Anda di halaman 1dari 45

Ringkasan

Petroleum Resources
Management System
Fachry Muhammad (072.15.032)
Dhany Rizky (072.15.024)
Heri Susanto (072.15.052)
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.1 Kerangka Klasifikasi Sumber Daya Minyak Bumi


1.2 Evaluasi Sumber Daya Berdasarkan Proyek
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

Sebuah sistem klasifikasi sumber daya minyak bumi adalah elemen mendasar yang
memberikan kesamaan bahasa untuk mengkomunikasikan kepercayaan dari status kematangan
proyek sumber daya dan kisaran hasil potensi untuk berbagai entitas. PRMS memberikan
transparansi dengan mewajibkan penilaian berbagai kriteria yang memungkinkan klasifikasi dan
pengkategorian proyek sumber daya. elemen evaluasi mempertimbangkan risiko penemuan
geologi dan ketidakpastian teknis bersama dengan penentuan peluang untuk mencapai status
kematangan komersial dari proyek minyak bumi.
Estimasi teknis jumlah sumber daya minyak melibatkan penilaian kuantitas dan nilai-
nilai yang memiliki tingkat ketidakpastian. Jumlah minyak dan produk terkait dapat dilaporkan
dalam bentuk volume (misalnya, barel atau meter kubik), massa (misalnya, metrik ton) atau
energy (mis., Btu atau Joule). Kuantitas ini terkait dengan proyek eksplorasi, penilaian, dan
pengembangan di berbagai tahap desain dan implementasi. Aspek komersial yang
dipertimbangkan akan berhubungan dengan status kematangan proyek (misalnya, teknis,
ekonomis, regulasi, dan hukum) untuk peluang pelaksanaan proyek.
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.1 Kerangka Klasifikasi Sumber Daya Minyak Bumi


Minyak bumi didefinisikan sebagai campuran alami yang terdiri dari hidrokarbon
dalam bentuk gas, cair, atau padat. Minyak bumi juga dapat mengandung non-hidrokarbon,
contoh-contoh umum di antaranya karbon dioksida, nitrogen, hidrogen sulfida, dan
belerang. Dalam kasus yang jarang terjadi, kandungan non-hidrokarbon dapat lebih dari
50%.
Sumber daya yang digunakan di sini dimaksudkan untuk mencakup semua
kuantitas minyak bumi yang terjadi secara alami di dalam kerak Bumi, baik ditemukan dan
belum ditemukan (apakah dapat diperoleh atau tidak dapat diperoleh), ditambah jumlah
yang sudah diproduksi. Lebih lanjut, semua jenis minyak bumi saat ini dianggap sebagai
sumber daya konvensional atau tidak konvensional.
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.1 Kerangka Klasifikasi Sumber Daya Minyak Bumi


1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.1 Kerangka Klasifikasi Sumber Daya Minyak Bumi


A. Total Petroleum Initially-In-Place (PIIP) adalah semua kuantitas minyak bumi yang
diperkirakan ada awalnya dalam akumulasi alami, ditemukan dan belum ditemukan,
sebelum produksi.
B. Ditemukan PIIP adalah kuantitas minyak bumi yang di estimasi, pada tanggal tertentu,
yang harus dikandung dalam akumulasi yang diketahui sebelum produksi.
C. Produksi adalah kuantitas kumulatif minyak bumi yang telah diperoleh pada tanggal
tertentu. Sementara semua sumber daya yang dapat diperoleh diestimasi, dan
produksi diukur dalam hal spesifikasi penjualan produk, kuantitas produksi mentah
(sales ditambah non-sales) juga diukur dan diperlukan untuk mendukung analisis
teknik berdasarkan reservoir.
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.1 Kerangka Klasifikasi Sumber Daya Minyak Bumi


1. Cadangan adalah kuantitas minyak yang diharapkan dapat diperoleh secara komersial
oleh penerapan proyek-proyek pembangunan ke akumulasi yang diketahui dari tanggal
tertentu di bawah kondisi yang ditentukan.
2. Cadangan direkomendasikan sebagai kuantitas penjualan sebagaimana diukur pada titik
referensi.
3. Cadangan dikategorikan lebih lanjut sesuai dengan kisaran ketidakpastian dan harus
disubkelaskan berdasarkan kematangan proyek dan / atau dicirikan oleh pengembangan
dan status produksi
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.1 Kerangka Klasifikasi Sumber Daya Minyak Bumi


B. Sumber Daya Kontingen adalah kuantitas estimasi minyak bumi, pada tanggal tertentu,
untuk menjadi berpotensi dapat diperoleh dari akumulasi yang diketahui, dengan aplikasi
proyek pengembangan saat ini tidak dianggap komersial karena satu atau lebih kontingensi.
C. PIIP yang belum ditemukan adalah bahwa kuantitas minyak bumi yang diestimasi, pada
tanggal tertentu, harusnya terakumulasi belum ditemukan.
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.1 Kerangka Klasifikasi Sumber Daya Minyak Bumi


D. Sumber Daya Prospektif adalah kuantitas minyak bumi yang diestimasi, pada tanggal
tertentu, untuk menjadi berpotensi dapat diperoleh dari akumulasi yang belum ditemukan
dengan penerapan pengembangan proyek masa depan.
E. Sumber Daya yang Tidak Dapat Diperoleh adalah bagian dari PIIP yang ditemukan atau
belum ditemukan yang dievaluasi, sebagai tanggal tertentu, tidak dapat diperoleh oleh
proyek yang ditentukan saat ini. Sebagian dari kuantitas ini dapat menjadi dapat diperoleh
di masa depan karena perubahan keadaan komersial, teknologi dikembangkan, atau data
tambahan diperoleh.
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.1 Kerangka Klasifikasi Sumber Daya Minyak Bumi


A. Estimasi Perolehan Maksimal (EUR) bukan kategori atau kelas sumber daya, tetapi
istilah yang dapat diterapkan pada akumulasi atau kelompok akumulasi (ditemukan
atau tidak ditemukan) untuk didefinisikan kuantitas minyak bumi yang diestimasi, pada
tanggal tertentu, berpotensi dapat diperoleh ditambah kuantitas yang sudah
dihasilkan dari akumulasi atau kelompok akumulasi.
B. Sumber daya perolehan teknik (TRR) adalah kuantitas minyak bumi yang dapat
diproduksikan menggunakan teknologi yang tersedia saat ini dan praktik industri,
terlepas dari pertimbangan komersial.
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.2 Evaluasi Sumber Daya Berdasarkan Proyek


Proses evaluasi sumber daya terdiri dari mengidentifikasi proyek perolehan atau
proyek yang terkait dengan satu atau lebih akumulasi minyak bumi,
memperkirakan jumlah PIIP, estimasi porsi dari kuantitas di tempat yang dapat
diperoleh oleh setiap proyek, dan mengklasifikasikan proyek berdasarkan status
kematangan atau peluang komersialitas.

Sumber daya diperoleh net adalah bagian kepemilikan dari produksi masa depan
yang diperoleh secara hukum di bawah ketentuan pengembangan dan kontrak
produksi atau lisensi.
1.0 Prinsip Dasar dan Definisi

1.2 Evaluasi Sumber Daya Berdasarkan Proyek


Akumulasi atau akumulasi potensial minyak bumi sering dijadikan terpisah dan proyek
berbeda yang berada pada tahap eksplorasi atau pengembangan yang berbeda.
Estimasi kuantitias yang diperoleh harus dinyatakan dalam bentuk produksi yang berasal dari
program pengembangan potensial bahkan untuk sumber daya propektif.
Data pendukung, proses analisis, dan asumsi yang menjelaskan teknis dan dasar komersial
yang digunakan dalam evaluasi harus didokumentasikan dengan rinci untuk perizinan, jika
perlu, evaluator cadangan yang memenuhi kualifikasi untuk memahami dasar masing-masing
proyek untuk estimasi, kategori, dan klasifikasi kuantitas perolehan sumber daya, sesuai
penilaian asosial komersial.
2.0 Panduan Klasifikasi dan Kategori

2.1 Klasifikasi Resources

2.1.1 Penentuan Status Discovery

Akumulasi dari petroleum yang sudah discovery itu ditentukan untuk mengetahui kapan well untuk eksplorasi sudah
matang atau belum dalam kondisi yang bagus dari segi testing, sampling dan atau logging yang sekiranya punya potensi
hidrokarbon. Adanya flow test atau sampling dapat membuat penentuan discovery dengan tingkat keyakinan geologi yang lebih
karena keberadaan hidrokarbon dan dapat menjadi petunjuk dapat produksinya lapangan tersebut.

2.1.2 Penentuan Komersial

Penentuan komersial migas itu berdasarkan faktor – faktor berikut ini :

- Bukti tingkat kematangan

- Bukti pemberian dana dari pemerintah

- Bukti yang mendukung waktu untuk development

- Bukti yang legal, dari segi kontrak, lingkungan, regulasi dan pemerintah yang menyetujui
Untuk masuk kepada kelas reserve suatu proyek harus cukup terdefinisikan baik teknis maupun kelangsungan komersial.

2.1.3 Status Proyek dan Kesempatan komersial

-Para evaluator yang akan mengevaluasi punya pilihan untuk menetapkan klasifikasi resources yang lebih detail.

-Seiring proyek berjalan menjadi lebih besar, maka kematangan komersialnay menjadi meningkat juga, hal tersebut akan menaikkan dan
mengakumulasi kemungkinan untuk berkembang secara komersial dan kuantitas dari proyek dapat bergeser ke reserves. Ada 2 istilah yaitu chance of
geology discovery yaitu peluang untuk meningkatnya potensi pada penemuan kuantitas petroleum yang signifikan dan chance of development yaitu
peluang berkembangnya secara komersial.

-Contingent dan Prospective Resources bisa punya perbedaan ruang lingkup atau cakupan pada ketidakpastian perkembangan dan kematangan
proyek.

-Proyek yang diklasifikasikan sebagai contingent resources punya sub kelas sendiri yang mana itu akan kesatuan plan sendiri yang digunakan untuk
mengatur portofolio proyek nya. Jadi, proyek yang ada itu berada pada masa studi yang aktif dan studi kelayakan pada Contingent Resources
Development Pending.

-Ketika faktor komersial terdapat perubahan dan ada resiko yang signifikan pada suatu projek yang membuat reserves tidak lagi diterima. Proyek ini
harus diklasifikasi ulang menjadi Contingent Resources

-Pada Prospective Resources punya potensi untuk mengakumulasi kematangan dari play, lead, dan prospect tergantung pada peluang untuk
mengidentifikasi potensi komersial projek eksplorasi. Prospective resources dievaluasi tergantung pada peluang discovery geologinya.

.
2.1.3.6 Status Reserves

-Developed reserve adalah jumlah yang diperkirakan untuk pulih dari sumur dan fasilitas yang sudah ada. Kemudian
developed reserve punya 2 bagian antara lain adalah developed producing reserve dan developed non producing
reserve . Bedanya adalah pada developed producing reserve berada pada waktu produksi .

-Undeveloped reserve adalah jumlah yang diperkirakan akan dipulihkan pada masa depan dengan investasi yang
signifikan.

-Sekali proyek dapat melewati penilaian komersial dan sampai pada mendapatkan status reserves, itu termasuk kepada
semua proyek reserves yang kategorinya sama di satu lapangan yang berguna untuk mengestimasi produksi masa
depan dan tes batasan ekonominya

-Status development dan production sangat penting untuk manajeman portofolio proyek dan keuangannya

2.1.3.7 Status Ekonomi

-Proyek yang lebih jauh nya dapat dikarakterisasikan dengan status ekonomi. Tergantung pada kondisi pada masa depan
dan pengaruh lonjakan ekonomi yang terjadi pada proyek yang diklasifikasikan sebagai Contingent Resources terdiri
dari 2 grup, yaitu : Contingent Resources yang secara ekonomi dapat berjalan terus dan contingent resources yang
secara ekonomi belum tentu berjalan.
2.2 Kategori Cadangan

-Ketidakpastian pada jumlah perolehan suatu proyek direfleksikan oleh 1P,2P,3P, terbukti (P1), probable(P2),
possible(P3), 1C,2C,3C,C1,C2,C3 atau 1U,2U,3U kategori cadangan. Peluang komersial untuk sukses itu ada
hubungannya dengan kelas cadangannya.

-Ketidakpastian selalu terikat pada estimasi cadangan suatu proyek dan itu telah dibahas di PRMS dengan
laporan kategori hasilnya.

-Ketidakpastian dibagi menjadi beberapa urutan yang diambil berdasarkan distribusi probability : low, best,
dan high estimate :

low estimate : paling rendah 90% probability (P90) nya

best estimate : paling rendah 50% probability (P50) nya

high estimate : paling rendah 10% probability (P10) nya


2.2.2 Kategori Petunjuk dan Definisi
-Evaluator dapat menilai jumlah dan kategori dengan nilai ketidakpastian
menggunakan beberapa metoda, yaitu metoda deterministic incremental,
deterministic kumulatif , geostatistik atau probabilitas dan lain sebagainya.
-Proved Reserves adalah kuantitas petroleum dengan Analisa geoscience dan data
keteknikan yang dapat mengestimasi dengan kepastian yang wajar perolehan
komersial dari reservoir yang ada dan dibawah kondisi teknis yang telah ditentukan.
-Probable Reserves adalah Cadangan tambahan yang menggunakan analisis geosains
dan data keteknikan menunjukkan kurang mungkin untuk perolehan cadangan
terbukti (Proved reserves) tetapi lebih pasti untuk diperoleh dari Possible reserves.
-Possible reserves adalah cadangan tambahan dengan Analisa geoscience dan data
keteknikan yang perolehannya lebih tinggi dibanding dengan probable reserves.
2.3 Proyek Inkremental
-Proyek inkremental dirancang untuk meningkatkan pemulihan efisiensi, mengurangi biaya, atau
mempercepat produksi melalui pemeliharaan atau perubahan yang terjadi pada sumur,
pelengkapan, atau fasilitas atau melalui pengeboran infill atau dengan cara meningkatkan
perolehan.
-Sebuah proyek incremental harus memiliki rencana pengembangan yang jelas. Rencana
pengembangan mungkin termasuk proyek yang menargetkan seluruh bidang (atau bahkan
beberapa, bidang terpaut), reservoir, atau satu sumur
2.3.1 Workover, Perawatan, dan Perubahan Peralatan
-Inkremental berhubungan dengan workover di masa depan, perawatannya, perawatan ulang,
perubahan alat, prosedur mekanis lainnya dimana proyek proyek seperti itu secara rutin di
reservoir analog dapat diklasifikasikan sebagai Develop Reserves, Undeveloped Reserves, atau
Cadangan Kontingen tergantung kepada biaya terkait yang diperlukan dan status kematangan
komersial proyek tersebut.
2.3.2 Tekanan
- Pengurangan tekanan balik melalui kompresi dapat meningkatkan porsi gas di tempat yang dapat diproduksi
secara komersial dan dengan demikian termasuk dalam perkiraan sumber daya. Jika pemasangan akhirnya
kompresi memenuhi persyaratan kematangan komersial, pemulihan inkremental termasuk dalam
Undeveloped Reserves maupun Developed Reserves tergantung pada investasi klasifikasi yang telah
dikembangkan atau pada yang belum dikembangkan.
2.3.3 Infill Drilling
- Analisis teknis dan komersial dapat mendukung pengeboran sumur produksi tambahan untuk mengurangi
jarak antar sumur dari rencana awal pengembangan, dan tunduk pada peraturan pemerintah. Pada infill
drilling bisa saja terdapat efek gabungan dari peningkatan perolehan dan percepatan produksi.
2.3.4 Peningkatan Perolehan
- Peningkatan perolehan atau improved recovery adalah peningkatan petroleum yang diperoleh di luar primer
recovery dari reservoir alami dengan menambahkan energi reservoir alami tersebut. Itu termasuk kepada
proses secondery recovery, tertiary recovery dan cara lain yang dapat digunakan untuk meningkatkan
perolehan dari proses reservoir alami .
2.4 Cadangan Unconventional
-Tipe cadangan minyak dapat dibagi menjadi 2 yaitu ada Conventional Resources dan
Unconventional reseources yang memungkinkan menggunakan pendekatan metoda yang
berbeda.
-Conventional resources terdapat dibatuan berpori dan permeabel dengan tekanan yang
seimbang. Metode yang digunakan seperti biasa yaitu data data seperti coring, cutting,
seismic, dan lain sebagainya.
-Unconventional resources sedikit berbeda dengan conventional resources karena tidak punya
trap struktural ataupun stratigrafi yang jelas contohnya itu adalah CBM dan Shale gas
- Ekstrapolasi keberadaan reservoir atau produktivitas di luar titik kontrol akumulasi sumber daya
tidak boleh diasumsikan kecuali terdapat bukti teknis yang jelas mengenai hal tersebut
untuk mendukungnya. Karena itu, ekstrapolasi di luar daerah sekitar titik kontrol harus dibatasi
kecuali ada rekayasa dan bukti geosains yang jelas untuk menunjukkannya.
3.0 Evaluation and Reporting guidelines

 Cadangan dan evaluasi digunakan untuk klasifikasi perkiraan jumlah recoverable


quanitities
 Faktor-factor yang mempengatuhi komersial Contoh : The defined conditions include the
factors that impact commerciality, such as decision hurdle rates, commodity prices,
operating and capital costs, technical subsurface parameters, marketing, sales route(s),
environmental, governmental, legal, and social factors and timing issues.
 Faktor itu harus di identifikasi dan di dokumentasi asumsi yang digunakan untuk evaluasi
agar bisa diklasifikasikan kedalam cadangan atau sumberdaya.
3.1 Assement of Commerciality

 Lapangan commercial yaitu lapangan yang sudah memiliki bukti bahwa lapangan itu
mempunyai kerangka waktu yang jelas. Kemudian lapangan ini sudah di persiapkan
dengan matang dari segi kriteria sosial, lingkungan, ekonomi, politik, hukum, peraturan,
keputusan, dan kondisi kontrak terpenuhi.
 Guidelines itu hanya untuk penilaian berdasarkan cash flow analysis.
 Entitas adalah suatu contract yang legal yang memiliki hak dan kewajiban . Contoh :
mengacu ke kontraktor yang legal.
Net cash-flow evaluation

 Net cash evaluation biasanya menggunakan konsep discount rate dan NPV pada
projectnya.
 Perhitungan harus di berdasarkan titik refrensi yang tepat dan harus mencerminkan hal-
hal berikut :
1. Jumlah perkiraan produksi selama periode waktu yang telah ditentukan
2. Perkiraan biaya pada jadwal untuk mengembangkan, recover , produksi
mengacu pada refrence point termasuk biaya abandonment, decommissioning
dan restoration (ADR),
3. Perkiraan pendapatan dari jumlah produksi,
4. Masa depan produksi dan pajak pendapatan dan royalty dari entitas.
5. Kehidupan proyek yang terbatas pada periode kepentingan ekonomi
Economic Criteria

 Project dengan alur net cash undiscounted positive itu dianggap ekonomis.
 Kelangsungan ekonomi diuji dengan menerapkan kasus perkiraan yang mengevaluasi
perkiraan cash flow berdasarkan kondisi ekonomi yang diperkirakan entitas (termasuk
jadwal dan biaya harga produk, inflasi indeks, dan keadaan pasar).
 Semua biaya termasuk kewajiban ADR di masa depan, dimasukan kepada project analysis
kecuali pada peraturan kontrak yang telah dibuat. Biaya ADR tidak termasuk parameter
untuk menilai kelayakan ekonomi.
 Biaya ADR juga dapat dilaporkan untuk tujuan lain seperti untuk evaluasi akuisisi
properti, perencanaan lapangan, laporan akuntansi untuk masa yang akan datang.
 Evaluators memeriksa kekadaan ekonomi dalam suatu project agar tidak terjari inflasi
atau deflasi pada suatu project.
Gambar 1. Perkiraan ekonomi proyek yang belum di kembangkan
Economic Limit

 Economic limit adalah production rate pada saat kumulatif net cash flow
maksimum terjadi di dalam suatu project.
 Sebagai patokan untuk naik atau enggnya harga produksi
 Negative prjocet net cash flows dapat di akomodasi dala waktu pengembangan
capital, harga produksi rendah atau masalah major operational provided pada
waktu yang lama maka cumulative netcash- flow di perkirakan dapat
menentukan dari the effective date menjadi positive project.
 Entitas memilih ke produksi dibawah economic limit.
3.2 Production measurement dan Refrence Point

 Petroleum production measured untuk mengukur tingkat effesiensi


recovery dan hubungannya dengan PIIP (Petroleum initially in-place)

 Titik refrence menjelaskan lokasi dengan petroleum operation dan ekstraksi dimana
kuantitas produksi sudah diketahui untuk menentukan kondisi yang sebelumnya
(consumption)
Consumed in operations (CIO)

 Porsi dari konsumen dari minyak bumi sebagai bahan bakar produksi atau plant
operataion sebelum refrence point.
 jumlah CiO dapat dimasukkan sebagai Cadangan atau Sumber Daya; bila
termasuk jumlah ini harus dinyatakan dan dicatat terpisah dari bagian penjualan.
Wet or Dry Natural Gas

 Wet gas atau dry gas ini harus di pertimbangkan lagi dalam spesifikasi pada titik refrensi
yang telah ditentukan.
 Disaat liquids di ekstraksi dari ke gas sebelum dijual dan gas dijual dalam keadaan kering
harus di hitung dalam jenis yang terpisah.
PSC ( Production Sharing Contact )

 PSC ini yaitu menerapkan konsep bagi hasil produksi pemilik sumberdaya dan investor.

Istilah dama PSC yang harus diketahui :

 GOI (Government of Indonesia) adalah pemerintah yang mempunyai amanat operasional teknis yang diatur oleh BP migas dalam bidang
produksu hulu sampai hilir.

 Contractor adalah perusahaan yang bergerak dibidang migas

 Lifting Oil adalah Produksi Oil dalam Barel yaitu (Oil Per Day/BOPD (1 Bbl=159 L)). Lain hal dengan gas dalam satuan MMSCFD (million
million standard cubic feet per day)

 Split ialah bagi hasil antara GOI dan kontraktor yaitu 85% : 15% (Oil). Sedangkan untuk gas umumnya 65% : 35%.

 FTP (First Tranche Petroleum) adalah pembagian lifting yang diberikan sejumlah tertentu kepada GOI dan kontraktor.

 Cost Recovery adalah biaya investasi dan operasi produksi migas yang dikeluarkan kontraktor dan dibayar GOI dalam mekanisme bagi hasil
produksi

 DMO (Domestic Market Obligation) adalah kewajiban kontraktor menjual minyak di Indonesia (25% dari jatah/entitlement Contractor),
dengan harga DMO fee 15% harga ekspor atau 25% harga ekspor untuk kawasan timur Indonesia. DMO fee tersebut berlaku setelah
produksi lebih dari 60 bulan, jika kurang 60 bulan maka 100% harga pasar. Sedangkan untuk gas DMO sesuai dengan harga pasar.
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.1 Prosedur Analitik

4.1.1 Analogi

4.1.2 Analisis Volumetrik

4.1.3 Analisis Material Balance

4.1.4 Analisis Performa Produksi

4.2 Metode Penilaian Sumber Daya

4.2.1 Metode Deterministik

4.2.2 Metode Geostatistik

4.2.3 Metode Probabilistik

4.2.4 Metode Integrasi

4.2.5 Metode Agregasi

4.2.6 Metode Agregasi Sumber Daya


4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

 Mengasumsikan sebuah proyek dengan mengklasifikasikan kematangan proyek,


estimasi dari kuantitas perolehan proyek terkait yang ditentukan dan penilaian
untuk kategori ketidakpastian dengan satu atau beberapa prosedur analitik.
 Prosedur yang mungkin digunakan adalah pendekatan inkremental atau scenario.
Selain itu, metode dari penilaian ketidakpastian relatif pada estimasi kuantitas
perolehan yang mungkin bisa dilakukan yaitu metode deterministic dan
probabilistik.
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.1 Prosedur Analitik


Prosedur analitik untuk estimasi kuantitas perolehan terdiri dari tiga kategori :
a) Analogi
b) Estimasi volumetric
c) Estimasi berdasarkan performa (eg: material balance, simulasi history-
matching, analisis decline-curve, analisis rate-transient).
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.1.1 Analogi
 Analogi merupakan bagian dari eksplorasi dan tahap awal pengembangan ketika informasi
pengukuran langsung sangat terbatas. Metodologi atas dasar asumsi dimana analogi reservoir
adalah sebanding/sama dengan reservoir tertentu. Kesamaan karakteristik tersebut yaitu dari:
a. Struktur dan pengendapan reservoir (litologi, lingkungan pegendapan, rekahan, komposisi
kimia, geometri, deformasi)
b. Properti petrofisik (ketebalan, porositas, saturasi, permeabilitas, heterogenitas)
c. Kondisi reservoir (kedalaman, suhu, tekanan, akumulasi hidrokarbon dan akuifer)
d. Properti fluida (tipe fluida original, komposisi, densitas, viskositas, API)
e. Drive mechanism (water drive, gas drive, solution gas drive)
 Tidak semua parameter bisa tepat untuk di analogikan pada suatu reservoir. Evaluator harus
mempertimbangkan aplikasi spesifik dan kesesuaian dalam menyediakan pengetahuan untuk
membantu estimasi perolehan sumber daya
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.1.2 Analisis volumetrik


 Prosedur ini menggunakan properti batuan dan fluida reservoir untuk perhitungan volume hidrokarbon di tempat dan
kemudian estimasi bagian yang akan diperoleh (diproduksi) dengan proyek pengembanga spesifik. Estimasi volumetrik
didasarkan atas pendekatan probabilistik dan deterministik.
 Ketidakpastian kuantitas di tempat dipengaruhi oleh :
a) Geometri reservoir, heterogenitas, batasan perangkap yang berdampak pada volume batuan
b) Karakteristik geologi yang ditetapkan dari volume pori dan distribusi saturasi minyak dan gas
c) Kontak fluida (LKH, OWC, GWC, GOC)
d) Kombinasi dari kualitas reservoir, tipe fluida dan kontak yang mengontrol distribusi saturasi (vertikal dan horizontal)
 Volume batuan gross adalah total reservoir. Perhitungan volume hidrokarbon di tempat menggunakan rasio net to
gross, porositas dan saturasi fluida.
 Estimasi kuantitas perolehan harus mempertimbangkan ketidakpastian hidrokarbon di bawah permukaan dan efisiensi
perolehan dari proyek pengembangan yang di aplikasikan pada reservoir.
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.1.3 Analisis Material Balance


Metode material balance digunakan untuk estimasi kuantitas perolehan
melibatkan analisis kelakuan tekanan fluida reservoir itu sendiri. Pada situasi ideal, seperti
depletion gas drive reservoir yang homogen, batuan reservoir permeabilitias baik dan
dimana memiliki data tekanan dengan kualitas baik, estimasi berdasarkan material balance
dapat memberikan estimasi ultimate recovery pada tekanan abandon. Pada situasi
kompleks, seperti adanya water influx, aliran multi fasa, dan reservoir permeabilitas rendah
atau banyak lapisan, shale atau CBM, estimasi dengan material balance mungkin
memberikan hasil yang tidak akurat.
Modeling reservoir atau simulasi reservoir bisa dianggap lebih teliti dari analisis
material balance. Ketika modelling dilakukan bisa prediksi kelakuan reservoir sesuai dengan
program pengembangan, dengan memasukkan data property batuan, geometri reservoir,
fungsi permeabilitas relative, property fluida dan batasan yang kritis seperti sumur dan
fasilitas permukaan.
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.1.4 Analisis Performa Produksi


Analisis dari perubahan laju alir produksi dan rasio fluida produksi vs waktu dan produksi kumulatif sebagai
fluida reservoir sangat memberikan informasi untuk memprediksi kuantitas perolehan sisa. Pada beberapa kasus, sebelum
tingkat penurunan produksi menjadi jelas, tren dalam indicator performa seperti rasio gas/minyak, rasio air/minyak, rasio
kondensat/gas dan tekanan aliran atau tekanan di bawah lubang sumur bisa di ekstrapolasi untuk menentukan batas
keekonomian untuk estimasi cadangan.
Hasil yang tepat membutuhkan periode yang cukup dari kondisi operasi yang stabil setelah sumur mencapat
batas area di reservoir. Dalam memperkirakan kuantitas perolehan, evaluator harus mempertimbangkan tambahan faktor
yang mempengaruhi perilaku kinerja produksi, seperti reservoir variable dan property fluida aliran transient vs aliran
stabil, perubahan dalam kondisi operasi, efek interferensi dan mekanisme depletion. Pada tahap awal depletion, mungkin
ada ketidakpastian yang signifikan baik dalam profil performa tertinggi dan faktor lain (mis, operasional, regulasi, kontrak)
faktor yang mempengaruhi laju alir abandon. Ketidakpastian itu harus ditunjukkan dalam kategoriasi cadangan.
Untuk reservoir mature, perkiraan produksi forecast mungkin cukup dilihat dari ketidakpastian yang tersisa
dalam profil teknis yang tidak signifikan. Ketidakpastian lainnya (mis, operasional, regulasi, kontrak) akan mempengaruhi
laju alir abandon yang mungkin masih ada, bagaimanapun dan ini seharusnya diakomodasi dalam batas kategorisasi
ketidakpastian cadangan.
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.2 Metode Penilaian Sumber daya


 Terlepas dari prosedur analitk yang digunakan, tujuannya adalah untuk menghubungkan
berbagai ketidakpastian dalam perolehan sumber daya. Prinsip yang mendasari
keyakinan estimasi adalah kualitas dan kuantitas sumber data.
 Dalam semua metode, evaluator harus mempertimbangkan ketidakpastian dalam semua
komponen proyek termasuk dari sumur yang telah ada dan sumur yang akan dibor. Selain
itu, peningkatan keberagaman sumber data seperti log sumur, core, seismic, sejarah
produksi akan meningkatkan keyakinan dalam estimasi sumber daya.
 Metode penilaian dapat dikarakterisasi sebagai deterministic, geostatistik, dan
probabilistic dan diterapkan secara kombinasi untuk analisis ketidakpastian terintergrasi
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.2.1 Metode Deterministik


Dalam Metode Deterministik, kuantitas di estimasi dengan mengambil nilai diskrit atau
kesatuan nilai untuk setiap parameter yang dimasukkan untuk menghasilkan sebuah hasil diskrit
(perhitungan). Untuk estimasi rendah, baik dan sangat baik, input deterministic internal yang
konsisten dipilih untuk menunjukkan keyakinan dari scenario proyek dan batasan yang
diaplikasikan untuk kategori dan kelas sumber daya.
Metode incremental deterministic didasarkan atas bagian atau segmen diskrit dari
akumulasi yang menunjukkan sangat baik, baik dan rendah mengenai perkiraan sumber daya
yang dapat diperoleh sesuai dengan rencana pengembangan. Biasanya, pendekatan ini
diterapkan pada segmen yang berbeda berdasarkan pertimbangan baik jarak dan/atau
pengetahuan geologi (yaitu jarak data yang diketahui). Perkiraan segmen individu menunjukkan
kombinasi parameter yang realistis dan untuk memastikan bahwa kisaran yang wajar digunakan
untuk ketidakpastian rata-rata dalam properti reservoir (misalnya porositas rata-rata) dan
interdependensi yang tercatat (misalnya estimasi volume batuan gross memiliki porositas rata-
rata yang rendah)
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.2.2 Metode Geostatistik


Metode geostatistik adalah berbagai teknik dan proses matematika yang berhubungan
dengan pengumpulan, metode, analisis, interpretasi, dan penyajian sejumlah besar data
geosains dan keteknikan untuk menggambarkan variabilitas dan ketidakpastian dalam setiap
unit reservoir atau lapangan. Metode geostatistik dapat digunakan untuk menyimpan informasi
distribusi spasial dalam model reservoir statis dan untuk menggabungkannya dalam aplikasi
simulasi reservoir berikutnya. Proses semacam itu dapat menghasilkan estimasi yang lebih baik
dari kisaran kuantitas yang dapat diperoleh. Misalnya, menggabungkan analisis seismic biasanya
meningkatkan pemahaman model reservoir dan dapat berkontribusi pada akurasi sumber daya.
Dimana banyak data produksi sumur dan estimasi EUR yang terkait dapat tersedia,
metode statistic dapat diterapkan untuk menghasilkan distribusi yang mendukung kategorisasi
cadangan. Ini dilakukan ketika komparabilitas sumur dan reservoir yang dikembangkan secara
historis dengan area target harus dipertimbangkan sebelum menerima data yang sesuai.
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.2.3 Metode Probabilistik


Dalam metode probabilistic, evaluator mendefinisikan distribusi yang mewakili kisaran lengkap nilai yang
mungkin untuk setiap parameter input. Ini termasuk ketergantungan antara parameter yang harus juga didefinisikan dan
diterapkan. Distribusi ini diambil secara acak (mis, menggunakan model geologi stokastik atau simulasi monte carlo) untuk
menghitung distribusi potensi di tempat atau kuantitas perolehan.
Pendekatan ini paling sering diterapkan pada perhitungan sumber daya volumetric pada fase awal proyek
eksplorasi, penilaian dan pengembangan. Pengkategorian sumber daya termasuk kriteria keyakinan yang memberikan
batasan untuk parameter yang terkait dengan masing-masing kategori. Apalagi, analisis sumber daya harus
mempertimbangkan ketidakpastian komersial. Dengan demikian, ketika metode probabilistic digunakan, batasan pada
parameter mungkin diperlukan untuk memastikan bahwa hasil tidak berada diluar kisaran yang ditentukan oleh pedoman
deterministic dan ketidakpastian komersial. Demikian juga, tes pada distribusi parameter alternative seharusnya dilakukan
untuk sepenuhnya mempertimbangkan ketidakpastian.
Saat menggunakan pendekatan probabilistic, scenario P90, P50, P10 yang dihasilkan harus di rekonsiliasi
dengan kuantitas yang ditentukan secara deterministic untuk masing-masing kondisi rendah, baik dan sangat baik.
Diantara input komparatif kunci untuk hasil probabilistic adalah kontak, khusus LKH dan luas area.
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.2.4 Metode Integrasi


Penilaian sumber daya biasanya menggunakan metode berbeda yang
sesuai pada setiap tahap eksplorasi, penilaian, dan pengembangan dan sering
memadukan beberapa metode untuk mendefinisikan ketidakpastian secara lebih
baik.
Metode deterministik, geostatistik, dan probabilistik dapat digunakan
dalam kombinasi untuk memastikan itu hasil dari metode ini masuk akal
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.2.5 Metode Agregasi


Kuantitas minyak dan gas umumnya di estimasi dan dikategorikan menurut
kepastian perolehan dalam satu reservoir atau bagian dari reservoir. Ini disebut
penilaian tingkat reservoir. Estimasi ini dijumlahkan untuk sampai pada estimasi
lapangan, property dan proyek. Penjumlahan lebih lanjut diterapkan untuk
menghasilkan total area geografi, negara dan perusahaan; ini biasanya disebut
tingkat pelaporan sumber daya. Distribusi ketidakpastian estimasi pada masing-
masing tingkat ini dapat berbeda secara luas, tergantung pada kondisi geologi dan
kematangan sumber daya. Proses penjumlahan kumulatif ini umumnya disebut
sebagai agregasi.
4.0 Estimasi Kuantitas Perolehan

4.2.6 Metode Agregasi Sumber Daya


Kuantitas petroleum diklasifikasikan sebagai cadangan, sumber daya
kontingen, sumber daya prospektif tidak boleh digabungkan satu sama lain tanpa
pemahaman dan penjelasan yang jelas tentang resiko teknik dan komersial yang
terlibat dengan klasifikasi mereka. Secara khusus, ada kemungkinan akumulasi itu
mengandung sumber daya kontingen dan atau sumber daya prospektif tidak akan
mencapai kematangan komersial.
Apabila peluang penemuan dan komersialitas terkait telah ditentukan
secara kuantitatif, teknik statistic dapat diterapkan untuk menggabungkan estimasi
masing-masing proyek dalam analisis portofolio kuantitas dan nilai.
TERIMA KASIH