Anda di halaman 1dari 36

Alisa Tri Nawarini, SE,MBA

Fakultas Ekonomi dan Bisnis


UNSOED
Differensial Fungsi Sederhana
 Differensial merupakan cabang kalkulus yang mempelajari
mengenai tingkat perubahan rata-rata atau tingkat
perubahan seketika dari fungsi.
 Penerapan kalkulus diferensial dalam ekonomi biasanya
untuk membandingkan perubahan dari suatu
keseimbangan lama ke keseimbangan yang baru.
 Diferensial fungsi dengan satu variabel bebas
penerapannya terutama digunakan untuk menentukan
nilai-nilai marginal dari suatu fungsi, selain itu juga untuk
mencari nilai-nilai minimum dan maksimum dari suatu
fungsi
Penerapan diferensial fungsi
sederhana:
 Konsep elastisitas
 Elastisitas permintaan
 Elastisitas penawaran
 Elastisitas produksi
 Fungsi biaya
 Fungsi penerimaan
 Analisis keuntungan maksimum
 Penerimaan pajak maksimum
Koefisien Diferensial dan Derivatif
 y = f(x) dan terdapat tambahan variabel
bebas x sebesar ∆x
 Maka :

y  f ( x)
y  y  f ( x  x)
y  f ( x  x)  y
y  f ( x  x)  f ( x) (1)
 ∆ x adalah tambahan x, sedangkan ∆ y adalah
tambahan y akibat adanya tambahan x. Jadi ∆y
timbul karena adanya ∆x.
 Apabila pada persamaan (1) ruas kiri dan ruas
kanan sama-sama dibagi ∆x, maka diperoleh

y f ( x  x)  f ( x)

x x
 Bentuk ∆y/ ∆x inilah yang disebut sebagai hasil
bagi perbedaan atau koefisien diferensi
al(difference quotient), yang mencerminkan
tingkat perubahan rata-rata variabel terikat y
terhadap perubahan variabel bebas x
 Proses penurunan fungsi disebut juga proses
diferensiasi  merupakan penentuan limit suatu
kuosien diferensi (∆x sangat kecil)
 Hasil proses diferensiasi dinamakan turunan atau
derivatif (derivative).
1. Elastisitas
 Konsep elastisitas secara umum dapat didefinisikan
sebagai perubahan presentase suatu variabel terikat
sebagai akibat adanya perubahan presentase variabel
bebas

 Ada tiga konsep elastisitas yang sering digunakan:


 Elastisitas permintaan
 Elastisitas penawaran
 Elastisitas produksi
Elastisitas Permintaan
Jenis elastisitas permintaan
Contoh:
Jawaban :
2. Elastisitas Penawaran
Contoh:
Jawaban :
Biaya Total, Rata-rata dan Marginal

 Biaya marginal (marginal cost/MC) adalah biaya


tambahan yang dikeluarkan untuk menghasilkan
satu unit tambahan produk
Contoh:
 Diketahu fungsi biaya total yang dikeluarkan oleh
sebuah perusahaan ditunjukkan dengan persamaan
TC =f(Q)=Q3-3Q2+4Q+4
Tentukanlah :
a. Fungsi biaya marginalnya
b. Tingkat produksi saat MC ada pada titik minimum
c. Besar TC saat MC minimum!
Jawaban :
a. MC = TC’
MC=dc/dQ
= 3Q2-6Q+4
b. MC minimum saat MC’ = 0
MC’=0
6Q-6=0
Q =1
c. TC =Q3-3Q2+4Q+4
= (1)3 – 3(1)2 +4(1)+4 = 6
Penerimaan Total, Rata-rata dan
Marginal
Contoh:
 Jika diketahui suatu fungsi permintaan
adalah P=18-3Q, hitunglah penerimaan
maksimalnya!
Jawaban:
Analisis Keuntungan Maksimum
Π = R-C

π maksimum apabila
1. π’ = 0 atau MR = MC
2. Jika π” < 0 → keuntungan maksimum
Jika π” > 0 → kerugian maksimum
Contoh:
Jika diketahui fungsi R = -2Q2+1000Q dan
fungsi C adalah C= Q3-59Q2+1315Q+2000.
Hitunglah keuntungan maksimal yang dapat
diperoleh perusahaan dengan fungsi tersebut!
Jawaban:
 Π=R-C = -Q3+57Q2-315Q-2000

 Agar keuntungan maksimum: 1) π’=0 dan 2) π” < 0


1) π’ = 0
-3Q2+114Q-315 = 0
-Q2+ 38Q-105 = 0
(-Q+3)(Q-35) = 0
Q1= 3 ; Q2 = 35
2) Keuntungan maksimum ada saat π” < 0
 Π“ = -6Q+114
Jika Q=3 , π” = -6(3)+114 = 96
Jika Q=35, π” = -6(35)+114 = -96 (keuntungan maksimum)

 Besarnya keuntungan maksimum:


π = -(35)3+57(35)2 – 315 (35) – 2000
= 13.925
Penerimaan Pajak Maksimum
 Penawaran sesudah penetapan pajak dinyatakan
dengan persamaan : P = a+ bQ +t
 Fungsi pajak untuk setiap unit barang
t = P – a –bQ
 Apabila fungsi permintaan dinyatakan dengan
persamaan : P = c – dQ, maka fungsi pajak perunit
menjadi :
t= c- dQ – a – bQ = ( c – a) – (d +b )Q
 Jumlah pajak total yang diterima pemerintah :
T = t x Q = (c – a) – (d +b )Q2
T maksimum jika T’ = 0 atau Q = (c – a)/2(d – b)
Contoh :
Permintaan suatu barang ditunjukkan oleh
persamaan P = 15 – Q, sedangkan penawarannya P =
3 + 0,5Q. Pemerintah bermaksud untuk menetapkan
pajak spesifik sebesar t atas setiap unit barang yang
dijual. Jika pemerintah ingin memaksimalkan
penerimaan pajaknya, berapakah besarnya pajak
perunit yang harus ditetapkan pemerintah?Dan
berapakah besarnya penerimaan pajak maksimum
tersebut?
Jawaban:
 Fungsi penawaran sesudah pajak: P = 3 + 0,5Q +t
 Fungsi pajak per unit : t = P – 3 – O,5Q
 Fungsi pajak perunit dengan mensubtitusikan
fungsi permintaan ke dalam fungsi pajak.
t =15 – Q - 3 -0,5Q
t = 12 – 1,5Q
 Jumlah pajak yang diterima pemerintah :
T=txQ
T = 12Q – 1,5Q2
 Besarnya pajak maksimum : T’ =0
12 – 3Q = 0
Q=4
Jadi penerimaan pajak pemerintah akan maksimum, jika
jumlah barang yang terjual sebanyak 4 unit.

 Pada Q= 4, pajak perunit yang ditetapkan adalah sebesar :


t = 12 – 1,5Q → 12 – 1,5 (4) = 6

Besarnya pajak maksimum yang diterima pemerintah :


T = t x Q ; 6 x 4 = 24

Jadi dapat disimpulkan bahwa penerimaan pajak pemerintah


akan maksimum jika pemerintah menetapkan pajak sebesar 6 per
unit, sedangkan total penerimaan pajak maksimum pemerintah
adalah sebesar 24
Pajak Sebagai Instrumen
Pengendali Keuntungan Monopolis

 Biaya total setelah pengenaan pajak :


C = c (Q) + tQ
 Keuntungan setelah pengenan pajak :
Π= r(Q) – c(Q) - tQ
Contoh:
Fungsi permintaan yang dihadapi sebuah
perusahaan monopolis dinyatakan dengan
persamaan P = 1.000 – 2Q dan fungsi biaya totalnya
adalah C = 2.000 + 1.315Q – 59Q2 +Q3. jika kemudian
pemerintah menetapkan pajak sebesar 405 perunit
barang yang diproduksi/dijual, berapakah
keuntungan maksimum yang diperoleh pengusaha
monopolis tersebut tanpa dan dengan adanya
pengenaan pajak?Berapakah jumlah pajak total yang
diterima oleh pemerintah?
 Tanpa pengenaan pajak :
R = P X Q = 1.000Q – 2Q2
C = 2.000 + 1.315Q – 59Q2 + Q3
π=R–C
= - 2.000 – 315Q + 57Q2 – Q3
π maksimum pada Q = 35, P = 1.000 – 2(35) = 930
Jadi harga barang yang ditetapkan tanpa
adanya pengenaan pajak adalah sebesar 930
 Dengan pengenaan pajak sebesar 405 perunit:
C = 2.000 + 1.315Q – 59Q2 + Q3 + 405Q
π = -2.000 – 720Q + 57Q2 – Q3
π’ = - 720 + 114Q – 3Q2
 Π maksimum jika nilai π’ = 0 atau π” < 0
π’ = 0
- 720 + 114Q – 3Q2 = 0
Q2 – 38Q + 240 = 0
Q1 = 8 ; Q2 = 30
 Π” = 114 – 6Q
 Q = 8 ; π” = 66
 Q = 30 ; ; π” = -66 (memenuhi syarat)

 Dengan Q=30,
π maks = -2.000 – 720(30) +57(30)2 – (30)3 = 4.700
Pe = 1.000 – 2(30) = 940
Jadi harga yang ditetapkan dengan adanya
pengenaan pajak adalah sebesar 940.

 Jumlah pajak yang ditanggung pemerintah :


T = t x Q = 405 x 30 = 12.150
Ketentuan ujian:
 Ujian akan bersifat “open sheet”, sehingga mahasiswa
hanya diperbolehkan membawa satu lembar catatan
pada kertas A4, alat tulis dan kalkulator sebagai alat
bantu mengerjakan soal ujian.

 Lembar catatan yang dibuat harus diberi nama dan


dikumpulkan bersama jawaban ujian. Jika lembar
catatan tersebut tidak ada, nilai mahasiswa yang
bersangkutan akan dikurangi sebanyak 5 point
 Pembulatan hasil perhitungan adalah sebesar 2 (dua)
angka di belakang koma
Jawaban Kuis:
 Titik impas:
C=R
650.000+35.000Q = 60.000Q
650.000 = 25.000Q
Q = 26
R
P
C

BEP VC
1.560.000

650.000 R=FC FC
VC=FC

Q
10,83 18,57 26