Anda di halaman 1dari 50

IMPLEMENTASI MANAJJEMEN

MUTU DI PUSKESMAS

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 1


Pengertian mutu
• Mutu adalah kepatuhan terhadap standar yang telah ditetapkan
(Crosby, 1984)
• Mutu adalah memenuhi bahkan melebihi kebutuhan dan keinginan
pelanggan melalui perbaikan sluruh proses secara berkelanjutan
(Zimmerman)
Pengertian Mutu (Kemenkes)
• Mutu pelayanan kesehatan adalah
kinerja yang menunjuk pada tingkat
kesempurnaan pelayanan kesehatan,
yang disatu pihak dapat menimbulkan
kepuasan pada setiap pasien sesuai
dengan tingkat kepuasan rata-rata
penduduk, serta dipihak lain tata cara
penyelenggaraannya sesuai dengan
standar dan kode etik profesi yang telah
ditetapkan
Perspektif mutu

• Mutu dapat ditinjau dari berbagai perspektif:


– penerima pelayanan kesehatan,
– profesi tenaga pelaksana pelayanan kesehatan
– pengelola program/sarana kesehatan,
– penyandang dana,
– pembuat dan pelaksana kebijakan pelayanan
kesehatan
Manajemen mutu
• Manajemen Mutu (Quality Management) adalah
seluruh aktivitas kegiatan fungsi manajemen dari
kebijakan, tugas dan tanggung jawab yang dituangkan
dalam bentuk:
– perencanaan mutu (quality planning),
– kendali mutu (quality control),
– jaminan mutu (quality assurance) dan
– peningkatan mutu (quality improvement) ,serta
– kendali biaya dalam satu sistem mutu.
Dimensi Mutu (WHO)
Akses thd pelayanan

Keefektifan

Efisiensi

Keamanan

Kelangsungan layanan

Kompetensi tehnis

Kenyamanan

Hub. Antar manusia


Mutu pelayanan puskesmas

mutu

SISTEM SISTEM
MANAJEMEN PELAYANAN
MUTU
Penyebab masalah mutu:
Variasi Proses

1 Proses tidak diukur dg baik

2 Proses tidak dimonitor dg baik

3 Proses tidak dikendalikan dg baik

4 Proses tidak dipelihara dg baik

5 Proses tidak disempurnakan


Sistem Manajemen Mutu

mengukur
memonitor

Sistem
menyempurnakan Manajemen
Mutu
mengendalikan

memelihara
Mutu pelayanan puskesmas

Komitmen
Leadership

SISTEM
SISTEM PELAYANAN
Mengukur
MANAJEMEN Memonitor -Struktur
MUTU Mengendalikan -Proses
Memelihara -Outcome
Menyempurnakan
Mendokumentasikan
KOMITMEN
Seluruh jajaran manajemen dan staf pelaksana upaya-upaya
kesehatan di Puskesmas,
membangun satu kesepakatan bersama atas keputusan tentang
kebijakan mutu, dan melaksanakan peraturan-peraturan yang
ditetapkan kepala puskesmas secara tertulis dan selanjutnya
didokumentasikan dengan baik

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 11


P1 (PERENCANAAN)
KEBIJAKAN MUTU DI PUSKESMAS

DITUANGKAN DALAM SK KEPALA PUSKESMAS

MEMUAT KEBIJAKAN/GARIS BESAR LANGKAH-LANGKAH DALAM RANGKA


MENINGKATKAN MUTU PENYELENGGARAAN UPAYA (UKM DAN UKP) DAN
ADMINISTRASI MANAJEMEN DI PUSKESMAS

PERAN TOP MANAJEMEN DAN SEMUA STAF, DALAM


P1-P2-P3 MANAJEMEN MUTU DAN KESELAMATAN
PASIEN
KESEPAKATAN TATA NILAI/BUDAYA MUTU
PUSKESMAS
RENCANA/PROGRAM PERBAIKAN MUTU DAN INDIKATOR
KEBERHASILANNYA
PENUNJUKAN TIM MUTU SEBAGAI PENANGGUNGJAWAB
PELAKSANAAN PROGRAM MUTU

PENYIAPAN SUMBER DAYA ( SPATU + INFORMASI + WAKTU)


P1 (PERENCANAAN)
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 12
Tim Mutu, Keselamatan Pasien dan Audit Internal
di dalam struktur Organisasi Puskesmas
KEPALA PUSKESMAS

KASUBBAG TU

PJ UKM PJ UKP PJ
JEJARING/JARINGAN

TIM MUTU TIM AUDIT TIM KESELAMATAN


(ADMEN, UKM, UKP) INTERNAL PASIEN

Dilengkapi uraian tugas dan fungsi


10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 13
P1 (PERENCANAAN)
PEDOMAN/MANUAL MUTU
Tim Manajemen Mutu akan menyusun pedoman tentang mutu penyelenggaraan
upaya-upaya dan manajemen secara terintegrasi dengan kejelasan indikator dan
target, untuk menilai keberhasilannya

Pedoman mutu disusun untuk menjadi acuan bagi Pimpinan, Penanggung


jawab Upaya Puskesmas dan pelaksana kegiatan Puskesmas dalam upaya
peningkatan mutu di Puskesmas
CONTOH SISTEMATIKA PEDOMAN MUTU
1. Pendahuluan
a) Latar belakang
b) Tujuan
c) Pengertian
d) Ruang lingkup
2. Kebijakan
3. Pengorganisasian
4. Kegiatan
5. Metode
6. Pencatatan dan Pelaporan
7. Monitoring dan Evaluasi
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 14
P1 (PERENCANAAN)
MELAKSANAKAN SELF ASSESSMENT

MASING-MASING PENANGGUNGJAWAB UPAYA


MELAKSANAKAN PENILAIAN KINERJA TERHADAP UNIT
PELAYANAN YANG ADA DI BAWAHNYA DIBANDINGKAN
DENGAN STANDAR, INDIKATOR,DAN TARGET YANG TELAH
DITETAPKAN SEBELUMNYA

STANDAR AKREDITASI

STANDAR PELAYANAN
HASIL KINERJA BANDINGKAN, ANALISIS DAN
MINIMAL BIDANG
PUSKESMAS EVALUASI
KESEHATAN KAB/KOTA

INDIKATOR KELUARGA
SEHAT

KEPUASAN PELANGGAN
RENCANA Dst….
PERBAIKAN
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 15
P1 (PERENCANAAN)
TUJUAN IMPLEMENTASI KONSEP MUTU DI PUSKESMAS

PENINGKATAN MUTU
PENYELENGGARAAN PELAYANAN DI
PUSKESMAS
PLAN

• MEMPERBAIKI KAPASITAS
CONTINUOUS
ORGANISASI
ACTION QUALITY DO
• MENGENDALIKAN VARIABILITAS IMPROVEMENT
YANG TERDAPAT DALAM PROSES

CHECK

MENINGKATKAN
HASIL/KELUARAN/OUTPUT

UPAYA PENINGKATAN MUTU BERKESINAMBUNGAN (CQI) MERUPAKAN JAWABAN ATAS


SEGALA PERUBAHAN DAN TANTANGAN YANG DIHADAPI ORGANISASI PELAYANAN
10/17/2018 KESEHATAN Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 16
IMPLEMENTASI KONSEP MUTU MELALUI
MANAJEMEN MUTU DI PUSKESMAS

P1
PERENCANAAN

P2
PENINGKATAN MUTU PENGGERAKAN
PENYELENGGARAAN PELAKSANAAN
PELAYANAN DI
PUSKESMAS P3
PENGAWASAN,
PENGENDALIAN
DAN PENILAIAN
KINERJA

DILAKSANAKAN DENGAN PENDEKATAN TOTAL QUALITY


MANAGEMENT

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 17


RENCANA PROGRAM PENINGKATAN MUTU
RENCANA PELAKSANAAN KEGIATAN PERBAIKAN DAN PENINGKATAN MUTU MERUPAKAN
BAGIAN YANG TIDAK TERPISAHKAN DARI PERENCANAAN PUSKESMAS SECARA UMUM

MERUPAKAN BAGIAN DARI RUK DAN RPK


PROGRAM CONTOH KEGIATAN
PENINGKATAN MUTU
ADMINISTRASI DAN • Penilaian kinerja manajemen
MANAJEMEN • Pelaksanaan audit internal
• Pelaksanaan pertemuan tinjauan manajemen
• Kajibanding kinerja dengan puskesmas lain
• Penilaian perjanjian kerja sama dengan pihak ketiga
UPAYA KESEHATAN • Penilaian kinerja UKM dan tindak lanjutnya
MASYARAKAT
UPAYA KESEHATAN • Penentuan area prioritas sasaran keselamatan pasien
PERSEORANGAN • Pengukuran dan pengendalian mutu dan keselamatan pasien yang
terkoordinasi dari semua unit kerja dan unit pelayanan.
• Penerapan manajemen risiko pada semua lini pelayanan baik
pelayanan klinis maupun penyelenggaraan UKM……….dst
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 18
P1 (PERENCANAAN)
IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU DALAM PELAKSANAAN
KEGIATAN
DI PUSKESMAS
TAHAPAN OUTPUT KEGIATAN

P1 (PERENCANAAN) 1. ADANYA PENGGALANGAN KOMITMEN MANAJEMEN DAN SEMUA STAF


2. ADANYA KEBIJAKAN MUTU PUSKESMAS
3. ADANYA TIM MUTU DAN URAIAN TUGAS TIM MUTU
4. ADANYA PEDOMAN/MANUAL MUTU
5. ADANYA RENCANA/PROGRAM KERJA PENINGKATAN MUTU
YANG DISERTAI DENGAN INDIKATOR MUTU BERDASARKAN
DATA YANG DIPEROLEH DARI ASSESSMENT
6. ADANYA SUMBER DAYA (SPATU + INFORMASI + WAKTU) YANG
DIALOKASIKAN BERKAITAN DENGAN PENINGKATAN MUTU

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 19


IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU DALAM PELAKSANAAN KEGIATAN
DI PUSKESMAS
TAHAPAN OUTPUT KEGIATAN

P2
(PENGGERAKAN 1. Adanya pertemuan tim mutu yang rutin dilaksanakan dalam
rangka proses pemantauan dan evaluasi keberhasilan
DAN
pencapaian indikator mutu
PELAKSANAAN) 2. Adanya kegiatan identifikasi dan prioritas masalah terkait
dengan peningkatan mutu layanan kesehatan di FKTP, Adanya
rencana upaya pengendalian dan peningkatan mutu di FKTP
setiap bulan
3. Terlaksananya upaya pengendalian dan peningkatan mutu di
FKTP setiap bulan
4. Adanya rumusan alternatif penyelesaian masalah terkait
peningkatan mutu

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 20


IMPLEMENTASI MANAJEMEN MUTU DALAM PELAKSANAAN
KEGIATAN
DI PUSKESMAS
TAHAPAN OUTPUT KEGIATAN

P3 (pengawasan, • Dilaksanakannya Rapat Tinjauan Manajemen dan Audit


pengendalian dan penilaian
Internal
• Adanya hasil evaluasi pencapaian tingkat akses (seberapa
kinerja) jauh jumlah target sasaran dapat dijangkau atau
menjangkau) dan tinddak lanjutnya
• Adanya hasil evaluasi pencapaian tingkat upaya (tercapainya
target UKM dan UKP) dan tindak lanjutnya
• Adanya hasil analisis dan tindak lanjut terhadap capaian
tingkat mutu (service excelent)
• Terlaksananya prinsip efektif dan efisien dalam
penyelenggaraan upaya dengan tidak terjadinya kehilangan
peluang (missed opportunity) dalam penyelenggaraan
10/17/2018 pelayanan
Kementerian Puskesmas
Kesehatan Republik Indonesia 21
PERBAIKAN MUTU BERKESINAMBUNGAN
DI PUSKESMAS

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 22


• Identifikasi hasil penyelenggaraan upaya • Laksanakan upaya penyelesaian masalah,
Puskesmas, umpan balik pelanggan lakukan trial/uji coba
• Deskripsikan proses penyelenggaraan • Melakukan rencana yang telah ditetapkan
pelayanan yg berjalan saat ini sebelumnya sesegera mungkin, semakin
• Pengumpulan data dan analisis untuk menunda pekerjaan, semakin banyak
PLAN menentukan gap masalah waktu terbuang. Dalam langkah ini, tim DO
• Analisis akar masalah melaksanakan rencana yang telah disusun
• Identifikasi peluang peningkatan mutu sebelumnya dan memantau proses
• Mencari dan memilih penyelesaian pelaksanaannya
masalah

• Apabila upaya yang dilaksanakan


dinyatakan berhasil/sukses, maka
standarisasikan perubahan tersebut, • Pelajari efek perubahan yg terjadi terhadap
selanjutnya upayakan langkah-langkah kondisi yang ada, selanjutnya kumpulkan
perbaikan/peningkatan mutu serata terus data baru dan bandingkan dengan data
menerus berkesinambungan. Bila sebelumnya, kemudian lihat efek
ACTION dinyatakan kurang berhasil, harus dicari perubahan, dan atas perbaikan yang CHECK
jalan lain dengan melakukan identifikasi diperoleh direplikasikan
ulang atas masalah ataupun upaya yang
dilaksanakan
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 23
Apabila Puskesmas telah melaksanakan tahapan
manajemen mutu secara berkesinambungan (P1-P2-P3)
maka dapat dikatakan bahwa Puskesmas tersebut
melaksanakan siklus PDCA untuk perbaikan mutu karena
pelaksanaan P1-P2-P3 yang berkesinambungan pada
dasarnya seiring dengan konsep siklus PDCA.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia

10/17/2018 24
KESELAMATAN PASIEN DI PUSKESMAS
PERMENKES NO 11 TAHUN 2017
KESELAMATAN PASIEN DI FASKES

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 25


10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 26
definisi
KESELAMATAN PASIEN
suatu sistem yang membuat asuhan pasien lebih aman, meliputi
asesment risiko, identifikasi dan pengelolaan risiko pasien,
pelaporan dan analisis insiden, kemampuan belajar dari insiden
dan tindak lanjutnya, serta implementasi solusi untuk
meminimalkan timbulnya risiko dan mencegah terjadinya cedera
yang disebabkan oleh kesalahan akibat melaksanakan suatu
tindakan atau tidak mengambil tindakan yang seharusnya
diambil
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 27
PENYELENGGARAAN KESELAMATAN PASIEN DI
PUSKESMAS
Penyelenggaraan keselamatan pasien dilakukan melalui
pembentukan sistem pelayanan yang menerapkan:

1. STANDAR KESELAMATAN PASIEN


2. TUJUH LANGKAH KESELAMATAN PASIEN
3. SASARAN KESELAMATAN PASIEN

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 28


STANDAR KESELAMATAN PASIEN (1)
1. Hak pasien
- diagnosis, tata cara tindakan medis, tujuan tindakan medis, alternative
tindakan, risiko dan komplikasi yang mungkin terjadi, prognosis terhadap
tindakan yang dilakukan dan perkiraan biaya pengobatan

2. Pendidikan bagi pasien dan keluarga


- Kegiatan mendidik pasien dan keluarganya tentang kewajiban dan
tanggungjawab pasien dalam asuhan pasien

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 29


STANDAR KESELAMATAN PASIEN (2)
3. Keselamatan Pasien dalam Kesinambungan Pelayanan
- Merupakan upaya fasilitas pelayanan kesehatan di bidang Keselamatan
Pasien dalam kesinambungan pelayanan dan menjamin koordinasi antar
tenaga dan antar unit pelayanan
4. Penggunaan metode peningkatan kinerja untuk melakukan
evaluasi dan peningkatan keselamatan pasien
- Merupakan kegiatan mendesain proses baru atau memperbaiki proses yang
telah ada, memonitor dan mengevaluasi kinerja melalui pengumpulan data,
menganalisis insiden, dan melakukan perubahan untuk meningkatkan
kinerja serta Keselamatan Pasien
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 30
STANDAR KESELAMATAN PASIEN (3)
5. Peran kepemimpinan dalam meningkatkan keselamatan pasien
• Merupakan kegiatan pimpinan fasilitas pelayanan kesehatan dalam:
a) mendorong dan menjamin implementasi Keselamatan Pasien secara terintegrasi dalam
organisasi melalui penerapan tujuh langkah menuju Keselamatan Pasien;
b) menjamin berlangsungnya kegiatan identifikasi risiko Keselamatan Pasien dan menekan
atau mengurangi insiden secara proaktif;
c) menumbuhkan komunikasi dan koordinasi antar unit dan individu berkaitan dengan
pengambilan keputusan tentang Keselamatan Pasien;
d) mengalokasikan sumber daya yang adekuat untuk mengukur, mengkaji, dan
meningkatkan kinerja fasilitas pelayanan kesehatan serta meningkatkan Keselamatan
Pasien;
e) mengukur dan mengkaji efektifitas kontribusi setiap unsur dalam meningkatkan kinerja
fasilitas pelayanan kesehatan dan Keselamatan Pasien
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 31
STANDAR KESELAMATAN PASIEN (4)
6. Pendidikan bagi staf tentang keselamatan pasien
- Merupakan kegiatan pendidikan dan pelatihan berkelanjutan untuk
meningkatkan dan memelihara kompetensi staf serta mendukung
pendekatan interdisipliner dalam pelayanan pasien
7. Komunikasi merupakan kunci bagi staf untuk mencapai
keselamatan pasien
- Merupakan kegiatan fasilitas pelayanan kesehatan dalam
merencanakan dan mendesain proses manajemen informasi
Keselamatan Pasien untuk memenuhi kebutuhan informasi internal
dan eksternal yang tepat waktu dan akurat
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 32
TUJUH LANGKAH KESELAMATAN PASIEN
1. Membangun kesadaran akan nilai keselamatan pasien
2. Memimpin dan mendukung staf
3. Mengintegrasikan aktivitas pengelolaan risiko
4. Mengembangkan sistem pelaporan
5. Melibatkan dan berkomunikasi dengan pasien
6. Belajar dan berbagi pengalaman tentang keselamatan
pasien
7. Mencegah cedera melalui implementasi sistem
Keselamatan Pasien
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 33
SASARAN KESELAMATAN PASIEN
 SKP.1 MENGIDENTIFIKASI PASIEN DENGAN BENAR
 SKP.2 MENINGKATKAN KOMUNIKASI YANG EFEKTIF
 SKP.3 MENINGKATKAN KEAMANAN OBAT-OBATAN YANG HARUS
DIWASPADAI
 SKP.4 MEMASTIKAN LOKASI PEMBEDAHAN YANG BENAR,
PROSEDUR YANG BENAR, PEMBEDAHAN PADA PASIEN YANG
BENAR
 SKP.5 MENGURANGI RISIKO INFEKSI AKIBAT PERAWATAN
KESEHATAN
 SKP.6 MENGURANGI RISIKO CEDERA PASIEN AKIBAT TERJATUH
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 34
No Sasaran keselamatan pasien Indikator (contoh)

1 Identifikasi pasien dengan benar Kepatuhan memasang gelang identitas


Kepatuhan melakukan identifikasi pasien pada saat
memberikan obat/tindakan
2 Komunikasi efektif dalam pelayanan Kepatuhan pelaksanaan SBAR (situation, background,
assessment, recommendation) dan TBK (tulis baca konfirmasi)
3 Keamanan obat yang perlu diwaspadai Penataan obat LASA dan High Alert di apotik dan gudang obat.
Kepatuhan melakukan telaah resep dan telaah pemberian
obat
4 Memastikan lokasi pembedahan yang Kepatuhan penandaan sisi operasi, compliance rate pada
benar, prosedur yang benar, pembedahan prosedur-prosedur kritis
pada pasien yang benar
5 Mengurangi risiko infeksi akibat Kepatuhan melakukan hand hygiene
perawatan kesehatan

6 Mengurangi risiko cedera pasien akibat Kepatuhan melakukan asesmen jatuh pada pasien rawat inap
terjatuh dan rawat jalan
Kepatuhan pemasangan gelang pasien dengan risiko jatuh
INSIDEN KESELAMATAN PASIEN
• Insiden Keselamatan Pasien yang selanjutnya disebut Insiden, adalah
setiap kejadian yang tidak disengaja dan kondisi yang mengakibatkan
atau berpotensi mengakibatkan cedera yang dapat dicegah pada pasien
Macam Insiden :
A. Kondisi Potensial Cedera (KPC), merupakan kondisi yang sangat
berpotensi untuk menimbulkan cedera, tetapi belum terjadi insiden
B. Kejadian Nyaris Cedera (KNC), merupakan terjadinya insiden yang
belum sampai terpapar ke pasien
C. Kejadian Tidak Cedera (KTC), merupakan insiden yang sudah terpapar
ke pasien, tetapi tidak timbul cedera
D.Kejadian Tidak Diharapkan (KTD), merupakan Insiden yang
mengakibatkan cedera pada pasien
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 36
PELAPORAN INSIDEN
verifikasi
PETUGAS YANG
MENGETAHUI
investigasi
Lapor 2x24
jam
Derajat
TIM insiden
KESELAMATAN
PASIEN
Analisis penyebab
insiden dengan RCA

Rekomendasi KEPALA
Keselamatan Pasien PUSKESMAS

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 37


MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN DALAM
STANDAR AKREDITASI PUSKESMAS

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 38


Akreditasi merupakan salah satu
BENTUK audit eksternal
untuk menilai sistem pelayanan
dan sistem mutu apakah sudah
sesuai dengan standar yg
ditetapkan
Akreditasi puskesmas dan FKTP

• Pengakuan terhadap puskesmas, klinik pratama, praktik


dokter dan praktik dokter gigi yang diberikan oleh
lembaga independen penyelenggara akreditasi yang
ditetapkan oleh Menteri setelah dinilai bahwa fasilitas
kesehatan tingkat pertama itu memenuhi standar
pelayanan fasilitas kesehatan tingkat pertama yang
telah ditetapkan untuk meningkatkan mutu pelayanan
secara berkesinambungan
Penyelenggaraan
Pelayanan
Peraturan (Produksi):
Kebijakan
Perundangan -mengukur
Pedoman Outcome
Pedoman Kr.Acuan -memonitor
Prosedur Pelayanan
Acuan -mengendalikan
Manual Kepuasan
Standar -memelihara
-menyempurnakan
-mendokumentasikan

Akreditasi

Standar
Akreditasi
Akreditasi Puskesmas

Pelayanan Klinis

Pelayanan
Yang Penyelenggaraan
Upaya Puskesmas
diakreditasi
Administrasi manajemen
Puskesmas
• Upaya pengendalian dan peningkatan Mutu Pelayanan
Kesehatan dan Keselamatan Pasien di Puskesmas dalam
penilaian akreditasi FKTP diatur dalam standar Bab 3, 6 dan 9
untuk Puskesmas.
• Upaya peningkatan mutu tersebut dituangkan dalam
rencana/program peningkatan mutu dan keselamatan pasien.

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 43


Bab di dalam Standar Penjelasan
Akreditasi terkait
peningkatan mutu
BAB 3 Peningkatan Mutu Puskesmas
MUTU ADMINISTRASI DAN Standar 3.1 : Perbaikan mutu dan kinerja Puskesmas konsisten dengan tata nilai, visi, misi
MANAJEMEN dan tujuan Puskesmas, dipahami dan dilaksanakan oleh Pimpinan Puskemas, Penanggung
jawab Upaya Puskesmas dan Pelaksana.
BAB 6 Sasaran Kinerja Upaya Kesehatan Masyarakat
MUTU UPAYA KESEHATAN Standar 6.1 : Perbaikan kinerja masing-masing UKM Puskesmas konsisten dengan tata nilai,
MASYARAKAT visi, misi dan tujuan Puskesmas, dipahami dan dilaksanakan oleh Kepala Puskesmas,
Penanggung jawab UKM Puskesmas dan Pelaksana yang ditunjukkan dalam sikap
kepemimpinan.
BAB 9 Peningkatan Mutu dan Keselamatan Pasien
MUTU UPAYA KESEHATAN • Standar 9.1 : . Perencanaan, monitoring, dan evaluasi mutu layanan klinis dan
PERSEORANGAN keselamatan menjadi tanggung jawab tenaga yang bekerja di pelayanan klinis
• Standar 9.2 : Mutu layanan klinis dan keselamatan dipahami dan didefinisikan dengan baik
oleh semua pihak yang berkepentingan
• Standar 9.3 : Mutu layanan klinis dan sasaran keselamatan pasien diukur, dikumpulkan
dan dievaluasi dengan tepat
• Standar 9.4. : Perbaikan mutu layanan klinis dan keselamatan pasien diupayakan,
dievaluasi dan dikomunikasikan dengan baik
10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 44
Langkah Penerapan
1. Workshop mutu, manajemen risiko dan
keselamatan pasien:
– Pemahaman PMK 11 tahun 2017 tentang
Keselamatan Pasien
– Pemahaman standar akreditasi yang terkait
dengan manajemen risiko dan keselamatan
pasien
– Manajemen risiko dan Keselamatan Pasien
– Budaya mutu dan keselamatan pasien 
kesepakatan tata nilai : non blaming
culture & just culture
2. Pengorganisasian (ulang) tim mutu
puskesmas:
PMK No 11/2017 mengamanatkan
dibentuknya tim keselamatan pasien yang
bertanggung jawab langsung kepada kepala
Fasilitas Kesehatan.
3. Review kembali kebijakan
mutu dan keselamatan
pasien & pedoman mutu dan
keselamatan pasien

4. Penyusunan program mutu


dan keselamatan pasien
(untuk puskesmas harus
terintegrasi bab 3, 6, dan 9)
5. Implementasi program
yang sudah disusun
6. Monitoring
pelaksanaan program
mutu dan keselamatan
pasien
7. Evaluasi dan pelaporan
KESIMPULAN
• MANAJEMEN MUTU DAN IMPLEMENTASI KESELAMATAN
PASIEN MERUPAKAN BAGIAN PENTING DARI
PENYELENGGARAAN PELAYANAN DI PUSKESMAS
• MANAJEMEN MUTU DAN KESELAMATAN PASIEN MERUPAKAN
SALAH SATU STANDAR YANG TERMUAT DALAM
PENYELENGGARAAN AKREDITASI PUSKESMAS

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 54


REFERENSI
• Peraturan Menteri Kesehatan No. 75 Tahun 2014 tentang Puskesmas
• Peraturan Menteri Kesehatan No. 46 Tahun 2015 tentang Akreditasi
Puskesmas, Klinik Pratama, Tempat Praktik Mandiri Dokter dan
Tempat Praktik Mandiri Dokter Gigi
• Peraturan Menteri Kesehatan No. 99 Tahun 2015 tentang JKN
• Standar Akreditasi Puskesmas, tahun 2015
• Pedoman Pendampingan Akreditasi FKTP, tahun 2015
• Mutu Pelayanan Kesehatan

10/17/2018 Kementerian Kesehatan Republik Indonesia 55


TERIMA KASIH
17/10/2018

Anda mungkin juga menyukai