Anda di halaman 1dari 17

XANTHELASMA

Oleh:
dr. Hj. Hervina, Sp.KK
XANTHELASMA
1. DEFINISI
• Xanthelasma adalah kumpulan
kolesetrol di bawah kulit
dengan batas tegas berwarna
kekuningan biasanya di sekitar
mata, sehingga sering disebut
xanthelasma palpebra.
2. ETIOLOGI

• Xanthelasma telah dihubungkan dengan keadaan hiperlipoproteinemia.


Semua tipe hiperliproteinemia termasuk bentuk sekunder telah dihubungkan
dengan xanthelasma
• Kelainan genetik primer termasuk dislipoproteinemia, hipertrigliseridimia dan
defisiensi lipase lipoprotein yang diturunkan. Diabetes yang tidak terkontrol
juga menyebabkan hiperlipidemia sekunder. Xanthelasma juga bisa terjadi
pada pasien dengan lipid normal dalam darah yang mempunyai HDL
kolesterol rendah atau kelainan lain lipoprotein
3. EPIDEMIOLOGI

• Xanthelasma bermanifestasi pada usia 15-73 tahun, dengan puncaknya


pada dekade keempat dan kelima.6 Pada penelitian didapatkan
xanthelasma predominan pada wanita dengan perbandingan 32% dan
17,4%. Kondisi ini dapat terlihat pada individu berkulit cerah maupun gelap.
Riwayat dengan xanthelasma sebesar 27,5 %.
4. FAKTOR RESIKO
• Jenis kelamin wanita
• Berusia antara 30 dan 50 tahun
• Keturunan Asia atau Mediterania
• Perokok
• Obesitas
• Memiliki penyakit tekanan darah tinggi (hipertensi)
• Penderita diabetes
• Kadar lemak dalam darah yang tinggi
5. DIAGNOSIS

5.1. Gejala Klinis


• Timbul plak irregular di kulit, warna kekuningan sering kali disekitar mata Ukuran
xanthelasma bervariasi berkisar antara 2 – 30 mm., adakalanya simetris dan cenderung
bersifat permanen.
• Pasien tidak mengeluh gatal, biasanya mengeluh untuk alasan estetika. Xanthelasma atau
xanthelasma palpebra biasanya terdapat di sisi medial kelopak mata atas. Lesi
berwarna kekuningan dan lembut berupa plaque berisi deposit lemak dengan batas
tegas. Lesi akan bertambah besar dan bertambah jumlahnya. Biasanya lesi-lesi ini tidak
mempengaruhi fungsi kelopak mata, tetapi ptosis harus diperiksa bila ditemukan.
Gambaran Xanthelasma palpebra simetris di Gambar xanthelasma palpebra menunjukkan
kedua kelopak mata gambaran plaque kekuningan di kelopak mata
bagian tengah

Gambar xanthelasma terdapat lesi


berwarna kekuningan dengan batas tegas
di kelopak mata bagian dalam
5.2. Pemeriksaan Laboratorium
• Karena 50% pasien dengan xanthelasma mempunyai gangguan lipid, maka disarankan
untuk pemeriksaan plasma lipid juga HDL dan LDL. Xanthelasma biasanya dapat
didiagnosa dengan jelas secara klinis dan jarang kelainan lain memberi gambaran klinis
sama. Jika ada keraguan, eksisi bedah dan analisis patologi sebaiknya dilakukan
5.3. PEMERIKSAAN HISTOLOGI
• Xanthelasma tersusun atas sel-sel xanthoma. Sel-
sel ini merupakan histiosit dengan deposit lemak
intraseluler terutama dalam retikuler dermis atas.
Lipid utama yang disimpan pada hiperlipidemia
dan xanthelasma normolipid adalah kolesterol.
Kebanyakan kolesterol ini adalah yang
teresterifikasi
6. PATOFISIOLOGI

• Pada xanthelasma terjadinya akumulasi kolesterol yang berawal dari darah,


dimana jumlah kolesterol yang paling banyak berasal dari LDL yang masuk
melalui dinding vaskular. Dikatakan bahwa trauma dan inflamasi itu dapat
merubah permeabilitas vaskuler sehingga lipoprotein dapat masuk ke dalam
kulit dan kemudian difagositosis oleh sel dermal. Normalnya LDL mempunyai
nilai kebocoran kapiler yang lambat.8
7.PATOGENESIS

• Panas lokal meningkatkan nilai kebocoran. Dapat dilihat secara eksperimen


bahwa nilai kebocoran kapiler dari LDL itu dua kali lebih besar pada daerah
yang lebih sering terekspose oleh gerakan fisik atau gesekan, dibandingkan
daerah pada kulit yang immobilisasi. Kelopak mata lebih sering mengalami
pergerakan yang konstan dan gesekan, dan hal ini mungkin alasan mengapa
xanthelasma berkembang pada daerah ini.
8. DIAGNOSIS BANDING

1. Xanthelasma
2. Syringoma
3. Hiperplasia Sebasea
XANTHELASMA SYRINGOMA HIPERPLASIA SEBASEA
1. Lunak, plak kuning datar - 1. Papula berwarna kulit atau 1. Papul kecil, menyebar,
kadang-kadang berkapur. kuning, bulat atau datar, berwarna kekuningan, dengan
2. Biasanya terjadi pada sisi berukuran hingga 3mm. permukaan yang halus
medial kelopak atas. Sering 2. Biasanya dalam kelompok di sampai sedikit kasar,
ditempatkan secara simetris. bagian atas pipi dan kelopak ditemukan soliter atau
3. Mungkin tetap statis atau mata bawah. multipel pada berbagai
tumbuh dalam ukuran tetapi 3. Kadang-kadang terlihat di lokasi pada wajah.
tidak mundur. tempat lain, seperti aksila, 2. Papul bisa menjadi merah dan
4. Fungsi kelopak mata biasanya dada, perut atau daerah meradang bahkan berdarah
tidak terpengaruh tetapi genital setelah digaruk, dicukur, atau
kadang-kadang terjadi ptosis. terkena trauma.
5. Mereka dengan xanthelasma 3. Pada pemeriksaan fisik
dan arcus kornea memiliki dapat ditemukan papul
peningkatan risiko penyakit berdiameter tidak lebih dari
jantung iskemik. 3 mm, papul bewarna
kekuningan di wajah terutama
pada dahi.
4. Lesi hiperplasia sebasea
mempunyai telangiektasis dan
umbilikasi di tengah.
9. PENATALAKSANAAN

8.1. Non-Farmakologi
• Banyak pilihan untuk menghilangkan xanthelasma palpebra, termasuk bedah eksisi,
argon dan pengangkatan dengan laser karbondioksida, kauterisasi kimia,
elektrodesikasi dan cryoterapi

8.2. Farmakologi
• Diet ketat dan obat-obatan yang menurunkan serum lipid, meskipun penting pada
pasien dengan lipid abnormal tetapi hanya memberikan respon sedikit pada terapi
xanthelasma.
10. KOMPLIKASI

• Jika xanthelasma meluas jauh ke dalam otot mata, plak mungkin tidak
merespon dengan terapi di permukaan kulit saja.
• Sebuah penelitian menemukan bahwa xanthelasma dapat menjadi indikator
risiko untuk penyakit infark miokard, penyakit jantung iskemik, aterosklerosis
berat, dan kematian pada populasi umum.
11. PROGNOSIS

• Kekambuhan sering terjadi. Pasien harus mengetahui bahwa dari penelitian


yang dilakukan pada eksisi bedah dapat terjadi kekambuhan pada 40%
pasien. Persentase ini lebih tinggi dengan eksisi sekunder. Kegagalan ini,
terjadi pada tahun pertama dengan persentase 26% dan lebih sering terjadi
pada pasien dengan sindrom hiperlipidemia dan bila terjadi pada 4 kelopak
mata sekaligus
12.PROFESIONAL

• MERUJUK PASIEN KE DOKTER SPESIALIS UNTUK DILAKUKAN


PENATALAKSANAAN NON FARMAKOLOGI ESTETIKA.