Anda di halaman 1dari 10

TATA LAKSANA TERAPI PENYAKIT

PEPTIK ULKUS
Tujuan Terapi :
• Eradikasi H. pylori
• Menghilangkan rasa nyeri
• Meningkatkan kualitas hidup pasien
• Mencegah kekambuhan dan mengurangi komplikasi penyakit Peptik Ulcer
• Menyembuhkan Peptik Ulcer
TERAPI NONFARMAKOLOGI

Hentikan pemakaian
NSAID yang tidak selektif
(termasuk aspirin)

Ganti terapi NSAID dengan analgetik


lain seperti paracetamol atau analgetik
penghambat selektif enzim COX-2. Dipiro, 2015.
TERAPI FARMAKOLOGI

(Dipiro, 2015). (Berardi et al, 2006)


a) Terapi Penyakit Peptik Ulkus
akibat Paparan Bakteri H. Pilory
• Terapi ditujukan untuk menghilangkan (eradikasi) H.pylori
menggunakan antibiotik dan antasida (rekomendasi A).
• Penggunaan antasida secara jangka panjang untuk terapi
ulkus yang disebabkan H.pylori tidak dianjurkan (tingkat
rekomendasi B).
• Keberhasilan penghilangan H.pylori terlihat dengan
menurunnya kekambuhan dari 90% menjadi kurang dari
5% dalam setahun

(American International Health Alliance, 2005).


b) Terapi Penyakit Peptik Ulkus akibat Penggunaan
NSAID (Non Steroid Antiinflamatory Disease
• Penggunaan NSAID yang tidak selektif seharusnya mulai dihentikan (jika
memungkinkan) apabila pasien telah mengalami ulkus.
Hal yang perlu diperhatikan dalam
terapi ini adalah :
• Adanya potensi resistensi pada regimen
dengan Metronidazole dan Klarythromycin
• Merokok menghambat penyembuhan luka
dan terkait dengan peningkatan kekambuhan

Ketika tidak ada gejala PUD, akan lebih baik jika dilakukan
prosedur diagnostik untuk mengkonfirmasi tingkat
eradikasinya. Dalam kasus komplikasi ulkus, dapat digunakan
metode endoskopi untuk mengkonfirmasi keberhasilan terapi
(American International Health Alliance, 2005).
MONITORING DAN EVALUASI
• Penurunan nyeri epigastrik pada pasien peptik ulkus baik yang disebabkan
oleh H. pylori atau penggunaan NSAID harus dimonitoring untuk menilai
keberhasilan terapi.
• Umumnya gejala ulkus akan membaik setelah beberapa hari penghentian
NSAID atau setelah 7 hari penggunaan obat antiulkus.
• Kebanyakan pasien dengan peptic ulkus yang tidak disebabkan karena infeksi
bakteri H. pylori akan mengalami perbaikan gejala setelah menggunakan satu
atau dua obat antiulkus.
• Perburukan gejala yang muncul setelah beberapa minggu dapat
mengindikasikan kegagalan terapi eradikasi H. pylori atau adanya alternatif
diagnosa lain seperti GERD.
• Pasien dengan faktor risiko tinggi pada penggunaan NSAID harus
dimonitoring secara ketat terkait dengan gejala yang dapat muncul seperti
perdarahan saluran cerna, obstruksi, penetrasi dan perforasi.
• Monitoring terapi menggunakan endoskopi dilakukan pada pasien yang
sering mengalami gejala kekambuhan, penyakit refraktori seperti GERD dan
pasien yang telah mengalami komplikasi sebelumnya.
• American International Health Alliance, 2005, Protocol for
Diagnosis and Treatment of Peptic Ulcer in Adults,
www.aiha.com, diakses tanggal 13 Oktober 2018.
• Dipiro, Joseph T., et al., (2008). Pharmacotherapy: A
Phatophysiology Approach, 7th Edition, Columbus: McGraw-
Hill Company.