Anda di halaman 1dari 6

RIWAYAT ALAMIAH PENYAKIT

(RAP)
DISUSUN OLEH:
1. RIFKY NOVIANA SAFITRI 087 STYC 16
2. MARISA AINUN SANI 055 STYC 16
3. NI KETUT IKA MUSTIKA S 068 STYC 16
4. MIFTAHUL JANNAH 060 STYC 16
5. NIA USNIAH 072 STYC 16
6. NILA NURLAINI 074 STYC 16
7. RANI OKTAVIANI 082 STYC 16
8. NURWAHIDA SARMA N 080 STYC 16
9. SUKRAN 097 STYC 16
10. YULIANITA 105 STYC 16
Riwayat Alamiah Penyakit (RAP)
Riwayat Alamiah Penyakit (Natural History if
Disease) adalah perkembangan suatu penyakit tanpa
adanya campur tangan medis atau bentuk intervensi
lainnya sehingga suatu penyakit berlangsung secara
natural.
Secara rinci, riwayat alamiah suatu penyakit dapat
digolongkan dalam 5 tahap :
1. Tahap Pre Patogenesis (Stage of Susceptibility)
2. Tahap Inkubasi (Stage Of Presymtomatic Disease)
3. Tahap Penyakit Dini (Stage of Clinical Disease)
4. Tahap Penyakit Lanjut
5. Tahap Penyakit Akhir
Pola Perkembangan dan Spektrum
Penyakit
Spektrum penyakit adalah berbagai variasi
tingkatan simptom dan gejala penyakit menurut
intensitas infeksi atau penyakit pada
penderitanya, dari yang ringan, sedang sampai
yang berat dengan komplikasi pada organ-organ
vital (Sugeng, 2011). Intensitas infeksi dan
derajat penyakit bergantung kepada:
1. Agent
2. Host manusia
Konsep Tingkat Pencegahan
Penyakit (Level of Prevention)
Konsep tingkat pencegahan penyakit ialah
mengambil tindakan terlebih dahulu sebelum kejadian
dengan menggunakan langkah‐langkah yang didasarkan
pada data/ keterangan bersumber hasil analisis/
pengamatan/ penelitian epidemiologi (Bustan, 2002)
Prinsip upaya penceggahan lebih baik dari sebatas
pengoobatan. Terdapat 4 Tingkatan Pencegahan dalam
Epidemiologi Penyakit Tidak Menular, yaitu:
1. Pencegahan Primordial
2. Pencegahan tingkat pertama (primary prevention)
3. Pencegahan tingkat kedua (secondary prevention)
4. Pencegahan tingkat ketiga (tertiary prevention)
Manfaat RAP dalam Epidemiologi
Studi tentang RAP merupakan bagian dari studi
epidemiologi, dikarenakan terdapat:
1. Studi etiologi yaitu studi yang digunakan untuk
menemukan penyebab penyakit, hubungan satu
dengan lainnya, dan besarnya pengaruh terhadap
penyakit.
2. Studi prognostik yaitu studi yang digunakan untuk
mempelajari faktor risiko dan perkiraan akhir
penyakit.
3. Studi intervensi yaitu studi yang digunakan untuk
mengevaluasi efikasi atau efektivitas intervensi,
baik yang sifatnya pencegahan primer, pencegahan
sekunder, atau pencegahan tersier (Bhisma, 2003).
SEKIAN TERIMAKASIH