Anda di halaman 1dari 6

BAB 5

KESIMPULAN
 Dari hasil penelitian yang dilakukan
mengenai karakteristik pasien amenore
sekunder pada poli rawat jalan Kebidanan
dan Kandungan pada RSUD Prof. Dr. W.Z.
Yohannes pada bulan Januari sampai
Desember 2017 dapat disimpulkan bahwa
 Jumalah pasien dengan diagnosa Amenore Sekunder
yang berobat ke poli kebidanan dan kandungan
bulan januari sampai desember 2017 sebanyak 19
pasien
 Karakterisitik berdasarkan usia : Responden yang
paling banyak mengalami abortus inkomplit adalah
usia 31-40 dengan 8 kasus
 Karakteristik pasien berdasarkan tingkat pendidikan
yang mengalami amenore sekunder : responden
tingkat SMA sebesar 9 kasus (47,3%)
 Karakteristik berdasarkan Indeks Massa Tubuh yang
mengalami amenore sekunder : wanita dengan
indeks massa tubuh normal dan obesitas dimana
masing-masing 6 kasus(73,68%)
 Karakterisitik pasien berdasarkan status penggunaan
kontrasepsi hormonal yang paling banyak mengalami
amenore sekunder : wanita yang tidak menggunakan
kontrasepsi hormonal yaitu sebanyak 13 kasus(73,68%)
 Karakteristik pasien berdasarkan faktor penyebab
komorbid yang mendasarinya menunjukkan bahwa
pasien yang paling banyak mengalami amenore sekunder:
wanita yang memiliki penyakit komorbid sebanyak 15
kasus(78,95%)
SARAN
 A. Pada wanita usia reproduktif untuk
memantau keteraturan siklus haid dan
memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan bila
didapati siklus haid yang tidak teratur
 B. Bagi peneliti lain diharapkan dapat meneliti
lebih lanjut mengenai hubungan amenore
sekunder dengan faktor-faktor yang terkait.
Keterbatasan Penelitian
 Penelitian ini hanya berupa penelitian deskriptif dengan
menilai mengenai gambaran karakteristik pasien dengan
amenore sekunder tanpa menganilisis hubungannya
 Prevalensi kejadian amenore sekunder pada penelitian
ini hanya mencakup instalasi rawat jalan saja dan belum
mencakup data keseluruhan amenore sekunder
 Pada penelitian ini sumber data hanya berupa data
sekunder yang didapatkan dari data register pasien
rawat jalan
 Pada penelitian ini teknik pengambilan sampel yang
digunakan merupakan non random yaitu total samplingn
sehingga memerlukan teknik pengambilan sampel yang
mengurangi bias