Anda di halaman 1dari 40

Definisi

 Tarikan antara sesama atom yang cukup kuat


untuk mempertahankan atom-atom tersebut
dalam unit-unit yang dapat dideteksi
 Hal ini terjadi akibat interaksi elektron-
elektron pada permukaan atom yang
membentuk susunan elektron baru diseputar
inti yang memiliki energi potensial total yang
lebih rendah dari pada atom terisolasi
(tunggal)
What happen?
I am sad.. Me too

They are not stabil

IKATAN KIMIA 3
You happy now. Why ?

We have been happy….

IKATAN KIMIA 4
IONIK dan KOVALEN
 Ikatan kimia terbentuk melalui penggunaan elektron
bersama atau pengalihan elektron di antara atom
 Bila elektron berpindah dari satu atom ke atom yang
lain dihasilkan ikatan ionik
 Bila elektron digunakan bersama di antara atom
dihasilkan ikatan kovalen
 Molekul nyata menunjukkan adanya suatu kontinum
dari ikatan ionik murni sampai ikatan kovalen murni
dan kebanyakan memiliki sifat campuran antara ionik
dan kovalen. Ikatan yang terjadi karena perpindahan
muatan secara parsial ialah kovalen polar
Energi ionisasi dan Afinitas ELektron
 Energi ionisasi (IE) adalah energi minimum
yang diperlukan untuk mengambil satu
elektron dari satu atom, molekul atau ion
yang berada dalam keadaan dasar.
 Afinitas elektron (EA) merupakan
perubahan energi menjadi negatif yang
terjadi bila elektron ditambahkan ke dalam
atom
Elektronegatifitas
 Elektronegativitas merupakan ukuran
kecendrungan atom atau molekul untuk
menarik elektron ke dirinya sendiri dalam
suatu ikatan kimia
 Perbandingan nilai elektronegatifitas dua
atom menyiratkan apakah keduanya akan
membentuk ikatan ionik, kovalen atau
kovalen polar
• Jika Selisih elektronegativitas besar , elektron

berpindah : IKATAN IONIK

• Selisih elektronegativitas kecil, elektron digunakan

bersama : IKATAN KOVALEN


IKATAN IONIK
 Terbentuk antara atom-atom yang memiliki
selisih elektronegativitasnya besar, misalnya
Na dan F
 Ion bermuatan berlawanan distabilkan oleh
gaya tarik Coulomb diantara kedua ion
FORMATION OF BONDING

-
Cl
2+

Mg
Cl
-
MgCl2

IONS BOND : terjadi gaya tarik menarik karena berbeda


muatan (elektrostatis)

IKATAN KIMIA 11
Contoh:

Na• → Na+ + e- kehilangan 1 elektron valensi

.. x.-
:Cl
.. . + e :Cl
.. : memperoleh 1 elektron valensi

(tanda x : untuk membedakan dari mana elektron itu berasal)

.. -
Na + + :Cl
.. : NaCl

penggabungan membentuk senyawa ionik (garam)


Susunan
Ion
Dalam
Kristal
NaCl
Contoh Lain :
.. .. -
. Ca . + 2 : Br .
.. Ca 2+ + 2 : Br
.. : CaBr2
atom netral kation anion senyawa

(tidak oktet) (oktet) (oktet) ionik


Diagram titik Lewis untuk ikatan
ionik
 ∙H ∙Li : He dll
 Elektron yang menempati kulit dalam (elektron teras)
tidak terlibat dalam pembentukan ikatan antar atom
 Elektron yang terletak pada kulit luar (elektron
valensi) perlu diperhitungkan dalam ikatan kimia.
 Atom cenderung membentuk susunan oktet lengkap
pada kulit valensinya (kecuali H dan He) dengan
melepaskan elektron atau menarik elektron sehingga
membentuk senyawa ionik. Elektron satu persatu
disusun memenuhi ke-4 sisi atom terlebih dahulu,
baru kemudian disusun berdua
Model Titik Elektron Lewis
• Elektron valensi digambarkan dengan titik
• Elektron teras tidak digambarkan
• Empat titik pertama ditulis satu persatu di ke
empat sisi lambang unsur
• Titik-titik berikutnya dipasangkan pada yang
sudah ada
H He

Li Be B C N O F Ne

Na Mg Al Si P S Cl Ar
Nama dan Rumus Senyawa Ionik
 Kation dari gol I dan II dinamai dengan nama yang
sama dengan atomnya seperti natrium dan kalsium
 Kation gol III, IV dan V sering membentuk beberapa
ion stabil, maka ditambahkan angka romawi dalam
tanda kurung sesudah nama logamnya seperti besi
(II), besi (III)
 Anion monoatomik dinamai dengan menambahkan
akhiran -ida seperti klorida, dan oksida
 Senyawa oksanion yang memiliki dua jenis ion
diberikan akhiran -at dan -it
 Bila lebih dari jenis ion diberi awalan per- dan hipo-
Energi Stabilisasi Coulomb
 K  K+ + e- IE = +419 kJ/mol
 F + e-  F- EA = -328 kJ/mol
 Dibutuhkan energi lain untuk memindahkan satu
elektron dari atom kalium ke atom fluorin; energi
yang harus diinvestasikan untuk membentuk K+
lebih besar dibandingkan energi yang dilepaskan
bila F- terbentuk
Energi Stabilisasi Coulomb
 Sewaktu dua ion berlawanan saling mendekat, gaya
coulomb akan saling tarik menarik
 Ketika dua ion mendekat, terbentuk interaksi ion
positif dan negatif yang menghasilkan energi
Coulomb yang negatif, sehingga energi total akan
menurun
 Pada jarak yang cukup pendek, tarik menarik
Coulomb jauh lebih besar daripada energi yang
diperlukan untuk memindahkan elektron sehingga
ikatan ionik akan terbentuk
CIRI SENYAWA IONIK
 Padatan pada suhu kamar
 Titik leleh dan titik didih tinggi
Misal NaCl titik leleh : 801°C
titik didih : 1413°C
 Senyawa ionik padat pada umumnya kurang baik
menghantarkan listrik, tetapi lelehannya
menghantarkan dengan baik
 Komposisi kimia dinyatakan sebagai rumus
empiris bukan rumus molekul
 Dalam bentuk padat juga terdiri dari ion-ion,
yang tersusun dalam suatu kristal
Sifat Ikatan Kimia Kovalen
 Ikatan kovalen dibentuk oleh dua atom dengan nilai
elektronegativitas yang sama atau mirip, keduanya
berbagi elektron dan membentuk ikatan antara kedua
atom
 Sifat penting dalam ikatan kovalen adalah panjang
ikatan dan energi ikatan
 Ikatan kovalen juga memiliki orde ikatan, contohnya
C-C, C=C,C C
Pasangan elektron bersama
 Molekul2 yang memiliki elektronegativitas relatif
sama, sehingga tidak dimungkinkan terjadinya
perpindahan elektron
 Elektron dianggap sebagai titik bermuatan negatif
yang berinteraksi dengan dua inti hidrogen. Gaya
tersebut cenderung mendekatkan kedua inti, dengan
demikian memperkuat ikatan
 Model Lewis menggambarkan ikatan kovalen sebagai
pasangan elektro-valensi bersama yang terletak
diantara kedua inti
Pasangan elektron bersama
 Pasangan elektron juga dapat digambarkan dengan
garis pendek H∙ — Cl
 Pasangan elektron tak bersama disebut pasangan
menyendiri dan mereka tidak berpartisipasi dalam
pembentukan ikatan
 Model diagram Lewis tidak menunjukkan geometri
ruang molekul. Bentuk 3D molekul kebanyakan tidak
planar
 Ikatan kovalen juga terbentuk lebih dari 1 pasangan
elektron (ikatan rangkap 2 atau 3)
N
H
H

COVALEN BOND : terjadi karena


pemakaian pasangan elektron secara
bersama
IKATAN KIMIA 27
Ikatan Kovalen Polar
 Berdasarkan pengamatan dalam laboratorium, ikatan
kimia tidak sepenuhnya polar atau kovalen. Hal ini
ditunjukkan dengan perpindahan muatan secara
parsial.
 Ikatan kovalen polar berdasarkan kemampuan salah
satu atom untuk menarik elektron ke dirinya dari
atom lain tanpa melakukan perpindahan secara
sempurna. Kemampuan ini dihitung dengan
membandingkan nilai elektronegativitas dari kedua
atom
Momen Dwikutub
 Momen dwikutub merupakan ukuran yang berguna
untuk sifat ionik dan selisih elektronegativitas.
 Momen dwikutub —> persen sifat ionik tidak selalu
menunjukkan 100% ionik. Hal ini terjadi karena:
(satu) sumbangan kovalen menghasilkan pemakaian
bersama di antara atom-atom; (kedua) distribusi
muatan elektron diseputar salah satu ion terdistorsi
oleh medan listrik dari ion lainnya (polarisasi).
 Jumlah bilangan oksidasi (biloks) atom dalam molekul
netral adalah 0, dan biloks ion sama dengan muatan
ion itu
 Atom logam alkali mempunyai biloks +1, atom alkali
tanah +2 dalam senyawa
 Fluorin mempunyai biloks -1 dalam senyawanya.
Halogen lain memiliki biloks -1 dalam senyawa,
terkecuali halogen tersebut disertai oksigen, maka
halogen mempunyai biloks +
 Hidrogen mempunyai biloks +1 dalam senyawa,
terkecuali hidrida logam seperti LiH, biloks H -1
 Oksigen ditentukan biloks -2 dalam senyawa.
Perkecualian untuk persenyawaan dengan fluorin
biloks +2 dan senyawa yang mengandung ikatan O-O
biloksnya -1
 Gunakan awalan Yunani untuk menunjukkan jumlah
atom setiap unsur dalam rumus molekul senyawa
 Tuliskan biloks dari nama unsur pertama dengan
angka romawi dan letakkan dalam tanda kurung
sesudah nama unsur itu
Apakah rumus kimia untuk (a) dinitrogen trioksida
(b) Ammonium sulfida
(c) Kalsium nitrat
(c) Feri hidroksida.

Namai senyawa ionik yang mengandung ion poliatom berikut.


(a) (NH4)2SO4
(b) NaNO2
(c) CaBr2
• Secara umum atom logam berukuran besar, logam
dapat dengan mudah kehilangan elektron terluar
(IE rendah) namun sulit menangkap/memperoleh
elektron
• Sifat ini mengarahkan logam-logam untuk
sharing elektron valensi mereka dengan cara yang
berbeda pada ikatan kovalen
• Dalam model ikatan logam, elektron valensi
atom-atom logam yang berdekatan akan
berkumpul membentuk pita (lautan elektron)
yang terdistribusi secara merata diantara atom-
atom tersebut dan disekitar inti dan elektron
bagian dalam
• Pada ikatan ini elektron sharing terdelokalisasi
dan bergerak bebas disekujur potongan logam.
Teori Lautan Elektron
Sifat –Sifat Logam
1. Penghantar listrik yang baik
2. Penghantar panas yang baik
3. Kuat dan keras (bila digunakan sebagai
logam paduan )
4. Sifat Mengkilap
5. Kemampuan untuk diubah bentuknya
(deformasi)
6. Kebanyakan logam memiliki kerapatan yang
tinggi
7. Kebanyakan logam memiliki titik didih dan titik
leleh yang tinggi
Terima kasih