Anda di halaman 1dari 10

ASUHAN KEPERAWATAN KRITIS PADA

PASIEN DENGAN GANGGUAN SISTEM


ENDOKRIN: KRISIS TIROID
(EKSASERBASI TIROID)
OLEH: KELOMPOK VIII
PENGERTIAN

Krisis tiroid adalah bentuk lanjut dari hipertiroidisme


yang sering berhubungan dengan stres fisiologi atau
psikologi. Krisis tiroid adalah keadaan krisis terburuk dari
status tirotoksik. Penurunan kondisi yang sangat cepat
dan kematian dapat terjadi jika tidak segera tertangani
(Hudak & Gallo, 1996).
ETIOLOGI
• Operasi dan urut/pijat pada kelenjar tiroid atau gondok dan operasi pada bagian tubuh lainnya pada
penderita hipertiroid yang belum terkontrol hormon tiroidnya
• Stop obat anti tiroid pada pemakaian obat antitiroid
• Pemakaian kontras iodium seperti pada pemeriksaan rontgen
• Infeksi
• Stroke
• Trauma.
• Penyakit Grave, Toxic multinodular, dan “Solitary toxic adenoma”
• Tiroiditis
• Penyakit troboblastik
• Ambilan hormon tiroid secara berlebihan
• Pemakaian yodium yang berlebihan
• Kanker pituitari
• Obat-obatan seperti Amiodarone
PATOFISIOLOGI
• Krisis tiroid timbul saat terjadi dekompensasi sel-sel tubuh dalam merespon
hormon tiroid yang menyebabkan hipermetabolisme berat yang melibatkan
banyak sistem organ dan merupakan bentuk paling berat dari tirotoksikosis.
Gambaran klinis berkaitan dengan pengaruh hormon tiroid yang semakin
menguat seiring meningkatnya pelepasan hormon tiroid (dengan/tanpa
peningkatan sintesisnya) atau meningkatnya intake hormon tiroid oleh sel-sel
tubuh. Pada derajat tertentu, respon sel terhadap hormon ini sudah terlalu
tinggi untuk bertahannya nyawa pasien dan menyebabkan kematian. Diduga
bahwa hormon tiroid dapat meningkatkan kepadatan reseptor beta, cyclic
adenosine monophosphate, dan penurunan kepadatan reseptor alfa. Kadar
plasma dan kecepatan ekskresi urin epinefrin maupun norepinefrin normal
pada pasien tirotoksikosis.
MANIFESTASI KLINIS
• Menurut Hudak dan Gallo (1996), manifestasi klinis hipertiroidisme adalah
berkeringat banyak, intoleransi terhadap panas, gugup, tremor, palpitasi,
hiperkinesis, dan peningkatan bising usus. Kondisi umum dari tanda gejala ini
trutama disertai deman lebih dari 100 F, takikardi yang tidak sesuai dengan
keadaan demam, dan disfungsi Sistem Saraf Pusat (SSP), merupakan tanda
dari tiroid storm. Abnormalitas sistem saraf pusat termasuk agitasi, kejang,
atau koma.

PENATALAKSANAAN
1. PENATALAKSANAAN MEDIS
• Koreksi hipertiroidisme
• Menormalkan dekompensasi homeostasis
• Pengobatan faktor pencetus
2. PENATALAKSANAAN KEPERAWATAN
Tujuan penatalaksanaan keperawatan mencakup, mengenali efek dari krisis yang timbul,
memantau hasil klinis secara tepat, dan memberikan perawatan suportif untuk pasien dan
keluarga. Intervensi keperawatan berfokus pada hipermetabolisme yang dapat
menyebabkan dekompensasi sistem organ, keseimbangan cairan dan elektrolit, dan
memburuknya status neurologis. Ini termasuk penurunan stimulasi eksternal yang tidak
perlu, penurunan konsumsi oksigen secara keseluruhan dengan memberikan tingkat
aktivitas yang sesuai, pemantauan kriteria hasil. Setelah periode krisis, intervensi diarahkan
pada penyuluhan pasien dan keluarga dan pencegahan proses memburuknya penyakit
(Hudak &Gallo, 1996).
PEMERIKSAAN PENUNJANG
Menurut Smeltzer dan Bare(2002) terdapat beberapa jenis pemeriksaan penunjang
yang dapat dilakukan untuk memastikan diagnosis keadaan dan lokalisasi masalah
pada kelenjar tiroid.
• Test T4 serum
• Test T3 serum
• Test T3 Ambilan Resin
• Test TSH ( Thyroid – Stimulating Hormone )
• Test Thyrotropin_Releasing Hormone
• Tiroglobulin
KOMPLIKASI
• Meski tanpa adanya penyakit arteri koroner, krisis tiroid yang tidak diobati
dapat menyebabkan angina pektoris dan infark miokardium, gagal jantung
kongestif, kolaps kardiovaskuler, koma, dan kematian (Hudak&Gallo, 1996).
KONSEP ASKEP KRISIS TIROID
• PENGKAJIAN
1. B1 (Breathing)
2. B2 (Blood)
3. B3 (Brain)
4. B4 (Bladder)
5. B5 (Bowel)
6. B6 (Bone)
• DIAGNOSA KEPERAWATAN