Anda di halaman 1dari 23

AKUNTANSI KEUANGAN DAERAH

Anggota Kelompok : 1. Naety Mulyani


2. Rangga Try Putra P.
Bahan Kajian
01 Gambaran umum akuntansi di Pemda

02 Siklus akuntansi di Pemda

03 Sistem akuntansi tingkat Satuan Kerja Perangkat Daerah


(SKPD)

04 Pencatatan transaksi Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD)

05
Gambaran umum akuntansi di Pemda
Akuntansi di Pemda
Proses identifikasi, pengukuran, pencatatan serta
pelaporan setiap transaksi keuangan yang terjadi
dalam suatu entitias/instansi pemerintah daerah
(pemda) seperti kabupaten, kota ataupun provinsi)
yang dijadikan acuan untuk pengambilan kebijakan
ekonomi, baik oleh pihak internal ataupun
eksternal.
Pihak Yang Terlibat Pihak Yang Memerlukan Standar Akuntansi

1. Peraturan Pemerintah No. 71


Tahun 2010
1. Dewan Perwakilan Rakyat
2. Lampiran I Standar Akuntansi
1. Pejabat Pengelola Keuangan Daerah (DPRD) Pemerintahan Berbasis Akrual
Daerah (PPKD) pada Satuan 2. Badan pengawas keuangan 3. Lampiran II Standar Akuntansi
Kerja Pengelolaan Keuangan 3. Investor, kreditur, dan Pemerintahan Berbasis Kas
Daerah (SKPKD) donator Menuju Akrual
2. Sistem Akuntansi Satuan Kerja 4. Analisis ekonomi dan 4. Lampiran III Proses
Perangkat Daerah (SKPD) pemerhati pemda Penyusunan Standar
dilaksanakan oleh Pejabat Akuntansi Pemerintahan
5. Masyarakat
Penatausahaan Keuangan Berbasis Akrual
Satuan Kerja Perangkat 6. Pemda lain;
5. PSAP 06 Akuntansi Investasi
Daerah (PPK-SKPD) (Revisi 2016)
6. PSAP 13 Penyajian Laporan
Keuangan BLU
Struktur Akuntansi di
Pemda
Struktur Akuntansi di
Pemda
Siklus Akuntansi di Pemda
• Input berupa bukti memorial, surat tanda setoran, dan surat perintah pencairan dana.
• Proses system akuntansi keuangan daerah dilakukan dilakukan dengan menggunakan
catatan seperti buku jurnal umum, buku jurnal penerimaan kas, buku jurnal pengeluaran
kas, buku besar, dan buku besar pembantu.
• Output system akuntansi keuangan daerah berupa laporan keuangan yang meliputi laporan
realisasi anggaran, neraca, laporan arus kas, dan catatan atas laporan keuangan

Sumber : (Permendagri Nomor 13 tahun 2006 pasal 232)


Sistem Akuntansi Tingkat Satuan Kerja Perangkat
Daerah (SKPD)
Siklus Akuntansi di Pemda
KOMPONEN LAPORAN KEUANGAN
1. LRA 2. LP-SAL
 Pendapatan-LRA;  Saldo Anggaran Lebih awal;
 Belanja;  Penggunaan Saldo Anggaran Lebih;

01
 Transfer;  Sisa Lebih/Kurang Pembiayaan Anggaran
 Surplus/Defisit-LRA; tahun berjalan;
 Pembiayaan; dan  Koreksi kesalahan pembukuan tahun
 Sisa lebih/kurang pembiayaan anggaran sebelumnya;

3. NERACA
02  Lain-lain; dan
 Saldo Anggaran Lebih akhir
 Aset
4. LO

 Ekuitas 03
 Kewajiban,


Pendapatan-LO dari kegiatan operasional;
Beban dari kegiatan operasional;
 Surplus/defisit dari kegiatan non operasional;
5. LAPORAN PERUBAHAN EKUITAS:
 Pos luar biasa; dan
 Ekuitas awal;
 Surplus/defisit-LO
 Surplus/defisit-LO pada periode bersangkutan;
 Koreksi yang langsung menambah/mengurangi ekuitas, antara lain dampak kumulatif yang disebabkan oleh
05
perubahan kebijakan akuntansi dan koreksi kesalahan mendasar, seperti:
• Koreksi kesalahan mendasar dari persediaan yang terjadi pada periode sebelumnya;
• Perubahan nilai aset tetap karena revaluasi aset tetap.
 Ekuitas akhir
Pencatatan Transaksi Satuan Kerja Perangkat Daerah
(SKPD)
JURNAL PENDAPATAN
JURNAL PENGELUARAN
JURNAL PENDAPATAN
SELAIN KAS
JURNAL PENGELUARAN
JURNAL SELAIN KAS
JURNAL PERSEDIAAN
JURNAL ASET TETAP
JURNAL UTANG /
Thank you

Akuntansi Sektor Publik


Lecturer by Andison SE, Ak, CA, MM
Universitas Trisakti