Anda di halaman 1dari 16

PASAR MODAL SYARIAH

TUGAS Matematika Keuangan Syariah

PROGRAM STUDI MATEMATIKA


FAKULTAS MATEMATIKA DAN ILMU PENGETAHUAN ALAM
UNIVERSITAS PAKUAN
2018
`
PENDAHULUAN

Latar Belakang

1. Pengertian Pasar Modal Syariah.


2. Perbedaan Pasar Modal Syariah dengan Pasar
Modal Konvensional.
3. Akad-akad yang digunakan pada Pasar Modal
Syariah.
4. Sistem bagi hasil pada Pasar Modal Syahariah.
PEMBAHASAN

Pengertian

Pasar modal syariah merupakan pasar modal yang


didalam nya ditransaksikan instrumen keuangan atau
modal yang sesuai dengan syariat islam dan dengan cara
yang berlandaskan syariah, atau pasar modal yang
menerapkan prinsip-prinsip syariah antara lain melarang
setiap transaksi yang mengandung unsur ketidak jelasan
dan instrumen yang diperjual belikan harus memenuhi
kriteria halal.

PEMBAHASAN

Perbedaan

Syariah Konvensional
Indeks
1. Indeks dikeluarkan oleh pasar 1. Indeks dikeluarkan oleh pasar
modal syariah. modal konvensional.
2. Jika indeks Islam dikeluarkan 2. Indeks konvensional
oleh suatu institusi yang memasukkan semua saham
bernaung dalam pasar modal yang terdaftar dalam bursa
konvensional maka perhitungan saham.
indeks tersebut berdasarkan 3. Seluruh saham yang tercatat
kepada saham-saham yang dalam bursa mengabaikan aspek
memenuhi kriteria-kriteria halal-haram.
syariah.
3. Seluruh saham yang tercatat
dalam bursa sesuai halal.’

PEMBAHASAN

Perbedaan
Syariah Konvensional
Instrumen yang diperdagangkan
Saham, Obligasi Syariah, Reksa Dana Saham, Obligasi, Reksa Dana, Opsi, Right,
Syariah. Waran.

Mekanisme Transaksi
1. Tidak mengandung transaksi Ribawi. 1. Menggunakan konsep bunga yang
2. Tidak transaksi yang meragukan mengandung riba.
(gharar), spekulatif, dan judi. 2. Mengandung transaksi yang tidak
3. Saham perusahaan tidak bergerak jelas, spekulatif, manipulatif, dan
dalam pada bidang yang diharamkan. judi.
(alkohol, judi. Rokok, dll) 3. Saham perusahaan bergerak dalam
4. Transaksi penjualan dan pembelian semua bidang baik haram maupun
saham tidak boleh dilakukan secara halal.
langsung untuk menghindari 4. Transaksi penjualan dan pembelian
manipusi harga. dilakukan secara langsung dengan
menggunakan jasa broker sehingga

PEMBAHASAN

Perbedaan
Syariah Konvensional
Saham
Saham yang diperdagangkan datang dari Saham yang diperdagangkan datang dari
emiten yang memenuhi ktriteria-kriteria semua emiten tanpa mengindahkan halal-
syariah. haram.
1. Tidak ada transaksi yang berbasis bunga. 1. Mengandung transaksi yang berbunga.
2. Tidak ada transaksi yang meragukan. 2. Mengandung transaksi yang spekulatif.
3. Saham harus dari perusahaan yang halal 3. Semua perusahaan baik aktivitas
aktivitas bisnisnya. bisnisnya halal atau haram.
4. Tidak ada transaksi yang tidak sesuai 4. Mengandung transaksi yang manipulatif.
dengan etika dan tidak bermoral seperti 5. Instrumen transaksi dengan
manipulasi pasar, insider trading dan lain- menggunakan prisip bunga.
lain.
5. Instrumen transaksi dengan mengunakan
prisip mudharabah, musyarakah, ijarah,
istisna’, dan salam.

PEMBAHASAN

Perbedaan

Syariah Konvensional
Obligasi
1. Berdasarkan akad mudharabah 1. Berdasarkan prisip bunga.
dengan memperhatikan fatwa DSN- 2. Emiten bertindak sebagai debitur
MUI No. 7/DSN-MUI/IV/2000 (yang berhutang).
tentang pembiayaan mudharabah. 3. Pemegang obligasi sebagai kerditur
2. Emiten bertindak sebagai mudharib (yang berpiutang).
(pengelola modal). 4. Emiten obligasi dibebaskan kegiatan
3. Pemegang obligasi sebagai shahibul usahanya, sehingga tidak ada
mal (pemodal). batasan halal-haram.
4. Emiten obligasi tidak boleh 5. Nisbah mengikuti
melakukan kegiantan yang
bertentang prinsip syariah.
5. Nisbah harus disebutkan dalam
akad.

PEMBAHASAN

Perbedaan

Syariah Konvensional
Reksa Dana
1. Menggunakan akad wakalah dan 1. Berdasarkan prinsip kontrak
mudharabah akan tetapi tetap investasi kolektif dengan
memperhatikan fatwa DSN-MUI No. memperhatikan pasal 18 sampai
20/DSN-MUI/ IX/ 2000 tentang reksa dengan pasal 29 bab IV UU No. 8
dana syariah. tahun 1995 tentang pasar modal.
2. Investasi dilakukan pada instrument 2. Investasi dilakukan pada instrument
keuangan yang sesuai dengan konvensional.
syariah. 3. Jenis usaha emiten tidak harus
3. Jenis usaha emiten sesuai dengan sesuai syariah.
syariah. 4. Pembagian keuntungan berdasarkan
4. Pembagian keuntungan berdasarkan perkembangan suku bunga.
proporsi yang ditentukan dalam
akad.
PEMBAHASAN

Akad

Akad (ikatan, keputusan, atau penguatan) atau perjanjian


atau kesepakatan atau transaksi dapat diartikan sebagai
suatu komitmen yang terbingkai dengan nilai-nilai Syariah.

Secara khusus, akad berarti keterkaitan antara ijab


(pernyataan penerimaan kepemilikan) dan qabul
(pernyataan penerimaan kepemilikan) dalam lingkup yang
disyariatkan dan berpengaruh pada sesuatu.
PEMBAHASAN

Akad-Akad Pasar Modal Syariah

1. Ijarah
perjanjian (akad) antara pihak pemberi sewa/pemberi
jasa (mu’jir) dan pihak penyewa/pengguna jasa (musta’jir)
untuk memindahkan hak guna (manfaat) atas suatu objek
Ijarah yang dapat berupa manfaat barang dan/atau jasa
dalam waktu tertentu dengan pembayaran sewa dan/atau
upah (ujrah) tanpa diikuti dengan pemindahan
kepemilikan objek Ijarah itu sendiri.
PEMBAHASAN

2. Istishna
perjanjian (akad) antara pihak pemesan/pembeli
(mustashni’) dan pihak pembuat/penjual (shani’) untuk
membuat objek Istishna yang dibeli oleh pihak
pemesan/pembeli (mustashni’) dengan kriteria,
persyaratan, dan spesifikasi yang telah disepakati kedua
belah pihak.

3. Kafalah
perjanjian (akad) antara pihak penjamin (kafiil/guarantor)
dan pihak yang dijamin (makfuul ‘anhu/ashiil/orang yang
berutang) untuk menjamin kewajiban pihak yang dijamin
kepada pihak lain (makfuullahu/orang yang berpiutang).
PEMBAHASAN

4. Mudharabah (qiradh)
perjanjian (akad) kerjasama antara pihak pemilik modal
(shahib al-mal) dan pihak pengelola usaha (mudharib)
dengan cara pemilik modal (shahib al-mal) menyerahkan
modal dan pengelola usaha (mudharib) mengelola modal
tersebut dalam suatu usaha.

5. Musyarakah
perjanjian (akad) kerjasama antara dua pihak atau lebih
(syarik) dengan cara menyertakan modal baik dalam
bentuk uang maupun bentuk aset lainnya untuk melakukan
suatu usaha.
PEMBAHASAN

6. Wakalah
perjanjian (akad) antara pihak pemberi kuasa (muwakkil)
dan pihak penerima kuasa (wakil) dengan cara pihak
pemberi kuasa (muwakkil) memberikan kuasa kepada
pihak penerima kuasa (wakil) untuk melakukan tindakan
atau perbuatan tertentu.
PEMBAHASAN

Sistem Bagi Hasil Pasar Modal Syariah

Pembiayaan atau investasi hanya


bisa dilakukan jika aset atau
kegiatan usaha yang dilakukan
termasuk usaha halal, spesifik serta
bermanfaat. Dengan sesuai syarat
maka investasi bisa dilakukan. Dalam pasar modal syariah, uang
merupakan pertukaran nilai yang bisa
digunakan. Selama pemilik dana atau
pemilik modal memberikan investasinya,
maka ia akan memperoleh keuntungan dari
bagi hasil usaha tersebut. Hal ini juga
mengharuskan pembiayaan dan investasi
harus pada mata uang yang sama dengan
pembukuan kegiatan.
PEMBAHASAN

Sistem Bagi Hasil Pasar Modal Syariah

Baik pemilik harta ataupun emiten


Sesuai prinsip yang pertama, pasar
tidak bisa mengambil resiko yang
modal syariah mengharuskan adanya
melebihi kemampuan, karena hal ini
akad atau perjanjian yang sangat jelas
bisa menimbulkan kerugian yang
antara pemilik serta harta dengan
tinggi baik di satu pihak maupun di
emiten yang jelas.
kedua belah pihak.

Adanya penekanan pada mekanisme yang


sangat wajar dan prinsip kehati-hatian terutama
pada investor ataupun kepada eminten. Hal ini
menghindari adanya salah paham dan hal
buruk ketika melakukan transaksi.
TERIMAKASIH