Anda di halaman 1dari 5

GRASBERG

Penambangan Tembaga dan Emas di Pegunungan Irian


Jaya pada Endapan yang Paling Terpencil di Dunia

(George A. Mealey)

Oleh :
●Egidia Vit Mafiana (073 015 035) ● Molyvia Stevany (073 015 064) ● Rafika Chaterina (073 015 112)

Strategi Bisnis Pertambangan (MTT6227)


Dosen Pembimbing: Dr. Supriyadi
Bagian I
PENEMUAN DAN RISIKO

1.1 Freeport dan Irian Jaya

1.2 Penemuan Ertsberg

1.3 Membangun Tambang


1.1 Freeport dan Irian Jaya

• Freeport Sulphur Company sebagai penghasil belerang


1912

• Jean Jacques Dozy mendaki gletser Carstensz


1936

• Dozy -> Jurnal Geologi Leiden, hasil analisis lapisan batuan di sekeliling
1939 gunung
• Forbes Wilson ekspedisi ke Irian Jaya
1960

• Produki pertama Ertsberg


1972

• Dibawah pimpinan Jim Bob, eksplorasi dan pemboran di Grasberg dengan hasil:
1985 kadar tembaga 1,69% dan kadar emas 1,77gr/ton
1.2 Penemuan Ertsberg
• Kapten Jan Carstensz melakukan pelayaran sepanjang pantai selatan New Guinea
1623

• Lorentz beserta J.W.Van Nouhuys dan Letnan D. Habbema berhasil melakukan ekspedisi
1909 (menyusuri sungai Noord)

• Para ahli geologi anggota ekspedisi menemukan lapisan batubaa bermutu rendah, indikasi
kehadiran minyak bumi, tanda-tanda adanya kandungan timah putih, tembaga dan bijih besi

• Emas mulai dihasilkan dari bagian New Guinea yang dikuasai Australia
1920-an

• Jean Jacques Dozy datang di Babo untuk melakukan pemetaan udara di daerah
1936 konsesi NNGPM
1.3 Membangun Tambang
• Membawa peralatan bor dengan helikopter, dirakit di Ertsberg
1960-an

• Ertsberg berada di Irian Jaya


1963

• Kepemimpinan baru di Indonesia, Presiden Soeharto


1967 • Penandatanganan KK pemboran Ertsberg pertama oleh Indonesia dibawah UU Modal Asing

• Jalan rampung dibangun dan kereta kabel berjalan dengan lancar serta jalur pipa
1972 • Produki pertama Ertsberg, 10.000 ton bijih berhasil dikapalkan menuju Jepang

• Ali Budiarjo diangkat sebagai pimpinan Freeport Indonesia menggantikan Forbes


1974 Wilson