Anda di halaman 1dari 50

 tingkat produktivitas lapisan.

 besar cadangan tiap sumur dalam sumur dalam


suatu lapisan.
 jumlah sumur yang ada dalam suatu lapisan.
PERMEABILITAS VISKOSITAS

Acidizing Steam Stimulation


Fracturing Heat Stimulation
Formation damage ( kerusakan formasi) adalah
rusaknya produktivity atau injectivity sumur akibat
tersumbatnya lubang bor, perforasi, pori-pori dekat
lubang bor atau rekahan yang berhubungan
langsung dengan lubang bor
Operasi Pemboran Komplesi Produksi

Endapan
Organik

Gas Blocking

Water
Blocking
Suatu besaran dimensionless yg menyatakan
besarnya tingkat kerusakan formasi
s = (k/ks -1) ln rs/rw
s = skin faktor
k/ks = Perbaikan Permeabilitas
rw = Radius Wellbore ( ft)
rs = Radius Skin ( ft)
 skin due to formation damage
 skin due to partial perforation
 skin due to partial completion
 skin due to slanted well
 skin due to condensate build up
Pengasaman digunakan untuk meningkatkan permeabilitas dengan cara
melarutkan material di formasi ataupun yang menghambat pori – pori
batuan
- Matrik Acidizing
- Acid Fracturing
- Acid Washing
 menginjeksikan larutan asam secara langsung
ke dalam pori-pori batuan formasi disekitar
lubang sumur dengan tekanan penginjeksian
di bawah tekanan rekah formasi, dengan
tujuan agar reaksi menyebar ke formasi secara
radial.
Asam diinjeksikan ke formasi pada tekanan di bawah
tekanan rekah, dengan tujuan agar reaksi menyebar ke
formasi batuan secara radial. Asam akan menaikkan
permeabilitas matrix baik dengan cara membesarkan lubang
pori-pori ataupun melarutkan partikel-partikel yang
membuntu saluran pori-pori tersebut matrix acidizing
digunakan baik untuk digunakan batuan karbonat
(limestone/dolomite) maupun sandstone,
Acid fraturing
- Penginjeksian asam ke dalam formasi pada
tekanan yang cukup tinggi untuk merekahkan
formasi atau membuka rekahan yang sudah
ada

- Batuan Karbonat
 Untuk menghilangkan endapan scale yang dapat
larut dalam larutan asam yang terdapat dalam
lubang sumur untuk membuka perforasi yang
tersumbat
Asam Hydrochlorida (HCl)

Asam HCl atau muriatic acid adalah asam yang paling banyak dipakai di
industri. Mulai dipakai tahun 1895 (Standard Oil). HCl relatif murah, mudah
diangkut, dapat diberi inhibitor (peredam karat) dan hasil reaksinya terlarut
dalam air.
Asam Hydroflorida (HF)

Hydrofloric acid (HF) digunakan untuk sandstone karena ia dapat melarutkan


silikat. Tidak semua produk reaksi dengan HF akan larut dalam air.
Asam Organic

Asam organik biasanya acetic dan formic, dapat melarutkan batuan limestone,
dolomite dan siderite.

Formic acid umumnya digunakan pada limestone/dolomite bertemperatur


tinggi, sehingga diperlukan waktu reaksi cukup lama agar bisa meresap masuk
dalam formasi. Umumnya pada praktek dicampur dengan HCl. Formic ini juga
dipakai untuk mengefektifkan acid corrosion inhibitor pada temperatur di atas
200oC pada asam HCl.
Volume

Harga beli
Konsentrasi

HCL Konsentrasi 15%

1 Gallon = 8,96
Lb

1,34 Lb 7,62 Lb
Hidrogen Air
Chlorida
 Pada industri, umumnya diinjeksikan 50 - 200 gal
asam per kaki interval
 Temperatur
 Kedalaman
Temperatur
< 200F dan Asam konsentrasi 28 %
dangkal

Temperatur
>200F Asam Organik
Reaksi Asam - Batuan

Bentuk reaksi kimia antara asam dengan batuan sangat penting untuk diketahui,
dengan tujuan :

• sebagai darar pemilihan jenis asam


• menentukan jumlah asam yang diperlukan

Pada reaksi tersebut perlu diketahui jumlah mole setiap komponen yang
bereaksi (asam dan mineral batuan), yang disebut dengan stoichoimetry reaksi
kimia.

Sebagai contoh, reaksi antara asam chlorida (HCl) dengan calsite (CaCO3)
adalah sebagai berikut :

2HCl + CaCO3  CaCl2 + CO2 + H2O


Jika asam HF bereaksi dengan mineral-mineral silikat, terjadi reaksi
sekunder

4HF + SiO2  SiF4 + 2H2O

Tetapi SiF4 yang dihasilkan akan bereaksi pula dengan HF untuk


membentuk asam flousilicic (H2SiF6), sebagai berikut :

SiF4 + 2HF  H2SiF6


Reaksi Kimia antara HCl dan HF dengan Mineral Batuan
Dissolving power menyatakan jumlah mineral
yang dapat dilarutkan oleh sejumlah asam
berdasarkan massa atau volume.

gravimetric dissolving power, , yaitu massa


mineral yang dilarutkan oleh sejumlah massa
asam. Secara matematis dinyatakan sebagai :
Berat Molekul (MW) Komponen Kimia
dalam Reaksi
Asam dengan Mineral Batuan
Dengan demikian untuk reaksi antara 100 % HCl dengan CaCO3, maka

konsentrasi 15%, Maka sesuai dengan ketentuan di atas, maka


dissolving power untuk asam 15 % adalah 15 = 0.15 (100) = 0.21 lb
CaCO3/lbm HCl.
Dissolving power volumetric, X, secara sama didefinisikan sebagai
volume mineral yang dilarutkan oleh sejumlah volume asam
tertentu. Harga X ini berkaitan dengan dissolving power
gravimetric, sebagai berikut :
 Misalkan reaksi antara HCl dengan CaCO3. Konsentrasi HCl
sebesar 15% dan densitasnya = 1.07 gr/cm3. Sedangkan
densitas CaCO3 = 169 lb/cuft. Untuk reaksi antara HCl dengan
CaCO3, maka harga dissolving power volumetric sebesar :
Mineral Asam B 100 X
5% 10% 15% 30%
Limestone HCL 1,37
CaCO3
ρ = 2,71
Gr/cc
Mineral Asam B 100 X

5% 10% 15% 30%

Dolomite CH3COOH 0,77

CaMg(CO3)2

ρ = 2,78 Gr/cc
MEMILIH CALON SUMUR UNTUK PENGASAMAN

Evaluasi formation damage

1. Perbandingan produksi dengan sumur sekitarnya.


2. Grafik sejarah produksi.
3. Pressure tekanan analysis.
4. Analisa completionnya.
5. Analisa sistem produksi sumurnya
Misalnya kita mempunyai sumur-sumur sebagai berikut :

Sumur  h BOPD BWPD GOR

A 8 310 40 700
B 7 800 0 900
C 6 500 200 600
D 0.1 90 0 1000

Dari sini dapat diambil kesimpulan bahwa sumur A yang  h - nya


lebih besar tetapi BFPD -nya lebih kecil dari B dan C mungkin
mengalami formation damage kalau tak ada sebab lain mekanis
atau scale/problem pasir, dan lain-lain.
Gambar 1
Grafik Sejarah Sumur Menunjukkan Adanya Formation Damage
Perubahan penurunan dari decline curve di mana mendadak sudut
penurunan turun menunjukkan terjadinya pengembangan damage di
sekitar lubang sumur.
Formation damage yang meningkat perlahan-lahan sukar dilihat pada
decline curve. Salah satu cara ialah dengan membuat grafiknya dengan
log produksi terhadap waktu dan bandingkan dengan grafik dari sumur
sekitarnya. Perubahan relatif dapat diketahui walaupun harga laju
produksinya mungkin berbeda

Sumur
Sekitarnya
Sumur damage

Waktu Waktu
• LGR tinggi > 100 bbl/MMCFD (sumur gas)
• GOR tinggi > 1000 SCF/bbl (sumur minyak)
• Pressure drawdown tinggi (Ps - Pwf) > 1000 psi
• Perforasi < 4 spf
 Pickling stage
berfungsi untuk menghindari terjadinya korosi
yang disebabkan oleh asam yang diinjeksikan

Jika tubing terdapat karat atau padatan lain seperti paraffin, dengan
adanya tahapan ini diharapkan padatan padatan tersebut tidak menambah
kerusakan karena asam yang diinjeksikan dapat mengikutsertakan
padatan tersebut ke dalam formasi sehingga dapat mengendap dalam
formasi
 Preflush
menghilangkan scale organik dan inorganik
dari tubing, casing maupun perforasi,
Flush
bertujuan untuk melarutkan material yang menyumbat pori-
pori batuan sehingga dapat membentuk wormhole. Asam
yang digunakan utamanya adalah HCL dengan konsentrasi
yang bervariasi 15-28%.

Overflush
membersihkan asam yang tidak bereaksi, material
penyumbat, dan produk hasil reaksi dari formasi ke lubang
sumur. Fresh water merupakan fluida yang sering digunakan
untuk overflush.
Di bawah ini akan diberikan suatu perhitungan yang dilakukan
untuk pengasaman matriks

1. Tentukan fracture gradien dari formasi yang akan diinjeksikan


asam.
Fracture gradien dinyatakan dalam psi/ft :

Di mana C = constante (0.33 - 0.5) dan overburden gradien


sekitar 1.0 psi/ft. Jika fracture gradient diketahui pada tekanan
reservoir mula-mula, maka harga C dapat dihitung dari
persamaan 1.
2. Hitung tekanan dasar sumur di mana terjadi rekahan :

3. Hitung tekanan maksimum di permukaan untuk injeksi di


bawah tekanan rekah :

Konstanta 25 psi adalah untuk safety (kelonggaran) karena


fracture pressure sering tak dapat dipastikan.
4. Hitung tekanan maksimum laju injeksi asam dengan anggapan aliran
radial Darcy :

di mana
k = permeabilitas, md,
h = ketebalan, ft,
Pi = tekanan injeksi, psi,
pr = tekanan reservoir sekarang psi
 = viskositas asam, cp
re = drainage area reservoir, ft
rw = radius casing, ft
Suatu sumur dengan formasi pada kedalaman 2350’
Ketebalan formasi 30’
Permeabilitas 80 md
Perforasi 4 spf
Kedalaman 2350
T = 165oF
Tekanan reservoir mula-mula = 1102 psig, frac. grad 0.7 psi/ft
Tekanan reservoir sekarang = 800 psig
Gradien statik acid = 0.43 psi/ft
 = 0,5 cp
Re = 660 ft
Rw = 0,25 ft
Jawab :

1. Cari harga konstan C dari persamaan 1 dengan korelasi Frac


gradient dan tekanan reservoir mula-mula :

0.7 = C + (1 - C) (1102/2350), jadi C = 0.435 psi/ft.


Frac gradient sekarang = 0.435 + (1 - 0.435) (800/2350)
= 0.627 psi/ft.

2. Cari tekanan injeksi maksimal dasar sumur yang tidak akan


menyebabkan fracture :
Pmaks = (0.627) 2350 - 25 = 1448 psig.
3. Hitung tekanan maksimal di permukaan yang tidak
mengakibatkan rekah ?

Pmaks = (0.627 - 0.43) (2350) - 25 = 438 psig.

4. Hitung laju injeksi maksimum :


Dalam pengerjaannya, maka tekanan di permukaan tidak boleh
melebihi 438 psig tersebut. Dalam praktek sering laju injeksi dibuat
sekitar 0.5 bbl/menit.

Dalam praktek di sini misalnya diambil 100 gal/ft, maka berarti


dipompakan asam 100 X 30 = 3000 gal. Kalau hanya dibuat 0.5
bbl/men, maka perlu waktu sekitar 3000/(42)/0.5/60 = 2.4 jam.
Setelah itu tubing didisplace dengan diesel atau minyak di
lapangan, dan produksi harus dilakukan sesegera mungkin.
Corrosion inhibitor selalu ditambahkan di asamnya. Juga yang lain
seperti dalam teori sebelumnya.