Anda di halaman 1dari 30

KETENTUAN KETENTUAN POKOK

HAK HAK PENGUASAAN ATAS TANAH


DALAM HUKUM TANAH NASIONAL
NAMA : DENDI TRI RAMADHON
NPM : B1A017138
KELAS : E
SMT : 3
• Tanah mempunyai kedudukan yang
amat penting bagi manusia,
masyarakat serta negara…Begitu
pentingnya peran tanah bagi
individu, rakyat dan negara, maka
tanah perlu diatur dalam suatu
peraturan perundang-undangan
yang dapat memberikan kepastian
hukum baik dalam penetapan hak
ataupun dalam pencabutan hak
atas tanah
1. Pengertian
• Hak” adalah “claim” atau tuntutan, dan suatu
kepentingan yang dilindungi oleh hukum.
• Kepentingan pd hakekatnya mengandung kekuasaan
yg dijamin dan dilindungi oleh hukum.
• Dengan perlindungan hukum tersebut maka subjek hak
dapat menuntut haknya terhadap setiap gangguan
pihak lain termasuk negara.
• Hak untuk memiliki tanah atau dlm bahasa UUPA
disebut “hak atas tanah”, pd hakekatnya mengandung
kekuasaan atau kewenangan bagi pemegangnya, secara
bersamaan dibebani kewajiban.
• Tanah adalah permukaan bumi (the surface of earth)
ps.4 ayat (1) UUPA
• Jadi, Hak Atas Tanah (HAT) adalah hak atas permukaan
bumi.
• Selanjutnya, ps.4 ayat (2) menyatakan bahwa hak-hak
atas tanah tsb memberi wewenang untuk
mempergunakan tanah yang bersangkutan, demikian
pula tubuh, bumi dan air serta ruang yang ada di
atasnya sekedar diperlukan untuk kepentingan yang
langsung berhubungan dengan penggunaan tanah dgn
batas UUPA dan per-UU lainnya.
2. HAT secara Historis
• Hak Atas Tanah
• Sebelum UUPA
• Tanah-tanah Hak Barat
• Tanah-tanah Hak Indonesia
• Setelah UUPA
• Yaitu HAT yang diatur di dalam UUPA*
HAT sebelum UUPA
• Tanah-tanah Hak Barat
• a. Hak Eigendom (HE)
• b. Hak Erfacht (HErf)
• c. Hak Opstal (HO)
• Tanah-tanah Hak Indonesia
• a. Tanah-tanah dengan Hak Adat
• b. Tanah-tanah dengan Hak ciptaan
Pemerintah HB
Hak Eigendom (HE)
• Adalah hak untuk dengan leluasa:
• menikmati kegunaan suatu benda, dan
• untuk berbuat bebas terhadap benda yang
bersangkutan dengan kekuasaan yang
sepenuhnya
• asal tidak bertentangan dengan UU dan Per-UUan
lainnya yang ditetapkan oleh Penguasa yang
berwenang dan tidak mengganggu hak-hak pihak
lain; semuanya itu terkecuali pencabutan hak
untuk kepentingan umum, dgn pemberian ganti
kerugian yang layak menurut ketentuan per-
UUan yg berlaku. (ps.570 BW)
….Eigendom (HE)
• HE dibagi menjadi 2 (dua), yaitu:
• HE menurut ps.570 BW, (luasnya ≤10 bau)
• HE dengan hak-hak penguasa (luasnya >10 bau) yang
disebut dengan tanah partikelir* (particulaire landerijn),
Tuan tanah mempunyai:
• Hak dan kewajiban untuk mengangkat kepala desa
• Hak memperkerjakan pddk laki-laki (rodi) untuk sehari
dalam seminggu dgn hanya diberi makan
• Hak untuk memungut cukai (sebagian dari dari hasil panen)
• Hak atas sewa kebun, sewa tanah dan pajak atas
pemeliharaan ikan
• Telah dihapus dengan UU No.1 tahun 1958 ttg
Penghapusan Tanah-tanah Pertikelir
Hak Erfacht (HErf)
• Hak kebendaan (zakelijk Recht) untuk
mendapatkan kenikmatan sepenuhnya (volle
genot hebben) dari benda tetap orang lain
dengan syarat membayar pacht-sejumlah
uang tunai atau hasil bumi-setiap tahun
sebagai pengakuan terhadap milik orang lain.
Ps.720 BW
Hak Opstal (HO)
• Hak kebendaan untuk mempunyai gedung-
gedung, usaha atau tanaman di atas tanah
orang lain. Ps.711 BW
• Bila berakhir, dan di atas tanah tersebut masih
ada tanah dan bangunan, maka opstaler
mendapat penggantian sesuai dengan nilainya
sedangkan erfpachter tidak.
Tanah-tanah hak Indonesia
• Hak-hak atas tanah Adat
• Hak-hak atas tanah ciptaan Pemerintah Hindia Belanda
• Hak-hak atas tanah ciptaan Pemerintah Swapraja
• Hak menguasai dari desa atas tanah (beschikkingsrecht)
• Hak-hak individual atas tanah (terkuat dan turun menurun):
• PerseHak Agrarisch Eigendom (AE)
• orangan dan komunal
• Landerijen Bezitrecht (LB) Grant Sultan
• Grant Controleur
• Grant Deli Maatschappij
• Hak konsesi
3. Hierarki Hak Atas Tanah di Indonesia
• Hak Bangsa (Pasal 1);
• Hak Menguasai dari Negara (Pasal 2 ayat (1));
• Hak Ulayat (Pasal 2 ayat (4));
• Hak-hak perorangan* (Pasal 16); terdiri dari :
• a. Hak Milik,
• b. Hak Guna Usaha,
• c. Hak Guna Bangunan,
• d. Hak Pakai,
• e. Hak Sewa,
• f. Hak Membuka Tanah,
• g. Hak Memungut Hasil Hutan,
• h. Hak lain yang ditetapkan UU dan yang bersifat sementara sesuai
Pasal 53.
A.Hak Bangsa (ps.1 UUPA)
• Seluruh wilayah Indonesia adalah kesatuan tanah-air
dari seluruh rakyat Indonesia yang bersatu sebagai
bangsa Indonesia. Ayat (1)
• Seluruh bumi, air dan ruang angkasa, termasuk
kekayaan alam yang terkandung didalamnya dalam
wilayah Republik Indonesia, sebagai karunia Tuhan
Yang Maha Esa adalah bumi, air dan ruang angkasa
bangsa Indonesia dan merupakan kekayaan nasional
ayat (2)
• Hubungan antara bangsa Indonesia dan bumi, air serta
ruang angkasa termaksud dalam ayat (2) pasal ini
adalah hubungan yang bersifat abadi. ayat (3)
B. Hak Menguasai dari Negara
(Ps.2 ayat (1))
• Atas dasar ketentuan dalam pasal 33 ayat (3)
Undang-undang Dasar dan hal-hal sebagai
yang dimaksud dalam pasal 1, bumi, air dan
ruang angkasa, termasuk kekayaan alam yang
terkandung didalamnya itu pada tingkatan
tertinggi dikuasai oleh Negara, sebagai
organisasi kekuasaan seluruh rakyat.
C. Hak Ulayat (Ps.2 ayat (4))
• pelaksanaannya dapat dikuasakan kepada
daerah-daerah Swatantra dan masyarakat-
masyarakat hukum adat,
• sekedar diperlukan dan tidak bertentangan
dengan kepentingan nasional, menurut
ketentuan-ketentuan Peraturan Pemerintah.
4. Hak Atas Tanah berdasarkan Sifatnya
• TETAP
• SEMENTARA
• DITENTU-KAN KEMUDIAN
Hak Atas Tanah bersifat “Tetap”
• Hak Milik (ps. 20-27)
• Hak Guna Usaha (ps.28-34)
• Hak Guna Bangunan (ps.35-40)
• Hak Pakai (ps.41-43)-maria S (sifatnya sementara)
• Hak Sewa Bangunan (ps.44-45)
• Hak Membuka Tanah dan Memungut Hasil (ps.46)
• Hak Guna Air, Pemeliharaan dan Penangkapan Ikan
(ps.47)
• Hak Guna Ruang Angkasa (ps.48)
• Hak untuk Keagamaan dan Sosial (ps.49)
Hak Atas Tanah bersifat “Sementara”
• Hak Gadai
• Hak Bagi Hasil Tanah Pertanian
• Hak Sewa Tanah Pertanian
• Hak Menumpang
• Hak Tanggungan
Hak Atas Tanah bersifat “Ditentukan
kemudian”
• Hak Pengelolaan
• 5. Hak Milik
• Hak Guna Usaha
• Hak Guna Bangunan
• Hak Pakai
• Hak pengelolaan

• k Atas Tanah sebagai Lembaga


A. Hak Milik (ps.20-27 UUPA)
• Sifat: hak turun-temurun, terkuat dan
terpenuh yg dapat dipunyai orang atas tanah.
• Subjek: Hanya WNI yang dapat mempunyai
Hak Milik –hanya badan-badan hukum
tertentu.*
• Objek: tanah negara, tanah ulayat ataupun
tanah yang berupa hak milik adat.
• Terjadinya: krn hukum adat, penetapan
pemerintah dan karena UU
• 1.Bank-bank yg didirikan oleh negara
• 2.Perkumpulan-perkumpulan organisasi
pertanian
• 3.Badan-badan keagamaan yg ditunjuk BPN
(gereja HKBP, Gereja Roma Katolik, Gereja
Pantekosta dan Perserikatan Muhammadiyah)
• 4.Badan-badan sosial yg ditunjuk BPN
Hak Milik (lanjutan)
• Peralihan Hak: oleh/dari WNA, boleh melalui
• perwarisan tanpa wasiat dan
• percampuran harta perkawinan dgn syarat dalam 1 tahun
harus dialihkan, jika tidak akan hapus karena hukum
• Pembebanan hak lain: HGB, HP, HS, HT---- HGU tidak boleh,
karena harus di atas tanah negara
• Hapusnya:
• -musnah
• -pencabutan hak
• -penyerahan sukarela
• -ditelantarkan
• -melanggar prinsip nasionalitas
Hak Guna Usaha (ps.28-34)
• Sifat: hak untuk mengusahakan tanah yg dikuasai langsung oleh
negara

• Hanya di atas tanah negara


• Digunakan untuk pertanian, perikanan dan peternakan.
• Jangka waktu ttt
• Subjek: WNI dan badan hukum
• Objek: tanah negara (dengan catatan)
• Cara terjadinya: dengan permohonan=ketetapan Pemerintah
• Peralihan: dapat dengan perbuatan dan peristiwa hukum
• Jangka waktu: 25 th, untuk perusahaan 35 th dpt diperpanjang 25
th.
…..HGU
• Pembebanan: hak tanggungan
• Hapusnya:
• -jangka waktu berakhir
• -berhenti sebelum jangka waktu
• -dilepaskan sebelum jangka waktu
• -dicabut untuk kepentingan umum
• -ditelantarkan
• -tanahnya musnah
• -subjeknya tidak lagi memenuhi syarat HGU
HGB (ps.35-40)
• Sifat: hak untuk mendirikan dan bangunan-
bangunan atas tanah yang bukan miliknya
sendiri dgn jk.wkt paling lama 30 tahun.
• Subjek: WNI dan badan hukum Indonesia
• Objek: tanah negara, tanah hak pengelolaan
dan tanah hak milik.
• Jangka waktu: 30 tahun dan dapat
diperpanjang 20 tahun.
• Pembebanan: Hak Tanggungan
….HGB
• Cara terjadinya: (1) penetapan pemerintah (2)
perjanjian otentik karena penetapan pemerintah dan
antara pemilik tanah dgn pihak yg akan memperoleh
HGB.
• Peralihannya: perbuatan dan peristiwa hukum
• Hapusnya:
• -tanahnya musnah
• -jk.wktu berakhir
• -dilepaskan sukarela
• -kepentingan umum
• -diterlantarkan
Hak Pakai (ps. 41-43)
• Sifat: hak untuk menggunakan atau
memungut hasil dari tanah orang lain, yaitu
milik orang lain atau tanah negara, yg bukan
perjanjian sewa-menyewa dan pula
pengolahan tanah.
• Subjek: WNI, WNA, badan hukum (didirikan di
Indonesia dan yang mempunyai perwakilan di
indonesia), perwakilan negara asing dan
organisasi internasional.
…Hak Pakai
• Objek: Tanah negara, tanah hak pengelolaan dan
Hak milik.
• Jangka waktu: ada yang ditentukan (maks.25 th
dan diperpanjang 20 th) dan tidak—tanahnya
dipergunakan untuk keperluan tertentu
• Cara terjadinya: (1)pemberian hak di atas tanah
negara dan pemberian atas usul pemegang hak
pengelolaan (2) pendirian/pembebanan hak baru
di atas HM.
• Hapusnya: idem
Hak Pengelolaan
• Sifat: pengertian HP, secara eksplisit tidak ada di UUPA tapi
ada di dalam penjelasan. Hak ini mengacu kpd hak
menguasai negara untuk memberikan hak penglolaan Ps.1
PP No.40 Tahun 1996 HP adalah ‘hak menguasai dari
negara yg kewenangan dan pelaksanaannya seSubjek:
orang atau badan penguasa (departemen, jawatan atau
Daerah swatantra) untuk dipergunakan bagi pelaksanaan
tugasnya masing-masing.
• Objek: tanah negara
• Cara terjadinya: dengan permohonan. Peraturan kaBPN No
9 th 99 ttg cara pemberian dan pembatalan HAT negara dan
Hak Pengelolaan.
• bagian dilimpahkan pada pemegang hakny
• Thank You!