Anda di halaman 1dari 24

KEMATIAN IBU, JANIN DAN NEONATAL TINGGI

Kematian ibu ± 8% Kematian Janin tinggi


• Umumnya karena : Sepsis, ± 20%
pendarahan postpartum, • Karena gawat janin &
ruptura uteri, penanganan infeksi
terlambat : fistula. depresi
dan infeksi

Kematian Neonatus
tinggi
Morbiditas ibu &
• Karena caput
succedaneum, pendarahan neonatus
otak, infeksi
Ialah persalinan dengan presentasi belakang kepala yang
berlangsung secara spontan di dalam 24 jam tanpa menimbulkan
kerusakan yang berlebihan pada ibu & anak.
DYSTOCIA Persalinan sulit atau persalinan
macet/terhambat (obstructed labour)

POWER PASSANGER PASSAGE WAY


Kekuatan-kekuatan yg Kelainan anak dan Jalan lahir
mendorong anak keluar kelainan letak

-Kelainan his : - Kelainan letak :


- Kelainan panggul :
Inersia/kelemahan sempit, asimetri,
lintang, sungsang, android dll
his dahi, muka, after
coming head - Kelainan jalan
-Kelainan tenaga lunak : serviks,
mengejan : kurang - Kelainan anak : vagina, perineum
kuat hidrosefalus, janin
besar, kembar siam - Tumor-tumor yg
menghalangi jalan
lahir
KETIDAK-SEIMBANGAN KEPALA PANGGUL
(Cephalopelvic Disproportion = CPD)

Kepala tidak dapat melewati pintu atas panggul,


bisa disebabkan oleh :
- Ukuran kepala janin / ukuran janin besar dan
panggul normal
- Panggul sempit dengan ukuran kepala janin
normal
- Kombinasi panggul sempit dan janin besar

Sulit didiagnosis sebelum 37 minggu karena kepala


belum masuk panggul (PAP)
Hati-hati pada :
- Primigravida UK ≥ 37 minggu atau inpartu kepala
belum masuk PAP
- Multigravida saat inpartu kepala belum masuk PAP
1. Relatif : diketahui saat inpartu. Kontraksi
uterus yg adekuat, relaksasi tulang panggul,
moulase tulang kepala janin. Memungkinkan
persalinan pervaginam tetap terjadi walaupun
seringkali lama/macet.
2. Absolut : panggul sempit, bentuk panggul
abnormal walaupun ukuran bayi normal,
persalinan normal tidak mungkin terjadi.
Perlu dilakukan pemeriksaan panggul dalam
terutama pada primigravida
DAMPAK/KOMPLIKASI
A. PADA IBU
• Bahaya serius mengancam ibu & janinnya pd
1. Pecah partus lama terutama bila disertai ketuban pecah
sehingga dapat menimbulkan infeksi di dalam
Ketuban kandungan menimbulkan infeksi ibu & janin
sepsis

2.Gangguan
dilatasi •Serviks cenderung oedem
serviks

3. Ruptura •Biasanya didahului oleh lingkaran atau cincin


retraksi patologis (cincin Bandl). Bila terjadi
Uteri
angka kematian janin hampir 100%
•Buli-buli, vagina, uretra, rektum akan
tertekan antara kepala & tulang panggul
4.Pembentu oksigenasi ke jaringan terganggu -
nekrosis  fistula, sehingga urin /
kan fistula feses akan keluar melalui vagina. fistula
vesiko vaginalis, fistula rekto vaginalis,
fistula vesiko servikalis

5.Cedera
•Dapat menimbulkan inkontinensia alvi,
otot dasar urin atau prolaps organ panggul
panggul
Caput • Edema pd kulit kepala yg akan
kembali normal dalam beberapa
succedaneum hari

• Akibat tekanan his yg kuat maka


Moulase lempeng-lempeng tengkorak saling
bertumpang tindih, yg dapat
(moulage atau menimbulkan : fraktur tulang
molding) tengkorak & perdarahan
intrakranial

• Tekanan yg lama pada tali pusat


Kematian janin atau plasenta
intrauterina • Perdarahan intrakranial
• Sepsis
Pencegahan

• Evaluasi secara akurat pd akhir


kehamilan (≥ 36 minggu)
• Kondisi ibu hamil & janin
• Penurunan kepala
• Riwayat kehamilan & persalinan sebelumnya
• Persalinan : pantau kemajuan
kehamilan dgn partograf
• Pastikan : dapat persalinan
pervaginam
KALA I FASE LATEN LAMA
 Tidak ada kemajuan
- Nilai ulang : Fase labour?
- Kemajuan hanya sedikit :
. Pecahkan ketuban & induksi persalinan
. Bila dlm 8 jam tidak masuk ke fase aktif SC
- Bila ada tanda-tanda infeksi intrauterina (demam,
air ketuban berbau) : beri antibiotika (injeksi, kalau
perlu triple)
KALA I FASE AKTIF LAMA

 Nilai konraksi uterus : his


- tidak adekuat : induksi persalinan
- adekuat : nilai ulang panggul & posisi janin
 Bila tidak ada tanda partus macet ataupun CPD & his
adekuat pecahkan ketuban, pantau :
- beri dukungan ke ibu
- diskusikan kemajuan persalinan dgn ibu & keluarga
- kosongkan kandung kencing secara teratur
- ajarkan teknik bernapas
- anjurkan makan & minum
•Ajarkan ibu cara mengejan, jangan menahan nafas
terlalu lama : risiko asfiksia janin
•Ajarkan ibu untuk menarik nafas diantara mengejan
•Bila tidak ada malposisi : augmentasi his
•Bila tidak ada kemajuan setelah augmentasi :
- kepala <1/5 atau telah melewati station O:
ekstraksi vakum / foreps
- bila kepala diatas 1/5 : SC