATKAH CE DITERAPKAN DI LUAR
PROSES MANUFAKTUR
Proses tidak hanya dalam departemen produksi saja
Proses adalah arus produk , bahan , atau informasi dari seorang karyawan atau
tempat kerja satu ke tempat kerja lain
Dalam tiap proses ada 4 kejadian : pengolahan , inspeksi , transpor dan penantian .
Proses diluar manufakstur dapat dikurangi waktunya secara signifikan sehingga CE
dapat meningkat secara drastis, dengan cara : transpor dapat di ganti dengan
electronic data interchange atau electronic mail , inspeksi dihilangkan dengan
peningkatan kompetensi dan komitmen karyawan , penantian /waiting time
dihilangkan dengan memanfaatkan on line – processing dan networking.
CONTOH PERHITUNGAN
 20 Kg masukan menghasilkan 100 kg keluaran , efisiensi proses 20% dan produkstifitas 5
 Throughput time 10 jam terdiri dari : 7 jam processing time, 2 jam inspection time , ½ jam moving
time dan ½ waiting time
 CE = 7/10 = 70% .dimana 30% bukan aktivitas penambah nilai bagi customer
 Manajemen merubah strategi : JIT , layout pabrik ,total quality control
 Sehingga throughput time menjadi 7 jam ,terdiri dari proses 6 jam , ½ jam inspection time dan 10
menit moving time dan 20 menit waiting time
 CE = 6/7 = 85,7% , Aktivitas bukan penambah nilai bagi customet menjadi 14,3%
 Manajemen merubah strategi yg ke 2 : JIT dengan membangun kemitraan ,menggunakan EDI dalam
pembelian ,menggunakan electronic fund transfer dalam pembayaran dan menerapkan JIT
manufacturing
 Processing 2 hari , inspection = 0 , moving time = 0 , waiting time = 0, throughput time 2 hari
 CE = 2/2 = 100%
KEUNGGULAN UKURAN KINERJA COST
EFFECTIVENESS

1. Konsep cost effectiveness memasukan customer ke dalam model pengukuran kinerja , sehingga
memungkinkan manajemen memfokuskan usahanya untuk melakukan improvement terhadap proses
berdasarkan sudut pandang customer
2. Konsep cost effectiveness menganalisa proses menjadi aktivitas penambah nilai dan aktivitas bukan
penambahan nilai , sehingga memungkinkan manajemen melakukan pengeololaan aktivitas untuk
mengurangi biaya secara signifikan bagi kepentingan customer
3. CE sebagai ukuran kinerja lebih halus dan rinci untuk mencerminkan efektifitas konsumsi masukan yang
digunakan untuk menghasilkan keluaran
RANGKUMAN

 Dalam perubahan lingkunan bisnis yang didominasi oleh


customer , ukuran kinerja yang tidak memasukan komponen
customer akan menjauhkan usaha manajemen dari pemuasan
kebutuhan customer
 Konsep efisiensi dan podukstifitas berfokus pada pemuasan
kebutuhan intern perusahaan
 Konsep cost effectiveneess berfokus pada customer