Anda di halaman 1dari 17

BAB 17

SISTEM PENGHARGAAN BERBASIS


KINERJA

DIAN AYU L
RIJAL PASYA R
PENDAHULUAN

• BAB INI MEMBAHAS KERANGKA KONSEPTUAL PROSES PEMBERIAN PENGHARGAAN BERBASIS


KINERJA. OLEH KARENA PEMBERIAN PENGHARGAAN SEPERTI INI HARUS DIAWALI DENGAN
PROSES PENILAIAN KINERJA.
• BAB INI DIMULAI DENGAN PEMBAHASAN TENTANG PENILAIAN KINERJA. SELANJUTNYA
PEMBERIAN PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA, UNTUK MENGGAMBARKAN POLA YANG
DAPAT DIPAKAI UNTUK MERANCANG SISTEM PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA.
• BAB INI DIURAIKAN PULA KRITERIA YANG HARUS DIPENUHI OLEH SISTEM PENGHARGAAN
BERBASIS KINERJA AGAR MAMPU MEMOTIVASI PERSONEL UNTUK BERTINDAK DEMI
KEPENTINGAN ORGANISASI.
PENILAIAN KINERJA
KONSEP PENILAIAN KINERJA
• PENILAIAN KINERJA ADALAH PENENTU SECARA PERIODIK EFEKTIVITAS OPERASIONAL SUATU
ORGANISASI, DAN PERSONELNYA , BERADASARKAN SASARAN, STANDAR DAN KRITERIA YANG
TELAH DITETAPKAN SEBELUMNYA.
• TUJUAN UTAMA PENILAIAN KINERJA ADALAH UNTUK MEMOTIVASI PERSONEL DALAM
MENCAPAI SASARAN ORGANISASI DAN DALAM MEMATUHI STANDAR PERILAKU YANG TELAH
DITETAPKAN SEBELUMNYA AGAR MEMBUAHKAN TINDAKAN DAN HASIL YANG DIINGINKAN
OLEH ORGANISASI.
MANFAAT PENILAIAN KINERJA

• PENILAIAN KINERJA DIMANFAATKAN OLEH ORGANISASI UNTUK :


1. MENGELOLA OPERASI ORGANISASI SECARA EFEKTIF DAN EFISIEN MELALUI PEMOTIVASIAN
PERSONEL SECARA MAKSIMAL
2. MEMBANTU PENGAMBILAN KEPUTUSAN YANG BERKAITAN DENGAN PENGHARGAAN PERSONEL
3. MENYEDIAKAN KRITERIA SELEKSI DAN EVALUASI PROGRAM PELATIHAN PERSONEL
4. MENYEDIAKAN UMPAN BALIK BAGI PERSONEL
5. MENYEDIAKAN SUATU DASAR BAGI DISTRIBUSI PENGHARGAAN
MANFAAT PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA

• PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA MENGHASILKAN DUA MANFAAT, YAITU:


1. PENGHARGAAN DAPAT MENARIK PERHATIAN PERSONEL DAN MEMBERI INFORMASI ATAU
MENGINGATKAN MEREKA TENTANG PENTINGNYA SESUATU YANG DIBERI PENGHARGAAN
DIBANDINGKAN DENGAN HAL YANG LAIN. PENGHARGAAN DIRANCANG UNTUK MEMUSATKAN
PERHATIAN PERSONEL TERHADAP HAL YANG DIHARAPKAN MENJADI FAKTOR SUKSES ORGANISASI
2. PENGHARGAAN JUGA MENINGKATKAN MOTIVASI PERSONEL TERHADAP UKURAN KINERJA,
SEHINGGA MEMBANTU PERSONEL DALAM MEMUTUSKAN BAGAIMANA MERKA MENGALOKSIKAN
WAKTU DAN USAHA MEREKA. PERSONEL MEMERLUKAN INSENTIF UNTUK MELAKUKAN USAHA
EKSTRA DALAM MELAKSANAKAN TUGASNYA DENGAN BAIK, SEPERTI BEKERJA DILUAR JAM ATAU
HARI KERJA)
BENTUK PENGHARGAAN DAN HUKUMAN

• APA SAJA YANG DISUKAI ATAU TIDAK DISUKAI OLEH PERSONEL DAPAT DIKAITKAN DENGAN
UKURAN KINERJA. KOMBINASI BERBAGAI UKURAN KINERJA DAPAT DIGUNAKAN UNTUK
MEMBEDAKAN ANTARA PERSONEL YANG BAIK DARI YANG BURUK KINERJANYA.
JENIS-JENIS PENGHARGAAN POSITIF DAN NEGATIF
KINERJA APA YANG HARUS DIHASILKAN OLEH
KARYAWAN
• KINERJA APA YANG HARUS DILAKUKAN OLEH PERSONEL? JAWABAN ATAS PERTANYAAN INI
TERGANTUNG PADA ASUMSI TENTANG LINGKUNGAN BISNIS YANG DIMASUKI OLEH
PERUSAHAAN.
• JIKA ORGANISASI MEMILIKI KARAKTERISTIK CUSTOMER, KINERJA YANG HARUS DIHASILKAN YAITU:
MEMBANGUN KEPUASAN CUSTOMER, MEMILIKI PERSONEL YG PRODUKTIF DAN BERKOMITMEN,
MENGHASILKAN FINANSIAL RETURN MEMADAI.
• OLEH KARENA ITU KEPUASAN CUSTOMER HANYA DAPAT DIHASILKAN OLEH PERSONEL YG MAMPU
MEMPRODUKSI DAN MENYERAHKAN PRODUK DAN JASA YANG MENGHASILKAN VALUE BAGI
CUSTOMER, ORGANISASI MEMERLUKAN SISTEM PENGHARGAAN UNTUK MEMOTIVASI PERSONEL
DALAM MENGHASILKAN VALUE BAGI CUSTOMER.
KERANGKA KONSEPTUAL PROSES PEMBERIAN
PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA
• PROSES PEMBERIAN PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA PADA DASRNYA TERDIRI DARI DUA
TAHAP, YAITU:
1. PENETAPAN SISTEM PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA
2. DISTRIBUSI PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA
TIPE PENGHARGAAN MONETER BERBASIS
KINERJA
• UANG MEMANG BUKAN SATU-SATUNYA BENTUK PENGHARGAAN, DAN JUGA BUKAN
MERUPAKAN CARA TERBAIK DALAM MEMBERIKAN PENGHARGAAN, NAMUN UANG
SEDEMIKIAN UMUM DIGUNAKAN SEBAGAI PENGHARGAAN SEHINGGA MEMERLUKAN
PERHATIAN KHUSUS. PENGHARGAAN MONETER BERBASIS KINERJA DAPAT DIGOLONGKAN KE
DALAM TIGA KELOMPOK UTAMA:
1. KENAIKAN GAJI
2. INSENTIF JANGKA PENDEK
3. INSENTIF JANGKA PANJANG
PENGHARGAAN TERHADAP KELOMPOK

• PADA DASARNYA DI DALAM PENGHARGAAN KELOMPOK TERCIPTA PENDELEGASIAN


PEMANTAUAN AKTIVITAS PERSONEL KEPADA TEMAN SATU KELOMPOK PERSONEL
BERSANGKUTAN , INILAH HAKIKAT OEMANTAUAN BERSAMA (MUTUAL MONITORING).
• KEBERHASILAN PENGHARGAAN KELOMPOK DIBUKTIKAN MELALUI PROGRAM OPEN-BOOK
MANAGEMENT (OBM) OBM ADALAH MENARIK GARIS PEMISAH ANTARA PERSONEL , HASIL
KEUANGAN PERUSAHAAN DAN INSENTIF.
PENGHARGAAN TERHADAP KELOMPOK

PROGRAM OBM MENCAKUP :


1. BERBAGI INFORMASI KEUANGAN PERUSAHAAN SECARA TERATUR DAN INFORMASI LAIN YANG
MEMBANTU KARYAWAN UNTUK BEKERJA SAMA DENGAN MANAGER DEMI KEBERHASILAN
PERUSAHAAN
2. PELATIHAN PERSONEL , SEHINGGA PERSONEL MEMEHAMI MAKNA INFORMASI TERSEBUT DAN
BAGAIMANA PERSONEL DAPAT MEMBERIKAN KONTRIBUSI TERHADAP LABA PERUSAHAAN
3. PEMBERIAN PENGHARGAAN BERKAITAN DENGAN LABA PERUSAHAAN
4. JIKA DIPERLUKAN PERUBAHAN KULTUR DARI TOP DOWN KE BOTTOM UP UNTUK MENJAMIN
BAHWA IDE PERSONEL DAPAT DIPACU DAN DIPERTIMBANGAN SECARA ADIL.
PENGHARGAAN TERHADAP CROSS-FUNCTIONAL
TEAM
KOMPENSASI BAGI TIM LINTAS FUNGSIONAL LEBIH DIARAHKAN KE KINERJA DAN KETERAMPILAN
DARI PADA KE POSISI. KOMPENSASI PERSONEL TERDIRI DARI TIGA KOMPONEN:
1. FIXED BASE SALARY
2. SKILL PRAY
3. PERFOMANCE PAY
HUBUNGAN ANTARA PENGHARGAAN DENGAN
HASIL
HAMPIR SEMUA ORGANISASI HUBUNGAN ANTARA PENGHARGAAN DAN HASIL ADALAH LINIER.
SEMUA PERUSAHAAN JUGA MENETAPKAN BATAS ATAS DALAM PEMBAYARAN INSENTIF BAGI
MANAGER TINGKAT MENENGAHNYA , PENETAPAN BATAS ATAS DILANDASI OLEH BEBERAPA ALASAN
YAITU :
1. KETAKUTAN BAHWA BONUS YANG TINGGI AKAN DIBAYARKAN UNTUK SUATU KONDISI YANG
SEHARUSNYA TIDAK PANTAS UNTUK DIBERI PENGHARGAAN KARENA ADANYA KEBERUNTUNGAN
2. KETAKUTAN BAHWA MANAGER AKAN TERMOTIVASI UNTUK MENGAMBIL TINDAKAN
PENINGKATAN LABA TAHUN SEKARANG DENGAN MENGORBANKAN LABA JANGKA PANJANG
3. KETAKUTAN TERHADAP ADANYA KEMUNGKINAN KESALAHAN DALAM PERENCANAAN
4. KEINGINAN UNTUK TIDAK MEMBAYAR LEBIH BAGI MANAGER TINGKAT RENDAH DIBANDINGKAN
YANG DAPAT DITERIMA OLEH MANAGER TINGKAT ATAS
5. KEINGINAN UNTUK MEMPERTAHANKAN TOTAL KOMPENSASI
6. KEINGINAN UNTUK TIDAK MENYIMPANG DARI PRAKTIK STANDAR DALAM INDUSTRI
KRITERIA UNTUK MENGEVALUASI SISTEM
PENGHARGAAN
SISTEM PENGHARGAAN BERBASIS KINERJA HARUS MEMENUHI KRITERIA BERIKUT INI :
1. PENGHARGAAN HARUS DIHARGAI OLEH PENERIMA
2. PENGHARGAAN HARUS CUKUP BESAR UNTUK DAPAT MEMILIKI DAMPAK
3. PENGHARGAAN HARUS DAPAT DIMENGERTI OLEH PENERIMA
4. PENGHARGAAN HARUS DIBERIKAN PADA WAKTU YANG TEPAT
5. DAMPAK PENGHARGAAN HARUS DIRASAKAN DALAM JANGKA PANJANG
6. PENGHARGAAN HARUS DAPAT DIRUBAH
7. PENGHARGAAN HARUS MEMERLUKAN BIAYA YANG EFESIEN
PENGHARGAAN MONETER DAN KRITERIA
EVALUASI SISTEM PENGHARGAAN
• PENGHARGAAN MONETER DAPAT BERDAMPAK BESAR TERHADAP PERILAKU PERSONEL KARENA
HAMPIR SETIAP ORANG MEMANDANG UANG SEBAGAI SESUATU YANG BERNILAI.
• PENGHARGAAN MONETER SECARA LUAS DIYAKINI PENTING SEBAGAI ALAT PEMOTIVASI
NAMUN BERBAGAI BENTUK PENGHARGAAN LAIN SEPERTI PUJIAN, PENGAKUAN , PROMOSI,
GELAR, TEMPAT PARKIR KKHUSUS, RUANG MOTOR KEANGGOTAAN DALAM CLUB KHUSUS
DAPAT JUGA MENJADI PEMOTIVASI YANG KUAT DAN SERINGKALI MEMILIKI KEUNGGULAN
BAIK DALAM MEMENUHI KRITERIA PENGHARGAAN MAUFUN EFESIENSI BIAYA.
TERIMAKASIH