Anda di halaman 1dari 53

CSS

Otitis Media Supuratif Kronis (OMSK)

Oleh :
Nisa Wati 12100113003
Amilia Nurhasanah 12100113034

Preseptor:
Hj. Tety H. Rahim dr., SpTHT-KL., M.Kes., MH.Kes
ANATOMI
EAR = TELINGA = VESTIBULOCOCHLEAR ORGAN
TELINGA LUAR

1. Aurikula / Pinna / Daun Telinga


•Berada pada kedua sisi kepala

•Fungsi : memusatkan gelombang suara

•Struktur : berupa tulang rawan elastin yang ditutupi oleh kulit.

• Komponen : heliks, antiheliks, tragus, antitragus, lobules, konka

•Vaskularisasi

arteri posterior auricular dan arteri superficial temporal


•Inervasi : great auricular nerve

•Lymphatic drainage :

Lateral superior auricle  superior parotid lymph node


Medial superior auricle  mastoid deep cervical lymph node
2. External Acoustic Meatus / Liang telinga

 Meluas dari concha auricularis ke membrane timpanic. Panjang (2-3cm)

 Berbentuk seperti huruf S dengan tulang rawan pada 1/3 (bagian luar),
sedangka dua pertiga bagian dalam terdiri dari tulang.

 1/3 luar dilapisi oleh kulit yang memiliki kelenjar sebasea, folikel rambut dan
kelenjar seruminosa. 2/3 dalam, memiliki sedikit kelenjar dan tak ada folikel
rambut

 kelenjar seruminosa  sejenis kelenjar keringat yang dimodifikasi , berbentuk


tubular bergelung yang menghasilkan serumen (earwax), yaitu campuran lemak
dan lilin yang semi-padat dan berwarna kecoklatan.
3. Membran Tympani/ Gendang telinga/ear drum

 Berbentuk kerucut, umumnya bulat, berdiameter  1cm


 Memisahkan antara telinga luar dan telinga tengah
 Tersusun oleh suatu lapisan epidermis dibagian luar, lapisan fibrosa dibagian
tengah dimana tangkai maleus dilekatkan, dan lapisan mukosa dibagian dalam.

 Bagian-bagiannya :
 Umbo
 Handle of malleolus
 Pars tensa/ membrane propria
: bag. bawah
 Pars flaccida / pars flaksida
: bagian atas
 Dari umbo membrane timpani memancarkan memancar daerah yang cerah ke
antero-inferior, yaitu kerucut cahaya.

 Berfungsi untuk transduksi vibrasi mekanis ke timpanium.

 Permukaan luar membran timpani dipersarafi oleh nervus auriculotemporalis,


sebagian kecil dipersarafi oleh n.vagus.
permukaan dalam dipersarafi oleh n. cranialis IX
TELINGA TENGAH

 Ruang iregular yang terletak dalam tulang temporal


 terdiri dari cavitas timpanica, recessus epitympanicus.
 2 pembukaan : oval window dan round window
1. Cavum tympani
 Merupakan ruang dalam tulang temporal antara bagian squamous dan petrous.

 Memiliki 6 bagian dinding :

1. Lateral wall (bagian berupa selaput) : termasuk membran timpani dan


epitympanic recess. terdapat chorda tympani, yang
2. Roof (tegmental) wall : memisahkan dari cranial fossa
3. Floor (jugular) wall : memisahkan dari IJV
4. Posterior wall : berhubungan dengan mastoid air cells
5. Anterior wall : merupakan bagian dari membran timpani, berhungan dengan
nasopharing melalui tuba eustachius
6. Medial wall : di bagian superior terdapat superior prominence (merupakan
posisi lateral semicircular canal) oval window
2. Tulang pendengaran
 Berada dalam cavum tympani.

 Terdiri dari 3 tulang kecil , dihubungkan oleh sendi synovial


 Fungsi : menghantarkan vibrasi antara telingan luar dengan telinga dalam
dan memperbesar kekuatannya

3. Musculature pada Middle ear


 Tensor tympani

 origin : canal dari tensor tympani; permukaan superior dari tuba eustachius

 insersi : terjadi pada manubrium mallei

 fungsi : menarik manubrium malleus ke medial, menegangkan membrane


timpani, mempersempit amplitude getarannya, sehingga cenderung
mencegah terjadinya kerusakan pada telinga dalam sewaktu harus menerima
bunyi keras.
4. Tuba Eustachius / Tuba Auditoria

 Menghubungkan rongga telinga tengah/ cavitas timpani dengan nasofaring

 Bagian lateral adalah yang bertulang, sementara 2/3 bagian medial bersifat
kartilaginosa.

 Selama menguap dan menelan, akan membuka supaya udara dapat keluar dan
masuk ke telinga tengah sampai tekanan pada telinga tengah =atmosfer

 Berfungsi untuk menyeimbangkan tekanan udara pada kedua sisi membrane


timpani
 Inervasi : CN IX
TELINGA DALAM

 Secara struktur dibagi menjadi bony labyrinth (labirin tulang) dan


membranous labyrinth ( labirin membranosa)
 Bony labyrinth : semicircular canal, vestibule, cochlea
 Bony labyrinth dilapisi : periosteum dan mengandung perilymph.

 Membranous labyrinth merupakan kantung yang berada di dalam


bony labyrinth dan dilapisi oleh epitel serta mengandung
endolymph
 Membranous labyrinth yang terletak di vestibule memiliki 2
kantung yaitu utricle dan saccule
1. Vestibular apparatus
a. Vestibule : yaitu ruangan tulang

a. Utricle & Saccule


- merupakan dilatasi dari labirin yang terdapat dalam vestibule.
- memiliki daerah tebal yang disebut macula, yakni terdiri atas sel-sel
neuroepitel yang dipersarafi oleh saraf vestibular, terdapat 2 jenis sel; sel
reseptor(sel rambut) dengan 40-80 stereosilia) dan sel penyokong (yang
berbentuk silindris , inti di basal)

- Di atas macula terdapat lapisan tebal glycoprotein bentuk agar-agar yang


dihasilkan sel penyokong, dengan permukaan ditaburi Kristal yang terdiri atas
kalsium karbonat disebut otolit (otokonia)
c. Semicircular canal
 3 kanal tulang :

Anterior (superior) semicircular canal


Lateral semicircular canal
Posterior semicircular canal

 3 kanal membranous, berada didalam kanal tulang diatas berisi cairan


perilymph, dengan muaranya berupa crista ampularis.
 Terdapat daerah kupula, yakni macula berbentuk kerucut.
2. Cochlear apparatus

a. Cochlea
 Melingkar seperti rumah siput

 merupakan bagian tulang dengan p=35 mm dengan 2,5x putaran

 bagian centralnya yaitu modiolus

 di apexnya ada helicotrema, yaitu tempat scala vestibuli berhubungan


dengan scala tympani
b. Cochlear duct
 Scala vestibuli berisi perilymph

 Membran vestibularis (Reissner)  terdapat antara scala vestibuli dan scala


media; terdiri atas 2 lapis epitel gepeng
 Scala media  berisi endolymph, memiliki stria vascularis ( epitel bervascular
dengan 3 jenis sel ; marginal,intermediat dan basal)

 membran basilaris  terdapat antara scala media dengan scala tympani;


terdapat sel-sel mesotel dengan sel penyokong, yakni sel rambut (silindris, inti
di basal, banyak mitokondria, RE halus di bawah membran plasma) dan sel
tiang ( memiliki mikrotubul)
Fisiologi Pendengaran

Beberapa tahap yang terjadi saat suara masuk melalui indra pendengaran:
 aurikel menagkap energi bunyi dalam bentuk gelombang yang dialirkan
melalui udara atau tulang ke koklea dan mengarahkan suara ke saluran telinga
luar gelombang suara menggetarkan membran timpani malleus bergetar
dan menghantarkannya ke incus lalu stapes Stapes bergetar menekan
membran oval window kedalam dan luar sehingga mempengaruhi tekanan
cairan (perilymph) di koklea, merambat ke skala vestibuli lalu merambat ke
skala timpani (kadang sisanya ketelinga bagian tengah dikeluarkan melalui
round window gelombang menekan membran vestibularis sehingga
bergetar dan menghasilkan gelombang tekanan di endolymph dalam duktus
koklearis menggetarkan membran basalis sehingga meggetarkan sel-sel
rambut organ spinalis, menggerakan stereosilia membentuk impuls saraf
membran basilar memiliki segmen tertentu yang menangkap
gelombang suara yang berbeda-beda.
 Sel-sel rambut mengubah vibrasi menjadi sinyal elektrik karena memiliki
kanal ion mekanik → mencetus influks K+ → terjadi depolarisasi → Ca2+
masuk → eksositasi pada celah sinaps → neurotransmitter terlepas
Jaras pendengaran

Neuron sensorik pertama (first order sensory neuron) adalah saraf koklear
cabang dari saraf kranial VIII (vestibulokoklearis)

Saraf dari ganglion spiralis corti memasuki nukleus koklearis dorsalis dan
ventralis yg terletak di bagian atas medula. Berakhir di cochlear nuclei di
medulla oblongata pada sisi yang sama

Lalu berjalan kesisi berlawanan dari batang otak dan berakhir di nukleus
olivarius superior

Merambat ke atas (ascend) menuju kolikulus inferior di otak tengah

Menuju nukleus medial geniculate body di thalamus

Menuju area pendengaran primer (area Brodmann 41 dan 42)
Jaras keseimbangan

Melalui saraf kranial VIII, impuls akan dilanjutkan ke vestibular


nuclei yang berada di medulla oblongatan dan pons

 lalu masuk ke serebelum melalui pedunkulus serebelar inferior


mengirim sinyal ke area motorik di serebrum.
Akson dari vestibular nuclei memanjang ke nucleus pengontrol
gerakan mata (III/okulomotor), thoklear (IV), abdusen (VI),
juga saraf aksesori (XI) yang akan membantu pergerakan kepala
dan leher.
OTITIS MEDIA

Definisi :

peradangan pada sebagian atau seluruh dari


selaput permukaan telinga tengah, tuba
eustachius, antrum mastoid, dan sel-sel mastoid.
OTITIS MEDIA SUPURATIF KRONIS (OMSK)

Definisi :

infeksi kronik di telinga tengah dengan perforasi


membran timpani & sekret yg keluar dari telinga
tengah terus-menerus atau hilang timbul. Sekret
mungkin encer, kental, bening atau berupa nanah.
Etiologi :
• OMSK terjadi akibat translokasi bakteri dari
saluran telinga luar melalui perforasi memban
timpani.
• Organisme patogen masuk melalui tuba
Eustachius
• Tersering akibat bakteri berikut :
- Pseudomonas aeruginosa
- Staphylococcus aureus
- Proteus
Epidemiologi

• insidensi OMSK mencapai 39 kasus per 100.000 anak-anak


dan remaja, berusia 15 tahun ke bawah

Faktor Risiko

• Riwayat OMA berulang

• Kelainan kraniofasial

• Kelainan kongenital : Cleft palate, down syndrome, cri du


chat sydrome, choana atresia, diGeorge syndrome, cleft lip,
dan microcephaly
Perjalanan Penyakit :
 Otitis Media Akut dengan perforasi membran
timpani menjadi OMSK apabila > 2 bulan.
 Faktor yang mempengaruhi :
• terapi yang terlambat diberikan
• terapi yang tidak adekuat
• virulensi kuman yang tinggi
• daya tahan pasien tubuh yang rendah
• higiene yang kurang.
PATOGENESIS OMSK
Tanda dan Gejala

• Otorrhea yang muncul hilang timbul atau terus


menerus.

• Kehilangan fungsi pendengaran.

• Sekret mukopurulent, mengandung darah bila


terdapat jaringan granulasi atau polyp.
Klasifikasi
# Berdasarkan letak perforasi :
1) Perforasi sentral

terjadi di pars tensa, seluruh tepi perforasi masih terdapat


sisa membran timpani
2) Perforasi marginal

Terjadi di pinggir pars tensa, sebagian tepi


perforasi langsung berhubungan dengan annulus
atau sulkus timpanikum
3) Perforasi atik
Terjadi di pars flaksida
# Berdasarkan aktivitas sekret yang keluar :

1) Tipe Aktif

2) Tipe Tenang
# Berdasarkan jenis serangan :

1) Tipe Aman (Benigna= tipe 2) Tipe Bahaya (Maligna


mukosa) =tipe tulang)
 perforasi subtotal dan
 proses peradangan
mengenai tulang
terbatas pada mukosa
 perforasi terletak di
saja
marginal atau di atik
 perforasi terletak di
 sebagian besar timbul
sentral komplikasi yang
 jarang timbul berbahaya/fatal
komplikasi yang  kolesteatoma (+)
berbahaya
 kolesteatoma (-)
KOLESTEATOMA
 Merupakan massa jaringan yang terbentuk akibat
proses peradangan yang menahun pada telinga
tengah
 Massa jaringannya adalah suatu kista epitelial
yang berisi deskuamasi epitel (keratin)
 dibagi atas dua jenis :

1. Kolesteatoma kongenital

2. Kolesteatoma akuisital

a. Primer
b. Sekunder
KOLESTEATOMA KONGENITAL KOLESTEATOMA AQUISITAL

 terbentuk pada  Primer : terbentuk tanpa


didahului oleh perforasi
masa embrionik dan membran timpani. Timbul
akibat proses invaginasi
ditemukan pada Pars flaksida
telinga dengan  Sekunder : terbentuk
setelah adanya perforasi
membrana timpani membran timpani →
membuat masuknya epitel
utuh tanpa tanda- kulit dari liang telinga atau
dari pinggir perforasi
tanda infeksi
membran timpani ke telinga
tengah
DIAGNOSIS
 gejala klinik dan pemeriksaan THT terutama pemeriksaan
otoskopi
 Tes penala untuk mengetahui adanya gangguan pendengaran
 Audiometri nada murni & audiometri tutur (speech audiometry)
 untuk mengetahui jenis dan derajat gangguan pendengaran
** pada anak tidak kooperatif  BERA
 foto rontgen mastoid, ct scan, MRI
 kultur dan uji resistensi dari sekret telinga
Pemeriksaan Fisik :
 CAE :

a. dapat terlihat edema dan biasanya tampak keras.


b. otore : dengan sekret berupa encer atau kental,
bening atau berupa nanah.
 Membran timpani : Perforasi

 Kavum timpani :

a. Dapat ditemukan jaringan granulasi


b. Mukosa telinga tengah dapat terlihat edema, pucat
atau polipoid.
TERAPI OMSK

 Tidak jarang memerlukan waktu yang lama , serta


harus berulang
TERAPI OMSK BENIGNA
Hanya terapi medikamentosa saja
Tahapan pemberian terapi :
 Bila sekret keluar terus-menerusberi larutan
H2O2 3% selama 3 – 5 hari.
 Setelah sekret berkurangterapi dilanjutkan obat
tetes telinga (antibiotika dan kortikosteroid),
 Secara oral  antibiotika golongan ampisilin, atau
eritromisin, sebelum tes hasil resistensi diterima.
 Pada infeksi yang resisten ampisilinampisilin
asam klavulanat
Jika sekret telah kering, tetapi perforasi
msh ada setelah diobservasi selama 2
bulan lakukan miringoplasti atau
timpanoplasti

Fungsi :
menghentikan infeksi secara permanen
memperbaiki membran timpani yang
perforasi
 mencegah terjadinya komplikasi atau
kerusakan pendengaran yang lebih berat
memperbaiki pendengaran
TERAPI OMSK MALIGNA

 Prinsip terapi adalah pembedahan, yaitu


mastoidektomi dengan atau tanpa timpanoplasti

 Medikamentosa merupakan terapi sementara


sebelum dilakukan pembedahan.

 Bila terdapat abses subperiosteal


retroaurikulerinsisi abses sebaiknya dilakukan
tersendiri sebelum dilakukan mastoidektomi
PEMBEDAHAN

Tujuan:

 menghentikan infeksi secara permanen,

 memperbaiki membran timpani yang perforasi,

 mencegah terjadinya komplikasi atau kerusakan


pendengaran yang lebih berat, serta
memperbaiki pendengaran
Indikasi pembedahan:

 Perforasi yang bertahan lebih dari 6 minggu.

 Otore yang berlangsung lebih dari 6 minggu


setelah menggunakan antibiotik.

 Pembentukan kolesteatoma.

 Bukti radiografi adanya mastoiditis kronis.


JENIS PEMBEDAHAN PADA OMSK

• Mastoidektomi sederhana (simple mastoidectomy)


• Mastoidektomi radikal
• Mastoidektomi radikal dengan modifikasi (operasi
Bondy)
• Miringoplasti

• Timpanoplasti

• Pendekatanganda timpanoplasti (Combined


approach tympanoplasty)
KOMPLIKASI
1) Komplikasi intratemporal
 Perforasi membran timpani persisten
 Mastoiditis akut
 Paralisis nervus fasialis
 Labirinitis
 Petrositis
2) Komplikasi ekstratemporal
 Abses sub periosteal
3) Komplikasi intrakranial
Abses otak
Tromboflebitis
Hidrosefalusotikus
Empiema subdura
Abses subdura/ekstradura
TERIMA KASIH