Anda di halaman 1dari 25

GANTUNG DIRI

dr. Mustika
Definisi hanging
Hanging ( gantung diri ) adalah suatu
strangulasi dimana terjadi tekanan pada
leher yang disebabkan oleh jerat yang
menjadi erat akibat sebagian atau seluruh
berat badan korban sehingga terjadi
konstriksi tenggorokan dan saluran napas
tertutup.
Jenis – jenis hanging

1. Tipikal hanging

2. Atipikal hanging

3. Kasus dengan letak


titik gantung di depan
atau di dagu
Posisi korban
1. Kedua kaki tidak menyentuh lantai
(Complete hanging)
Posisi korban
2. Duduk berlutut (Biasanya menggantung pada daun
pintu / Incomplete hanging)
Posisi korban
3. Berbaring (biasanya dibawah tempat tidur /
Incomplete hanging)
Ciri –ciri jenazah Incomplete Hanging

• Jejas jerat tidak begitu nyata


• Letak jejas jerat di leher lebih rendah
• Arah jejas jerat lebih mendekati horizontal
• Karena efek tali hanya menekan vena
maka muka sembab, merah kebiruan dan
terdapat bintik – bintik perdarahan
Cara kematian pada hanging
1. Bunuh diri
Sering, tempat kejadian sepi dan tidak diketahui
orang.
2. Pembunuhan
Jarang, umumnya pembunuh lebih kuat daripada
korban, sering ditemukan tanda-tanda kekerasan.
3. Kecelakaan
Jarang, umumnya pada anak – anak yang bermain
lasso atau pada sexual asphyxia.
4. Hukuman gantung
Sebab kematian
1. Asphyxia (4 – 5 menit)
a. Stadium dyspnea
O2 ↓dan CO2 ↑ → rangsang pusat napas (medula
oblongata) → napas cepat kuat, nadi ↑ , cyanosis.

b. Stadium konvulsi
O2 ↓ → Kerusakan nukleus otak → kejang klonik → kejang
tonik → spasme opistotonik

c. Stadium apnea
Napas melemah, dapat berhenti. Tidak sadar, keluar cairan
sperma, urine, dan feces involunter.

d. Stadium final
Kelumpuhan pernafasan sampai berhenti.
Sebab kematian
2. Gangguan sirkulasi darah ke otak
V.Jugularis tertekan → buntu → hypoxia,
penumpukan darah di otak.
Pembuntuan A.Carotis → hypoxia,
gangguan elektrolit dalam sel otak →
gangguan fungsi otak.
Sebab kematian
3. Vagal refleks
Baroreceptor di sinus caroticus tertekan →
bradikardi atau total cardiac arrest.
4. Kerusakan pada batang otak dan medula spinalis
Dislokasi atau fraktur vertebra cervikal →
medula spinalis bagian atas teregang →
menekan medula oblongata.
Pemeriksaan TKP
1. Keadaan lokasi : benda penumpu, keadaan
ruangan, tanda perlawanan.
2. Posisi korban : gantung sempurna dan gantung
tidak sempurna.
3. Tali : jumlah lilitan, jenis simpul dan apakah
kepala cukup melewati lingkaran tali, letak alat
penjerat, panjang tali antar simpul, arah serabut
serat pada tali.
Pemeriksaan TKP

4. Pemotongan tali : Tali diikat dengan benang pada dua


tempat kemudian dipotong secara serong / miring.
5. Keadaan korban : pakaian rapi / tidak, surat
peninggalan, alas pada leher, distribusi lebam mayat,
kondisi lidah, keluarnya cairin sperma, urine dan feces.
6. Pengumpulan bukti : rambut, pakaian, bercak darah,
memeriksa kuku korban.
Pemeriksaan luar
1. Kepala
• Permukaan alat penjerat mempengaruhi warna wajah.
• Mata melotot.
• Lidah menjulur.
• Tardieu’s spot.
2. Leher
• Jejas jerat
• Warna jejas coklat kemerahan,
kasar.
3. Anggota gerak
- Distribusi lebam mayat
- Luka memar atau lecet.
4. Kelamin dan dubur

4. Organ – organ lain → tanda –tanda kekerasan.


Pemeriksaan Dalam
Tanda tanda klasik asphyxia :
1. Kongesti organ
2. Darah menjadi lebih encer
3. Edema pulmonum
4. Bintik perdarahan pada jaringan longgar
5. Hiperemia dari lambung, hati, dan ginjal
6. Limpa kadang – kadang contracted  Wrinkle
Capsule
Pemeriksaan Dalam
Patah os.hyoid atau cartilago cricoid, jarang.
Fraktur tulang lidah atau tulang rawan gondok
Robekan m.sternocleidomastoideus
Bintik perdarahan pada pleura dan pericardium
Pemeriksaan tambahan
1. Pemeriksaan mikroskopis
2. Pemeriksaan toksikologi
SIMULATED SUICIDAL HANGING

Pembunuhan yang dibuat sedemikian rupa seolah-olah


menggantung diri.

LIGATURE STRANGULATION
Definisi :
Ialah suatu strangulasi dimana tekanan pada leher disebabkan
oleh jerat yang menjadi erat akibat kekuatan yang lain dari pada
berat badan korban.
Cara kematian :
Paling sering pembunuhan, terutama infacticide. Jarang
kecelakaan dan bunuh diri.
Alat yang dipakai :
Sapu tangan, handuk, tali, kaos kaki, ikat pinggang, kabel listrik,
dan lain-lain.
Mekanisme tertutupnya jalan napas :
Larynx yang tertekan kebelakang kearah dinding
pharynx sehingga lumen tertutup mendapat
tekanan dari samping dan dari muka. Dari muka
akan menutup jalan napas, sedangkan dari samping
akan menutup pembuluh darah disamping leher,
biasanya hanya vena yang tertutup, sedangkan
arteri tidak, karena tekanan tidak sekerang hanging
sehingga muka tidak cyanotik. Tekanan pada v.
jugularis dan tekanan yang tidak lengkap pada
a.carotis menyebabkan perdarahan kecil-kecil pada
muka, conjuctive, scalp, dan fascia diatas
m.temporalis. Kemungkinan dapat terjadi pula vagal
shock.
THROTTLING – MANUAL STRANGULATION
Definisi :
Yaitu suatu strangulasi dimana tekanan pada leher
dilakukan dengan tangan atau lengan bawah sehingga
saluran napas tertutup.
Cara kematian :
Hampir semuanya karena pembunuhan, jarang sekali
karena kecelakaan atau bunuh diri.
Sebab kematian :
Umumnya karena vagal reflex.
Cara melakukan throttling :
1. Satu tangan.
2. Dua tangan.
3. Pelaku berada dibelakang korban.
4. Mugging.
Sebab-sebab kematian pada manual strangulation :
1. Vagal reflek.
2. Shock, terutama bila korban dalam pengaruh alkohol.
3. Asphyxia.
Lokasi dan arah frakture :
- pada cart. Thyroid : bagian ala.arah longitudinal.
- pada cart. Cricoid : didepan atau samping,arah vertikal
- os hyoid : pada cornu mayus atau corpus, arah vertikal
- kadang-kadang pada cart. Trachea yang atas, bag.
anterior arah vertikal.
- pada mugging terjadi luxatio articulatio thyrocricoid
dan robekan ligamentum.
Catatan :

1. Cornu mayus os hyoid kadang-kadang berhubungan


dengan corpus os hyoid dengan perantaraan jaringan ikat,
sehingga mudah digerakkan dan disangaka frakture.

2. Hal yang sama mengenai hubungan processus superior


cart thyroid dengan corpusnya.

3. Perdarahan-perdarahan sekitar frakture merupakan


petunjuk bahwa kekerasan terjadi ante mortem (intra
vital)
SUFFOCATION
Definisi :
Adalah obstruksi jalan napas sehingga menghalangi masuknya
udara kedalam paru-paru yang mengakibatkan terjadinya
asphyxia.

Ada dua macam suffocation, yaitu :


- SMOTHERING
- CHOKING

SMOTHERING
Definisi :
Adalah keadaan dimana lubang-lubang external dari jalan
napas (mulut dan hidung) tertutup secara mekanis oleh benda
padat atau bahan yang terdiri dari partikel-partikel kecil seperti
lumpur pasir abu, bulu, dan lain-lain.
Cara kematian :
Terbanyak oleh karena kecelakaan. Jarang karena
pembubuhan atau bunuh diri.

BURKING
Adalah cara kematian dimana korban yang tidak berdaya
(akibat minuman keras) dijatuhkan ketanah, kemudian
dadanya ditekan dengan berat badan penyerang.

Pemeriksaan korban suffocation :


Pada semua kematian karena suffocation, pemeriksaan
pertama-tama pada tubuh korban ditempat kejadian adalah
yang paling penting, sebab mungkin bahwa benda penyebab
suffocation tidak meninggalkan tanda-tanda / bekas fisik pada
tubuh korban.
Apabila dilakukan pemeriksaan ditempat kejadian dengan teliti
maka mungkin dapat disimpulkan tentang cara kematian
korban meskipun tidak ditemukan kelainan patologis yang
jelas.
CHOKING
Definisi :
Adalah suatu keadaan dimana suatu benda padat masuk
kedalam lumen jalan napas dan menyumbatnya sehingga
udara tidak dapat mencapai paru-paru.
Cara kematian :
Tersering karena kecelakan ; pembunuhan dan bunuh diri
jarang.

TRAUMATIC ASPHYXIA
Definisi :
Terhalangnya udara untuk masuk dan keluar dari paru-paru,
karena adanya tekanan dari luar pada dada.
Cara kematian :
Kecelakaan dan pembunuhan.