Anda di halaman 1dari 21

KELOMPOK 1

1. NASRUL FUAT
2. MARISA AINUN SANI
3. RINI ANDRIANI
4. YUNI KARTINA
5. UMMAH
FRAKTUR

SILAHKAN DIBACA
Definisi

• Fraktur atau patah tulang adalah terputusnya


kontinuitas jaringan tulang atau tulang rawan
yang umumnya disebabkan oleh rudapaksa
(Mansjoer, 2007).
• Fraktur adalah setiap retak atau patah pada
tulang yang utuh. Kebanyakan fraktur disebabkan
oleh trauma dimana terdapat tekanan yang
berlebihan pada tulang, baik berupa trauma
langsung dan trauma tidak langsung
(Sjamsuhidajat & Jong, 2005).
Etiologi

• Trauma langsung/ direct trauma


• Trauma yang tak langsung/ indirect trauma
• Kekerasan akibat tarikan otot
Klasifikasi

A. Klasifikasi fraktur secara umum :


1. Berdasarkan tempat (Fraktur humerus, tibia, clavicula, ulna, radius dan cruris
dst)
2. Berdasarkan komplit atau ketidak klomplitan fraktur.
3. Berdasarkan bentuk dan jumlah garis patah
4. Berdasarkan posisi fragmen :
5. Berdasarkan sifat fraktur (luka yang ditimbulkan).
6. Berdasar bentuk garis fraktur dan hubungan dengan mekanisme trauma
7. Berdasarkan kedudukan tulangnya
8. Fraktur Kelelahan
9. Fraktur Patologis
Anatomi dan fisiologi fraktur

• Anatomi Tulang
Tulang dapat diklasifikasikan dalam lima k
elompok berdasarkan bentuknya :
1. Tulang panjang (Femur, Humerus)
2. Tulang pendek (carpals)
3. Tulang pendek datar (tengkorak
4. Tulang yang tidak beraturan (vertebrata)
5. Tulang yang tidak beraturan (vertebrata)
Patofisiologi

• Tulang bersifat rapuh namun cukup


mempunyai kekuatan dan gaya pegas untuk
menahan. Tapi apabila tekanan eksternal yang
datang lebih besar dari yang dapat diserap
tulang, maka terjadilah trauma pada tulang
yang mengakibatkan rusaknya atau
terputusnya kontinuitas tulang
Faktor-faktor yang mempengaruhi
fraktur

• Faktor Ekstrinsik
• Faktor Intrinsik
Ada lima stadium penyembuhan
tulang, yaitu:
• StadiuStadium Dua-Proliferasi Seluler
• stadium Satu-Pembentukan Hematoma
• Stadium Tiga-Pembentukan Kallus
• minggu setelah fraktur menyatu.
• Stadium Empat-Konsolidasi
• Stadium Lima-Remodelling
Manifestasi klinis

Manifestasi klinis fraktur adalah nyeri, hilangnya fungsi,


deformitas, pemendekan ektremitas, krepitus, pembengkakan
lokal, dan perubahan warna yang dijelaskan secara rinci
sebagai berikut:
• Nyeri terus menerus dan bertambah beratnya sampai fragmen tulang diimobilisasi. Spasme
otot yang menyertai fraktur merupakan bentuk bidai alamiah yang dirancang untuk
meminimalkan gerakan antar fragmen tulang.
• Setelah terjadi fraktur, bagian-bagian tidak dapat digunakan dan cenderung bergerak secara
alamiah (gerakan luar biasa). Pergeseran fragmen pada fraktur lengan dan tungkai
menyebabkan deformitas (terlihat maupun teraba) ektremitas yang bisa diketahui dengan
membandingkannya dengan ektremitas normal. Ekstremitas tidak dapat berfungsi dengan
baik karena fungsi normal otot tergantung pada integritasnya tulang tempat melekatnya otot.
• Pada fraktur panjang, terjadi pemendekan tulang yang sebenarnya karena kontraksi otot yang
melekat di atas dan bawah tempat fraktur. Fragmen sering saling melengkapi satu sama lain
sampai 2,5 sampai 5 cm (1 sampai 2 inci).
• Saat ekstremitas diperiksa dengan tangan, teraba adanya derik tulang dinamakan krepitus
yang teraba akibat gesekan antara fragmen satu dengan lainnya. Uji krepitus dapat
mengakibatkan kerusakan jaringan lunak yang lebih berat.
• Pembengkakan dan perubahan warna lokal pada kulit terjadi sebagai akibat trauma dan
perdarahan yang mengikuti fraktur. Tanda ini biasa terjadi setelah beberapa jam atau hari
setelah cedera.
•Phatwa
Pemeriksaan Penunjang

– X.Ray dilakukan untuk melihat bentuk patahan


atau keadaan tulang yang cedera.
– Bone scans, Tomogram, atau MRI Scans
– Arteriogram : dilakukan bila ada kerusakan
vaskuler.
– CCT kalau banyak kerusakan otot.
– Pemeriksaan Darah Lengkap
Komplikasi
a. Komplikasi Awa
1. Kerusakan Arteri
2. Kompartement Syndrom
3. Fat Embolism Syndrom
4. Avaskuler Nekrosis
5. Shock
6. Osteomyelitis
7. Infeksi
b. Komplikasi Dalam Waktu Lama
1. Delayed Union (Penyatuan tertunda)
2. Non union (tak menyatu)
3. Malunion
Penatalaksanaan

• Untuk menghilangkan rasa nyeri.


• Pemasangan bidai, gips atau traksi
• Pembedahan untuk menempatkan piringan
atau batang logam pada pecahan-pecahan
tulang
• Fiksasi Interna
• Fiksasi Eksterna
KONSEP DASAR ASUHAN
KEPERAWATAN
1. Pengkajian
a. Anamnese
– Identitas Klien
– Keluhan Utama
– Riwayat Penyakit Sekarang
– Riwayat Penyakit Dahulu
– Riwayat Penyakit Keluarga
– Riwayat Penyakit Keluarga
– Pola-Pola Fungsi Kesehatan
Pemeriksaan Fisik

1. Gambaran Umum Perlu menyebutkan


2. Secara sistemik dari kepala sampai kelamin

A. Keadaan Lokal
1. Look (inspeksi)
2. Feel (palpasi)
3. Move (pergerakan terutama lingkup gerak)
Pemeriksaan Diagnostik

• Pemeriksaan Radiologi
• Pemeriksaan Laboratorium
• Pemeriksaan lain-lain
• Analisa Data
Diagnosa Keperawatan

• Nyeri akut b/d spasme otot, gerakan fragmen tulang, edema, cedera
jaringan lunak, pemasangan traksi, stress/ansietas, luka operasi.
• Gangguan mobilitas fisik b/d kerusakan rangka neuromuskuler, nyeri,
terapi restriktif (imobilisasi)
• Gangguan pertukaran gas b/d perubahan aliran darah, emboli, perubahan
membran alveolar/kapiler (interstisial, edema paru, kongesti)
• Gangguan integritas kulit b/d fraktur terbuka, pemasangan traksi (pen,
kawat, sekrup)
• Risiko infeksi b/d ketidakadekuatan pertahanan primer (kerusakan kulit,
taruma jaringan lunak, prosedur invasif/traksi tulang)
• Kurang pengetahuan tentang kondisi, prognosis dan kebutuhan
pengobatan b/d kurang terpajan atau salah interpretasi terhadap
informasi, keterbatasan kognitif, kurang akurat/lengkapnya informasi yang
ada
Intervensi Keperawatan

• Diagnosa Keperawatan
Nyeri akut b/d spasme otot, gerakan fragmen tulang, edema, cedera jaringan lunak,
pemasangan traksi, stress/ansietas, luka operasi.
• NOC
Setelah dilakukan tindakan keperawatan selama 2x24 jam diharapkan nyeri berkurang dengan
kriteria hasil :
– Vital sign dalam batas normal
– Mampu mengontrol nyeri
– Melaporkan bahwa nyeri berkurang
• NIC
INDEPENDEN:

a. Mengkaji karakteristik nyeri : lokasi, durasi, inten-sitas nyeri dengan meng-gunakan skala nyeri (0-10)
b. Ajarkan tehnik relaksasi
Mempertahankan immobi-lisasi (back slab)
Berikan sokongan (support) pada ektremitas yang luka.
Menjelaskan seluruh pro-sedur di atas
c. KOLABORASI:
– Pemberian obat-obatan analgesik
• TERIMAK KASIH