Anda di halaman 1dari 35

Oleh

M.Miftachul Ulum, CH.,CHt.


SST., S.Sos.,S.Kep.,Ners.,M.Kes.,
Pengertian Hipnotis

Menurut kamus Bahasa Indonesia;


Hipnotis itu suatu tindakan yang
membuat seseorang berada dalam
keadaan hipnosis.
Lanjutan
 Hipnotis adalah suatu kondisi yang menyerupai tidur
yang dapat secara sengaja dilakukan kepada
seseorang, di mana seseorang yang dihipnotis bisa
menjawab pertanyaan yang diajukan, serta menerima
sugesti dengan tanpa perlawanan.

Hipnotis adalah seni komunikasi untuk


mempengaruhi seseorang sehingga mengubah
tingkat kesadarannya, yang dicapai dengan cara
menurunkan gelombang otak dari Beta menjadi Alpha
dan Theta.
sedangkan Hipnosis
Hipnosis (Inggris:
Hypnosis) adalah teknik atau praktik dalam
mempengaruhi orang lain secara sengaja untuk masuk
ke dalam kondisi yang menyerupai tidur, dimana
seseorang yang terhipnotis bisa menjawab pertanyaan
yang diajukan, serta menerima sugesti dengan tanpa
perlawanan.
Teknik ini sering dilakukan untuk menjelajahi alam
bawah sadar.
Lanjutan

 Hipnosis merupakan satu keadaan setengah sadar yang


jika dilihat penampakannya mirip dengan tidur,
disebabkan oleh suatu sugesti relaksasi dan perhatian
yang terkonsentrasi pada sebuah objek tunggal.

 Individu menjadi tersugesti dan responsif terhadap


pengaruh orang yang menghipnosis dan dapat
mengingat kembali kejadian-kejadian yang telah
dilupakan serta dapat meredakan gejala psikologis
(WHO, 1994).
Lanjutan
 Hipnosis sendiri berarti keadaan seperti tertidur
karena berada dalam pengaruh orang yang
memberikan sugestinya.
 Martin O. mendefinisikan hipnosis sebagai keadaan
atau kondisi dimana orang mampu berespon
terhadap sugesti yang sesuai dengan mengalami
perubahan persepsi daya ingat atau mood.
Pembagian Hipnotis
 1. Hipnotis Tradisional Supranatural

a. Hipnotis Dengan Gendam

b. Hipnotis Dengan Sirep

c. Hipnotis Dengan Sihrul ‘ain

d. Hipnotis mesmer/magnetism

2. Hipnotis Modern

a. Hipnoterapi

b. Hipnotis Panggung / Entertainment

c. Hipnotis Metafisis

3. Hipnotis Natural
Secara umum teori-teori mengenai
hipnoterapi dibagi 2 kategori besar:
1. Teori berdasarkan neuropsiko-fisiologis
2. Teori psikofisiologis.
a. Teori imobilisasi.
b. Hipnosis sbg suatu status hysteria.

c. Teori tidur yang dikondisikan.


d. Teori Inhibisi dan aktivitas ideomotor.
e. Teori Neodisosiasi dan disosiasi.
f. Teori Disosiasi.
g. Teori memainkan peran.
h. Teori regresi
Cara kerja hypnosis / Kondisi hipnosis
“Teori tidur yang dikondisikan”

Teori Keadaan Alfa dan Theta.


Melalui data yang dikumpulkan dari Electroencephalography (EEG),
diidentifikasikan dari impuls elektrik yang dipancarkan oleh otak ada
empat macam frekuensi pola gelombang otak yang pokok.

Keadaan Beta (waspada/bekerja) didefinisikan sebagai 14-32 putaran


per detik / cycles per second (CPS), keadaan Alfa (santai/relax)
sebagai 7-14 CPS, keadaan Theta (mengantuk) sebagai 4-7 CPS, dan
keadaan Delta (tidur/bermimpi/tidur pulas) kira-kira 3-5 CPS. (Kroger,
2007)
Satu definisi fisiologis dari
keadaan hipnotis
 Hipnotis Tingkat gelombang “alfa” diasosiasikan dengan menutup
mata, relaksasi, dan melamun. diperlukan untuk mengatasi masalah
seperti berhenti merokok, penanganan masalah berat badan,
pengurangan fobia, peningkatan kemampuan olah raga, dll
(Kroger.,2007)
Definisi fisiologis lain (Kroger.,2007)
 Hipnotis tingkat gelombang “theta” untuk
hipnoanestesia dan hipnoanalgesia di mana
pembedahan lebih siap dilakukan dalam keadaan theta
dan delta.

 Obat bius (anestetik), zat penenang (sedatif) dan


hipnotis mengacaukan keselarasan syaraf, yang
dianggap mendasari terjadinya gelombang theta, baik
pada manusia maupun binatang.
Hipnotis Natural

Suatu keadaan atau kondisi dimana orang dapat


menerima sugesti, pesan, atau saran yang
berasal dari orang lain, keadaan lingkungan
(pengalaman), bahkan dari dirinya sendiri
dengan mudah tanpa perlawanan/ penolakkan
atau analisa sama sekali sehingga dia
mengimplementasikan apa yang dipesankan.
Peristiwa natural dapat membuat
terhipnotis.

Glove anaesthesia: Karena asyiknya

berbelanja sampai-sampai anda tidak

menyadari ada kerikil kecil di sepatu

anda., tidak terasa waktu sudah malam

dsb.
Lanjutan
 Negative visual halucination: Karena terlalu sibuknya, dan tidak

melihat bolpoin di depan anda sehingga anda mencari-carinya ke

mana-mana.

 Positive visual halucination: Anda bertemu seorang artis. Mungkin

karena anda pada saat itu sedang tergila-gila pada salah satu artis.

Maka pada suatu kesempatan anda bertemu seorang artis lain,

langsung anda menyalaminya dan menganggap dia adalah artis

idola anda.
Lanjutan
 Misal saat kita nonton TV, dimana perhatian kita terserap
sepenuhnya di TV, maka kita tidak sadar akan sekeliling dan menjadi
sangat tersugesti oleh TV.
Lanjutan
Saat melihat film seseorang yang
diperkosa, maka kita akan sedih dan
marah, padahal kita tahu itu cuman film.
karena pada saat nonton TV kita rileks dan
konsentrasi, maka fungsi bawah sadar
menjadi mendominasi, dan alam bawah
sadar tidak bisa membedakan antara
realitas dan imajinasi.
Maka kita menjadi terhanyut dan sedih.
Lanjutan

Paling sering menghypnosis kita adalah iklan.


Anda berbelanja ke toko untuk membeli gula dan
minyak, tetapi saat anda ke luar dari toko
ternyata anda membeli “rokok”, permen dan
lainnya di luar rencana anda semula. Sampai di
rumah anda baru menyadari anda ternyata
membeli yang tidak anda perlukan.
Hipnoterapi
 Dalam kondisi rileks, seseorang mudah diberi sugesti
positif program pada alam bawah sadarnya. Dapat
digunakan sebagai hipnoterapi, seperti :

 Mengurangi stress

 Mengendalikan berat badan (dengan merubah pola


makan).

 Problem emosi : Stres, cemas, takut (phobia), dendam,


menghapus memori negatif masa lalu (korban
kekerasan/perkosaan,dll).
Lanjutan
 Menghentikan kebiasaan buruk : Narkoba, merokok, judi, sikap
lamban, malas, pemalu, gagap, menggigit-gigit kuku, belanja,
dll.

 Problem : Seks, makan dan tidur (sulit/berlebihan).

 Meningkatkan prestasi : Belajar, olah raga, bisnis, kreatifitas.

 Mengurangi nyeri (cabut gigi, sunat, operasi kecil, melahirkan)


dll.
Bagaimana prosesnya ?
Pada dasarnya tetap menggunakan strukur
hypnosis formal.

1. Anak kita buat nyaman, bisa dalam keadaan


duduk atau berbaring.

2. Namun untuk lebih cepat, silahkan baringkan


anak. Ini adalah proses pendahuluan. Bisa
digali hoby-nya, sekolah dimana, idolanya, dll
Lanjutan
2. Tes sugesti. : rasakan jarimu semakin lengket dan susah dibuka,
bayangkan ada lem yang kuat, sekarang lemnya kering dan jarimu
kaku, lengket, menempel dan susah dibuka, kan ?

Atau boleh juga tes balon dan batu, scriptnya : rasakan balon di tangan
kanan semakin terangkat tinggi, begitu pula tanganmu ikut terbang,

sedang tangan kiri saya kasih batu bata yang berat sekali, semakin
berat saja…

Jika tangan anak terangkat, berarti tes berhasil. Atau saat jari anak
terasa lengket, tes berhasil.
3. Proses induksi

Silahkan pilih :
 Bisa dengan meminta anak tarik nafas, keluarkan
lewat mulut, lalu hitung dari 5, 4, 3 pelan-pelan
sampai 1 dan saat hitungan 1 katakan : pejamkan
mata dan tidur…!, rasakan kenyamanan, enak
sekali, santai, tenang di ruangan ini
Lanjutan
Bisa meminta anak focus
memandang telapak tangan anda
lalu tangan anda pelan-pelan
mendekatan wajah si anak.
Katakan : jika mengantuk ikuti saja
dan tidur.
Lanjutan

Waking Hypnosis ( Dalam keadaan mata terbuka ).


Juru khitan membawa sebuah benda yang menarik,
bisa mainan. Ajak anak ngobrol seputar mainan
tersebut. Dan saat ngobrol sisipkan kalimat :
Nyaman ya…enak ya ? Nggak sakit kan ( Disini
tindakan khitan bisa dilakukan saat anak teralihkan
perhatiannya / terfokus dengan mainan tersebut )
Tindakan Khitan, pasang infus, injeksi dan
atau tindakan lainnya sambil member
sugesti :
Semakin nyaman, semakin enak dan
sekarang rasakan enaknya dikhitan !!!

Boleh diulangi, atau buat kalimat


kalimat sugesti lainnya
hipnotis menggunakan pembukaan gelombang
alpha, kalimat-kalimat sugesti.
 Sugesti mental ” anak lelaki pasti tidak menangis dan pasti
kuat menahan sakit ”

 Sugesti mental ” rasa sakit adalah seperti digigit semut ”


dengan meminta anak membayangkan sudah selesai khitan
kemaluannya tidak ada “kulub”nya, sudah punya helm.
Bentuknya bagus, sudah perjaka, dsb. Anak disuruh
membaca shalawat nabi sampai tak terhitung dan tidak
diperbolehkan berhenti atau ber takbir.
Lanjutan
Anak diputarkan musik kesukaan dan diminta ikut
menyanyi Kendali gelombang otak mempergunakan
intervensi multi media sebagai pengalih perhatian
dan tetap diawali kalimat sugesti yang mendorong
anak untuk larut dalam film yang diputar di
hadapannya. Tetap diawali dan di iringi kalimat
sugesti selama proses berlangsung
Media yang mendukung :

Udara dan hawa dingin atau suasana yang relatif


nyaman.
Bisa dibantu dengan AC Iringan musik Psikologi
yang dibangun sejak awal sebelum khitan dimulai
Pelayanan yang ramah
4. Sugesti Setelah selesai khitan
Bangunkan seperti biasa dengan pelan dengan kalimat
positif : Mas Kukuh, Alhamdulillah sampyan sudah selesai
di khitan, sekarang “Wis Joko” hayo buka mata pelan pelan
1,2,3,4,5. ikuti ucapan saya “Alhamdulillah, semoga saya
diberikan kekuatan Iman, dan Taqwa, dijadikan anak yang
sholeh barokah dunia akhirat “ Aamiin”.
 Pengendalian gelombang otak dengan membuka gelombang alpha.

 Gelombang alpha memungkinkan manusia mengalami Ikhlas,


nyaman, tenang, santai, istirahat, puas, segar, bahagia,
endorphine, serotonin.

 Tercapai pembukaan gerbang alpha adalah dengan didukung :

a. Keadaan prima dari juru medis maupun klien

b. Didukung keadaan nyaman

c. Perlu kerjasama klien

d. memerlukan prakondisi rasa percaya antara klien dengan juru


khitan
Contoh lain Kalimat Hipnotis
 Kalimat-kalimat hipnotis harus diucapkan dengan lancar,
tanpa kata-kata seperti “eee…”, “mmm..”, “eh…”, dan
sebagainya. Kalimat hipnotis biasanya adalah kalimat perintah
bernada sugestif, singkat, padat, dan diucapkan berulang-
ulang.

Contoh kalimat hipnotis :


 Hal pertama yang harus anda lakukan adalah……
 Membuat diri anda merasa nyaman…..
 Duduklah di kursi dengan kedua tangan di atas paha….
 Setelah anda merasa nyaman…….
 Fokuskan pandangan mata anda ke satu titik…..
 betul……
 Arahkan pandangan mata anda ke titik ini…….
Lanjutan
 Mata anda akan semakin berat……
 Semakin berat…..
 Dan anda akan tertidur……
 (……..) menandakan anda harus memberikan jeda
sebelum menuju ke kalimat selanjutnya.
 Anda sekarang berada di tepi pantai yang indah…
 Sangat indah….
 Dan akan menjadi lebih indah……
 Anda akan melihat ombak dan buih….
 Angin sepoi-sepoi…
Lanjutan
 Pohon kelapa yang teduh…..
 Rasakan semuanya…..
 Rasakan dengan seluruh panca indra anda…..
 Masuklah ke dalam air…..
 Rasakan dinginnya….
 Gunakan kedua tangan anda untuk berenang melewati lautan….
 dsb….dsb….