Anda di halaman 1dari 13

Perbedaan Sistem Linier dan Non-Linier

Oleh Crista Randy N


1610501006
Sistem Linier
 Sistem linier adalah suatu sistem yang memiliki ketetapan. Sistem
linier juga merupakan sistem yang memiliki sifat mudah dikontrol
dan mudah diprediksi.
 Di bawah terdapat gambar yang menjelaskan bahwa setiap input
dalam sebuah proses memiliki output masing – masing sesuai
dengan macam input yang ada dalam suatu proses. Artinya satu
input memilik satu keluaran output.
Jadi, sebelum masukan menjadi keluaran harus di proses terlebih
dahulu. Misalnya pada mesin atm ketika ada perintah dari user
(perintah tersebut merupakan input) lalu mesin akan mengikuti
perintah (procesing) dan akhirnya akan menghasilkan sebuah keluaran
(output).
Karakteristik sistem linier
Sistem linier memiliki karakteristik sistem yang memenuhi
hukum superposisi. Prinsip hukum superposisi adalah sebuah
prinsip respons yang memiliki sistem (keluaran) terhadap jumlah
bobot sinyal yang sama, dari jumlah bobot yang memiliki respon
(keluaran) sistem terhadap masing-masing sinyal masukan
individual.
Ilustrasi gambar :
Contoh Sistem Linier
 Contoh pada sistem linear, adalah pemrogramannya
menggunakan pemrograman konvensional, dimana contoh dalam
kehidupan sehari hari misalnya mesin ATM (Automatic Teller
Machine). Pada mesin ATM, input user berupa command tombol
berupa perintah dan angka. Dalam outputnya pun tentu sudah
pasti, jika user ingin mengambil uang, mentransfer sejumlah
sekian, membayar tagihan, serta beragam hal lainnya. Maka
keluarannya sudah pasti seperti perintah.
Sistem Non-Linier
 Sistem Non-Linier adalah suatu sistem yang sifatnya tidak tetap,
mudah berubah, sulit dikontrol, dan sulit diprediksi. Sistem
semacam ini memiliki tingkat ke-sensitivitas-an yang sangat tinggi.
Sistem non-linear ini dapat digambarkan seperti bagan berikut ini.
Penjelasan pada bagan tersebut adalah dalam bagan tersebut
dapat diamati 2 hal, yaitu yang pertama, bahwa input-input yang
berlainan dalam suatu proses dapat menghasilkan output yang
sama, dan yang kedua, bahwa satu input yang ada dalam suatu
proses dapat memberikan output yang sama. Di sinilah letak ke-
sensitif-an sistem. Sistem non-linear seperti ini dapat dimodelkan
dengan non-linear programming, seperti jaringan saraf tiruan atau
kecerdasan buatan.
Karakteristik sistem Non-Linier
 Sistem Non-linier merupakan sistem yang tidak memenuhi
hukum superposisi. Prinsip hukum superposisi adalah
respons sistem (keluaran) terhadap jumlah bobot sinyal sama
dengan jumlah bobot yang sesuai dari respon (keluaran)
sistem terhadap masing-masing sinyal masukan individual.
 Jadi karakteristik sistem non-linier adalah sistem yang
memiliki jumlah bobot tidak sama dari respon keluaran
terhadap masing-masing sinyal.
Contoh sistem non-Linier
Pada sistem Non-linear, umumnya di aplikasikan pada sistem yang
memiliki kesensitifan tinggi. Contoh yaitu pada robot BigDog, Asimo,
dan robot-robot pintar lainnya. Penjelasan setiap robot sebagai berikut
a. Robot BigDog
Robot BigDog adalah robot yang dapat menyeimbangkan diri, robot
ini sering di lakukan uji coba untuk melewati halang rintang. Halang
rintang ini merupakan sebuah tantangan untuk robot BigDog
b. Robot Asimo
Robot Asimo adalah robot yang dapat berlaku seperti manusia.
Contohnya berbicara selain itu Robot Asimo juga bisa berlari.
c. Games seperti The Sims, Angry Birds, ataupun pada game
Catur.
Tingkat kesensitivitasan pada game Angry Birds misalnya,
dimana banyak hukum fisika yang dipengaruhi oleh gaya gravitasi,
gaya tumbukan, dan bermacam-macam gaya yang diberikan dari
burung yang di lontarkan ataupun barang-barang yang
berjatuhan.
Sistem liner dan non-linier pada Tubuh
Manusia.
Apabila kita ingin memilah wilayah mana dalam sistem fisiologis
tubuh manusia yang merupakan sistem linear dan sistem non-linear,
maka dapat di amati tingkat sensitivitas suatu sistem yang ada dalam
tubuh manusia. Apabila sistem tersebut memiliki tingkat sensitivitas
yang rendah, maka sistem ini dapat dipaksakan menjadi sistem yang
linear. Sementara untuk sistem-sistem yang memiliki tingkat
sensitivitas yang cukup tinggi, maka sistem tersebut dapat digolongkan
dalam wilayah sistem yang non-linear.
• Dan untuk sistem fisiologis di dalam tubuh manusia sebagian besar
merupakan suatu sistem non-linear. Sistem kekebalan tubuh manusia
(imunitas) merupakan suatu bentuk sistem non-linear, gangguan-
gangguan tertentu, baik gangguan fisik, kimia, dan lain sebagainya.
• Sistem pernapasan manusia merupakan suatu sistem yang dapat
dipaksakan menjadi bentuk sistem yang linear, laju napas seseorang
bergantung pada seberapa berat kerja yang dilakukan seseorang
tersebut. Detak jantung juga dapat digolongkan ke dalam sistem yang
linear, ritme detak jantung akan bergantung pula pada seberapa berat
kerja yang dilakukan seseorang.
Terimakasih