Anda di halaman 1dari 17

PENGERTIAN BAHASA BAKU DAN NON

BAKU, FUNGSI BAHASA INDONESIA, G Vania Lasmaida Siagian


R (5173311018)
KO N T E K S P E M A K A I A N N YA D A N C I R I - C I R I
BAHASA INDONESIA BAKU U Robinton Naibaho
O
P
BAB I Latar Belakang

Bahasa Indonesia merupakan bahasa


ibu dari bangsa Indonesia yang sudah
dipakai oleh masyarakat Indonesia sejak
dahulu jauh sebelum Belanda menjajah
Indonesia. Cikal bakal bahasa Indonesia
sebagai bahasa nasional dan bahasa
negara berawal dari pernyataaan sikap
politik pemuda nusantara dengan
ikrar sumpah pemuda.
BAB I Rumusan Masalah

1. Apa yang dimaksud dengan bahasa baku?


2. Apa yang dimaksud dengan bahasa tidak
baku?
3. Apa yang dimaksud dengan bahasa
Indonesia baku?
4. Apa yang dimaksud dengan bahasa
Indonesia tidak baku?
5. Apa ciri-ciri bahasa Indonesia baku?
6. Bagaimana pemakaian bahasa Indonesia
dengan baik dan benar?
BAB II ISI

Apa yang
dimaksud bahasa
baku ?
Bahasa baku ialah satu jenis bahasa yang menggambarkan keseragaman
dalam bentuk dan fungsi bahasa, menurut ahli linguistik Einar Haugen.
Ia dikatakan sebagai “loghat yang paling betul” bagi sesuatu bahasa.
Halim (1980) mengatakan bahwa bahasa baku adalah ragam bahasa yang
dilembagakan dan diakui oleh sebagian masyarakat, dipakai sebagai
ragam resmi dan sebagai kerangka rujukan norma bahasa dan
penggunaannya.
Bahasa baku itu difungsikan atau dipakai sebagai model atau acuan oleh masyarakat secara
luas. Acuan itu dijadikan ukuran yang disepakati secara umum tentang kode bahasa dan
kode pemakaian bahasa di dalam situasi tertentu atau pemakaian bahasa tertentu.
Istilah bahasa baku dalam bahasa Indonesia atau standard language dalam bahasa inggris
dalam dunia ilmu bahasa atau linguistic pertama sekali diperkenalkan oleh Vilem Mathesius
Ia termasuk pencetus aliran praha. Ia merumuskan bahwa bahasa baku sebagai bentuk
bahasa yang telah dimodifikasi, diterima dan difungsikan sebagai model atau acuan oleh
masyarakat secara luas.
Pengertian Bahasa Tidak Baku

Istilah bahasa tidak baku ini terjemahan dari “nonstandard language”. Istilah
bahasa nonstandar ini sering disinonimkan dengan istilah “ragam subbaku”,
“bahasa nonstandar”, “ragam takbaku”, bahasa tidak baku”, “ragam nonstandar”.
Suharianto berpengertian bahwa bahasa nonstandar atau bahasa tidak baku
adalah salah satu variasi bahasa yang tetap hidup dan berkembang sesuai
dengan fungsinya, yaitu dalam pemakaian bahasa tidak resmi (1981 : 23).
Pengertian Bahasa Indonesia Baku
Bahasa Indonesia baku adalah salah satu ragam bahasa
Indonesia yang bentuk bahasanya telah dikodifikasi, diterima,
dan difungsikan atau dipakai sebagai model oleh masyarakat
Indonesia secara luas.

Contoh pada Undang-undang dasar :


Undang-undang dasar 1945 pembukaan bahwa sesungguhnya
kemerdekaan itu ialah hak segala bangsa dan oleh sebab itu
penjajahan diatas dunia harus dihapuskan karena tidak sesuai
dengan perikemanusiaan dan perikeadilan.
Dari beberapa kalimat dalam undang-undang tersebut
menunjukkan bahasa baku, dan merupakan pemakaian bahasa
secara baik dan benar.

Pengertian Bahasa Indonesia Tidak Baku

Bahasa Indonesia tidak baku adalah salah satu ragam


bahasa Indonesia yang tidak dikodifikasi, tidak diterima
dan tidak difungsikan sebagai model masyarakat
Indonesia secara luas, tetapi dipakai oleh
masyarakat secara khusus.
Fungsi Bahasa baku
Bahasa Indonesia baku mempunyai empat fungsi,
yaitu pertama pemersatu, kedua penanda kepribadian, ketiga penambah
wibawa, dan keempat kerangka acuan.
Pertama, bahasa Indonesia baku berfungsi pemersatu. Bahasa
Indonesia baku mempersatukan atau memperhubungkan penutur berbagai
dialek bahasa itu
Kedua, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai penanda
kepribadian. Bahasa Indonesia baku merupakan ciri khas yang
membedakannya dengan bahasa-bahasa lainnya
Ketiga, bahasa Indonesia baku berfungsi penambah wibawa.
Pemilikan bahasa Indonesia baku akan membawa serta wibawa atau
prestise.
Keempat, bahasa Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan. Bahasa
Indonesia baku berfungsi sebagai kerangka acuan bagi pemakainya dengan
adanya norma atau kaidah yang dikodifikasi secara jelas.
Adapun fungsi lain dari Bahasa Indonesia Baku yaitu :

Bahasa Indonesia sebagai Kebanggaan Bangsa.


Kedudukan kedua dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan
dengan masih digunakannya Bahasa Indonesia sampai sekarang ini
Bahasa Indonesia sebagai alat komunikasi.
Kedudukan ketiga dari Kedudukan Bahasa Indonesia sebagai bahasa Nasional dibuktikan
dengan digunakannya Bahasa Indonesia dalam berbagai macam media komunikasi.
Bahasa Indonesia Sebagai Alat Perhubungan
Masyarakat Indonesia terdiri dari berbagai suku dengan bahasa yang berbeda-beda, maka
kan sangat sulit berkomunikasi kecuali ada satu bahasa pokok yang digunakan
Konteks pemakaian Bahasa Indonesia Baku

Bahasa Indonesia mempunyai sebuah aturan yang baku dalam


pengguanaanya, namun dalam prakteknya sering terjadi penyimpangan dari
aturan yang baku tersebut. Kata-kata yang menyimpang disebut kata non
baku.
Bahasa tutur mempunyai sifat yang khas yaitu:
Bentuk kalimatnya sederhana, singkat, kurang lengkap, tidak banyak
menggunakan kata penghubung.
Menggunakan kata-kata yang biasa dan lazim dipakai sehari-hari.Contoh:
bilang, bikin, pergi, biarin.
Bahasa Indonesia baku selama ini hanya digunakan dalam konteks yang tertentu dan
sangat khusus. Bahasa baku telah menjadi bahasa asing dalam komunikasi sehari-hari
warga Indonesia.
Bahasa Indonesia baku dipakai di dalam beberapa konteks :

• Pertama, dalam komunikasi resmi, yaitu dalam surat menyurat resmi atau dinas,
pengumuman – pengumuman yang di keluarkan oleh instansi resmi, perundang
undangan, penamaan dan peristilah resmi.
• Kedua, dalam wancana teknis, yaitu dalam laporan resmi dan karangan ilmiah berupa
makala, skripsi, tesis, disertai dalam laporan hasil penelitian.
• Ketiga, pembicaraan di depan umum, yaitu ceramah, kuliah dan khotbah.
• Keempat, pembicaraan dengan orang yang di hormatin, yaitu dengan atasan dan
bawahan.
Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku

Ciri-ciri bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia tidak baku telah dibuat oleh para pakar bahasa dan
pengajaran bahasa Indonesia. Mereka itu antara lain Harimurti Kridalaksana, Anton M. Moeliono, dan Suwito.
Ciri-ciri bahasa Indonesia baku dan bahasa Indonesia tidak baku itu dijelaskan di bawah ini setelah
merangkum ciri-ciri yang ditentukan atau yang telah dibuat oleh para pakar tersebut.
Ciri-ciri Bahasa Indonesia Baku sebagai berikut :
• Pelafalan sebagai bahagian fonologi bahasa Indonesia baku adalah pelafalan yang relatif bebas atau sedikit
diwarnai bahasa daerah atau dialek. Misalnya : kata / keterampilan / diucapkan / ketrampilan / bukan /
keterampilan
• Bentuk kata yang berawalan me- dan ber- dan lain-lain sebagai bahagian morfologi bahasa Indonesia baku
ditulis atau diucapkan secara jelas dan tetap di dalam kata Misalnya: Banjir menyerang kampung yang
banyak penduduknya itu.
• Kuliah sudah berjalan dengan baik.
• Konjungsi sebagai bahagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap di dalam kalimat
Misalnya: Sampai dengan hari ini ia tidak percaya kepada siapa pun, karena semua diangapnya penipu.
• Partikel -kah, -lah dan -pun sebagai bahagian morfologi bahasa Indonesia baku ditulis secara jelas dan tetap
di dalam kalimat. Misalnya: Bacalah buku itu sampai selesai!, Bagaimanakah cara kita memperbaiki
kesalahan diri?, Bagaimanapun kita harus menerima perubahan ini dengan lapang dada.
Contoh Bahasa Indonesia Baku dan Nonbaku
Kita sering kesulitan menentukan kata yang baku dan kata yang tidak baku.
Berikut ini adalah daftar kata-kata baku bahasa Indonesia yang disusun secara
alfabetis. No Kata Baku Kata Nonbaku
1. Aktif aktip, aktive
2. Alquran Al-Quran, Al-Qur’an, Al Qur’an
3. Apotek Apotik
4. Azan Adzan
5. Cabai cabe, cabay
6. Daftar Daptar
7. doa do’a
8. efektif efektip, efektive, epektip, epektif
9. elite Elit
10. e-mail email, imel
11. Februari Pebruari, February
12. foto Photo
13. fotokopi foto copy, photo copy, photo kopi
14. hakikat Hakekat
15. ijazah ijasah, izajah
16. izin Ijin
17. jadwal Jadual
18. Jumat Jum’at
19. karena Karna
20. karismatik Kharismatik
1. Aryok
jika seorang siswa bertanya dengan bahasa yang
tidak baku, apa sikap kita sebagai seorang guru ?
2. Rotua
Mengapa di Indonesia bisa memilikidua ragam
bahasa, bahasa baku dan non baku ?
3. Rifka
Mengapa jaman sekarang banyak anak muda
menggunakan bahasa non baku?