Anda di halaman 1dari 45

M.

Dio Syaputra
Pembimbing : dr Anna P. Bani SpM(K)
 Axes of Ficks
 Position of Gaze
 Arc of contact
Duksi
Adduksi

Abduksi

Supraduksi/sursumduksi

Infraduksi/deorsumduksi

insikloduksi

eksikloduksi
Binocular Eye Movement

Versi

Vergensi
Fusion
stereopsis
 Dekusasi saraf optik pada kiasma essensial untuk perkembangan penglihatan
binokular dan stereopsis
 Retinogeniculocortical pathway
 Magnocellular
 Parvocellular
 Koniocellular

 Perkembangan visual
 Visual deprivation
 Amblyopia
 Strabismus
 Visual confusion
 diplopia
Tes Hirschberg Tes Krimsky

Angle Kappa
Sudut antara aksis
visual dengan aksis
pupil anatomis

Berdasarkan adanya korelasi Untuk menilai kuantitas dari


antara refleks cahaya kornea desenterasi refleks cahaya kornea
dengan deviasi okular  menggunakan prisma
 Tes Brückner
 Menilai fiksasi bifoveal melalui
refleks fundus
 Menggunakan oftalmoskop indirek
 Strabismus ada  mata yang
mengalami deviasi memiliki refleks
fundus lebih terang dibanding mata
yang melakukan fiksasi
 Duksi
Untuk melihat gerakan pada satu mata
 Versi
Melihat gerakan kedua mata bersamaan pada 6 posisi gaze
Cover test
- Dilihat mata yang
tidak ditutup
- Menilai tropia

Uncover test
- Dilihat pada mata
yang ditutup
- Menilai phoria
 Alternate cover test
 Deteksi deviasi laten dan manifes
 Dilakukan pada fiksasi jauh dan
dekat
 Prism alternate cover test
 Penilaian kuantitatif jika ditemukan
deviasi pada pemeriksaan ACT