Anda di halaman 1dari 46

* SEKILAS TENTANG HIV

AIDS DAN PENYAKIT


TERKAIT HIV
KONSELING DAN TES HIV
KEMENTERIAN KESEHATAN RI
2013
* APA ITU HIV?
*PENGERTIAN

* H : Human
* I : Immunodeficiency
* V : Virus

* A : Acquired
* I : Immune
* D : Deficiency
* S : Syndrome
*Window period?

 Periode antara masuknya virus HIV sampai


terbentuk suatu antibodi yang dapat dideteksi
melalui pemeriksaan laboratorium
 Sekitar 12 minggu
 INFEKSIUS??
* PENULARAN
PENULARAN

HIV positif
negatif
HIV positif
*HIV didapatkan di

darah

cairan sperma

cairan vagina

air susu ibu


*HIV dalam cairan tubuh

Darah
Semen
18,000 Cairan
11,000
Vagina Cairan
7,000 Amnion
4,000 Saliva
1

Rerata jumlah partikel HIV dalam 1 ml cairan tubuh


tsb
*Efisiensi transmisi HIV

Cara pajanan Persentase

Transfusi darah 90 – 95

Perinatal 20 – 40

Seksual 0,1 – 1

IDUs 0,5 – 1

Tusukan jarum < 0,5


CARA PENULARAN
 Darah yang tercemar
 Tranfusi darah
 Jarum suntik
 Luka terkontaminasi darah HIV
 Hub seks tidak aman
 Anal
 Vaginal
 Oral
 Ibu positif ke bayi
 Kehamilan
 Persalinan
 Menyusui
Empat EXIT –virus harus keluar tubuh manusia
Prinsip yang terinfeksi
Penularan
HIV SURVIVE –virus harus dapat survive

SUFFICIENT – jumlahnya harus cukup


untuk dapat menginfeksi
Komunikasi
Perubahan ENTER – virus harus masuk aliran
Perilaku darah orang yang diinfeksi
Penularan
HIV
*Apakah hubungan sosial
biasa dapat menularkan
Tidak ! HIV?
 Karena hubungan sosial biasa tidak memungkinkan
terjadinya pertukaran cairan tubuh yang dapat
menularkan HIV.
Ingat, HIV tidak menular melalui:
HIV Penyakit Menular

 Selalu 2 orang  
Pengidap HIV Sehat HIV+
(Odha)

Virus HIV
* tidak mudah menular
* cara penularannya terbatas
* bisa dicegah
* tetapi sekali tertular, seumur hidup ‘bisa’ menularkan
* BAGAIMANA SESEORANG
MENGETAHUI TERTULAR HIV
*ORANG YANG TERINFEKSI
●BANYAK ORANG YANG HIV
TERINFEKSI HIV TERLIHAT DAN
MERASA SEHAT

●ORANG YANG TERINFEKSI HIV


TIDAK TAHU BAHWA DIRINYA
SUDAH TERINFEKSI HIV

●TES HIV ADALAH SATU-SATUNYA


CARA UNTUK MENGETAHUI
APAKAH SESEORANG SUDAH
TERINFEKSI HIV
*PENYAKIT TERKAIT HIV

* Dapat merupakan TANDA AWAL manifestasi HIV dimana sistem


kekebalan tubuh mulai melemah

* TIDAK OTOMATIS menunjukkan seseorang terinfeksi HIV

* Perlu CURIGA infeksi HIV terutama bila penyakit sering kambuh dan
sulit diobati atau ada perilaku beresiko
*Stadium Klinis Infeksi HIV
Stadium 1 Stadium 2 Stadium 3 Stadium 4
Asimptomatik Sakit ringan Sakit sedang Sakit berat (AIDS)
Berat Tidak ada penurunan Penurunan BB 5-10% Penurunan berat badan > Sindroma wasting HIV
badan berat badan 10%
Gejala Tidak ada gejala • Luka di sekitar bibir • Kandidiasis oral atau • Kandidiasis
atau hanya : (keilitis angularis) vaginal esophageal
• Limfadenopati • Ruam kulit yang gatal • Oral hairy leukoplakia • Herpes Simpleks
Generalisata (seboroik atau • Diare, Demam yang ulseratif lebih dari satu
Persisten prurigo) tidak diketahui bulan.
• Herpes zoster dalam penyebabnya, lebih dari • Limfoma
5 tahun terakhir 1 bulan • Sarkoma kaposi
• ISPA berulang, • infeksi bakterial yang • Kanker serviks
misalnya sinusitis berat (pneumoni, invasive
atau otitis piomiositis, dll) • Retinitis CMV
• Ulkus mulut berulang • TB Paru dalam 1 tahun • Pneumonia
terakhir pnemosistis
• TB limfadenopati • TB Extraparu
• Gingivitis/Periodontitis • Abses otak
Toksoplasmosis
• Meningitis Kriptokokus
• Encefalopati HIV
* VCT/KTS : konseling dan tes sukarela
* TIPK : tes atas inisiatif pemberi layanan
kesehatan

*
*
* Konseling dan Tes HIV Sukarela: Konseling yang dilakukan atas
dasar permintaan dan atau kesadaran seorang klien untuk
mengetahui faktor risiko dan status HIV-nya. Langkah-langkah KTS
meliputi (Prinsip 5C):
a. Konseling pra tes
b. Tes HIV
c. Konseling pasca tes
* Tes HIV atas Inisiatif Petugas Kesehatan: Tes HIV dan konseling
pada suatu keadaan klinis sebagai langkah efektif dan efisien
dalam mengidentifikasi ODHA, bertujuan untuk menemukan
diagnosis HIV dan memfasilitasi ODHA mendapatkan pengobatan
lebih dini. Selain itu juga untuk memfasilitasi pengambilan
keputusan klinis terkait pengobatan yang dibutuhkan dan yang
mungkin tidak diambil tanpa mengetahui status HIV-nya. Tes HIV
dengan TIPK tidak dilakukan dalam hal pasien menolak secara
tertulis.
TIPK diindikasikan pada:
* setiap orang dewasa, remaja, dan anak-anak yang datang
dengan tanda, gejala, atau kondisi medis yang
mengindikasikan atau patut diduga telah terjadi infeksi HIV,
terutama pasien TB dan IMS;
* asuhan antenatal pada ibu hamil dan ibu bersalin;
* bayi atau anak yang lahir dari ibu terinfeksi HIV;
* anak dengan pertumbuhan suboptimal atau malnutrisi di
wilayah epidemik meluas atau anak dengan malnutrisi yang
tidak menunjukkan respons yang baik dengan pengobatan
nutrisi yang adekuat;
* laki-laki dewasa yang meminta sirkumsisi sebagai tindakan
pencegahan HIV
Pada wilayah epidemi meluas, TIPK harus dianjurkan pada
semua orang yang berkunjung ke fasilitas pelayanan kesehatan
sebagai bagian dari standar pelayanan.
Indikasi tes HIV
1. Setiap dewasa, amak dan remaja dgn kondisi medis yang diduga
terjadi infeksi HIV terutama dengan riwayat TB dan IMS
2. Asuhan antenatal pada ibu hamil dan bersalin
3. Laki-laki dewasa yang meminta sirkumsisi sebagai tindakan
pencegahan HIV

*
* Populasi kunci
* Pasangan ODHA
* Ibu hamil
* Pasien TB/IMS/Hepatitis
* Warga binaan lapas/rutan

*
* Penasun
* WPS langsung dan tidak langsung
* Pelanggan/pasangan seks WPS
* Gay/waria dan pasangannya

*
Peran VCT dalam Pencegahan dan Perawatan
HIV
Penerimaan dan ‘coping’
akan serostatus

Perencanaan masa depan Promosi dan fasilitasi


(layanan yatim-piatu, perubahan perilaku
keluarga dan pembuatan (Sexual, menyuntik yang
wasiat, warisan) aman)

Normalisasi dan
destigmatisasi HIV & AIDS Pemberian layanan
kesehatan ibu (ODHA)
Dukungan sebaya, sosial & VCT
masyarakat, termasuk dan layanan
kelompok ODHA
terkait
Pencegahan, penapisan
dan terapi IMS
Akses ke Keluarga
Berencana

Manajemen dini IO
Akses akan kondom
(perempuan dan laki )

Akses layanan pengobatan ARV - antiretroviral


dini termasuk terapi ARV IO - infekasi oportunistik
pencegahan TB, & IO IMS - infeksi menular seksual

Module 1 Sub Module 3 – PPT02


1. Informed consent,
2. Confidentiality,
3. Counseling,
4. Correct test results,
5. Connections to, care,treatment and
prevention services

*
Penyuluhan Kelompok
Konseling
Rahasia dan kepercayaan menjadi Tidak bersifat rahasia
syarat kenyamanan
Dilakukan secara bertatap muka oleh Kelompok kecil atau besar
konselor dan klien atau konselor
dengan klien berserta pasangannya
*
Memiliki keterlibatan emosi
Mengarah pada tujuan khusus
Lebih netral
Mengarah pada tujuan umum
Membangkitkan motivasi untuk Meningkatkan pengetahuan dan
perubahan perilaku dan sikap pemahaman
Berorientasi pada masalah Orientasi pada isi
Berbasis kebutuhan kesehatan
Berbasis kebutuhan klien
masyarakat
Perencanaan Rawatan
Psikososial Lanjutan
Konseling Pasca-tes

Konseling Pra-tes

Penilaian Risiko Klinik


Ulasan
Konseling Pra Ketrampilan Mikro Konseling Dasar
dan Pasca Tes
HIV
Komunikasi Perubahan Perilaku

Alasan dilakukannya VCT

Informasi Dasar HIV


* PENTING YANG DI
PERHATIKAN

Konselor yang memberikan konseling pra test dan


konseling pasca tes HIV sebaiknya orang yang sama
Pertolongan
Bagan Alur PERTAMA
Manajemen
Pajanan
Penilaian Risiko Pajanan Penilaian
Okupasional sumber
pada KTHIV pajanan ?
Konseling Post-exposure
prophylaxis counselling

Konseling Pra-tes

Tes dasar HIV


Dan serologi lainnya sesuai
kebutuhan
Konseling Pasca tes

Dokumentasi Formal
*
 Okupasional
pajanan yang terjadi ditempat kerja

 Non-okupasional
- Odha dengan Kehamilan
- Pada Kasus Perkosaan
Perempuan I. Cegah infeksi HIV
Usia Subur

II. Cegah kehamilan


HIV meng tanpa rencana
infeksi pe
rempuan III. Cegah penularan HIV
ibu- anak.
HIV
menginfeksi
perempuan, IV. Sediakan layanan,
bayi dan ART dan dukungan
keluarganya (MTCT-Plus)

UNAIDS/WHO 4
Prong Strategy
untuk PMTCT
VCT
Pertahankan HIV-negatif
Tidak ingin 2 Tidak hamil
Perempuan 1 hamil
Menjadi
Hamil
HIV-positif

Perawatan 4
VCT
HIV ARV
Pemberian Susu
3
Bayi
1 Mencegah infeksi HIV pada wanita
2 Bayi tak
Mencegah kehamilan yang tidak dikehendaki
terinfeksi
3 Mencegah penularan HIV dari Ibu ke Anak
4 Menyediakan perawatan HIV bagi wanita dgn HIV dan keluarga
* Langsung inisiasi arv tanpa memandang status klinis
* Boleh partus normal dengan syarat : sudah minum ARV rutin
minimal 6 bulan dan VL<1000 pada 36w
* Persalinan dapat dilakukan di semua fasilitas kesehatan yang
mampu tanpa alat perlindungan khusus, dengan prosedur
kewaspadaan standar

*
* Boleh menyusui HANYA 6 bulan saja dengan syarat ASI
ekslusif
* Tes HIV pada bayi dapat dilakukan setelah 18 bulan

*
* Pdp
PERAWATAN-
DUKUNGAN-
PENGOBATAN
Tujuan Terapi ARV
• Menurunkan jumlah virus dalam
darah sampai tidak terdeteksi dan
mempertahankannya
• Memperbaiki kualitas hidup
• Mencegah infeksi oportunistik
• Mencegah progresi penyakit
• Mengurangi transmisi kepada yg lain
* Apakah HIV-AIDS dapat disembuhkan..?

Belum…
Tapi ada ARV yang dapat menekan
jumlah virus dalam darah 
memperbaiki kuallitas hidup odha
*ARV (Anti Retro Viral)
*Obat yang dapat menekan jumlah virus dalam
darah
*Diberikan kepada Odha apabila sudah memenuhi
syarat minum obat (pemeriksaan klinis dan
laboratorium)
*Diminum secara teratur, tepat waktu dan
seumur hidup
*Disediakan pemerintah GRATIS, di RS Rujukan
ARV seluruh Indonesia
*Pengobatan Pencegahan
Kriteria Inisiasi
Kotrimoksazol (dewasa)
Kriteria Pemberhentian a

Jumlah CD4 < 200 sel/mm3 dan Jumlah CD4 > 200 sel/mm3 setelah
berapapun stadium klinis 6 bulan ARTc
atau Jika tidak ada CD4: PPK dpt
Stadium klinis 3 atau 4 dihentikan setelah 2 tahun ART
atau
Semuanyab
TB aktif, berapapun jumlah CD4 Sampai pengobatan TB selesai jika
jumlah CD4 > 200 sel/mm3
a kotrimoksasol diberhentikan juga bila ODHA
dengan sindrom Stevens-Johnson, penyakit hati berat,
anemia atau pansitopenia berat, atau HIV negatif.
Kontraindikasi kotrimoksasol: alergi sulfa, penyakit liver
berat, penyakit ginjal berat, dan defisiensi G6PD.
b pada semua ODHA tanpa melihat CD4 atau stadium
Dosis dewasa: 1 x 960 mg/hari
*Persiapan Inisiasi ART

a Jika tidak tersedia CD4, gunakan stadium klinis WHO


b Jika memungkinkan, tes HbsAg harus dilakukan untuk mengidentifikasi orang dengan HIV dan koinfeksi hepatitis B dan
siapa ODHA yang perlu inisiasi ARV dengan TDF
c Direkomendasikan pada ODHA yang mempunyai riwayat perilaku terpajan hepatitis C, atau pada populasi dengan prevalensi
tinggi hepatitis C. Populasi risiko tinggi yang dimaksud adalah penasun, LSL, anak dengan ibu yang terinfeksi hepatitis C,
pasangan dari orang yang terinfeksi hepatitis C, pengguna narkoba intranasal, tato dan tindik, serta kelompok yang
mendapat transfusi berulang, seperti ODHA talasemia dan yang menjalani hemodialisis
d Dapat dipertimbangkan jika tersedia fasilitas pemeriksaan antigen kriptokokus (LFA) mengingat prevalensi antigenemia
pada ODHA asimtomatik di beberapa tempat di Indonesia mencapai 6.8-7.2%.
e Pertimbangkan penilaian ada tidaknya penyakit kronis lain terkait penatalaksanaan HIV seperti hipertensi, penyakit
kardiovaskular, dan diabetes
f Terapi ARV dapat dimulai sambil menunggu hasil CD4. Pemeriksaan CD4 awal tetap diperlukan untuk menilai respons terapi.
g Untuk ODHA dengan risiko tinggi mengalami efek samping TDF: penyakit ginjal, usia lanjut, IMT rendah, diabetes,
hipertensi, penggunaan PI atau obat nefrotoksik lainnya. Dipstik urin digunakan untuk mendeteksi glikosuria pada ODHA
non diabetes.
h Untuk anak dan dewasa yang berisiko tinggi mengalami efek samping terkait AZT (CD4 rendah atau Indeks Massa Tubuh
*Indikasi ART dewasa
Stadium Klinis/Jumlah Rekomendasi
CD4
Stadium Klinis 3 dan 4
Jumlah CD4 < 350 sel/mm3
Berapapun stadium klinis • Koinfeksi TBa
dan/atau jumlah CD4 • Koinfeksi Hepatitis B
• Ibu hamil dan menyusui
• Odha yg pasangannya HIV negatif
• LSL, PS atau Penasunb
• Populasi umum pd daerah dgn
epidemi meluas
a Pengobatan TB harus dimulai lebih dahulu, kemudian
obat ARV diberikan dalam 2-8 minggu sejak mulai obat
TB, tanpa menghentikan terapi TB. Pada ODHA dengan
CD4 kurang dari 50 sel/mm3, ARV harus dimulai dalam
* SELAMAT DATANG DI
POLI BUNGA

NAMA POLI
POLI VCT : Akasia
Poli arv : lavender
JADWAL poli
Poli vct : senin s/d sabtu jam 08-12
Poli arv : senin, rabu, jumat jam 08-12
Biaya pendaftaran
Poli vct : 20.000
Poli arv : 30.000
* TERIMA KASIH