Anda di halaman 1dari 24

Tugas Cobas

D4 Poltekkes Kemenkes Surabaya


2017
KESELAMATAN PASIEN
MANAJEMEN MUTU LABORATORIUM
1. Rencana manajemen mutu laboratorium: pra analitik, analitik, dan
pasca analitik, merupakan elemen kunci dalam memastikan
keselamatan pasien.
2. Sementara semua tiga komponen penting untuk memastikan
keselamatan pasien, dampak terbesar untuk perbaikan
keseluruhan akan fokus pada layanan pra dan pasca analitik
dimana sebagian besar kesalahan terjadi.

Keselamatan
Pasca Analitik
Pra Analitik Pasien

Analitik
Tahap Pre-Analitik (Tahap yang Penting)

• 70% data tentang informasi objektif mengenai status kesehatan


dihasilkan oleh proses di laboratorium.
• 56-84% kesalahan diagnostik disebabkan oleh persiapan pre-analitik
spesimen uji klinis
• Pre-analitik merupakan tahapan yang paling penting dari seluruh
alur kerja pengujian spesimen
• Untuk menghasilkan diagnosis yang lebih baik, maka kesalahan pre-
analitik harus diminimalkan.
Tahap pre Analitik
Tahapan pre analitik terdiri dari
• Tahap pre analitik diluar laboratorium : 20,2 %
• Tahap pre analitik di laboratorium : 37,1 %
Tahap :
1. Seleksi
2. Pengambilan darah
3. Pengiriman
4. Pendataan penyimpanan
5. Sentrifuge a
6. Distribusi
Penyebab kesalahan pada pre
analitik
Faktor psikolog pasien
Faktor lainnya yang memperngaruhi
1. Biaya dan bahan
2. Pengumpulan spesimen dan teknik pengambilan darah
3. Pengiriman
4. Proses dan penyimpanan
5. Zat kimia bertentangan dalam spesimen
PENYEBAB VARIABILITAS PREANALITIK ˗
VARIABEL PASIEN
a. Faktor endogen
• Faktor biologis seperti usia, jenis kelamin, kehamilan, siklus menstruasi,
menopause, dll
b. Faktor eksogen
• Status diet (asupan makanan dan minuman)
• Mengkonsumsi alkohol
• Posisi tubuh/ sikap selama venipuncture (berdiri, duduk, terlentang)
• Stres
• Olahraga
• Rawat inap
• Pemberian obat
• Perawatan medis dan bedah sebelumnya (
c. Faktor lain
• Ketinggian
• Merokok
• Tourniquet (penempatan, durasi)
• Kelaparan
PENYEBAB VARIABILITAS PREANALITIK ˗
PERSEDIAAN DAN BAHAN
• Pengadaan botol (daur ulang botol lama dan menambahkan
botol baru)
• Pencucian, pengasaman, dll (pengadaan, kualitas, penggunaan,
dll)
• Pembilasan (air suling, tunggal dan bilas ganda)
• Perlakuan khusus
• Pengeringan oven (pengeringan dengan cara menguapkan air)
• Autoklaf (penting dalam mikrobiologi, dilakukan dalam
praktikum lainnya)
• Bahan tambahan dan antikoagulan (jumlah yang benar dan
kualitas bahan)
• Pelabelan (aditif yang tepat, jumlah, volume darah diperlukan)
Penyebab variabilitas preanalitik- koleksi
spesimen - persiapan
 Identifikasi pasien (nomor ID, nama, umur, jenis kelamin, dan lain-lain)

 Menggunakan tabung dan alat yang benar (tabung kosong, EDTA, sitrat,
K2EDTA, ukuran jarum, dan lain-lain)

 Posisi pasien - sikap (terlentang, duduk, dan berdiri)

 Proses menyampling (trauma, waktu, tusukan pertama, dan lain-lain)


Penyebab variabilitas preanalitik – koleksi spesimen -
venipuncture (pengambilan darah vena)

• pemilihan vena (tempat pengambilan darah vena)


• tourniquet (penempatan, tekanan tourniquet saat digunakan,
waktu, dan lain-lain)
• alkohol – pembersihan (jenis stroke, pengeringan area)
• order of draw (plain vs additives)
• Volume yang benar (jumlah yang cukup untuk menjamin darah ke
aditif rasio)
• aditif benar atau antikoagulan (plasma atau serum)
• Akurat aditif pencampuran (jumlah yang benar inversi tabung per
jenis tabung)
Penyebab variabilitas preanalitik-
transportasi ke laboratorium
• suhu dan waktu (sensitivitas, kehilangan konsentrasi analit,
perubahan pH)
• penutupan sampel (penguapan, tumpahan)
• agitasi (pencampuran, transportasi, dll)
• paparan cahaya (parameter fotosensitif)
• integritas spesimen ( kerusakan tabung, dll)
Penyebab variabilitas preanalitik –
proses dan penyimpanan
• pembekuan sampel serum tidak sempurna
• pembekuan spesimen antikoagulasi
• kecepatan sentrifugasi dan waktu yang tidak tepat
mengakibatkan pemisahan sel dari serum/plasma yang tidak
memadai
• mempersiapkan beberapa aliquot dan pemeliharaan
identifikasi spesimen positif
• memindahkan spesimen ke cup sampel vs pengambilan
sampel tabung primer
• paparan suhu ekstrim terhadap spesimen selama
penyimpanan (sebelum pengujian)
Order of draw
Jumlah Volume
Warna Tutup Bahan Tambahan Tes Laboratorium Rutin
Inversi isi/ mL
INR (PT) / aPTT
Biru Muda Natrium Sitrat 4 2,7
Tes Koagulasi

Tes Kimia Rutin, TDM


Serum tube dengan Clot
Merah 5 4; 6 Monitoring, Cross-
Activator
matching, Immunoassays

Gold Serum Gel dengan Clot Tes Kimia Rutin, TDM


5 3,5 ; 5
(Kuning emas) Activator Monitoring, Immunoassays

Hijau Li Heparin 8 4; 6 Tes STAT, Tes Kimia Rutin

Ungu K2EDTA 8 2; 3; 6 CBP, HbA1c

Natrium Fluoride / Kalium


Abu-abu Oxalat atau NaF dengan 8 2 Glukosa
Na2EDTA
Aspek pra analitik fibrin
Pembentukan fibrin merupakan sumber potensi gangguan
dalam spesimen serum dan plasma.
• Dalam serum (melalui koagulasi tertunda
setelah sentrifugasi, e.g. Dalam kasus serum
yang diambil dari seorang pasien di bawah
sampai terapi koagulasi atau ketika setelah
dialisis e.g. Telah diberikan heparin (catatan:
konsentrasi heparin biasanya jauh lebih rendah,
0,5-1.0 IU/ml dibandingkan konsentrasi dalam
tabung plasma heparin, 17 IU/ml)
• Dalam plasma (oleh koagulasi lengkap) karena
penanganan yang buruk, terutama oleh
pencampuran yang tidak cukup
Aspek pra analitik fibrin
• HIV POSITIF

Antibodi anti-HIV
Terdeteksi
p24 dan antigen Antibodi
antibodi HIV
HIV terlapisi terlabeli
atau antigen
mikropartikel akridinium
p24 jika ada
paramagnetik

• HIV NEGATIF

Positif palsu
Ditambahkan
Tidak terjadi terjadi saat
fibrin
apapa ada ikatan
mikroklot
non spesifik
Aspek pra analitik fibrin
• Fibrin adalah gumpalan atau helai benang pada permukaan
sampel.
• Faktanya kesalahan dalam memipet memungkinkan terjadi,
detektor instrumen kami dapat mendeteksi hal ini, biasanya
terjadi pada pemipetan pertama.
• interferensi: terdeteksinya gumpalan kecil atau terbentuknya
gumpalan kecil di cup uji dapat menyebabkan positif palsu
pada uji yang sensitif seperti HBsAg, HIV combi PT, anti-HCV
atau troponin T/I
• Ketepatan terhadap waktu pembekuan dan saat sentrifuge
sangat penting.
Hemolisis
Beberapa kondisi pasien seperti anemia hemolitik kongenital,
penyakit hati dan kondisi hemolitik yang diperoleh (seperti reaksi
transfusi), dapat menyebabkan peningkatan kejadian hemolisis
Aspek Pre-analitikal yang berkontribusi
menyebabkan hemolisis
Faktor yang mempengaruhi terjadinya hemolisis
1. Penggunaan torniquet yang terlalu kencang
2. Ukuran jarum yang sangat kecil
3. Terhisapnya cairan jaringan setelah pengambilan di vena
4. Transfer darah ke tabung lain dengan menggunakan spuit
5. Pengocokan sampel yang terlalu kencang
6. Penundaan pemisahan sel dari serum/plasma lebih dari 3
jam
7. Sentrifugasi terlalu panjang atau terlalu kencang
8. Pengaruh suhu panas atau dingin, seperti selama transport
atau jika sampel tersentuh elemen yang dingin
9. Pembekuan whole blood
Cara penggunaan tabung
• Mengikuti perintah yang sudah tertulis
• Mengisi tabung sesuai dengan volume yang ditetapkan untuk
memastikan rasio antara darah dan zat aditif telah sesuai
(volume minimal 90%)
• Perhatikan cara menghomogenkan
• Membiarkan darah sesuai dengan waktu pembekuan (min 30
menit pada SST, dan min 60 menit pada tabung vakum
bertutup merah)
• Melakukan sentrifugasi sesuai dengan kecepatan, waktu, dan
suhu (15-25 °C) yang direkomendasikan
Pemecahan permasalahan
Masalah:
Permintaan tidak sesuai dengan yang diambil

Kemungkinan konsekuensi :
Tabung plasma terdapat bekuan

Pembenaran :
Mengikuti rekomendasi permintaan
1. Tabung kultur darrah
2. Tabung sitrat
3. Tabung serum dengan atau tanpa gel
4. Tabung heparin dengan atau tanpa gel
5. Tabung edta
6. Tabung florida
Masalah:
Sentrifus pada kekuatan yang tinggi(melebihi rekomendasi dari
perusahaan )

Kemungkinan konsekuensi :
Sel lisis ,perubahan konsentrasi analit

Pembenaran :
Mengikuti rekomendasi perusahaan sentrifus
Rangkuman - Mengapa kita harus
memperhatikan pre-analitik ?
Mengapa fokus pada pertanyaan pre-analitik ?
• Analyzer, reagen, dan sampel adalah beberapa komponen sistem
• Penanganan sampel yang tidak konsisten menyebabkan kualitas
hasil yang buruk
• Hasil tes mungkin terpegaruh
• Kesalahan tindakan media mungkin bisa dihindari
• Biaya perawatan intensif dan pembersihan prosedur dapat dihindari
• Hemat waktu dan biaya
Implikasi klinis variabel
preanalitik
• Identifikasi sampel yang • Perawatan pasien yang
tidak benar salah
• Hemolisis • Tinggi kalium, tinggi LD
• Kontaminasi pada • Tinggi atau rendah
tabung kalsium, rendah enzim
• Penundaan sentrifugasi • Tinggi kalium, tinggi LD,
rendah glukosa
• Paparan cahaya • Rendah bilirubin
• Darah yang tidak tepat • Error PT/APTT
atau rasio aditif • Mikroclot, error CBC
• Pencampuran sampel
yang tidak memadai