Anda di halaman 1dari 22

PERAN DAN PERI LAKU PASIEN

Dwi Sulistyowati
Pengertian Peran
• Serangkaian perilaku yg diharapkan pd sso ssi
dg posisi sosial yg diberikan baik secara formal
maupun secara informal.
• Peran didasarkan pd preskripsi (ketentuan)
dan harapan peran yg menerangkan apa yg
individu harus lakukan dlm suatu situasi ttt
agar dpt memenuhi harapan mereka sendiri
atau orang lain
Stres Peran
Stres peran tjadi jika suatu struktur sosial,
seperti keluarga menciptakan tuntutan yg
sangat sulit, tidak mungkin atau tuntutan yg
menimbulkan konflik bagi mereka yg
menempati posisi dlm struktur sosial masy.
(Friedman, M, 1998 )
Struktur Peran
A. Peran Formal (Peran yg Nampak Jelas)
Yaitu sjml perilaku yg bersifat homogen.
Peran formal yg standar tdapat dalam keluarga.
Peran dasar yg membentuk posisi sosial sbg:
suami-ayah dan istri-ibu adalah peran sebagai
provider (penyedia); pengatur rumah tangga;
memberikan perawatan; sosialisasi anak;
rekreasi; persaudaraan (memelihara hub klg
paternal dan maternal ); terapeutik; seksual
B. Peran Informal (Peran Tertutup)
Yaitu suatu peran yg bersifat implisit
(emosional) biasanya tidak tampak ke
permukaan dan dimainkan hanya untuk
memenuhi kebutuhan emosional individu dan
untuk menjaga keseimbangan dalam keluarga,
peran informal mempunyai tuntutan yg
berbeda, tdk tll dan didasarkan pd atibut
kepribadian anggota keluarga individual.
Pelaksanaan peran informal yg efektif dapat
mempermudah pelaksanaan peran formal.
Variabel yang Mempengaruhi Struktur Peran

 Kelas sosial semakin tinggi pendidikan suami,


semakin besar keakraban dan persahabatan
dalam perkawinan.
 Sedangkan kelas sosial sendiri dapat di bagi
menjadi Keluarga Kelas Bawah dan Keluarga
Kelas Menengah
(Friedman, M, 1998)
Pengertian Sakit (Illness)
• Sakit dan penyakit tidaklah sama, Organisasi Kes Dunia
(WHO) tidak membuat definisi ttg ‘penyakit’, ttp
merumuskan definisi ‘sehat’
• Penyakit (disease) adalah suatu bentuk reaksi biologis,
terhadap suatu organisme, benda asing atau luka
(injury).
• Sakit (illness) adalah penilaian sso thdp penyakit tsb
dalam arti pengalaman dia langsung.
• Con. pasien dg Leukemia yg sedang menjalani
pengobatan mungkin akan mampu berfungsi seperti
biasanya, sedangkan pasien lain dg kanker payudara yg
sedang mempersiapkan diri untuk menjalani operasi
mungkin akan merasakan akibatnya pd dimensi lain,
selain dimensi fisik.
Relevansi atau Keterkaitan Sehat dan Sakit
• Persepsi masy ttg sehat dan sakit sangat dipengaruhi oleh
unsur pengalaman masa lalu, & sosial budaya.
• Sebaliknya, tenaga kes berusaha sedapat mungkin
menerapkan kriteria medis yg objektif, Perbedaan persepsi
ini yg sering menimbulkan msl dalam pendefinisian antara
konsep sehat dan sakit menurut ilmu kes dg konsep sehat
dan sakit menurut budaya
• Kepercayaan masy kadang orang tidak segera
menggunakan sarana kes yg tersedia sebab dia tidak
merasa mengidap penyakit.
• Jika individu merasa penyakitnya disebabkan oleh makhluk
halus, maka ia akan memilih untuk berobat pada “orang
pandai” yang dianggap mampu mengusir makhluk
halus,shg penyakitnya akan hilang
(Sarwono, 1997)
• Perbedaan konsep sehat dan sakit ini antara
orang sakit dg petugas kes merupakan
tantangan utama bagi petugas kes.
• Maka diperlukannya pembekalan sejak dini
pemahaman ttg sehat-sakit bagi para calon
tenaga kes, bg pwt, bidan, dokter, rekam
medis, dll melalui proses pembelajaran di
kampus, shg mereka dapat meminimalkan
kesalah pahaman masy dlm pendefinisian
sehat dan sakit.
Perilaku Kesehatan
• Ad tanggapan sso thadap rangsangan yg
berkaitan dg sakit dan penyakit, sistem pelayanan
kes, makanan, dan lingk.
• Respons atau reaksi organisme dpt
berbentuk pasif (respons yg masih tertutup, mis
pengetahuan, persepsi, dan sikap)
dan aktif (respon terbuka, tindakan yg nyata
atau practive/psychomotor).
• Perilaku sehat(health life style) ad perilaku orang
yg sehat untuk memelihara dan meningkatkan
kes mereka
Tindakan atau Perilaku
1. Mencegah dari sakit, kecelakaan, dan masalah kesehatan yang lain
(preventif).
2. Meningkatkan derajat kesehatannya ( promotif ), yakni perilaku-
perilaku yang terkait dengan peningkatan kesehatan.

Perilaku sehat supaya tetap sehat, sbb :


1. Makan dg menu seimbang, dg komposisi makanan sehari-hari tdiri
dari makanan yg mengandung: karbihidrat, protein, lemak,
mineral, dan vitamin.
2. Aktifitas fisik secara teratur (tidak harus dalam bentuk olahraga),
30 menit sehari, dan 3 kali dalam satu minggu.
3. Tidak mengkonsumsi makanan atau minuman yg dapat
menimbulkan adeksi atau kecanduan, termasuk tidak merokok.
4. Mengelola stress (bukan menghindari stress).
5. Menyediakan waktu untuk rekreasi.
6. Menjaga kebersihan diri (personal hygine), lingkungan penyakit)
dan bahkan lebih meningkatkan kesehatan, dan
makanan/minuman sehari-hari.
Perilaku Kesehatan
• Perilaku Terhadap Sakit dan Penyakit
• Perilaku ttg bgm sso menanggapi rasa sakit dan
penyakit yg bersifat respons internal (berasal dari
dalam dirinya) maupun eksternal (dari luar
tubuh), baik respons pasif ( pengetahuan,
persepsi, dan sikap), maupun aktif (praktik) yang
dilakukan sehub dg sakit dan penyakit
Perilaku Thdp Sistem Pelayanan Kes
Perilaku ini ad respons individu thadap sistem
pelayanan kesehatan modern maupun tradisional:
 Respons thadap fasilitas pelayanan kes.
 Respons thadap cara pelayanan kes.
 Respons thadap petugas kes.
 Respons thadap pemberian obat-obatan.
 Respons tsb tewujud dalam pengetahuan,
persepsi, sikap, dan penggunaan fasilitas, petugas
maupun penggunaan obat-obatan
Perilaku Terhadap Makanan (Nutrition Behavior)
• Perilaku ini adalah respons individu thadap
makanan. Perilaku ini meliputi pengetahuan,
persepsi, sikap dan praktik thadap makanan serta
unsur yg terkandung di dalamnya (gizi, vitamin),
dan pengelolaan makanan sehubungan
kebutuhan tubuh.
Perilaku Terhadap Lingkungan
Kesehatan (Environmental Behavior)
• Perilaku ini adalah respons individu thadap
lingkungan sbg determinant (faktor penentu)
kesehatan manusia.
Klasifikasi Perilaku Kesehatan
1. Perilaku kesehatan (health behavior), yaitu perilaku
individu yg ada kaitannya dg health promotion, health
prevention, personal hygiene, memilih makanan, dan
sanitasi.
2. Perilaku sakit (illness behavior), yaitu semua aktivitas yg
dilakukan oleh individu yg merasa sakit untuk mengenal
keadaan kesehatannya atau rasa sakitnya, pengetahuan
dan kemampuan individu untuk mengenal penyakit,
pengetahuan, dan kemampuan individu ttg penyebab
penyakit, dan usuah untuk mencegah penyakit.
3. Perilaku peran sakit (the sick role behavior), yaitu segala
aktivitas individu yg sedang menderita sakit untuk
memperoleh kesembuhan. Perilaku ini di samping
berpengaruh thadap kes/kesakitan sendiri, juga
berpengaruh thadap orang lain, terutama pd anak-anak yg
blm mempunyai kesadaran dan tanggungjawab thadap
kesehatannya.
Penyebab Perilaku Sakit
1. Dikenal dan dirasakannya tanda dan gejala yg menyimpang
dari keadaan normal.
2. Adanya gejala serius yg dpt menimbulkan bahaya.
3. Gejala penyakit dirasakan akan menimbulkan dampak
thadap hub dg klg, hub kerja, dan kegiatan kemasyarakatan.
4. Frekuensi dan persisten (terus-menerus, menetap) tanda
dan gejala yg dpt dilihat.
5. Kemungkinan individu untuk terserang penyakit.
6. Adanya informasi, pengetahuan, dan anggapan budaya ttg
penyakit.
7. Adanya perbedaan interpretasi ttg gejala penyakit.
8. Adanya kebutuhan untuk mengatasi gejala penyakit.
9. Tersedianya bbagai sarana pelay kes, seperti: fasilitas,
tenaga, obat, biaya, dan transportasi.
Peranan Sakit
• Perilaku peran sakit (the sick role behavior),
yaitu segala aktivitas individu yg sedang
menderita sakit untuk memperoleh
kesembuhan. Perilaku ini di samping
berpengaruh thadap kes/kesakitannya sendiri,
juga berpengaruh thadap orang lain, terutama
pd anak yg blm mempunyai kesadaran dan tg
jwb thdp kes
Dalam klasifikasi perilaku kesehatan Becker,1979),
Ada tiga perilaku:
1. perilaku kes (health behavior),
2. perilaku sakit (illness behavior),
3. perilaku peran sakit (the sick role behavior)
Peranan Orang Sakit (The Sick Role)
• Orang yg berpenyakit (having a diseases) dan orang yang sakit
(having an illness) ad dua hal yang berbeda.
• Berpenyakit ad suatu kondisi patologis yang obyektif, sedangkan
• Sakit ad evaluasi atau persepsi individu terhadap konsep sehat-
sakit.
• Dua orang atau lebih secara patologis menderita suatu jenis
penyakit ttt yg sama, bisa jadi org yg satu akan merasa lebih sakit
dari yg lain, dan bahkan org yg satu lagi tidak merasa sakit, hal ini
krn evaluasi atau persepsi org yg bbeda .
• Org yg berpenyakit blm tentu akan mengakibatkan berubahnya
peranan orang tsb dlm masyarakat. Sedangkan org yg sakit akan
menyebabkan perubahan peranannya di dalam masy & lingkungan
keluarga dan memasuki posisi baru.
• Posisi baru ini menurut peranan yg baru pula. Peranan baru dari
orang sakit (pasien) hrs mdapatkan suatu pengakuan dan dukungan
dari anggota keluarga, masyarakat yg sehat dan secara wajar.
Hak Orang Sakit
• Pertama dan utama adalah bebas dari segala tanggung
jawab sosial yg normal. Artinya org yg baru sakit
mempunyai hak untuk tdk melakukan perkerjaan
sehari-hari yg biasanya ia lakukan.
• Hal ini boleh dituntut, namun tidak mutlak,
maksudnya, tergantung dari tingkat keparahan atau
tingkat persepsi dari penyakitnya tst.
• Apabila tingkat keparahannya masih rendah orang tsb
mungkin tidak perlu menuntut haknya. Dan seandainya
mau menuntut hrs tidak secara penuh, maksudnya ia
tetap berada di dalam posisinya, ttp peranannya
dikurangi, dalam arti volume dan frekuensi kerjanya
dikurangi.
Kewajiban Orang Sakit
• Disamping haknya yg dpt dituntut, org yg sedang sakit
juga mempunyai kewajiban yg harus dipenuhi.
• Pertama, orang yg sedang sakit mempunyai kewajiban
untuk sembuh dari penyakitnya.
• Memperoleh kesembuhan bukanlah hak penderita, ttp
kewajiban penderita. Mengapa? Karena kita manusia
diberi kesempurnaan dan kesehatan oleh Tuhan.
• Secara alamiah manusia itu sehat, adapun mjadi jatuh
sakit sebenarnaya kesalahan manusia sendiri.
• Oleh karena itu, bila ia jatuh sakit ia berkewajiaban
untuk mengembalikan posisinya keadaan sehat.
Manusia berkewajiban untuk selalu sehat.